VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 91

2016-02-28 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
279 views | 14 komentar | nilai: 9.2 (5 user)

Sebelumnya Kiba telah berhasil mengalahkan sang pengendali pedang Kiriha, setelah itu Iceman muncul sebagai lawan tapi secara mengejutkan Kiba mengeluarkan senjata dari para dewa.

"Senjata dewa ya?? Semua lukamu sembuh karena senjata itu ya??" ucap Iceman yang telah berdiri di hadapan Kiba.

"Lukaku bukannya sembuh tapi hanya tertutup saja." jelas Kiba.

"Menarik..." Iceman tertantang.

"Wuusshh... Cthiing..." Iceman melesat dan beradu pedang.

"Sial..." gumam Kiba yang hampir membeku.

"Seseorang yang terlalu dekat denganku akan membeku." jelas Iceman.

"Gelombang es." Iceman menebaskan pedangnya dan menciptakan gelombang es.

"Sial... Dyyees... Tap..." Kiba melompat dan berdiri pada es.

"Akan kucincang kau es!!" Kiba berlari pada gelombang es.

"Cthiing..." keduanya beradu pedang, separuh tubuh bagian kanan Kiba membeku.

"Kreek... Kreek..." dengan lengan dewa, Kiba dapat dengan mudah menghancurkan es yang membekukan tubuhnya.

"Sepertinya aku tidak dapat membekukan lengan kanannya." gumam Iceman.

"Akan kubekukan seluruh tubuhmu!!" Iceman berlari.

"Tiga naga dalam pedang." dari pedang Iceman muncul tiga naga es.

"Wuussh..." naga-naga menyemburkan asap putih yang dapat membekukan.

"Jika aku terkena asap itu aku akan jadi es batu." Kiba terus menghindar.

"Wuuussh... Cthing..." keduanya kembali beradu pedang.

"Membekulah!!" Iceman yang beradu pedang menjadi bunshin es, lalu ketiga naga menyemburkan asap putih.

"Sial..." Kiba menancapkan pedang di tangan kanan dan menangkisnya dengan tangan kanannya.

"Selesai sudah!!" Iceman merasa sudah menang.

"Shriing... Shriing... Shriing..."

"Apa?!" Iceman terkejut saat tiga naga esnya terpotong-potong.

"Tadi itu hampir saja aku jadi es batu." ucap Kiba.

"Begitu ya?" Iceman paham.

"Dengan tangan kanan dewa kau menangkis pembekuanku dan dengan tangan kiri kau memotong-motong naga esku." ucap Iceman.

"Naga es itu sangat mengganggu jadi aku menyingkirkannya." ucap Kiba santai.

"Hah... Sepertinya hanya serangan secara langsung yang bisa mengalahkanmu." ucap Iceman santai.

"Benar sekali!! Jadi majulah." tantang Kiba.

"Akan kubuat kau membeku!!" teriak Iceman dengan berlari.

"Membekulah!! Gelombang es." Iceman berlari dan menggunakan teknik gelombang es.

"Wuusshh... Shring... Shring... Shring..." dengan mudah Kiba memotong-motong gelombang es.

"Cthing..." tak berhasil dengan gelombang esnya, Iceman melancarkan tebasan langsung.

"Akan kupotong lengan kananmu itu!!" teriak Iceman sambil beradu pedang.

"Lakukan jika bisa!!" tantang Kiba.

"Jarum-jarum es."

"Shring... Shring... Shring..." dengan mudah Kiba memotong-motong jarum-jarum es.

"Berusahalah lebih keras!!" remeh Kiba.

"Cih...!!" gumam Iceman kesal

Kosuke Arashi Chapter 91 - Senjata dewa
Penulis : Kosuke Arashi

"Tiga naga es." Iceman kembali menciptakan naga es dari pedangnya.

"Teknik yang sama takkan mempan padaku!!" teriak Kiba dengan melompat tinggi.

"Shring... Shring... Shring..." dengan lihainya Kiba menghancurkan naga-naga es.

"Sial..." Iceman ikut melompat.

"Cthing... Cthing..." keduanya beradu pedang diudara.

"Bagai mana bisa orang yang telah bertarung dan terluka parah sekuat ini." gumam Iceman mengingat-ingat pertarungan Kiba dan Kiriha.

"Shring... Shring... Shring..."

"Jarum-jarum es." keduanya beradu pedang, kemudian Iceman mengeluarkan jarum-jarum es lagi.

"Percuma!!" dengan mudah Kiba menangani jarum-jarum es.

"Tap..." keduanya mendaratkan kaki di tanah.

"Hah... Hah... Hah..." tampak Iceman sudah kelelahan.

"Apakah kau sudah menyerah?" remeh Kiba.

"Akan kutunjukan es yang tak dapat kau tangkis!!" Iceman menancapkan pedangnya di tanah kemudian pedangnya melebur menjadi es.

"Apa?!" Kiba terkejut ketika seluruh es mengarah padanya.

"Ini adalah teknik pengendalian es dengan menyatukan pedang, sekarang mengendalikan es sama seperti menggunakan pedang." jelas Iceman.

"Hih..." Kiba hanya tersenyum menyeringai dan menyarungkan pedang tangan kanan ke pinggangnya.

"Matilah!! Dan membeku!!" teriak Iceman.

"Wuusshh..." seluruh es melesat ke arah Kiba.

"Akan kutunjukan kemampuan senjata dewaku!!" lengan tangan kanan diselimuti api, pedang tangan kiri dilapisi petir.

"Wuusshh... Dhuuaarr..." Kiba melesatkan cakaran api dan berhasil menghancurkan semua es.

"Apa?? Bagai mana mungkin??" Iceman terbelalak serangannya dapat ditangkis.

"Wuusshh..." Kiba telah berada di depan Iceman.

"Chruuaatt..." pedang petir tangan kiri menebas Iceman.

"Bagai mana mungkin aku kalah??" gumam Iceman yang ambruk karena tebasan petir.

"Satu kelemahanmu saat kau melebur pedangmu menjadi es, kau tanpa pertahanan jadi jika lawan bisa mengatasi es maka lawanmu dengan mudah akan menang." jelas Kiba.

Kiba kemudian menyarungkan pedang ketangan kanannya, kemudian tangan kanan berubah kembali seperti semula, pedang berubah menjadi belati.

Semua luka akibat pertarunang dengan Kiriha terbuka darah kembali mengalir deras.

"Kukira aku akan mendapat 3 atau 4 lawan tapi ternyata hanya 2" gumam Kiba yang melangkahkan kaki dan pergi.

"Kurasa aku harus mencari ahli medis dan mengobati lukaku." Kiba dengan santai memperhatikan sayatan menyilang didadanya dan sayatan pada bahu kanannya.

"Setelah pertarungan ini aku ingin minum-minum dan berendam dipemandian bersama gadis-gadis tapi pertarungan ditempat yang dingin tadi membuat aku tak nafsu memakan es cream selama sehari." gumam Kiba yang berjalan dilorong meninggalkan tempat pertarungan.

NB : Kiba adalah pendekar dengan tiga pedang dan sebuah senjata dewa, ia termasuk petarung yang sangat ceroboh dan seorang penggemar berat Es cream terutama Es cream coklat dengan rasa selai kacang

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 92

Bocah Redoks
2017-03-03 11:25:39
untung iceman gk di makan jg. gara gara di kira ice cream
Ludfy N
2017-01-30 15:08:10
Hahaha.. Suka es krim trnyata kiba
Kei Takashima
2016-09-08 16:27:09
Next
Arizl Kareen
2016-09-07 05:55:32
Es cream coklat rasa selai kacang ?? Mau dong... hehehe...
ThE LaSt EnD
2016-08-15 20:40:46
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 07:58:48
Darimana kiba dapat senjata dewa
Anique HyuUzumaki
2016-03-11 17:49:01
Jiah... Suka ama es krim.
Lord Athem
2016-03-10 05:54:09
Komentar. . .
David Lopez
2016-02-29 17:45:15
O.o
Dzibril Al Dturjyana
2016-02-28 18:12:38
next aja coe
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook