VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 100

2016-03-29 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
307 views | 22 komentar | nilai: 10 (3 user)

"huh?? Dimana aku?" Yuza bertanya-tanya saat ia berdiri ditengah-tengah padang rumput

seorang gadis kecil dengan rambut putih sedang tiduran
memandang awan, Arashi kecil berjalan mendekat kearahnya dengan muka kusut dan lesu

"oh... ternyata aku ada dalam ingatan Arashi ya??, tak kusangka jika aku menggunakan jutsu terlarang aku dapat melihat ingatan Arashi" gumam Yuza

Arashi berjalan mendekat lalu ia duduk disamping gadis kecil dengan rambut putih itu

"apa yang terjadi padamu??" tanya gadis berambut putih yang bernama Aoi, ia penasaran pada muka Arashi yang kusut

Hiks... Hiks... Hiks...

"kau takkan percaya Hiosi mengerjaiku lagi, ia memasukan kodok kecelanaku sewaktu aku tidur" ucap Arashi dengan berlinang air mata

"bhuuft... Ha... Ha... Ha..." Aoi malah tertawa mendengar kata-kata Arashi

"itu tidak lucu tau!!" bentak Arashi dengan menangis makin kencang

"maaf... maaf... Aku hanya berfikir pasti sangat geli saat kodok berada dicelanamu" ucap Aoi dengan entengnya dan masih menahan tawa

"Bhuha... Ha... Ha..." Arashi menangis makin kencang

"hey, sudah berhentilah jangan menangis!!" Aoi mencoba menenangkan tapi Arashi malah menangis makin kencang

"Kubilang diam!!"

"Tyeng..." dengan amarah Aoi memukul kepala Arashi

"anak laki-laki itu tak boleh cengeng dan sering menangis tau, kau harus kuat!!...

"aku tau adikku, Hiosi itu memang jahil tapi berusahalah untuk kuat dan tidak cengeng...

"kau seharusnya malu menangis dihadapan seorang gadis bukan malah mengadu padaku!!" dengan amarah yang meledak-ledak Aoi malah mengomeli Arashi

Arashi memegangi celananya,saking takut ia ngompol dicelana melihat Aoi yang marah

"bhufh... ha... ha... ha..." Aoi yang semula marah tak dapat menahan tawa oleh kelakuan Arashi

"hiks... hua... hua... hua..." Arashi menangis makin kencang

"jiaha... ha... ha... ha..." Aoi malah tertawa sambil berguling-guling

"jangan tertawa!!" bentak Arashi tapi tak dihiraukan oleh Aoi

"gadis yang bernama Aoi itu benar-benar kejam, dicurhatin tapi malah ditertawai" gumam Yuza yang memperhatikan

"tapi Arashi waktu kecil benar-benar cengeng, ini benar-benar rahasia besar" Yuza memasang senyum licik

beberapa saat kemudian datanglah anak dengan rambut putih yang merupakan adik dan saudara kembar Aoi

"woiy... kakak!! Aku punya sesuatu yang ingin kutunjukan padamu!!" teriak adik Aoi yang bernama Hiosi

"Bruuukk..." Hiosi berlari kencang sampai-sampai tak melihat pohon dan menabraknya

Aoi dan Arashì hanya melongo tak percaya melihat tingkah Hioshi

"apa-apaan anak laki-laki yang baru datang itu" gumam Yuza yang melihat

"aku tak apa-apa kok" ucap Hioshi dengan tersenyum walau hidungnya mimisan

"kenapa... kenapa kau disini?? Kau ingin mengerjaiku lagi ya??" ucap Arashi yang bersembunyi dipunggung Aoi

"hey, Arashi jangan berburuk sangka dahulu, Aku cuma ingin menunjukan sesuatu padamu dan Aoi" jelas Hiosi

"aku tak percaya!! Kau bilang tak akan menjahiliku tapi saat aku tidur kau memasukan
kodok kecelanaku" teriak Arashi yang masih bersembunyi dibelakang Aoi

"terserah padamu mau percaya atau tidak??

"anu... Hiosi apa yang ingin kau tunjukan padaku??" Aoi penasaran

"aku telah menyempurnakan auman nagaku, jadi perhatikan ya!!" ucap Hioshi dengan memfokuskan cakra

"Auman Naga Es"

"Wuusshh...

beberapa pohon langsung membeku karena Auman Naga milik Hioshi

"hebat bukan!!" ucap Hioshi dengan percaya diri tinggi

"lumayan" ucap Aoi

"apa maksudmu dengan lumayan?!" teriak Hioshi tak terima serangannya direndahkan

"akan kutunjukan sesuatu yang lebih hebat!!" Aoi mulai meluapkan cakra

"Auman Naga Salju"

"Wuusshh...

dalam jarak seratus meter tempat yang diarahkan Auman Naga Salju milik Aoi tertutupi salju

"itu yang namanya hebat" ucap Aoi dengan sombong

"huh..." Hioshi agak kesal

"kalian berdua jangan pamer aku juga bisa!!" teriak Arashi

"Auman Naga Api"

"Phùuuff...

sebuah asap keluar dari Auman milik Arashi

"Bhuufh... Ha... Ha... Ha..." keduanya tertawa melihat kemampuan Arashi

"apa itu yang namanya auman naga api, bahkan untuk membakar ikan saja tak bisa!!" ledek Hioshi

"benar dia bahkan tak akan mungkin mengeringkan baju" Aoi menambahkan

"diam..." bentak Arashi walau menanggung malu

"hadeh... Arashi sewaktu kecil tidak hanya cengeng tapi juga payah" ucap Yuza yang terus mengawasi

"kalian cepat kembali, waktunya makan!!" teriak seseorang yang dua tahun lebih tua dari Aoi dan Hiosi, ia adalah kakak mereka yang bernama Keisuke

"siapa lagi orang itu??" Yuza kembali bertanya-tanya

"kakak kemarilah sebentar!!" teriak Aoi dengan melambaikan tangan

"sungguh merepotkan" Keisuke berjalan mendekat

"memang ada apa??" tanya Keisuke pada adik perempuannya, Aoi

"kami sedang berlatih auman naga, bisakan kakak menunjukan auman naga yang sebenarnya" pinta Aoi

"hah... Apa boleh buat? Tapi setelah ini kita harus segera makan" Keisuke setuju

"Baik" jawab Aoi singkat

Keisuke mulai memfokuskan cakra, kilatan-kilatan petir muncul dipunggunnya dan membentuk sebuah sayap

"Auman Naga Petir"

"Dhuuuaaarr...

ketiganya tak bisa berkata-kata lain selain takjub dan kagum melihat Auman Naga Petir milik Keisuke, sejauh mata memandang terkena dampak dari serangan Keisuke

"kekuatan dari orang yang baru datang itu benar-benar mengerikan" gumam Yuza tak percaya

"latihan hari ini kurasa cukup, sekarang ayo makan" ajak Keisuke

"Baik..." ketiganya setuju dan tak banyak protes

"nah... Arashi itu yang namanya Auman naga" ledek Hioshi

"Diam!!" bentak Arashi malu

"suatu saat akan kukalahkan kau, Keisuke Yagami!!" tantang Arashi

"Ya boleh saja!! Tapi bau menyengat apa ini??

"Bhuuft... Ha... Ha... Ha...

Aoi dan Hioshi tertawa terbahak-bahak mengingat Arashi ngompol dicelana

"diam kalian!?" bentak Arashi tapi tak dihiraukan

"wah... Ingatan Arashi ternyata benar-benar indah walau agak aneh tapi tetap menakjupkan" gumam Yuza sambil tersenyum

NB : Arashi, Aoi, Hioshi dan Keisuke sama-sama memiliki jalan hidup Naga dari enam jalan kehidupan

Kosuke Arashi Chapter 100 - Dua ingatan
Penulis : Kosuke Arashi

Di sebuah tempat terjadi hujan deras, Arashi berdiri

"hah... tempat macam apa ini??" Arashi berdiri ditengah guyurah hujan tapi air hujan hanya menembus dirinya

"hah... kurasa aku harus bertanya pada anak itu??" Arashi melihat seorang anak laki-laki yang duduk pada beton ditepi sungai dibawah guyuran hujan

Arashi lantas menghentikan langkah ketika seorang gadis kecil dengan membawa payung mendekat ke anak laki-laki itu

"kurasa aku mengenal mereka?? Tapi siapa ya??" Arashi bingung

"oh... ya? Mereka Rain dan Yuza saat masih kecil, mungkin aku berada dalam sebuah ingatan...

"tapi bagaimana mungkin aku bisa berada didalam sebuah ingatan...

"hah... Tak perlu repot-repot berfikir lebih baik aku jalani saja" pikir Arashi malas

"huh... Rain kenapa kau bersedih lagi?" tanya Yuza kecil

"aku tak apa-apa??" Rain menunduk dengan muka murung

Yuza lantas duduk disamping Rain dibawah guyuran hujan

"hey, Rain kau tau aku sangat menyukai hujan" ucap Yuza menikmati

"hujan? Kenapa hujan?" Rain tak mengerti

"entahlah aku tak mengerti" jawab Yuza seenaknya

"lalu kenapa kau bersedih Rain??

"aku tau banyak orang yang kagum dan menyebutku jenius, mereka selalu didekatku tapi aku sadar mereka hanya menganggap keberadaanku hanya karena kejeniusan bukan karena aku berharga dalam hidup mereka" Rain mulai bercerita

"baikklah...

"jadikan aku isterimu dan aku akan menganggap kau apa adanya" ucap Yuza kecil dengan tersenyum

"tidak boleh!! Aku tidak mau!!" teriak Rain malu-malu dan muka memerah

"jangan bohong, itu mukamu memerah itu artinya boleh, hanya saja kau malu mengucapkannya" Yuza makin menggoda

"tetap tidak boleh!!" teriak Rain

"Ayolah!?" Yuza agak memaksa

"aku tetap tidak mau!!" teriak Rain

"hi... hi... hi...

"kau lucu Rain" ucap Yuza kecil dengan senyum manis

"akhirnya aku bisa membuatmu tersenyum" batin Yuza

"Rain,Yuza cepat berteduh nanti kalian masuk angin lho!!" teriak Yemi dari kejauhan, ia membawa payung bersama Masamune

"aku akan mengalahkanmu Rain jadi jangan sampai kau masuk angin!!" teriak Masamune

"baik kami kesana!!" Yuza menggandeng tangan Rain

"wah... Ternyata mereka tak pernah berubah sampai sekarang" ucap Arashi yang memperhatikan

"tapi bagaimana aku keluar dari dunia ingatan ini" teriak Arashi bingung

NB : karakter Aoi pernah diceritakan sedikit pada chapter 29 dan nantinya Arashi akan bertemu Keisuke dan Hioshi sebagai lawan dalam sebuah kompetisi

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 101

Under1
2017-02-16 18:51:27
benar-benar lucu masa lalunya hahahahahhhhhhaaaaaa!
Aruga Hiruya
2016-10-21 18:42:44
Hahai..
Kei Takashima
2016-09-08 19:37:07
Hohooo
Arizl Kareen
2016-09-07 06:55:48
#ga terasa udah chapter 100... selamat yaa...
Arizl Kareen
2016-09-07 06:54:39
Menarik.& chapter yg panjang..good...
ThE LaSt EnD
2016-08-15 21:46:47
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 17:34:07
Ingatan arashi
Young G Raigha
2016-06-02 09:09:09
Ah pasti arashi melawan keisuke dan hioshi di pertandingan festival 5 bintang bukan? *seingat saya,maaf salah*
Shineria of Life
2016-04-12 13:32:44
Twenty five. Aoi, kisuke, hiosi sama arashi itu satu keluarga trus kenapa mereka bisa terpisah??
Lyokovich the Death
2016-04-06 18:21:31
Cerita terpanjang kedua :'v 100 chapter :'v
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook