VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 90

2016-02-27 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
292 views | 13 komentar | nilai: 9.4 (5 user)

Kembali ke pertarungan tiga sisi.

"Hih... Aku beruntung mendapatkan dua lawan, akanku bantai kalian berdua!!" ucap Kiba semangat yang telah menghunuskan dua pedang.

"Selamat datang diistana esku, akan kuberitahu peraturan permainannya, aku hanya akan bertarung dengan yang terkuat karena melawan orang lemah sangat membosankan, jadi selamat bertanding." ucap Iceman yang secara perlahan tubuhnya diselimuti perisai es.

"Hei, bukan pertarungan seperti itu yang kuinginkan!!" teriak Kiba kepada Iceman yang berada di dalam perisai es.

"Wuussh... Cthing... Cthing..." Kiriha melempar dua pedangnya tapi Kiba dapat menangkis dengan mudah.

Pedang Kiriha melayang diudara dan kembali lagi pada Kiriha selayaknya boomerang.

"Aku suka dengan peraturan itu, jadi ayo lihat siapa yang lebih kuat." ucap Kiriha dengan dua tangan membawa dua pedang di tangannya.

"Apa boleh buat, aku harus mengalahkanmu terlebih dulu!!" teriak Kiba dengan berlari ke arah Kiriha.

"Terima ini!!" Kiriha melempar tiga buah pedang.

"Cthiing... Cthiing...

"Mengganggu saja!!" gumam Kiba yang menangkis pedang-pedang Kiriha sambil berlari.

"Shhriing..." keduanya beradu pedang.

"Lumayan!! Tapi..." ucap Kiriha dengan senyum licik.

"Wuusshh... Cruuaat...

Pedang yang dilemparkan Kiriha kembali dan telah menyayat bahu kanan Kiba.

"Sial, aku lupa jika dia dapat menggerakan pedang-pedangnya dengan cakra." gumam Kiba yang memundurkan langkah menjauh.

"Akanku tunjukan yang lebih baik dari teknikku." Kiriha mengambil tiga buah pedang dan menyatukan ketiganya, ketiga pedang menyatu seperti shuriken.

"Sebuah shuriken ya?" gumam Kiba santai.

"Wuusshh..." Kiriha melempar shuriken pedangnya.

"Shhrring..." dengan dua pedang Kiba menangkisnya dan menghempaskan shuriken kelangit.

"Bodoh!!" ucap Kiriha.

"Crruuaat..." Kiriha sudah berada di hadapan Kiba dan melesatkan tebasan pada tubuh lawannya.

"Sial, untung tadi aku sempat memundurkan sedikit langkah, jika tidak aku pasti terpotong." gumam Kiba yang terluka.

"Kau lumayan cekatan, tapi..." ucap Kiriha dengan tersenyum tipis.

"Wuusshh...

"Apa?!?" Kiba terkejut ketika shuriken pedang yang ia hempaskan mendekat lagi.

"Shhrriing..." Kiba menangkis shuriken dengan dua pedangnya.

"Kau lupa lagi??" ucap Kiriha dengan senyum licik.

"Crruuaat..." saat Kiba menangkis shuriken Kiriha melancarkan tebasannya.

"Tap... Tap..." Kiba memundurkan langkah dengan sempoyongan.

"Dia menggunakan shurikennya untuk pengalihan lalu menyerang lawan saat lengah." gumam Iceman yang mengawasi dari dalam perisai es.

"Huh... Mungkin si pengendali pedang itu akan menang dan jadi lawanku." ucap Iceman dengan melirik ke arah Kiriha.

"Kau adalah pengguna pedang, tapi kulihat kau sangat ceroboh." ucap Kiriha puas.

"Benarkah?!?" jawab Kiba tanpa merasa terdesak.

"Kau tidak memiliki teknik pedang ataupun tarian pedang yang bisa kau lakukan hanya menangkis dan menebas, apa itu yang namanya pendekar pedang." Kiriha meragukan kemampuan Kiba.

"Aku tidak peduli dengan teknik pedang maupun tarian pedang tapi rasanya tidak menyenangkan pendekar pedang tidak menerima tebasan, jadi aku sengaja semua semua seranganmu tadi." jawab Kiba santai walau darah terus mengalir dari tubuh bagian depan dan bahu kanan.

"Sialan kau!!" teriak Kiriha geram mendengar kata-kata Kiba yang sok kuat.

"Jangan meremehkanku!!" teriak Kiriha dengan berlari ke arah Kiba

Kosuke Arashi Chapter 90 - Pengguna pedang yang gila
Penulis : Kosuke Arashi

." Shriing... Shriing... Shriing..." keduanya saling beradu pedang tapi Kiriha lebih unggul karena belum mendapatkan luka yang serius.

"Wuussh... Cthiing..." pedang shuriken Kiriha kembali melesat, Kiba tampak kesulitan menangkis shuriken dan tebasan langsung Kiriha.

"Shriing... Shriing... Shriing..."

"Ha... Ha... Ha... Bagai mana rasanya menerima sayatan-sayatan pedangku!!" teriak Kiriha puas.

"Sial, jika begini terus aku akan kalah." ucap Kiba santai, ia lantas memundurkan langkah dan mengatur strategi.

"Hah... Kau tau? Dari tadi aku tidak serius lho? Coba pikirkan aku bahkan belum pernah menyerangmu lho? Tapi sekarangan aku akan bersungguh-sungguh." Kiba berdiri tegak dan menggenggam pedangnya erat-erat.

"Jangan merasa kau bisa menang!!" teriak Kiriha.

"Wuusshh..." Kiriha melempar pedang Shuriken dan berlari ke arah Kiba untuk serangan beruntun.

"Seharusnya kau tidak menyerangku secara langsung." ucap Kiba dengan mengangkat kedua tangannya.

"Apa yang akan ia lakukan dengan posisi seperti itu ia akan lebih mudah terserang." pikir Kiriha sambil berlari yang melihat Kiba mengangkat kedua tangannya.

"Wuussh... Shriing..." Kiba dengan dua pedangnya berhasil mematahkan mata Shuriken pedang Kiriha.

"Kalau begitu akanku serang secara langsung!!" teriak Kiriha.

"Shriing... Cruuaatt..." Kiba beradu pedang dengan Kiriha tampak pedang Kiriha patah dan terluka parah akibat tebasan Kiba.

"Mustahil aku kalah?!" gumam Kiriha yang kalah akibat satu tebasan.

"Teknik itu kunamakan tebasan dengan dua tangan." ucap Kiba yang telah menang.

"Dia bertarung tanpa teknik tapi dia menang apakah dia yang dinamakan pengguna pedang yang gila, pengguna pedang tanpa aturan menyerang." batin Kiriha yang ambruk.

"Ngomong-ngomong aku tak akan membunuhmu, jadilah kuat dan lawanlah aku suatu saat nanti." ucap Kiba yang berjalan meninggalkan Kiriha.

"Hei, Ice Cream antara kau dan pengguna pedang dipasukanmu siapa yang lebih kuat??" teriak Kiba dengan mengacungkan pedang.

"Blade menempati posisi ketiga, aku diposisi kedua." ucap Iceman santai dan telah keluar dari dalam es.

"Kalau begitu aku akan serius!!" Kiba menyarungkan pedangnya.

Kiba lalu mencabut belati di tangan kanan, sarung pedang dilengan kanan berubah menjadi kulit keras menciptankan cakar dan melindungi seluruh tangan kanan Kiba, seluruh luka Kiba tertutup belati Kiba memanjang menjadi pedang.

"Senjata dewa." gumam Iceman yang melihat kemampuan Kiba.

"Benar!!" tangan kanan mencabut pedang hitam dipinggang yang belum digunakan melawan Kiriha.

"Salah satu dari enam jalan kehidupan, jalan dewa tapi kau hanya punya senjatanya." Iceman mencabut pedang panjang dipunggungnya.

"Jangan banyak omong kau akan segera kalah." tangan kiri memegang belati yang telah menjadi pedang, tangan kanan menjadi lengan putih dengan cakar tajam memegang pedang hitam

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 91

Ludfy N
2017-01-30 15:01:30
Jalan kehidupan trnyata ada jalan dewa
Arizl Kareen
2016-09-07 05:49:44
Jalan kehidupan "dewa" yaa...
ThE LaSt EnD
2016-08-15 19:51:58
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 07:49:56
Jalan kehidupan jalan dewa kira kira 3 lagi apa ya
azman
2016-04-30 21:13:19
Coba ada roronoa zorro ya... Pasti dia yang menang tu !!!
Anique HyuUzumaki
2016-03-11 17:40:57
Wuih... Kiba keren!
Lord Athem
2016-03-10 05:48:54
Saya dukung Ice Cream az deh. . .
Imajinasi0
2016-03-04 13:42:34
komentar ..mantafffffff
Lyokovich the Death
2016-02-29 13:43:39
Aku dukung Iceman ajah deh.. Hidup Iceman!
Phantom Alicia
2016-02-28 00:41:42
Wah wah Ryu jg punya jalan dewa.. menarik Kiba..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook