VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 89

2016-02-19 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
334 views | 13 komentar | nilai: 8.75 (4 user)

Masamune bertemu Helios sebagai lawan, sebuah ruangan dengan api yang berkobar-kobar yang Helios akui sebagai istana neraka akan jadi arena pertarungan Masamune.

"Ayo kita mulai!!" teriak Helios dengan memutar-mutar kapaknya.

"Wuusshh... Cthiing..." Masamune melesat memukul dengan tongkatnya tapi Helios menangkis dengan kedua kapaknya secara menyilang.

"Seharusnya kau memasang AC pada ruangan ini, karena terlalu panas." ucap Masamune saat berbenturan serangan.

"Auman api."

Helios menyemburkan api saat menangkis serangan Masamune.

"Apa??" Helios terkejut ketika Masamune sudah menghilang.

"Lambat!! Aku di sini!!" ucap Masamune yang sudah berdiri di belakang Helios.

"Cepat sekali!!" Helios menoleh ke belakang.

"Dyyeeesss..." Masamune memukul hidung Helios hingga terdorong beberapa langkah.

"Cih, wala pun ini istana nerakaku aku harus berhati-hati karena dia cepat sekali." gumam Helios dengan mengusap darah dihidungnya.

"Elemen api : penguasaan api."

Helios merapal jutsu elemenya seluruh api bergerak sesuai keinginangnya.

"Wuusshh... Wuusshh... Wuusshh..." Masamune menghindari setiap api yang akan mendekat padanya.

"Sial, dia dapat memanipulasi semua api ditempat ini." ucap Masamune sambil melompat-lompat menghindar.

"Dyyeess..." kobaran api menelan Masamune.

"Dapat!!" gumam Helios senang.

"Krreekk... Jbuuaakk..." Masamune muncul dari bawah tempat berdiri Helios dan langsung melesatkan pukulan pada dagu lawannya.

"Payah...!! Dia melapisi tubuhnya dengan elemen angin, menggali lubang dan menyerang di saat lengah." gumam Helios berdiri sempoyongan.

"Huuuffs..." Helios memakan api dalam ruangan dan bertambah kuat.

"Sekarang aku telah terisi penuh." ucap Helios dengan api berkobar-kobar menyelimuti tubuhnya.

"Menarik!! Aku jadi semangat." Masamune senang.

"Elemen api : auman api."

Helios merapal jutsu dan menyemburkan kobaran api yang sangat besar.

"Wuusshh..." Masamune melesat ke depan tanpa menghiraukan gelombang api datang.

"Apa dia sudah gila??" Helios terkejut ketika Masamune berusahan menerobos kobaran api.

"Itu takkan pernah mempan!!" teriak Masamune.

"Cthing... Cthing... Cthing..." kapak Helios kembali beradu dengan tongkat Masamune.

"Tendangan api."

"Dyyeess..." Masamune mengadu tendangan dengan Helios.

"Dia kuat!!" gumam Helios ketika tendangannya dapat ditahan.

"Heh..." Masamune tersenyum menyeringai.

Helios lantas memundurkan langkahnya dan merapal jutsu lagi.

"Elemen api : penguasaan api."

"Wuusshh... Ctthhiing..." belum sempat mengendalikan api, Masamune menyerang dengan tongkatnya Helios yang cekatan menangkis tongkat Masamune dengan kedua kapak tapi karena perbedaan kekuatan kapak Helios terlepas dari tangannya, kapak Helios berputar diudara dan hancur karena kerasnya benturan dengan tongkat Masamune.

"Sial, sekarang aku tanpa senjata." gumam Helios kesal.

"Wuusshh... Jleebb..." Masamune melempar tongkatnya dan menancap didinding.

"Sekarang saatnya pertarungan tangan kosong." Masamune menantang Helios dengan percaya diri tinggi.

"Cih... Akan kubuat kau menyesal karena telah meremehkanku!!" ucap Helios kesal.

"Sword of fire."

Helios memciptakan dua buah pedang api dengan mengambil elemen api yang ada di sekitarnya.

"Wooow... Keren!!" Masamune malah terkagum-kagum

Kosuke Arashi Chapter 89 - Tinju api Masamune
Penulis : Kosuke Arashi

"Wuusshh... Wush... Wush..." Helios berusaha menebaskan pedang apinya, tapi Masamune dengan lihainya menghindari tebasan Helios.

"Lambat!!" ejek Masamune sambil menghindar.

"Huuups..." Helios kembali mengisi tenaganya dengan memakan api di sekitarnya.

"Teknik api : bola-bola api."

Helios menyemburkan bola-bola api, Masamune agak kesulitan menghindari bola-bola api, karena setiap bola api disentuh meledak.

"Apaa??" Masamune kembali terkejut belum selesai menghindari bola-bola api sebuah gelombang api datang.

"Dyyeess... Dhuuaarr..." Masamune terkena gelombang api dan terpental.

"Ha... Ha... Ha... Sudah selesai ya?? Membosankan!!" ucap Helios yang merasa telah menang.

"Apaaa??" Helios terkejut ketika perlahan lawanya berdiri di dalam kobaran api.

"Maaf... Mengecewakanmu, tapi kuberi tahu ya? Aku lebih kuat dari Arashi." kata Masamune santai kemudian serius.

"Akan kutunjukan padamu penguasaan api yang sebenarnya!!" Aura cakra hitam Masamune meluap-luap.

"Perasaan apa ini!!" Helios terkejut ketakutan.

"Huuups..." seluruh api berkumpul tersedot ke kaki dan kedua tangan Masamune.

"Apa?? Dia menggunakan angin untuk menyedot api nerakaku." gumam Helios terkejut.

"Wuussh... Dyeess... Aarrgh..." Masamune sudah berada di depan Helios dan memukul perutnya Helios kesakitan menerima serangan langsung Masamune.

"Dia kuat dan cepat!!" gumam Helios yang melayang diudara.

"Akan kuselesaikan dengan sekali serang!!" teriak Masamune yang melesat ke arah lawannya.

"Hiiiiaaa... Dyyeess... Dyyeess... Dyyeess..." secara beruntun dan tanpa henti Masamune melancarkan tinju-tinju api.

"Uuaaawwk!!" teriak Helios tak berdaya yang menerima serangan Masamune.

"Sial, serangan barusan telah menghabiskan cakraku dan juga luka akibat pertarungan terakhir belum pulih." gumam Masamune yang melayang di udara tak karuan.

"Kepalaku akan membentur tanah." ucap Masamune yang pasrah dan kemudian memejamkan mata.

"Buka matamu!! Sialan!!" teriak seseorang wanita.

"Ehh...!!" Masamune membuka mata dan sudah berada di tempat Yuza dan Rain dengan teleportasi Yami.

"Jadi kau menang ya? Ryuzaki." ucap Rain meledek.

"Bukan urusanmu!!" jawab Masamune kesal.

"Kau babak belur juga ya??" ucap Rain yang masih diobati Yuza.

"Orang yang babak belur tak pantas mengatai orang lain." jawab Masamune.

"Tapi aku menang lebih dulu!!" ucap Rain dengan tersenyum puas.

"Orang yang terluka tak pantas berdebat, bodoh!!" Yami kesal akan tingkah kedua temannya.

"Sial, kali ini aku kalah lagi." batin Masamune.

"Anu... Maaf... Sebenarnya kakakku Yami juga mengkhawatirkan kalian." Yami telah berubah menjadi Yemi.

"Tidak apa-apa!!" jawab Masamune masih kesal.

"Ngomong-ngomong, Yemi siapa yang belum selesai pertarungannya." tanya Rain.

"Dengan kemampuan telepatiku, tinggal pertarungan pedang Yoshimura Kiba dan Arashi, masing-masing pertarungan tiga orang." jelas Yemi.

"Tiga petarung." gumam Rain khawatir.

"Sial, kenapa aku tak memilih pertarungan tiga sisi." gumam Masamune.

"Aku percaya Arashi dan Kiba pasti akan menang." ucap Yuza dengan tersenyum yang dari tadi diam.

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 90

Ludfy N
2017-01-30 14:53:52
Yuza senyum saat tau kondisi arashi
Arizl Kareen
2016-09-07 05:42:51
Masamune dan rain babak belur, hahaha
ThE LaSt EnD
2016-08-15 19:51:49
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 05:55:10
Arashi sudah pasti menang
Anique HyuUzumaki
2016-03-11 17:33:46
Rain ama Masamune babak belur...
Shineria of Life
2016-02-19 20:06:23
itu si masamune punya elemen api yaa??
Chiba Michiko
2016-02-19 19:29:51
numpang lewat senpai. gomen '-'
Shineria of Life
2016-02-19 18:59:17
Itu masamune bisa elemen api??
Sudawira
2016-02-19 13:26:48
Masamune mengakhiri hanya dengan satu serangan, hebat. Helios kena beberapa tendangan dan pukulan pada serangan terakhir.
Phantom Alicia
2016-02-19 13:13:49
Pembicaraan dan bunyi serangan-hempasan tercampur, aku baru nyadar..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook