VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 82

2016-02-05 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
318 views | 21 komentar | nilai: 9.75 (4 user)

." Tap... Tap... Tap..." beberapa orang yang dikenal Arashi datang.

"Oh... Iya... Aku lupa?" kata Yemi dengan entengnya.

Guru Sauma, Guru Takuma, senior Sizuka, Fuyuki, Misaki, Nanami, Hisako, Shiro, Hayate dan Kiriya datang.

"Anu... Arashi kami di sini untuk membantumu juga." ucap Fuyuki terbata-bata yang datang.

"Whoha... Semua datang membantu!!" teriak Arashi kegirangan.

"Tendangan super misaki!!" teriak Misaki.

"Wuusshh... Jbuuaak... Dyyeess..." tanpa am pun Misaki melesatkan tendangan berputar pada wajah Arashi.

"Sialan kau, kau penyebab semua masalah ini tau, kami semua datang untuk menyelesaikan masalah yang kau ciptakan." Misaki menggoyang-goyangkan tubuh Arashi yang tersungkur.

"Maaf..." ucap Arashi yang kembali tersungkur.

"Anu... Dia... Terluka parah!" Yuza menjelaskan pada Misaki.

"Anu... Rain aku memiliki sesuatu untukmu." Nanami memberi sekotak kecil makanan pada Rain.

"Terima kasih." Rain menerima dan langsung mencicipinya.

"Ini enak!!" Rain memuji.

"Yes, penaklukan Rain berjalan lancar!!" Nanami senang.

"Boleh aku minta Rain." ucap Masamune.

"Aku juga mau!!" ucap Jiro.

"Ambilah!!" Rain menyerahkan semuanya.

"Nyam... Nyam... Nyam...ini benar-benar enak!!" teriak Jiro dan Masamune yang memakan makanan dengan rakus.

"Kyyaaaa... Kenapa kalian memakannya? Itu untuk Rain tau!!" teriak Nanami histeris kesal.

"Hah... Penaklukan Rain gagal." gumam Nanami dengan patah semangat.

"Pasti akan berhasil lain kali!!" Hisako sang teman mencoba menghibur.

Nanami kemudian berjalan ke arah Arashi dan akan memberikan bingkisan yang sama seperti Rain.

"Ini untukmu!!" Nanami memberi.

"Eh... Ada Tanami si penunggang kuda." ucap Arashi seenaknya.

"Yang benar Nanami si penakluk seribu pria!!" teriak Nanami kesal karena Arashi salah menyebut.

"Terima kasih." Arashi menerima dengan senang hati.

"Ini terlalu banyak garam dan terlalu berminyak kalau kau menambahkan merica pasti enak." Arashi mengomentari.

"Kyyaaa!!" teriak Nanami dengan semangat turun.

"Bhuuuff..." Hisako dan Misaki menahan tawa.

"Dia tak tahu kalau Arashi itu jago masak." batin Misaki.

"Padahal dia menyiapkan makanan itu selama seminggu untuk Rain." gumam Hisako.

"Tap... Tap... Tap..." Guru Sauma mendekat ke Arashi.

"Apa kau tak apa-apa anak merah, aku di sini untuk menolongmu murid bodoh." ucap guru Sauma sok keren.

"Hah... Kau siapa?" tanya Arashi tak kenal.

"Apa kau tak mengenalku, aku adalah orang yang memasukanmu dalam Eagle Red!!" teriak Guru Sauma.

"Maaf... Aku lupa? anu... Siapa namamu tadi guru?" tanya Arashi.

"Aku gurumu, guru Sauma bagai mana kau bisa lupa!!" teriak guru Sauma kesal.

"He... He... He... Maaf..." Arashi benar-benar lupa.

"Bhuuff..." Misaki, Hisako dan Nanami menahan tawa.

"Tap..." Kiriya mendekat ke Arashi.

"Hei, kau Kosuke!!" ucap Kiriya.

"Whohaa...!! Aku ingat kau, kau yang memukulku pada saat penerimaan dulu, Yukimura Kiriya si tangan batu." ucap Arashi.

"Ya, aku Kiriya." ucap Kiriya singkat.

"Dia dapat mengingat nama seseorang dalam sekali bertemu." gumam guru Sauma yang patah semangat.

"Semua diam!! Akibat ulah kalian terjadi pertaruangan antara panglima Alvarez dan master Eagle Red dan berakhir dengan kematian keduanya, sekarang Eagle Red dianggap sebagai musuh kerajaan." guru Takuma bicara serius.

"Apa? Kakek mati!!" Daisuke terkejut dan terpukul.

"Sekarang satu-satunya cara adalah menemukan dalang dalam konspirasi ini." ucap Sauma serius

Kosuke Arashi Chapter 82 - Strategi kemenangan
Penulis : Kosuke Arashi

." Tap... Tap... Tap..." Kanzaki Shiro mendekat kepada Kiba.

"Jadi kau kalah ya?" Shiro memandang remeh Kiba.

"Aku tidak kalah hanya belum bersungguh-sungguh." jawab Kiba kesal.

"Apa aku boleh mengambil mangsamu." ucap Shiro dengan memegang pedang besar dipunggunnya.

"Tidak boleh!!" teriak Kiba.

"Baikklah tapi jangan kalah, kulihat tubuhmu sudah banyak tertebas." Shiro meninggalkan Kiba.

"Sial, lagi-lagi dia meremehkanku!!" gumam Kiba kesal.

"Keadaan semakin buruk ya?? Bagai mana ya cara mengatasinya??" ucap Arashi santai.

"Ini semua salahmu tau!!" teriak Misaki.

"Dengan kemampuan Yami dan Yemi di sini, dalang semua ini akan terungkap." ucap Rain optimis.

"Lalu, apa rencanamu tuan jenius??" tanya guru Sauma.

"Rain apa kau punya Rencana??" tanya Yuza.

"Ah... Hanya satu rencana!!" ucap Rain.

"Apa itu??" semua terkejut mendengar pernyataan Rain.

"Dengan kemampuan Yemi dan Yami aku punya strategi yang ampuh dan sangat menjanjikan." ucap Rain yang semakin membuat penasaran.

"Rain, katakan saja jangan banyak basa-basi." Masamune tak sabar.

"Strateginya mudah dan simpel, maju dari pintu depan dan dobrak dari pintu belakang, aku namai strategi itu serang." jelas Rain santai.

"Apa...??" semua yang semua tegang melongo mendengar pernyataan Rain.

"Apa dia bersungguh-sungguh?" guma Torano kesal.

"Kita akan membagi dua tim, tim pertama maju sedangkan tim kedua mendobrak." jelas Rain.

"Tim pertama yang bertugas maju guru Sauma, guru Takuma, senior Sizuka, Nanami, Hisako, Kiriya, Fuyuki, Misaki, Hayate, Shiro, Jiro, Tomori dan Yui, tim kedua yang bertugas mendobrak Arashi, Masamune, Ryusuke, Torano, Kiba, Daisuke, Yuza dan kunci kemenangan Yami Yemi serta aku sendiri." Rain membagi tim.

"Sang jenius telah berkata maka kita akan melakukan strategi itu." ucap guru Takuma.

"Rain sayangku benar-benar keren!!" Nanami terkagum-kagum.

"Otakmu benar-benar rusak!!" ucap Jiro yang melihat tingkah Nanami.

"Aku telah memikirkan semuanya kemampuan kita, kemampuan lawan dan kita akan menang aku yakin itu." ucap Rain santai.

"Kita akan menyerang nanti pada malam hari." ucap Rain serius.

"Maju dari pintu depan mendobrak dari pintu belakang, aku suka strategi itu." ucap Arashi yang semangat.

"Tyyeeng..." Misaki memukul kepala Arashi hingga benjol.

"Orang yang menyebabkan masalah tak pantas sok semangat." ucap Misaki kesal

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 83

Bocah Redoks
2017-03-03 08:44:25
strategi nya sederhana banget. seefektif apa jadinya ?
Bocah Redoks
2017-03-03 08:43:09
misaki kejam amat yakk
Ludfy N
2017-01-30 12:55:04
Strategi yg hbat
Aruga Hiruya
2016-10-21 15:11:06
Arashi sial banget...
Arizl Kareen
2016-09-07 05:07:53
Sial banget arashi ...
ThE LaSt EnD
2016-08-15 10:30:19
ku beri nilai
Rifky D Dragnel
2016-07-30 01:16:49
Arashi sial banget hari ini
Rifky D Dragnel
2016-07-29 18:02:38
Arashi lagi sial hari ini
Kurosaki Yoshimura
2016-04-12 08:16:13
sabar arashi..
Lord Athem
2016-03-09 20:06:59
Apes mulu si Arashi . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook