VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Vierra Tail Chapter 39

2016-12-28 - Nicky Hiroshi > Vierra Tail
46 views | 5 komentar | nilai: 10 (1 user)

Keesokan paginya, Shiba masih terbaring lemah di atas kasur, seluruh tubuhnya ditutupi oleh perban, penampilannya terlihat seperti mumi.

"Maaf ya Shiba, karena kekuatanku tidak cukup untuk menyembuhkan banyak luka di tubuhmu, aku hanya menggunakan obat biasa untuk menahan rasa sakitnya."

"Tidak masalah Law, lagi pula pukulan Himeko tidak terlalu sakit koq.."

Himeko yang tidak sengaja melewati kamar tamu, mendengar apa yang diucapkan Shiba barusan, kobaran api kemudian muncul dari atas kepalanya.

"SHIBA !!!!"Himeko mengangkat tubuh Shiba kemudian melemparnya keluar jendela.

Wush !!! Shiba melayang keluar melewati jendela dan menghantam pohon yang berada diluar rumah.

"Gyaaaah !!!!"kaget Law

"Apa yang terjadi, eh dimana Shiba ??"tanya Rume yang baru saja datang sambil membawa secangkir teh hangat.

"Dia-dia ada di luar.."balas Law gemetaran sambil menunjuk ke luar jendela.

"Ouwh" Ucap Rume, Rume kemudian pergi ke tempat Shiba berada.

"Hei Law..."ucap Himeko sambil menatap serius.

"Apa, apa kau akan memukulku.."Law tampak ketakutan, perlahan-lahan dia berjalan mundur.

"Kenapa kau takut, coba lihat pitaku yang baru, bagaimana menurutmu, apa aku pantas memakainya ?.."tanya Himeko sambil menunjukkan pita berwarna biru yang ada di rambutnya.

"HEH..."Kaget Law.

"Kenapa reaksimu seperti itu ??"tanya Himeko bingung.

"kau terlihat manis, aku jadi suka kamu ..."balas Law tanpa sadar mengatakan apa yang ada dipikirannya.

"KYAA !!!"Himeko tampak senang hingga melompat ke arah Law berdiri kemudian memeluknya dengan erat.

Beberapa saat kemudian, Himeko menampar Law dengan keras. "Kenapa kau memelukku, dasar mesum !!!"

"HAAH !!! KAU SENDIRI YANG MENGHAMPIRIKU, KENAPA KAU MALAH MENYALAHKANKU !!!"Law terlihat kesal.

"Eh...emm benar juga ya hehehe..."Himeko tampak malu, wajahnya merah seperti terbakar.

sementara itu, disisi lain, Rume membantu Shiba untuk bangun dan melepaskan semua perbannya.

"Maaf merepotkanmu.."

"tidak apa-apa, kitakan berteman.."sahut Rume senyum.

"cuma teman yaah, kenapa kita gak pacaran saja..."

"Heh..."kaget Rume, Rume kemudian mencubit pipinya sendiri. "Adaw sakit !!!, ternyata ini nyata, apa kamu serius"

Tanpa diduga, Shiba mencium bibirnya dengan penuh nafsu, Rume hanya pasrah dan menikmatinya.

Beberapa menit kemudian, Law dan yang lainnya berkumpul diruang tamu untuk melaksanakan tugas dari paman Kiro.

"Para bandit itu pasti akan beraksi lagi, jadi aku butuh bantuan kalian untuk menangkapnya."ucap Paman Kiro.

"aku juga mau bantu mereka ah..."ucap Himeko bahagia.

"Kau serius Himeko-chan.."tanya Law tidak percaya.

"Iya dong, aku kan ingin selalu bersamamu pangeranku.."

Tanpa rasa malu, Himeko mencium pipi kanan Law didepan semua orang.

Vierra Tail Chapter 39 - Kenangan Masa Kecil Law (Part 5)
Penulis : Nicky Hiroshi

"Kyaaa ROMANTIS SEKALI"Ucap Paman Kiro kagum melihat putrinya, hatinya berbunga-bunga.

"heh...ayah yang sinting, kirain bakal marah..."ucap Rume dalam hatinya.

sementara itu Shiba pingsan karena melihat kejadian mengejutkan itu.

"Ya ampun Shiba pinsan, cepat bangunkan dia !!!"teriak Himeko yang sudah selesai dengan kemesraannya. Rume kemudian membangunkan Shiba dari pingsannya.

"Ayo kita lanjutkan pembicaraannya, sekarang kita harus pergi kerumah paman Akuma, karena dia juga menyimpan salah satu benda yang diincar oleh para bandit"ucap Paman Kiro dengan wajah serius.

mereka semua bergegas pergi ke rumah paman Akuma yang letaknya tidak jauh dari rumah Kiro, setelah sampai ditempat tujuan, terlihat seorang penjaga gerbang tergeletak di tanah bermandikan darah.

"Kita terlambat, mereka pasti sudah mencuri benda itu..."ucap Paman Kiro panik.

"Hei apa kau baik-baik saja ..."tanya Law menghampiri penjaga gerbang yang terluka itu.

"Tolong selamatkan Pangeran Akuma,dia memakai celana dalam emasnya, para bandit sedang mengejarnya ke dalam hutan.."ucap sang penjaga sambil menunjukkan arah kemana para bandit itu pergi.

"kalian sebaiknya pergi, aku akan mengobati paman penjaga dulu.."ucap Law memberi perintah.

"Aku juga akan disini menemani Law..."ucap Himeko.

Paman Kiro, Shiba dan Rume segera pergi menyusul para bandit. "Ayo kita selamatkan paman Akuma !!!"teriak paman Kiro semangat.

sementara itu, seorang pemuda yang hanya mengenakan celana dalam emas sedang terkepung oleh tiga bandit, orang itu adalah pangeran Akuma.

"Serahkan benda yang kau pakai itu !!!"teriak Zemi, sang kapten perampok yang kemarin menyerang Rume.

"Aku malu !!!..."sahut Pangeran Akuma sambil menutupi kemaluannya dengan kedua tangannya.

"baiklah kalau begitu, Sinka, Bunka, bunuh dia !!!"perintah Zemi pada kedua anak buahnya.

"okeh ketua..."sahut gadis berambut kuning sambil mengeluarkan sebuah pedang dari sarungnya, Sinka.

"baik kapten !!!"teriak gadis berambut perak semangat, Bunka.

***

Sinka melesat menghampiri Pangeran Akuma, sambil mengarahkan pedangnya ke wajah Akuma.

tiba-tiba saja muncul pohon raksasa menghalangi serangannya. "Syukurlah aku datang tepat waktu"ucap Shiba yang berhasil menahan serangan musuh.

"sekarang giliranku..."paman Kiro terlihat melayang di udara. "Tendangan harimau !!!"

Buakh Duam... Serangan Paman Kiro berhasil mengenai Sinka hingga menimbulkan ledakan besar.

"Keren...!!!"teriak Pangeran Akuma kagum.

pohon yang melindungi paman Akuma juga hancur karena ledakan barusan, disisi lain, Bunka terlihat melesat menghampiri paman Kiro.

"Berani sekali kau menyakiti adikku !!!" marah Bunka.

Bunka melayangkan tendangan angin sehingga membuat paman Kiro terhempas jauh ke belakang. "Kamvret..."paman Kiro melesat maju untuk membalas serangan musuh.

Paman Kiro dan Bunka saling menyerang sementara yang lainnya hanya diam menyaksikan pertarungan tersebut.

"keduanya benar-benar hebat..."kagum Rume, matanya berbinar-binar.

"kemampuan Kiro ada batasnya, dia pasti kalah..."ucap Akuma menjelaskan.

Bersambung ke Vierra Tail Chapter 40

Sqouts Shadows
2016-12-29 09:33:36
Lanjut vroh
Mr Blacky
2016-12-28 13:52:18
Ceritanya kyk gk serius bang niki
Rudy Wowor
2016-12-28 08:48:29
Seperti gadis murahan saja mereka.
happyreadin9
2016-12-28 06:51:24
knp larinya cuma make CD
MiKaZuKi 92 LoLLiPoP
2016-12-28 06:26:25
Dalam keadaan dipeban langsung dilempar keluar, sungguh kejam.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook