VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 95

2016-03-04 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
276 views | 16 komentar | nilai: 8.33 (3 user)

10 tahun yang lalu dalam istana kerajaan.

"Hah... Jadi raja mememang membosankan" gerutu raja Alvarez yang mengerjakan berkas-berkas dokumen.

"Sekali-kali aku ingin liburan" sang raja melihat jendela.

"Jangan banyak menggerutu!! Cepat selesaikan pekerjaanmu!!" seorang pria berambut merah malah menambah tumpukan berkas.

"Kau itu kan, asistenku tak bisakan kau membantuku?"

"Tidak... Itu tugas raja" ucap pria berambut merah cuek.

"Ayah... Ayah...

Hanami kecil berlari-lari kegirangan, saat itu ia berumur 7 tahun.

"Maaf... Ayah aku sudah menyuruh Hanami untuk jangan mengganggu" ucap pangeran Kaito yang saat itu berumur 8,5 tahun.

"Ayo kita pergi!! Jangan ganggu tugas ayah kalian" ucap pengasuh pangeran Kaito.

"Biarlah aku juga bosan!?"

"Uueek..." Hanami menjulurkan lidah mengejek kakaknya.

"Ayah bagaimana jika kita liburan?? Aku mulai bosan diistana terus" rengek Hanami kecil.

"Baiklah ayo kita liburan kegunung!! Kau harus ikut juga Kanzaki kalau perlu ajak anakmu" sang raja semangat.

"Aku sibuk!!" pria yang bernama Kanzaki cuek.

"Ayolah!?"

"Aku tidak punya waktu!!"

"Paman Masamune kumohon ikutlah!!" rengek Hanami kecil dengan memegang tangan Kanzaki.

"Hah... Baiklah aku ikut!!" tuan Kanzaki terpaksa menyanggupi.

"Aku akan menyiapkan pasukan pengawal untuk menjaga kalian" saran pengasuh pangeran.

"Tidak perlu paman Kojiro aku akan pergi bersama Kanzaki jadi kau tak perlu khawatir lagi pula dia adalah raja merah" ucap sang raja.

"Lagipula jika membawa pasukan terlalu mencolok dan namanya bukan liburan" ucap tuan Kanzaki.

"Terserah anda yangmulia" ucap sang pengasuh Kojiro.

Sang raja, pangeran Kaito, Hanami dan asistennya Kanzaki akhirnya pergi liburan kegunung.

"Hah... Udara gunung sangat menyegarkan!!" sang raja yang berada dilantai dua memandang dataran rendah yang indah dan hijau.

"Hey ayah, turun lah!! Aku melihat cacing dan kadal" Hanami kecil terkagum-kagum.

"Baiklah aku datang!!"

"Seharusnya kau kagum pada bunga bukan cacing atau kadal" sahut pangeran yang menyiram bunga.

"Biarin diistana aku tak pernah melihatnya kok!!" ucap Hanami kecil.

"Hanami mana cacingnya?? Aku ingin lihat!!" ucap ayah Hanami penasaran.

"Disana ayah!!

"Uwaah!! Cacing benar-benar mengagumkan?" ucap Ayah Hanami.

"Apa dia menggigit??"

"Ayah cacing tak menggigit" sahut pangeran Kaito.

"Benarkah??" Hanami dan Ayahnya terus memperhatikan cacing.

"Dasar raja bodoh!!" gumam tuan Kanzaki yang memperhatikan.

Keempatnya bersenang-senang dan berbagi tawa selayaknya seorang yang tak mengenal dunia luar.

Dari atas sebuah tebing delapan orang mengawasi.

"Misi kalian adalah membunuh mereka!!" ucap pria bertopeng pada ke tujuh orang.

"Baiklah...

"Tapi jangan lupa janjimu!!" seorang pimpinan dari ketujuh orang mengingatkan dengan tatapan tajam.

"Setelah misi ini kalian akan bebas dan bisa bersama keluarga kalian" ucap pria bertopeng dengan santainya.

"Disana ada raja merah itu artinya akan jadi misi yang sulit" ucap seorang dari mereka.

"Tak masalah kita akan menyerang mereka senja hari" ucap sang pemimpin.

"Tujuh pasukan pemakan bangkai ini akan jadi misi terakhir kita!!" ucap sang pemimpin

Kosuke Arashi Chapter 95 - 10 tahun yang lalu
Penulis : Kosuke Arashi

Haripun tak berjalan lama sang mentari dengan cepat tenggelam dengan mudah haripun senja.

"Hah... aku kenyang sekali!!" ucap Hanami kecil puas.

"Kau makan seperti kuda" ejek sang kakak.

"Biarin!! yang penting kenyang"

"Hari ini sangat menyenangkan Kanzaki seharusnya kau mengajak anakmu" ucap Sang raja.

"Tidak perlu dia hanya akan mengganggu" tuan Kanzaki cuek.

Secara tiba-tiba tuan Kanzaki merasakan hal yang aneh, ia merasa suhu udara semakin panas.

"Kyuto!!(nama raja)"

"Aku mengerti" raja Kyuto mengambil pedang.

Raja Kyuto dan tuan Kanzaki berdiri membelakangi dengan melindungi pangeran Kaito dan Hanami.

"Ada apa ayah??" Hanami kecil gelisah akan tingkah ayahnya.

"Diam disitu dan tutup matamu!!"

"Liburan kita sangat rahasia bahkan satupun prajurit tak tau jadi siapa yang menyerang kita" pikir Raja Kyuto.

"Tetap waspada Kyuto!!"

Secara perlahan ruangan lantai dua terbakar api sudah mengelilingi mereka berempat.

"Tap... tap... tap..." tujuh orang telah mengepung mereka.

"Raja Alvarez, Fukushima Kyuto dan raja merah Masamune Kanzaki perkenalkan aku Thunder pemimpin dari pasukan pemakan bangkai"

"Siapa yang mengirim kalian!!" Kanzaki menatap tajam.

"Huuups...

"Jangan pikirkan itu ayo kita lihat api siapa yang lebih kuat raja merah" ucap seorang dengan memakan api.

"Bola-bola api"

Kanzaki lantas memeluk erat Pangeran Kaito menlindunginya dari api.

"Jbuuaak... Dyeess..." dua buah tinju dari dua orang tinju petir dan tinju besi melesat kearah Kanzaki, ia pun terlempar keluar dari lantai dua.

"Kanzaki... Kaito..." teriak Raja Kyuto panik.

"Jangan lihat kemana-mana!!" seorang wanita telah mengigit leher Kyuto.

"Sial, racun" gumam raja Kyuto.

"Bruukk..." sang raja ambruk.

"Ayah..." teriak Hanami.

"Bagus Cobra misi ini akan mudah" Thunder memuji.

"Dyyees... Dyyees...

Masamune Kanzaki dan pangeran Kaito terpental jauh.

"Kau tak apa-apa Kaito"

"Tak apa-apa!! Tapi ayah dan Hanami" Kaito khawatir.

"Tak perlu khawatir"

"Kuchiyose no jutsu"

Seekor burung api phoenix dan kera berbulu merah muncul.

"Jaga dia!!" perintah Kanzaki pada sang kera untuk menjaga pangeran Kaito.

"Phoenix ayo tunjukan kemarahan api!!"

"Wuush... Dyeess..." sebuah kobaran api yang sangat kuat muncul disekitar Kanzaki, ia sekarang memakai jubah merah dengan penuh kobaran api(seperti milik jubah bijuu naruto)

Kaito kecil tak bisa berkata-kata lain selain takjub melihat jubah api tuan Kanzaki.

"Jubah Raja Api Merah" ucap Kanzaki yang telah menggunakan kekuatan penuh.

NB: Masamune Kanzaki merupakan ayah dari Masamune Ryuzaki (teman Arashi), Masamune Kanzaki pernah diceritakan pada chapter 6 walau belum terlalu jelas

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 96

Ludfy N
2017-01-30 19:48:21
Kyknya mreka adalah orang tua dr pasukan pemakan bankai yg sekarang!
Kei Takashima
2016-09-08 18:49:34
Flashback yg back sekali, hahaa
Arizl Kareen
2016-09-07 06:23:16
Lanjut... kenangan yg sangat lama..
ThE LaSt EnD
2016-08-15 21:13:43
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 08:34:51
Ayah masamune hebat
Anique HyuUzumaki
2016-03-13 10:53:13
Ayah masamune keren!
Lord Athem
2016-03-10 06:16:11
Yosh, , Numvang lewat. . .
Soul Eater David
2016-03-05 13:38:07
Yosh numpang lewat gan, beteweh next
Flynns
2016-03-04 19:32:17
Oke Ntap Next gan :V
Dzibril Al Dturjyana
2016-03-04 16:38:41
oke next
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook