VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Dare mo shiranaidarou Chapter 33

2016-12-30 - WkWkWk > Dare mo shiranaidarou
55 views | 5 komentar | nilai: 10 (1 user)

Beberapa minggu yang lalu...

Waktu serasa bergulir dengan cepat, bel usai pelajaran telah berbunyi. Seluruh murid di SMA ini berhamburan keluar kelas untuk segera kembali ke rumahnya masing-masing. Claire berjalan keluar dari ruang OSIS. Kali ini, ia bersyukur dapat pulang lebih awal karrena ia harus mempersiapkan perayaan ulang tahun adiknya. Ia berjalan tergesa-gesa, sampai ia tidak sengaja mendengar suara dari lorong kelas, jalur yang harus ia lewati.

"Sekarang sudah berani tampil sok cantik ya," sebuah suara mengiterupsi suasana yang tadinya sunyi menjadi tegang.

"Sonya? Dan itu... Miko?"

Sonya, nama gadis yang menarik rambut Miko, Miko sedikit meringis ketika Sonya menarik rambutnya dalam sekali hentakan. Dua gadis yang lainnya tampak memandang Miko dengan pandangan benci. Salah satu dari mereka menarik tas Miko dan mengeluarkan semua isi tasnya secara tidak sopan.

"Kemana kacamata kudamu itu, cupu?" tanya gadis yang lain, Shira namanya.

"Ugh.. k-ketinggalan di rumah," jawab Miko dengan suara pelan.

"Apa?? kurang keras, dasar dungu!!" Sonya mendorong Miko sehingga ia terjerembab dan tersungkur di lantai.

Claire menyipitkan matanya, dia tidak tahan melihat kelakuan Sonya yang suka seenaknya sendiri. Claire berinisiatif untuk melerai tindak pembullyan itu. Dia tidak suka di sekolahnya ada anak yang tertindas seperti Miko. Sudah lama memang Claire ingin memperingatkan tindakan Sonya, namun selalu saja tidak sempat.

"Hei So-"

Sret...

Seruan Claire terhenti di tengah kata ketika seorang pemuda berjalan mendahuluinya menuju tempat Sonya dan kawan-kawannya mengganggu Miko.

Byurr!!

Gadis-gadis itu tertawa senang ketika melihat Miko menggigil dengan seragamnya yang basah kuyup. Sonya membuka botol minumnya dan menyiramnya ke tubuh Miko. Kemudian mereka tertawa lagi. Namun, kesenangan mereka terhenti ketika mereka mendengar deheman seorang pemuda.



"Sudah selesai bermainnya, nona?" suara pemuda itu menghentikan Sonya.

Keempat gadis itu berhenti tertawa dan menoleh ke asal suara. Kemudian, wajah mereka berubah menjadi kegirangan tatkala melihat sosok pemuda yang menghentikan mereka.

"Vino?" Shira berseru senang.

"Ada yang bisa kubantu?" begitu tanya Vino dengan lemah lembut.

"Bantu kami mengerjai si cupu Miko, mau?" tawar Sonya.

"Hm, mengerjai Miko? Boleh, tapi kalian harus pergi dari sini sekarang."

"Kenapa? Kami ingin melihat reaksi si cupu ini."

"Aku paling tidak suka melihat anak perempuan melakukan hal yang membuat anak perempuan lain menderita," suara Vino yang terdengar lemah lembut mulai terdengar tegas.

"Eh? Vino?"

"Kalau kalian kulihat mengerjai Miko lagi, akan ku pastikan kau sampai di rumah dalam keadaan tidak selamat. Sekarang kalian cepat pergi dari sini!!" Vino membentak pada keempat gadis itu untuk pertama kalinya selama ia duduk di bangku SMA.

Claire terpaku, mendengar suara Vino yang menggelegar. Ia hendak berbalik pergi, karena ia rasa ia tidak dibutuhkan disaat ini. Mungkin lain kali ia yang akan bertindak. Ketika ia berbalik, ia melihat seorang pemuda lain berdiri di sampingnya, kemudian berjalan menuju sumber suara.

Setelah keempat gadis itu sudah tak terlihat lagi, Vino segera menarik Miko supaya Miko bisa berdiri. Vino memapah Miko berjalan menghampiri tasnya, namun mereka sedikit terkejut melihat tas milik Miko sudah ada di tangan seseorang beserta isinya.

"Itu... Rifo kan?"

Gadis yang sedang berdiam tadi memperhatikan Rifo yang sudah menenteng tas Miko beserta isinya. Ia mendengar sayup-sayup percakapan mereka bertiga. Rifo memberikan tas kepada Miko sambil berkata sesuatu, sementara gadis malang itu menerima tas-nya sambil menggigil kedinginan

Sret..

Vino melemparkan jaketnya menutupi punggung Miko, dan berjalan meninggalkan mereka berdua. Claire masih betah memperhatikan Rifo dan Miko, kemudian ia melihat Rifo menarik lengan Miko dan mengajaknya pergi.

Claire kemudian mulai berjalan melewati lorong kelas yang kini lantainya sudah basah dengan genangan air yang tadi disiramkan ke atas rambut Miko.

"Rifo... ada hubungan apa dia dengan Vino dan Miko?" gumam Claire.

Claire menepis bayangan yang aneh dari benaknya, ia tetap melangkah melewati lorong itu, hingga akhirnya ia tak sengaja menginjak sebuah benda. Ia menunduk mengambil benda itu, ketika ia buka ternyata isinya adalah...

"Ini kan dompet milik Sonya?," gumam Clairre sambil memperhatikan kartu nama di dalam dompet itu, yang jelas-jelas bertuliskan nama pemiliknya, Sonya Taiga. "Kenapa bisa... Ah, pasti terjatuh dari saku Sonya. Sebaiknya aku harus mengembalikannya. Kartu ATM Sonya pasti begitu penting untuknya. Lagi pula, ku engar orang tuanya sudah lama berpisah dan ia hanya tinggal bersama saudaranya."

Claira segera mempercepat langkahnya, untung saja di dalam kartu nama Sonya terdapat alamat rumahnya. Kebetulan juga, tempatnya tak jauh dari tempatnya mengambil kue ulang tahun milik adiknya. Jadi setelah mengembalikan dompet Sonya ke rumahnya, ia bisa mengambil kue milik adiknya.

Drap Drap Drap!!

"Hei! Jangan lari kau!!"

Claire melihat seorang pemuda dengan seragam sekolah tengah berlari dari kejaran seseorang. Tak sengaja, ia tertubruk oleh seorang pemuda lain, yang menyebabkan dompet yang tadi ada di genggamannya kini terjatuh ke jalanan.

"Cih, dasar kucing pengecut," decih seorang pemuda yang berdiri di sampingnya.

Claire mendongak, melihat siapakah pemuda yang ada di sampingnya.

"Kau tidak apa-apa?" tanya pemuda itu.

Claire menggeleng pelan, dari badan kekarnya, ia berpikir bahwa pemuda yang ada di sebelahnya ini adalah salah satu anggota genk yang suka onar seperti yang ada di film-film aksi yang sering ditonton saudaranya. Claire menunduk melihat dompet Sonya, pemuda yang disampingnya turut melihat dompet yang tergeletak di depannya. Di pungutnya dompet itu, dan dibuka isinya.

"I-itu..." cicit Claire terbata-bata.

Pemuda itu melihat Claire yang berdiri canggung di sebelahnya, kemudian menutup dompet itu. "Kau teman sekolahnya Sonya, ya? Kenapa dompetnya bisa ada di tanganmu?"

"Uhm... Itu... dompetnya terjatuh di sekolah, dan aku berniat ingin mengembalikannya."

"Wah, dasar anak ceroboh dia. Hm.. terimakasih ya sudah mengembalikan dompet adikku."

"A-adik?" beo Claire.

Pemuda itu menggaruk bagian belakang kepalanya, "Ya... Aku sepupunya Sonya tapi sudah seperti kakaknya, Rango Taiga. Beruntunglah kamu bertemu denganku di jalan. Kalau kau sampai tahu rumah kami, mungkin kamu tidak bertemu denganku."

"B-begitu ya..."

Rango tertawa kecil, "Ayolah, jangan terlalu takut seperti itu. Sebenarnya aku tidak mengerikan seperti yang kau kira. Iya sih, aku anggota genk kakaknya Sonya, tapi aku tidak sekasar orang-orang di genk itu."

Claire masih tersenyum canggung, ia merasa tidak enak berada di situasi seperti ini. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Rango. Ia teringat jika tempat ia berdiri, di seberang jalan ini adalah toko kue tempat ia mengambil kue ulang tahun adiknya.

"Ah, Rango kalau boleh tolong berikan dompet itu pada Sonya, ya. Ingatkan dia untuk lebih berhati-hati. A-aku... ada hal yang harus kukerjakan saat ini." pamit Claire.

"Kamu mau mengambil kue di toko sebrang itu ya?"

"Eh? Kok kamu tahu?"

"Habisnya kamu dari tadi memandangai toko itu sih. Eh, btw, kalao boleh aku bisa minta titip nggak?"

Claire tidah jadi menyebrang, "Titip apa?"

"Tolong belikan aku minuman kaleng di seberang sana. Akan kutunggu disini, di sana ada musuh-musuh genk-nya kakaknya Sonya dan aku malas berhadapan dengan mereka." Rango merogoh saku celananya, dan memberikan beberapa lembar uang kepada Claire.

Tepat Claire menerima uang dari Rango, mereka kedatangan orang yang tidak diinginkan.

"Hei, Claire! Apa kau sedang menyogok Rango untuk berkencan denganmu?!" seru seorang gadis.

Claire dan Rango menoleh ke sumber suara, ternyata Sonya tengah berdiri tak jauh dari mereka. Ia berjalan menghampiri mereka dan menarik Rango.

"Eh... Tunggu dulu Sonyaa... aku bisa jelaskan ini..."

"Haah sudah, kau Rango jangan mudah diperdaya oleh perempuan. Nih, Claire! Rango tidah butuh uangmu!!" seru Sonya sambil melempar uang yang masih ada di tangan Rango ke arah Claire.

Sonya menyeret Rango meninggalkan tempat itu tanpa berkata apa-apa. Claire yang merasakan kesalah pahaman ini hanya bisa mematung. Tahu apa yang harus ia lakukan.

Dare mo shiranaidarou Chapter 33 - Thirty-three
Penulis : WkWkWk

Claire menarik tangan Sonya, "Sonya! Bukan begini caranya. Bukan begini caranya kamu melampiaskan amarahmu!"

"Diam kamu, gadis murahan!!" Sonya menepis tangan Claire.

"Kau bayar berapa kakakku waktu itu, huh?!"

"Eh?"

"Masa kau lupa sih? Waktu itu, dengan Rango!"

"Oh, waktu itu.. Ah! Waktu itu tidak seperti yang kau kira aku hanya tidak sengaj bertemu dengan kakakmu dan dia hanya meminta tolong padaku untuk-"

Sonya menatap Claire tajam, "Dan walaupun sudah kuingatkan, kau tetap saja menemui Rango kan?"

"Eh?"



TBC

Bersambung ke Dare mo shiranaidarou Chapter 34

The Heartbreak Kid
2017-04-18 09:09:44
Next!
Phantom Alicia
2016-12-31 16:49:42
Ayo next! /
Sqouts Shadows
2016-12-30 12:05:17
Lanjut vroh
Rudy Wowor
2016-12-30 11:21:25
Mengiterupsi/menginterupsi? Engar/dengar? Kalao/kalau? Tidah/tidak? Sengaj/sengaja?
Inuyasha
2016-12-30 09:06:42
Gagal paham
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook