VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Kosuke Arashi Chapter 99

2016-03-08 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
271 views | 15 komentar | nilai: 10 (3 user)

Sebelumnya rencana yang telah dijalankan oleh pria bertopeng yang tak lain adalah perdana menteri Alvarez selama sepuluh tahun telah digagalkan oleh strategi Senju Rain, sekarang sang perdana menteri Kojiro Shun telah terkepung oleh seluruh pasukan Alvarez dan guru-guru Eagle Red.

"Begitu ya?? Jadi semua rencanaku telah gagal ya??" ucap Tuan Shun dengan santainya.

"Jiaha... Ha... Ha...

"Apanya yang lucu??" tanya guru Gingga dengan tatapan tajam.

"Tidak!! Aku hanya berfikir, bodohnya Masamune Kanzaki jika ia dapat mencegah insiden 10 tahun yang lalu semua ini pasti takkan terjadi tapi dia malah pergi dari Alvarez saat terjadi krisis, ironis bukan??" ucap Tuan Shun dengan santai dan tertawa.

"Kau!! Jangan menghina temanku!!" guru Gingga berubah menjadi bayangan hitam dan melesat dengan cepat.

"Jbuuaakk...

Sebuah tendangan bayangan guru Gingga melesat dan tak dapat dihindari, membuat Tuan Shun Terpental.

"Kau sungguh hebat!! Hoshimiya Gingga si raja hitam" Tuan Shun merapal jutsu.

"Tapi..." kemudian ia mengarahkan tangan kanan yang berlapis petir ke langit-langit.

"Jangan-jangan dia berniat menghancurkan tempat ini" pikir jendral Kuota yang memperhatikan gerakan Tuan Shun.

"Elemen petir peruntuh"

"Dyyyeeerrr...

"Dyeess... Dyeess..." seluruh langit-langit runtuh akibat serangan Tuan Shun, serangannya menjebol hingga menembus istana bagian atas.

"Semuanya jangan bergerak!!" teriak guru Gingga.

Jubah cakra warna hitam perlahan-lahan mengembang, mengeluarkan bayangan hitam dan secara perlahan-lahan menelan reruntuhan.

"Wuusshh... Dyyeess...

"Cruuaatt...

Seekor makluk bertubuh manusia dengan kepala dan sayap burung tiba-tiba datang dari angkasa dan melesatkan tebasan kepada guru Gingga.

Guru Gingga memegangi dadanya yang tertebas walau tak mengeluarkan darah.

"Kau memang bayangan tetapi pasti juga merasakan sakit" ucap manusia burung.

manusia burung tersebut sekarang berubah menjadi seekor elang raksasa.

"Wuusshh..." Tuan Shun menaiki elang raksasa itu dan melesat kelangit.

"Jendral langit bangsa siluman" gumam Guru Gingga.

"Jadi selama ini Tuan Shun bekerja sama dengan bangsa siluman" pikir jendral Kuota.

"Takkan kubiarkan kalian lari!!" aura kegelapan guru Gingga meningkat, ia berubah menjadi bayangan hitam dan melesat kelangit.

"Si raja hitam itu belum menyerah juga rupanya?" ucap jendral langit bangsa siluman dalam mode elang raksasa.

"Biar ku urus dia" ucap Tuan Shun yang berdiri ditubuh sang elang, kedua telapak tangannya diselimuti petir.

"Tembakan petir"

"Dyyeerr...

Tembakan petir mengenai guru Gingga dalam mode bayangan tapi tak melukainya, guru Gingga terus melesat diudara.

"Kalian tak akan bisa melukai bayangan!!" teriak guru Gingga yang melesat.

"Kalau begitu bagaimana dengan ini?" Tuan Shun merapal jutsu.

"Apa?!" guru Gingga menoleh kebelakang dan terkejut ketika seluruh istana bagian selatan bergetar dan memunculkan kilatan-kilatan petir.

"Cobalah hentikan itu sang raja Hitam!!" ucap Tuan Shun.

"Tiddaakk..." guru Gingga melesat kembali kebawah.

Di dalam tanah tempat semua orang berada.

"Cepat tinggalkan tempat ini!!" teriak jendral Kuota pada semuanya.

"Sial, tempat ini sejak awal telah dipasangi bom yang hanya dapat diaktifkan dari jarak jauh, sial ini tak terpikirkan olehku" gumam Rain yang berlari pergi.

"Ini takkan sempat" pikir Rain.

"Yemi...!! Yami...!!" teriak Rain.

"Dhuuaarr...." ledakan yang sangat dahsyat terjadi sebelum guru Gingga sampai.

"Sial, rencana yang ku buat selama sepuluh tahun telah gagal oleh anak-anak Eagle Red" umpat Tuan Shun yang berhasil kabur

Kosuke Arashi Chapter 99 - Elemen darah spesial
Penulis : Kosuke Arashi

"Wuusshh...

"Apaa?! Dimana kita?!" ucap para prajurit terkejut.

"Halaman benteng utara" gumam Guru Takuma.

"Menggunakan jutsu telepati untuk mengikat cakra lalu menteleportasi semuanya, Senju Rain pemikirannya benar-benar cepat dan cerdas" gumam Jendral Kuota memuji.

"Hah... Hah... Hah...

"Sialan kau, Rain kau membuat kami menggunakan kemampuan kami secara bersamaan" teriak Yami.

"Hehehe... Maaf" ucap Rain santai.

Secara tiba-tiba rambut Yami memutih, Yami berubah menjadi Yemi.

"Tidak apa-apa kok, kami senang bisa membantu" ucap Yemi ramah.

"Sebenarnya kakakku juga senang bisa membantu tapi ia malu untuk mengatakannya" ucap Yemi lagi.

"Arashi... Arashi... Bertahanlah!!" teriak Hanami histeris dengan memegang kepala Arashi yang terbaring tak sadarkan diri.

"Gawat!! Dari pertarungan sebelumnya ia telah mendapat banyak tusukan dan tebasan bahkan ia terlalu banyak menggunakan cakra" gumam pangeran Kaito.

"Arashi, kumohon sadarlah!!" teriak Hanami makin histeris.

"Hehehe..." Arashi mengacungkan jempolnya keatas.

"Maaf... aku telah sampai batasanku!" perlahan pandangan Arashi kabur dan ia lalu pingsan.

"Arashi!! Arashi!!" Hanami makin Histeris.

Kesisi Yuza dan Rain.

"Aku harus menyelamatkan Arashi" ucap Yuza yang hendak berlari.

"Tunggu!!" Rain mencoba menghentikan.

"Apakah kali ini kau akan menghentikanku??" ucap Yuza kepada Rain.

"Tidak!! Kumohon selamatkan Arashi tapi kembalilah dengan selamat" ucap Rain.

"Tentu!!" Yuza tersenyum.

Kembali kepada Arashi yang sekarat karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

"Percuma!! Dia telah banyak mengeluarkan darah ataupun cakra, hanya keajaiban yang dapat menyelamatkannya" ucap pangeran Kaito.

"Tolong menyingkirlah!! Hanami, aku bisa menyelamatkannya" ucap Yuza.

"Baiklah..." walau ragu-ragu Hanami percaya pada Yuza.

"Gawat!! beberapa bagian organ pentingnya telah tertusuk, jika begini terus Arashi bisa mati" gumam Yuza yang memeriksa.

"Cruuaatt..." Yuza melukai kedua nadi ditangannya lalu meletakan tangannya di luka-luka tusukan pada tubuh Arashi.

"Jadi Yuza serius mau menggunakan jurus terlarang itu" ucap Yami kepada Rain.

"Yuza, tak bisa dihentikan" ucap Rain murung.

"Apa maksud kalian??" tanya Hanami penasaran pada Yami dan Rain.

"Separah apapun lukanya dengan darah spesial milik Yuza pasti ia akan selamat" ucap Yami.

"Aku masih tak mengerti" Hanami belum paham.

"Arashi pasti selamat dengan jutsu darah milik Yuza, darah milik Yuza cocok untuk tranfusi enam jalan kehidupan, yang jadi masalah jika Yuza terlalu banyak memberi darah pada Arashi, kemungkinan terburuk Yuza akan mati" jelas Rain

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 100

Ludfy N
2017-01-30 20:24:09
Elemen darah kirain sma kyk di avatar
Kei Takashima
2016-09-08 19:28:23
Sakura nenek sunade atau siapapunlah itu namamu.. Selamatka narutooo
Arizl Kareen
2016-09-07 06:46:43
Jurus yg sangat mengagumkan... apa yuza akan mati ???
Die And DeAth
2016-08-15 21:45:51
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 17:25:24
Jurus yg hebat tapi beresiko
azman
2016-05-01 13:01:35
Nenek chiyooooooooo,,, jngaaann matiiiii
hairurrozikin
2016-03-23 07:42:47
Mana nih chapter 100 x
Anique HyuUzumaki
2016-03-13 11:57:38
Wuih, Yuza hebat jga...
Kikko Y Azukiela
2016-03-10 06:39:28
Jurus yang mengagumkan kakoi!
FansnyaFujiokaNagisa
2016-03-09 17:06:20
Njiir udah chapter 99
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook