VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 94

2016-03-02 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
314 views | 14 komentar | nilai: 9 (4 user)

Ketiganya telah berdiri saling menatap tajam dengan aura cakra masing-masing.

"Baiklah!! Naga dan pengguna petir!!" secara perlahan seluruh tubuh sang pangeran terselimuti kristal.

"Sebagai pemimpin pasukan pemakan bangkai, akan kuselesaikan semuanya di sini.."

petir meluap-luap dari tubuh Thunder.

"Ayo kita mulai!!" Arashi semangat dengan dua sayap api di punggungnya.

"Dyyeess..." pangeran menghentakan kaki dan menciptakan gelombang kristal.

"Dyeerr... Dyeerr..." Thunder dapat menghindar dan melesat dengan kecepatan petir.

Sementara Arashi kesusahan dengan gelombang petir dan terpental ke dinding kubah.

"Cthingg...!!"

Pedang petir Thunder dapat ditangkis dengan lengan kristal pangeran Kaito.

"Krraakk...

"Apa!!" Thunder terkejut ketika dengan mudah pedang petirnya patah oleh genggaman pangeran.

"Jbuuaakk... Dyyeess..." dengan cepat Pangeran melesatkan tendangan yang menghempaskan Thunder.

"Auman Naga Api"

Arashi yang sebelumnya terhempas oleh gelombang kristal melesatkan serangan dadakan.

"Dhuuaarr..." Thunder dengan segera menghindar dengan kecepatan petir sementara pangeran menerima auman Arashi.

"Apimu sungguh menyedihkan" Pangeran berjalan dikobaran api.

"Tubuhnya diselimuti kristal, jadi ia tak terpengaruh oleh petir dan api" Thunder memperhatikan kemampuan Kaito.

"Jleeb... Jleeb... Jleeb..."

Beberapa kristal dibelakang Arashi menusuknya.

"Oh... ya? aku belum bilang ya? Kalau aku dapat mengendalikan kristal didalam kubah ini" jelas Kaito.

"Tak apa-apa, seranganmu ini hanya menimbulkan goresan kecil" Arashi mencabut pecahan kristal walau darah mulai mengalir ia tetap santai.

"Kubah ini sangat mengganggu" guman Thunder dengan meluap-luapkan cakra petir, ia mulai merapal jutsu.

"Elemen petir: ledakan"

"Dyyeerr..." Secara mendadak Thunder meledakan petir dari tubuhnya.

Dengan ledakan petir yang dahsyat itu, kubah kristal hancur Arashi terhempas jauh sementara Kaito tetap berdiri tak tergerak karena lapisan kristalnya.

"Hebat!! Kau dapat menghancurkan kubah kristalku" pangeran memuji dengan tatapan tajam.

"Jangan banyak omong, aku tau kalau didalam kubah itu kau dapat menyerap cakra lawan jadi aku menghancurkannya" ucap Thunder dengan tatapan tajam juga.

"Serangan petir ku bukannya tak dapat menembus kristalmu tapi hanya saja cakraku terserap dalam kubah dan terlalu lemah untuk menghancurkan kristalmu, kubahmu menyebalkan"

"Elemen petir: tembakan petir"

"Dyyeerr...

"Percuma!!" Kaito menghempaskan serangan Thunder dengan tangan kristalnya.

"Hiyyaaa..." Thunder melesat dengan kecepatan kilat.

"Dyyeess..." Thunder melesatkan tendangan, Kaito menangkis dengan tangannya.

"Sialan mereka mempunyai kemampuan yang hebat!!" Arashi yang terhempas mencoba berdiri.

"Apakah aku perlu ya? menggunakan mode naga api petir?" gumam Arashi dengan sayap api dan tubuh sudah terselimuti api.

"Tidak...

"Thunder, Kaito jangan abaikan aku!!" teriak Arashi yang melesat dengan sayap api.

"Jbuuaak... Dyeess..." Arashi memukul wajah mereka berdua hingga terlepar.

"Sialan..." ucap Thunder.

"Kena kau!!" Arashi berada didepan Thunder dan memegang erat tangan Thunder.

"Apaa...!!" Thunder terkejut.

"Auman Naga Api"

"Dhuuaarr...

"Satu tumbang!!" ucap Arashi.

"Jleebb..." Pangeran Kaito menusuk dengan kristal dari belakang.

"Dua telah tumbang!!" pangeran Kaito berbisik pada Arashi.

"Kau tau?? aku sudah berulang kali tertusuk"

"Jbbuuaakk...

"Jadi tusukanmu tidak mempan" teriak Arashi dengan memukul Kaito sekuat tenaga menggunakan sisa-sisa cakranya.

"Hah... hah... hah...

"Aku telah sampai batas"

"Brruukk..." Arashi ambruk

Kosuke Arashi Chapter 94 - Api petir kristal
Penulis : Kosuke Arashi

Pangeran telah kalah karena kehabisan cakra dan pukulannaga api Arashi.

Thunder jatuh rebah karena serangan telak dan sangat kuat dari auman naga Arashi.

Sementara Arashi sendiri terbaring jatuh akibat beberapa tusukan dan karena kehabisan cakra.

"Tap... Tap... Tap...

Pria bertopeng berjalan mendekat dan melemparkan Hanami yang dibawanya.

"Araashi...

"Kaakkaak..." teriak Hanami khawatir.

"Jadi semua telah kalah ya? semua sesuai rencana malahan lebih baik" ucap pria bertopeng dengan santainya.

"Kenapa kau tidak membunuhku saja dari pada menyakiti semuanya" teriak Hanami dengan meneteskan air mata, ia tak kuasa melihat semuanya terluka.

"Sebenarnya dari awal rencanaku adalah menghabisimu dengan menggunakan pasukan pemakan bangkai tapi...

"Kau lolos lalu bertemu dengan anak-anak Eagle Red tanpa kuduga, terlebih penting ikut bertarungnya pangeran Kaito menambah sempurna rencanaku...

"Dua orang yang paling mengganggu yaitu Master Eagle Red dan panglima Alvarez bertarung dan keduanya tumbang, dengan begitu semuanya jadi lebih mudah sekarang" jelas pria bertopeng.

"Sekarang aku hanya tinggal membunuh kalian berempat dan semua bukti hilang, kerajaan akan menganggap pasukan pemakan bangkai pelakunya menganggap Eagle Red sebagai penghianat sementara aku duduk di atas singgasana kerajaan"

"Kau tau? Semuanya bertarung atas keinginannya masing-masing, Eagle Red, kerajaan ataupun pasukan milik Thunder memiliki alasan bukan karena rencanamu" teriak Arashi.

"Huh... Kau bocah yang banyak omong tapi terima kasih berkat kekacauan yang kau buat semua menjadi mudah"

"Hanami larilah!! Jika salah satu dari kalian putri ataupun pangeran kerajaan selamat pasti rencananya kacau" Arashi mencoba bangkit.

"Tidaak!! Aku tidak akan lagi meninggalkan teman"

"Hah... Kau memang susah diatur" ucap Arashi santai.

"Aku akan memperlihatkan wajahku sebelum kalian mati" perlahan-lahan membuka topeng.

"Tidak mungkin..." Thunder yang terbaring terkejut.

"Jadi selama ini musuhku adalah orang terdekatku" pangeran tak kalah kaget.

"Mustahil!!" Hanami tak bisa berkata lagi dengan mata terbelalak.

"Tidak kenal!!" Arashi bengong tak mengerti.

"Aku akan membunuh kalian!!" dengan cakra petir yang meledak-ledak

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 95

Aruga Hiruya
2016-10-21 18:11:19
Wkwkwk.. Arashi gak kenal...
Kei Takashima
2016-09-08 18:45:43
Siapaaa?
Arizl Kareen
2016-09-07 06:16:24
Siapa ?? Penasihat kerajaan kah ???
ThE LaSt EnD
2016-08-15 21:13:33
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 08:26:43
Arashi gak kenal
Anique HyuUzumaki
2016-03-13 10:36:52
Wew, cpa org itu?
Lord Athem
2016-03-10 06:10:48
Wkwkwk gak kenal. . .
David Lopez
2016-03-04 14:10:40
Hidup Arashi
Chiba Michiko
2016-03-03 12:23:28
kerenn..
Phantom Alicia
2016-03-02 12:34:56
Hahahahaha nggak kenal sama kita
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook