VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 92

2016-02-29 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
242 views | 14 komentar | nilai: 8.75 (4 user)

Di ruangan terakhir pangeran Kaito telah menemukan Thunder sebagai lawannya.

"Beruntung sekali sang pangeran telah berada di depanku!!" ucap Thunder senang.

"Keberuntungan akan segera berakhir jadi jangan banyak omong karena aku akan segera mengalahkanmu!!" ucap pangerang Kaito dengan tatapan tajam.

"Begitu ya??" Thunder merapal jutsu.

"Elemen petir : tembakan petir."

"Wuussh... Dyyeerr..." sang pangeran Kaito menangkis dengan tangan berlapis kristal.

"Serangan petir tak dapat melukaiku." ucap pangeran Kaito yang mampu menghalau serangan petir.

"Begitu ya!!" Thunder mencabut pedangnya, kemudian pedangnya terlapisi petir.

"Wuusshh... Dyyeerr..." Thunder melesat dan beradu pedang dengan pangeran, Thunder dengan pedang petir pangeran dengan senjata lancip.

"Begitu ya?? Petir tak mempan tapi senjata sangat mempan." ucap Thunder.

"Hanami, apa kau di sana??" teriak Arashi di ujung lorong.

"Kristal?!" gumam Arashi yang melihat kristal dijalannya.

"Mengganggu saja!?" Arashi meninju kristal dengan tinju api.

"Dhuuaarr..." Thunder dan Kaito mengalihkan pandangan pada ledakan.

"Hanami apa kau di sini??" Arashi berlari kencang.

"Wuussh... Bruukk..." dengan mudahnya Arashi berlari dan jatuh terpeleset oleh potongan kristal.

"Ah... Hanami tak ada di sini ya??" Arashi bangun dan melihat daerah sekitar, ia melihat hanya ada Thunder dan pangeran Kaito.

"Anak Eagle Red." gumam Thunder.

"Karena Hanami tak ada di sini aku pergi ah...??" ucap Arashi yang berjalan pergi.

"Aku tak mau mengganggu urusan kalian!! Jadi abaikan aku ya??" ucap Arashi yang berjalan membelakangi Thunder dan pangeran Kaito.

"Ehh...!?" Arashi terkejut ketika jalan keluar tertutup kristal.

"Aku akan membalas perbuatanmu yang kemarin." ucap pangeran Kaito pada Arashi.

"Kemarin??" Arashi lupa dan mencoba mengingat-ingat hal yang lalu.

"Kau menginjak tanganku dan berkata berbuat baiklah pada adikmu." ucap pangeran Kaito mengingatkan.

"Oh... Yang itu ya??" Arashi agak lupa.

"Wuusshh... Dyyeess..." pangeran menyerang dengan menusukan pedang, tapi Arashi berhasil menghindar pedang hanya menusuk tanah.

"Itu tadi hampir saja!! Akan kukalahkan kalian dan setelah itu baru mencari Hanami." ucap Arashi dengan mulai meluapkan cakra api.

Arashi terselimuti api, sebuah sayap api tercipta di punggungnya.

"Kirara, tunjukan kemampuan mu!!" kucing putih di bahu pangeran melompat turun.

"Puuft... Dhuur..." si kucing Kirara berubah menjadi besar seukuran singa dengat taring besar di rahang atas dan api di keempat kakinya.

"Gaidora ada lawan yang sepadan denganmu." ucap Thunder pada burung gagak dibahunya.

"Puuft... Dhuur..." burung gagak terbang dan berubah menjadi besar dengan kilatan-kilatan petir di masing-masing sayapnya.

"Whoha... Keren!! Keren!!" Arashi terkagum-kagum melihat Kirara dan Gaidora.

"Kalian curang memiliki piaraan yang keren!!" ucap Arashi agak iri bercampur kesal

Kosuke Arashi Chapter 92 - Ruangan terakhir
Penulis : Kosuke Arashi

Di bagian gerbang utara kerajaan tempat di mana Eagle Red mengamuk.

"Sword of fire." sang jendral menebaskan pedang api.

"Dyeess..." dengan perisai guru Takuma menahan serangan pedang api sang jendral.

Rambut-rambut guru sauma membentuk benteng yang mengelilingi ketiganya.

"Rasakan ini!?" rambut guru Sauma terlapisi api dan mengejar sang jendral.

"Sial..." sang jendral melompat kelangit untuk menghindar.

"Sword of Thunder." pedang besar sang jendral kini terlapisi petir.

"Wuussh... Dyeerr..." sang jendral menebaskan pedang dan menciptakan kilatan yang dahsyat.

Ke sisi Kanzaki Shiro dan Nagata Hayate.

"Sial... Mereka tiada habisnya!!" Shiro kesal saat para prajurit terus berdatangan.

"Apakah kau sudah kelelahan??" tanya Hayate yang bertarung membelakangi Shiro.

"Tentu saja belum!!" teriak Shiro sambil melesat ke arah prajurit.

"Hah... Aku ingin tahu apa yang dilakukan Kiba??" Shiro bergumam.

Kesisi Yui yang sedang mengobati Kiriya yang kehabisan cakra.

"Kau menyusahkan saja Kiriya, mulai sekarang biar aku yang urus sendiri." ucap Arashi yang melangkahkan kaki ke arah prajurit.

"Dari tadi aku yang melindungimu tau!!" bentak Kiriya.

"Auman naga api."

"Kibasan sayap api." Arashi menyerang para prajurit.

"Dia makin mirip dengan Arashi ya?" ucap Yui pelan pada Kiriya.

"Ya, dia sangat menyebalkan jadi dia mirip." ucap Kiriya.

"Ha... Ha... Hancurkan, panggang semuanya!!" teriak Arashi dengan auman naganya.

"Tap... Tap... Tap..." Misaki dan Hisako turun dari langit dengan lukisan burung ciptaan Misaki.

"Yui, bisa kau beri kami sedikit cakra?? Kami kehabisan cakra." ucap Misaki.

"Tentu!! Kemarilah!!" jawab Yui.

Kembali kepertarungan sang jendral melawan duo Eagle Red.

Serangan pedang petir sang jendral sangat dahsyat membuat daerah sekitar hancur dan menjadi puing-puing, dedebuan berterbangan tapi secara perlahan dedebuan menghilang.

"Sudah kuduga serangan tadi belum bisa menumbangkan kalian!!" ucap sang jendral dengan tatapan tajam.

Rambut guru Sauma yang semula memanjang menjadi benteng, kini mengitari dirinya dan guru Takuma selayaknya perisai, terlebih perisai rambut berwarna hitam yang merupakan elemen besi.

"Tadi itu hampir saja!!" guru Sauma memendekkan rambutnya kembali kesemula.

"Baikklah, ayo kita mulai babak selanjutnya!!" tantang Guru Takuma.

"Sialan kalian!!" ucap Sang jendral kesal.

"Ayo Takuma!!" ucap guru Sauma.

"Yeah.!!" jawab guru Takuma siap menyerang.

"Majulah kalian!!" tantang sang jendral.

"Semuanya hentikan!!" teriak seorang wanita berambut merah panjang lurus dengan amarah yang meledak-ledak, ia memakai armor dan dua pedang dipunggungnya, ia pun datang dengan dua laki-laki.

Setelah mendengar teriakan itu seluruh anggota Eagle Red menghentikan serangan.

"Waduh...!!" gumam guru Sauma yang terkejut.

"Kau yang tanggung jawab ya? Jika ia marah." ucap guru Takuma ketakutan dan perlahan menghilang.

"Hei, jangan lari seperti itu!! Kita harus tanggung jawab bersama tau!!" teriak guru Sauma pada guru Takuma yang panik mendengar teriakan barusan.

"Mati aku!!" gumam guru Sauma

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 93

Ludfy N
2017-01-30 15:16:03
Kayak guru izumi yg dtg
Aruga Hiruya
2016-10-21 17:53:59
hahaa guru takuma lari..
Kei Takashima
2016-09-08 16:31:55
Aduhhhh karakter baru lagi
Arizl Kareen
2016-09-07 06:04:32
Siapa yaa ?? Pasti seangkatan sama para guru...
ThE LaSt EnD
2016-08-15 20:41:13
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 08:10:13
Kira kira siapa ya perempuan itu
Anique HyuUzumaki
2016-03-12 20:08:17
Kirara itu kyak salah satu yokai di inuyasha...
Kikko Y Azukiela
2016-03-10 06:01:25
Kirara terinspirasi dari Inuyasha. . .
Kikko Y Azukiela
2016-03-10 06:00:11
siapa tuh yang datang. . .
Phantom Alicia
2016-03-01 19:12:42
Haha pasti anak kapsek ayo Arashi
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook