VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 83

2016-02-09 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
293 views | 21 komentar | nilai: 9.75 (4 user)

Gerbang utara Istana Alvarez

"Hah... suasana menjadi hening setelah pemakaman Tuan Yamaji dan Tuan Sakaki" gumam Jendral Kuota yang duduk di sebuah ruang tempat ia bekerja

"mereka adalah dua teman hebat yang memiliki dua pemikiran yang berbeda" Jendral Kauto melamun tentang Tuan Yamaji dan Panglima Sakaki

"tap... tap... tap... jbruuak..." seorang prajurit datang tergesa-gesa dan mendobrak pintu ruangan sang jendral

"tuan Kuota, gawat!!!" teriak si prajurit dengan ngos-ngosan

"ada apa??" tanya sang jendral yang terkejut

"ada raksasa batu yang menyerang di gerbang" jelas si prajurit

"baikklah, segera kirim pasukan untuk menghadangnya!! Aku akan segera kesana" sang jendral segera memberi perintah

"baik" jawab prajurit lalu pergi

"sial, apa mereka melakukan penyerangan setelah mengetahui kami sedang melemah dengan kematian tuan Sakaki" gumam Sang Jendral dengan bergegas memakai armor

Di gerbang utara

"Dhuuaarr..." Kiriya telah menjadi raksasa batu dan menghantamkan tinju ke benteng gerbang

"Ha... Ha... Ha... Hancurkan semuanya!!" teriak Arashi semangat yang berdiri di bahu kiri Kiriya

"diam!! jangan berteriak di dekat telingaku" teriak Kiriya kesal

"Arashi memang begitu!!" ucap Yui dengan tersenyum di bahu bagian kanan Kiriya

"Kosuke menyebalkan!!" gumam Kiriya kesal

"tembak!!!" teriak prajurit yang mempersiapkan beberapa meriam

"Dhuuaarr..." beberapa peluru meriam melesat ke arah raksasa batu Kiriya

"tak kan kubiarkan!!" Hayate terbang diudara dan berhenti didepan Kiriya bersiap dengan kipas raksasa di punggungnya

"Wuusshh... Dhuuaarr..." seluruh peluru meriam berbalik akibat kibasan kipas Hayate

"elemen air : gelombang air"

Fuyuki merapal jutsu gelombang air yang sangat tinggi

"bagaimana jika kita bertaruh gadis kucing!!" Nanami berdiri diatas ombak menantang Tomori, ia memakai armor kesatria yang ketat dan seksi dengan dua pedang ditangannya

"aku setuju!! Cewek cosplay" Tomori balas mengejek, ia sudah dalam wujut siluman harimau putih dan juga berdiri di atas ombak

"Blluuurr... Shriing... Shriing... Shriing..." Nanami dan Tomori melesat menyerang ketika ombak menghantam para prajurit, Nanami dengan armor dua pedang seksi, Tomori dengan cakar harimau

"teknik penyegelan : formasi lima rantai"

"dyes... dyes..." lima rantai muncul dari tanah, Beberapa prajurit merapal jutsu penyegel untuk menghentikan pergerakan raksasa batu Kiriya

Leher, kedua kaki dan kedua tangan raksasa batu Kiriya terikat rantai raksasa

"sial, aku tak bisa bergerak!!" umpat Kiriya

"hu hu hu menyedihkan!!" Arashi mentertawai Kiriya yang tak dapat bergerak

"Heat Blade" Kanzaki Shiro melapisi pedang besarnya dengan api

"Shring... Shring... Shring..." dengan mudah Shiro menghancurkan rantai-rantai raksasa dengan pedang berlapis api

"sial, saat Kiba menghadapi lawan-lawan yang tangguh aku malah terjebak dengan para prajurit yang tak terhitung jumplahnya" gumam Shiro sambil melesat ke arah prajurit

"apa itu??" seluruh prajurit mendongkak ke atas saat melihat beribu-ribu kertas berterbangan

"Boom... Boom..." dari kertas-kertas yang berterbangan meledaklah cairan hitam

"mataku... mataku... Apa ini?? Tinta" beberapa prajurit terkejut dan tak bisa melihat karena ledakan tinta

"serangan kombinasi kita berhasil, Hisako" ucap Misaki senang yang terbang dengan lukisan burung bersama Hisako

"ya, kau benar" Hisako setuju

Di kejauhan guru Sauma, guru Takuma dan Sizuka mengawasi

"teknik melapisi pedang dengan api, sama seperti teknik guru Izumi" ucap guru Takuma yang melihat teknik Kanzaki Shiro

"yang satu pengguna kertas dan yang satunya melukis semua kertas dengan jutsunya lalu melepaskan jutsu, Hisako Misaki, teknik yang hebat" guru Sauma memuji kombinasi Hisako dan Misaki

"murid akademi tahun ini benar-benar hebat ya? Guru" ucap Sizuka

"kau benar" jawab guru Takuma

"aku akan membantu mereka" ucap Sizuka yang perlahan-lahan menjadi bunga yang berterbangan

"ayo Takuma!" ajak Guru Sauma

"ya" keduanya melesat ikut dalam pertarungan

Kosuke Arashi Chapter 83 - Jalankan strategi
Penulis : Kosuke Arashi

Beralih kesuatu tempat dibawah tanah bagian selatan Istana

"Wuuussshhh..." Arashi, Masamune, Rain, Ryusuke, Daisuke, Kiba, Torano dan Yuza berpindah tempat dengan kemampuan Yami

"cepat sekali ya? Kita sampai" ucap Arashi senang

"ada tujuh gerbang, itu artinya ada tujuh petarung yang sedang menunggu kita" ucap Kiba

"aku pilih yang ini!!" Daisuke sudah berlari dan masuk kedalam salah satu gerbang, gerbang yang dimasuki Daisuke menutup

"hey, jangan seenaknya sendiri!!" teriak Kiba kesal

"dyyeess..." satu gerbang telah tertutup lagi

"wah... Arashi sudah pergi" Yuza merasakan Arashi sudah menghilang

"Arashi aku akan mengalahkan lawan lebih cepat darimu" teriak Masamune sambil berlari ke salah satu gerbang

"dasar mereka bertiga tidak bertindak sesuai dengan rencanaku" ucap Rain agak frustasi

"hey, wanita beri aku belatimu" pinta Torano kepada Yami

"sialan jangan memerintahku" ucap Yami kesal

"ini, ambil punyaku!" Yuza malah memberikan belati miliknya

"kau mau kemana Torano??" tanya Ryusuke

"aku mau melawan pria yang memiliki kemampuan yang sama sepertiku yaitu Wolfman" sambil berjalan menjauh

"mana gerbang menuju tempat pengguna petir" tanya Ryusuke kepada Torano

"Sayangnya gerbang pengguna petir telah dipilih oleh Arashi" jawab Torano

"sial..." Ryusuke terpaksa melawan lawan yang belum dipilih

"hah... sepertinya yang lainnya tak bertindak sesuai rencana" ucap Rain kecewa

"kau sisi kanan Senju, aku sisi kiri" Kiba berjalan ke gerbang sisi kiri yang tersisa

"Sepertinya aku tak punya pilihan lain" Rain berjalan kegerbang terakhir

"Rain..." Teriak Yuza

"tolong jaga Yami Yemi!! Mereka kunci kemenangan kita" ucap Rain kepada Yuza

"baik..." jawab Yuza sambil tersenyum

"sialan, apa kau pikir aku menyusahkan" umpat Yami

"tunggulah aku akan menang!!" Rain melambai dan kemudian berlari

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 84

Bocah Redoks
2017-03-03 08:52:16
hahaha. rencananya di abaikan
Ludfy N
2017-01-30 13:03:57
Kembali lg 7 lwan 7
Aruga Hiruya
2016-10-21 15:19:29
Ronde ke 2, 7 vs 7 lagi.!
Kei Takashima
2016-09-08 15:46:48
7 vs 7
Arizl Kareen
2016-09-07 05:12:59
7 vs 7 lagi yaa....
ThE LaSt EnD
2016-08-15 16:42:01
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
ThE LaSt EnD
2016-08-15 10:31:47
ku beri nilai
Rifky D Dragnel
2016-07-30 02:26:05
Yg di gerbang depan pasti jiro bukan arashi
Kurosaki Yoshimura
2016-04-12 08:22:09
rain jd stress
Kikko Y Azukiela
2016-03-09 20:15:30
Rain ketularan konslet
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook