VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 86

2016-02-15 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
294 views | 12 komentar | nilai: 9.2 (5 user)

"tap... tap... tap..." Rain berlari dan telah sampai pada sebuah ruangan yang dipenuhi asap hitam

"apa ini?? sial gas belerang!!" gumam Rain dengan menutup mulut dan hidung

"kau sudah datang ya? sang ahli elemen, namaku Cobra si ahli racun" Cobra berjalan dengan santai diantara asap beracun

"kelihatanya ini akan sulit!!" batin Rain

"baikklah ayo kita mulai!!" Cobra mengambil belati dipunggungnya dengan lidah yang memanjang

"aku harus berhati-hati!!" gumam Rain dengan menutup mulut dan hidung

"Wuussh..." Cobra melempar belati dengan lidahnya

"elemen petir : cakar petir"

Rain menunduk dan berhasil menghindar kemudian merapal jutsu

"Chruuaatt..." Rain berhasil menggores pipi Cobra

"Aarrgghh..." Rain berteriak kesakitan tangannya melepuh

"oh... aku lupa? kulitku dilapisi racun serangan fisik secara langsung takkan mempan" ucap Cobra santai

"sial, dia menggunakan asap belerang untuk memperlemah lawan, menggunakan racun sebagai pertahanan" gumam Rain dengan memegang tangan kesakitan

Lidah Cobra memanjang mengambil pisau belati yang menancap pada tembok

"elemen bunga : penyerap racun"

Rain merapal jutsu bunga untuk menetralkan gas belerang, tapi seluruh bunga yang diciptakan Rain yang hampir mekar secara perlahan meleleh

"percuma belerangku lebih kuat" ucap Cobra dengan lidah memegang belati

"cih..." gumam Rain kesal

"kalau begitu ayo kita mulai" teriak Rain yang berlari kearah lawan dengan telapak tangan dilapisi petir

"dia tau kalau belatiku dilapisi racun jadi ia melapisi tangan dengan elemen petir" ucap Cobra yang memperhatikan pergerakan Rain

"Ctthiinngg..." telapak tangan Rain yang berlapis petir beradu dengan pisau belati Cobra

"Wuusshh... Wuusshh..." Cobra menggerakan lidahnya yang memanjang belati bergerak sesuai dengan keinginannya

"sial, kalau aku terkena sabetan belati beracun itu akan sangat fatal" gumam Rain dengan menghindari serangan Cobra

"Cakar beracun" Cobra melesatkan cakar yang berlapis racun

"Crruuaatt..." perut Rain tercakar oleh serangan Cobra

"sial..." Rain kesakitan memegangi perutnya yang terkena racun

"mati kau!!" teriak Cobra bersiap menendang

"Wuusshh... Dyyeess... Dyyeess..." Rain terlempar jauh menabra dinding ruangan

"menyedihkan bukan? Sang ahli elemen tak dapat menggunakan elemen" ejek Cobra sambil mendekat kearah Rain

"apakah kau berfikir begitu?" Rain menatap remeh

"sialan..." Cobra kesal dengan tatapan Rain

"Dyyeess... Dyeess..." Rain kembali terpental karena tendangan yang tak dapat ia hindari

"lebih baik kau mati saja!!" ucap Cobra yang menatap Rain tak berdaya

Kosuke Arashi Chapter 86 - Elemen gabungan
Penulis : Kosuke Arashi

"Uhuk... Uhuk..." Rain terbatuk darah karena racun Cobra

"sial, seluruh racun sudah menyebar keseluruh tubuh" gumam Rain kesakitan

"hanya segitukah kemampuanmu??" ucap Rain mencoba berdiri dengan sepenuh tenaga

"Siaallaan..." teriak Cobra makin kesal

"Chrruuaat..." Cobra menggunakan lidah dan menebaskan pisau belati ke Rain

"apa kau sudah selesai??" ucap Rain yang sok kuat

"Chruuaatt..." Cobra kembali menebas Rain

"he... he... he... sekarang giliranku" ucap Rain tersenyum puas

"lepas...!!" teriak Rain

"apa...??" Cobra terkejut ketika seluruh gas belerang menghilang

"jangan terkejut begitu!! aku tadi menggunakan elemen bunga untuk menciptakan genjutsu lalu aku menetralkan gas belerang tanpa kau sadari" jelas Rain

"apa yang bisa kau lakukan setelah gas belerangku menghilang" ucap Cobra remeh

"begitu ya?" ucap Rain tersenyum tipis

"apa???" Cobra terkejut ketika ia tak dapat bergerak dan terlilit elemen kayu

"akan kutunjukan jurus yang kuciptakan tapi masih belum sempurna" ucap Rain

Sebuah cakra elemen petir dan api muncul dari telapak tangan kiri Rain dan cakra elemen angin muncul dari telapak tangan kanan Rain

"mustahil!! dia dapat menggunakan tiga elemen sekaligus" ucap Cobra terkejut dan tak dapat bergerak

"Elemen gabungan" teriak Rain dengan menggabungkan elemen petir api ditangan kiri dengan elemen angin tangan kanan.

Tangan kiri Rain terfokus pusaran angin dengan inti elemen api dan petir(semacam rasengan naruto)

"terima ini!!" Rain melesatkan serangan ke Cobra

"Aaaahh... Tiddaak..." teriak Cobra menerima serangan

"Dhuuaarr... Dyyeess... Dyyeess..." serangan Rain meledak sebelum mengenai lawannya, tapi walau tak terkena serangan Cobra terpental jauh kebelakang

"hah... hah... hah... walau belum sempurna tapi aku menang" Rain berdiri sempoyongan

"Brruukk..." Rain jatuh rebah tak berdaya

"Wuusshh..." Secara mengejutkan Yami dan Yuza datang dengan teleportasi

"Rain, jangan mati!!" teriak Yuza khawatir

"aku tak apa-apa kok!! Yami seharusnya kau tak kemari bersama Yuza" ucap Rain santai

"sialan kau Rain!! Yuza memohon memelas dan jadi aku tak punya pilihan!!" jelas Yami

"ternyata kau juga punya perasaan Yami??" ucap Rain meledek

"mati saja kau!!" ucap kesal Yami walau khawatir

"he... he... he... akhirnya kau mengkhawatirkanku juga Yuza" ucap Rain bercanda

"huh... disaat terluka kau masih sempat bercanda" ucap Yuza kesal

"sekarang yang bisa kita lakukan hanya percaya pada yang lainnya" ucap Rain yang terbaring dengan diobati Yuza

"jadi mereka mempunyai ahli medis itu artinya sang naga api itu belum mati" ucap Cobra yang melihat Yuza mengobati Rain

"tapi sekarang aku telah kalah!" ucap Cobra tak berdaya

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 87

Ludfy N
2017-01-30 14:31:42
Rain hmpir kalah dr cobra!
Kei Takashima
2016-09-08 15:59:48
3 - 0
Arizl Kareen
2016-09-07 05:26:54
Mantap..bukannya rain ahli strategi, kenapa ga pake bunshin aja yg masuk dulu....
ThE LaSt EnD
2016-08-15 19:11:50
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-30 05:35:00
Bagaimana cobra bisa bicara saat lidahnya menjulur keluar
Lord Athem
2016-03-10 05:27:17
No coment. . .
Phantom Alicia
2016-02-15 21:04:40
Ahli medis ya? Jadi kepikiran lw Yuza itu Hinata
Pillua
2016-02-15 18:34:48
Lemah amat kamu Cobra, ngaku kalah.
Dzibril Al Dturjyana
2016-02-15 15:24:09
haaa
Anique HyuUzumaki
2016-02-15 12:24:15
Si Rain mati gak tuh?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook