VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 88

2016-02-17 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
320 views | 12 komentar | nilai: 8.75 (4 user)

Gerbang utara Istana kerajaan Alvarez.

"Thunder Blade." Kanzaki Shiro melapisi pedangnya dengan petir.

"Wuusshh... Dyyeerr..." Shiro menebaskan pedangnya ke arah pasukan.

"Sial, mereka tiada habisnya." ucap Shiro yang berdiri memunggungi Hayate.

"Kita hanya perlu menahannya sebentar lagi." ucap Hayate dengan mengibaskan kipas yang menciptakan badai.

"Ha... Ha... Ha... Hancurkan semuanya!! Hancurkan semuanya!!" teriak Arashi senang berada dipundak raksasa batu Kiriya.

"Berisik...!!" teriak Kiriya kesal dengan mode raksasa batu.

"Maaf... Maaf... Aku terlalu bersemangat." ucap Arashi dengan entengnya.

"Hah... Hah... Hah... Aku hampir mencapai batas dari cakraku." ucap Misaki yang terus melukis dengan kertas-kertas Hisako.

"Aku juga." balas Hisako yang terbang bersama dengan Misaki, Mereka menunggangi lukisan burung Misaki.

"Kau sudah mengaku kalah gadis kucing??" ejek Nanami dengan armor merah ketat, seksi dengan warna merah, dua pedang.

"Tidak dalam mimpimu, wanita cosplay." ucap Tomori yang melesat ke arah sang prajurit.

"Aku hampir tak bisa menggunakan cakra lagi." ucap Fuyuki yang mengendalikan air.

"Kuharap Arashi baik-baik saja!!" ucap Fuyuki khawatir.

"Dia akan baik-baik saja." Sizuka muncul dari bunga-bunga yang beterbangan.

"Senpai!!" Fuyuki terkejut.

"Karena Arashi mirip dengan adikku Nawaki." ucap Sizuka dengan tersenyum.

"Tap... Tap... Tap..." sang jendral Kuota datang dengan armor perak pedang besar berada dipunggungnya.

"Tangkap penyebab sekaligus pencipta masalah ini!! Tangkap Kosuke Arashi!!" perintah dengan berteriak Jendral Kuota.

Jendral Kuota lantas mencabut pedang besar yang terdapat di punggungnya dan mengangkatnya kelangit.

"Petir, angin, es, api." Jendral Kuota mengangkat pedangnya elemen petir, angin dan es muncul dari langit sementara elemen api, ia ciptakan dari cakranya.

Pedang sang jendral terlapisi elemen api, es, angin dan petir berurutan.

"Tap... Tap..." guru Sauma dan guru Takuma menghadang sang jendral.

"Yo... Kawan lama kita bertemu lagi!!" ucap Guru Sauma dengan entengnya kepada sang jendral.

"Sauma, Takuma apa kalian dalang dari masalah ini?!?" teriak Sang Jendral dengan amarah yang meledak-ledak.

"Apa begitu cara menyapa kawan lama??" Guru Sauma dengan santai.

"katakan!!" Jendral Kuota tambah marah dengan ucapan guru Sauma.

"Kami akan mendukung Kosuke Arashi." jawab guru Takuma serius.

"Begitu ya??" sang Jendral bersiap menebas dengan pedang berlapis elemennya.

"Empat elemen penghancur."

Sang jendral menebaskan pedang besarnya, gelombang empat elemen datang dengan kekuatan dahsyat.

"Wuusshh... Dyyeesss..." tebasan sang jendral menghancurkan apa pun yang ia lewati.

"Wah... Wah... Wah... Itu kekuatan yang dahsyat." ucap guru Sauma yang melihat gelombang elemen sang jendral.

"Empat elemen pelindung."

Guru Sauma merapal jutsu, rambut putihnya menanjang, membesar menciptakan dinding yang dilapisi elemen api, petir, es dan air.

"Dhhuuuaaarrr..." ledakan dahsyat terjadi akibat serangan sang jendral dan perisai guru Sauma.

"Kekuatan guru Eagle Red dan sang jendral Alvarez benar-benar dahsyat." ucap para prajurit yang menyaksikan

Kosuke Arashi Chapter 88 - Ruang api dan es
Penulis : Kosuke Arashi

"Tap... Tap... Tap..." Masamune berlari dengan kencang pada lorong.

"Sebenarnya seberapa panjang lorong ini!!" teriak Masamune kesal karena dari tadi ia tak sampai-sampai.

"Jangan-jangan aku tersesat!!" Masamune bergumam sendiri dan panik.

"Tidak lorongnya hanya satu arah." Masamune menjawab gumamanya sendiri.

"Tidak..!! Mungkin Arashi dan Rain sudah mengalahkan lawannya lebih dulu daripada aku." Masamune panik dan menambah kecepatannya.

"Aku tak terima jika kalah dari kalian Rain, Arashi!!" teriak Masamune dengan semangat dan bertambah kencang.

"Tapi ngomong-ngomong kenapa ya tempat ini makin panas??" Masamune bergumam sendiri lagi.

"Kyyaaa...!! Gawat...!! Jalan buntu!!" teriak Masamune yang melihat jalan buntu di depannya.

"Jangan-jangan lorong yang kupilih tak ada lawannya!!" Masamune agak kecewa dan panik.

"Aku tak terima ini!!" teriak Masamune kesal.

"Dyyeess..." Masamune menendang jalan buntu hingga jebol.

Masamune menjebol dinding dan sampai pada ruangan yang dipenuhi kobaran api, dikanan dikiri di atas dan di bawah ruangan dipenuhi kobaran api.

"Panas... Panas!!" teriak Masamune kepanasan dan hampir terbakar.

"Selamat datang di istanaku, aku menciptakan api dari cakraku dan kemudian mengambil lagi api itu untuk tenagaku, aku tak terkalahkan di neraka ini." ucap Helios yang berdiri dengan memakan api dalam ruangan.

"Menarik jadi lawanku adalah kau, pengguna api." ucap Masamune dengan semangat yang mengambil tongkat pemberian Yami dipunggungnya.

"Kukira yang datang kemari si naga api itu, tapi tak masalah." Helios agak kecewa dan mengambil dua kapak dipunggungnya.

"Padahal, aku lebih suka ruangan yang dipenuhi gadis-gadis manja dari pada neraka." ledek Masamune.

"Hei, jangan menghina istana nerakaku!!" teriak Helios kesal.

Beralih kelorong yang lain.

"Tap... Tap... Tap..." Kiba berlari dilorong.

"Kurasa tempat ini semakin dingin." Kiba menggigil kedingin.

"Sial, setelah semua ini selesai aku akan minum-minum dan mandi di pemandian air hangat bersama gadis-gadis!!" teriak si pembawa pedang itu ketika melihat secerca cahaya.

"Tempat macam apa ini!!" teriak Kiba saat melihat ruangan yang dipenuhi es.

"Selamat datang tamu kedua!!" ucap Iceman yang duduk disebuah es.

"Sial, aku yang kedua." umpat Kiba.

"Kita bertemu lagi, pengguna pedang." ucap Kiriha si pengguna empat pedang dari Blue Pegasus yang telah sampai duluan.

"Payah... Aku lupa membawa baju hangat." Kiba mencabut dua pedang dipinggangnya.

"Karena di sini terlalu dingin aku jadi tak mood makan es krim selai kacang." gumam Kiba

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 89

Ludfy N
2017-01-30 14:46:57
Trnyata sudah ada yg lebih dulu dtang
Arizl Kareen
2016-09-07 05:37:22
Lanjut... no komen....
ThE LaSt EnD
2016-08-15 19:50:17
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 05:48:14
Yg satu kepanasan yg satu kedinginan
azman
2016-04-30 20:59:03
Hhhhhh akhirnya nona sunade datang "karna arashi mirip nawaki"
Lord Athem
2016-03-10 05:37:57
Njir Es krim selai kacang
Anique HyuUzumaki
2016-03-08 19:56:58
Wih, makin seru pertarungannya!
A wahyu
2016-02-18 07:10:11
Adik, Nawaki.... Hm, kayak naruto
Dadang yg terluka
2016-02-17 22:56:33
Es Krim Selai Kacang
Shineria of Life
2016-02-17 21:25:51
Kebalik lawannya.. Harusnya masamune sama kiba tuker tempat aja hihihi
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook