VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 80

2017-03-29 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
266 views | 31 komentar | nilai: 9.81 (16 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"A-ayane...." ujar Ruki tak percaya mendengar pengakuan yang disampaikan langsung dari mulut Ayane.

"Minggir!!!" marah Yori sambil bangkit dari tindihan tubuh Ruki yang menindihnya.

"Kau sudah dengar kan, Ruki? Langsung dari perempuan yang baru saja kau sebut teman" tambah Yori lagi.

"Ayane, ku tanya sekali lagi, apa itu benar? Kamu menjatuhkan mereka berdua ke dalam sungai? Apa itu benar? Mereka bisa saja kehilangan nyawa karena mati tenggelam atau terbentur keras karena jatuh di air terjun" tanya Ruki yang benar-benar terkejut dan masih tak bisa percaya.

"Ma-aafkan aku Ruki. Itu semua memang salahku..." balas Ayane menyesal sambil menangis.

"Ta-tapi... bagaimana dengan keadaan mereka berdua? Benarkah kalian menyelamatkan mereka? apa mereka baik-baik saja?" tanya Ayane kemudian.

Sekolah/Neraka Chapter 80 - Langkah Yori
Penulis : Whiti Intheforest

"Mereka masih hidup kan? Mereka sehat kan? Benarkan Ruki?" tanya Ayane lagi yang panik.

"I-iya.. mereka baik-baik saja. Aku menyelamatkan mereka..." balas Ruki.

"Plok... plokkk.. plokkk.." suara tepuk tangan kembali terdengar setelah Yori bertepuk tangan.

"Jadi beginilah dan akhirnya terjadi lagi. Sehabis melakukan kejahatan kemudian pura-pura peduli. Pura-pura perhatian, padahal dia sendiri yang melakukan perbuatan hina itu. Tapi yang ini benar-benar kejam, menceburkan orang ke sungai? Benar-benar kejahatan yang luar biasa. Luar biasa sekali melihat anak seumuranku pura-pura merasa peduli dan merasa bersalah setelah melakukan percobaan pembunuhan yang mungkin bisa menghilangkan 2 nyawa sekaligus" marah Yori.

"O.. o.. o.. aku paham sekarang" lanjut Yori sambil mengangguk-anggukan kepala.

"Sebelumya Ruki berkomplotan dengan Eric dan Lina melakukan penculikan Lina. Kemudian akhirnya pura-pura berhasil membebaskan Lina. Saat aku memergoki dirimu wahai Ruki, kau menentangya keras-keras. Padahal poinmu, wussssssssssss.... bertambah dengan pesat!!!"

"Kemudian bersifat pura-pura baik, pura-pura menenangkan pikiran. Dan tidak mau mengakui perbuatanmu. Kemudian datang Ayane yang ternyata setelah aku memergokinya juga, ketahuan juga busuknya bahwa dia menceburkan 2 orang temannya ke sungai. Lalu sekarang malah pura-pura minta maaf dan menyesal melakukan perbuatan itu. Dan yang lebih parahnya lagi, sekarang Ayane pura-pura peduli dan menanyakan kabar mereka apakah baik-baik saja, JANGAN BERCANDA!!!!"

"Benar-benar sandiwara yang indah..." lanjut Yori sambil memalingkan wajahnya ke arah Yuki.

"Kamu tau Yuki bagian yang lebih menariknya?"

"Ruki menyelamatkan 2 orang yang yang diceburkan oleh temannya sendiri. Ayane menceburkan 2 anak itu, maka poinnya melesat. Kemudian Ruki menyelamatkannya, wooooooooowww.... poinnya akan melesat juga."

"Plokk... plok.. plok.."

"BENAR-BENAR KONSPIRASI MAHA DAHSYAT YANG DILAKUKAN RUKI DAN KOMPLOTANNYA YANG MUNGKIN MASIH BANYAK LAGI DI LUAR SANA."

"Apa kau masih percaya pada orang-orang sesat moral seperti mereka, Yuki?" tanya Yori mendekati adiknya sambil memegang pundaknya.

"Setelah berulang kali kakakmu membongkar kebusukan Ruki Daminte sang pahlawan yang nyatanya bejat ini, apa kamu masih tak percaya sama kakak?"

"Apa kamu lebih memilih percaya sama orang-orang sesat ini?"

"Setelah semua konspirasi dan sandiwara ini kamu masih... ahh....." kesal Yori yang sudah sangat jengkel hingga tak melanjutkan perkataannya.

Ruki mencoba mendekati Ayane.

"Ayane, apa yang terjadi? Kenapa bisa begitu? Kamu tidak bermaksud begitu kan? Kamu tidak niat menjatuhkan mereka kan? Ceritakan padaku" ujar Ruki yang mencoba mencari pembenaran.

"Maafkan aku Ruki... maafkan aku..." sesal Ayane sambil menangis.

"Aku tau sifatmu Ayane. Walaupun aku baru mengenalmu sehari, aku yakin kamu bukan orang yang seperti itu. Pasti ada penjelasan yang masuk akal dari ini semua kan?" tanya Ruki mencoba masih mempercayai Ayane.

Ayane hanya mengangguk sambil masih menangis sesegukan.

"Aku yakin kamu tidak berbohong padaku. Aku percaya semua ceritamu. Aku percaya perjuanganmu. Cerita masa lalumu. Tentang Ibu dan adikkmu. Aku percaya tentang itu semua. Aku percaya padamu" lanjut Ruki lagi.

"A-aku tidak tidak berbohong Ruki. Itulah mengapa aku mengaku menceburkan mereka. Maaf membuatmu benar-benar kecewa. Aku tidak pantas menjadi temanmu. Setelah hanya diam saja di bus, sekarang
aku makin mengecewankanmu dengan perbuatanku" ucap Ayane benar-benar menyesal.

"Dan sekarang aku malah membuat temanmu membecimu Ruki. Aku benar-benar teman yang buruk. Maafkan aku. Aku benar-benar tak pantas menjadi teman, apalagi untuk orang yang akan kamu tolong" lanjut Ayane.

"Sudah.. sudah... Ayane. Sudah ku bilang aku masih percaya padamu. Pasti ada alasan kan kamu melakukan perbuatan itu?"

"I-iya Ruki.." balas Ayane mencoba menahan air matanya agar berhenti keluar.

Yori yang masih mendengar percakapan itu benar-benar makin kesal, jengkel dan marah luar biasa.

"Sialll... sial... sial... sekarang malah bersandiwara lagi dan berdrama" kesal Yori sambil menginjak-injak tanah.

"AKU MUAKKKKKKKKKKK!!!"

"Ahhh..."

"JANGAN BERCANDA!!!"

"AHH.."

"APA KALIAN PIKIR AKU BISA TERUS KALIAN BODOHI?!?!?"

"Ahhh.." jengkel Yori sambil terus menendang-nendang tanah untuk melampiaskan amarahnya.

Saat situasi yang tengah tak kondusif bagi Ruki dan teman temannya, salah seseorang yang ada di gua itu tiba-tiba berteriak.

"AHHHH!!!! BENAR!!! MUNGKIN SAJA BEGITU!!!"

Sontak saja suara itu mengundang anak-anak yang lain untuk mendekati anak yang baru berteriak.

"Ada apa, apa kau menemukan sesuatu?" tanya anak-anak yang lain.

"Ahh.. tidak ada apa-apa kok.." jawabnya mengelak.

"Jangan begitu!! Ini bukan waktunya untuk pelit dan menyembunyikan sesuatu!"

"Benar! Berapa poinmu? Apa mau kupaksa kau agar memberi tahu?" sahut anak lainnya.

Melihat keadaan yang seperti itu, akhirnya anak itu menjelaskan.

"Aku dan teman-temanku ini, baru saja berdiskusi dan memikirkan sesuatu yang kami rasa mungkin adalah jalan yang tepat" jelasnya.

"Dan jawabannya adalah apa?" tanya anak lainnya tak sabar.

"Menurut kami yang benar adalah Patung Sagitarius bernomer 3."

"Memangnya apa dasarnya? Coba jelaskan?"

"E-ee.. begini. Kami memilih patung sagitarius bernomer 3 karena petunjuk yang ada di langit-langit gua. Sesuatu yang dikali dan bertambah maka hasilnya dapat kita balik. Dan itu menurut kami adalah angka 3."

"Sesuatu yang mana angka 3 ini bila dikali atau ditambah dengan angka itu sendiri, maka hasilnya dapat
kita balik."

"Misal 3x3=9 dan 3+3=6. Baik angka 9 maupun angka 6 hasilnya dapat kita balik. Angka 6 bisa dibalik menjadi 9 sementara angka 9 bisa dibalik menjadi 6. Untuk itulah kami memutuskan memilih angka 3 sebagai 'sesuatu' yang dimaksud. Akhirnya menurut kami jawaban dari jalan yang benar adalah patung sagitarius bernomer 3" ungkap anak itu menjelaskan.

Mendengar penjelasan itu, beberapa anak-anak yang lain tampak setuju.

"WOOOOW! Benar-benar jawaban yang menarik. Dan kalau dipikir-pikir, benar-benar masuk akal" puji salah seorang anak.

"Tapi apa maksud patung sagitariusnya?"

"Entahlah... kalau itu kami belum tahu."

"Hmm.. mungkin patung Sagitarius pemanah ini melambangkan bahwa panahnya akan membawa kita menuju ke sasaran yang tepat, hehehe.."

"Ahh kau bisa saja.."

Saat anak-anak yang berkumpul itu tengah berdiskusi, Yori menghampiri adiknya.

"Yuki, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini. Aku sudah muak bersama Ruki dan komplotannya. Aku sudah malas bersama dengannnya lagi" ujar Yori.

"Ehh... apa kita harus berpisah dengan Ruki dan Lina? Kita kan satu kelompok? Dan lagi... apa kakak sudah tahu jalan mana yang benar?"

"Berkelompok dengan orang seperti Ruki setelah semua ini? ahh... aku sudah muak Yuki. Baiklah kalau kamu bersikeras dan tak mau ikut dengan kakakkmu."

"Buka mata dan hatimu..." jelas Yori sambil melangkah pergi.

Yori tampak melangkah dan berhenti di depan patung. Ia berhenti persis di lubang di bawah patung Gemini, patung anak kembar, patung bernomer 12.

Anak-anak lain yang melihat Yori kemudian heran dan bertanya.

"Oi!!! Apa yang kau lakukan?"

"Apa yang kulakukan?" tentu saja akau akan melompat dan memilih ini" jawab Yori.

"Ehhh kenapa memilih itu?"

"Kenapa? Apa kau tidak lihat aku dan adikku itu?" tunjuk Yori pada Yuki.

"Kami berdua adalah anak kembar. Oleh karena itu aku memilih patung Gemini ini yang melambangkan anak kembar. Aku akan berdoa kepada Dewa kepada Tuhan atau kepada siapapun bahwa Gemini akan menuntunku ke jalan yang benar" ungkap Yori.

Mendapat jawaban Yori, sebagian anak tertawa terbahak-bahak.

"OI!!! Apa kau sinting atau gila? Kau memilih patung gemini yang kembar hanya karena kau juga anak kembar? Apa kau masih waras? Jangan bercanda!!!" kesal sebagian anak.

"Kak!!!" teriak Yuki yang merasa ikut malu dengan tindakan konyol kakaknya.

"Anak ini sudah mengemukakan teorinya bahwa angka 3 yang merupakan patung sagitariuslah yang kemungkinan benar. Dan kau memilih karena kesamaan nasibmu. Bagaimana orang sinting itu bisa sampai kemari" ejek anak lainnya melihat tingkah Yori.

Yori yang tidak peduli dengan hal itu kemudian berancang-ancang dan siap masuk ke lubang.

"Ruki dan Lina!!! Sudah kita akhiri saja ini semua. Aku sudah muak dengan kelakukan kalian. Dan juga Ayane, pertemuan singkatku denganmu semakin meyakinkanku betapa busuknya komplotan kalian!!!"

"Yuki aku akan lompat!!! Jika kau masih percaya pada kakakmu sendiri, pada saudaramu sendiri, pada keluargamu sendiri ayaolah lompat dan ikutilah jalanku. Tapi jika kau masih mau bersama komplotan mereka, kakakmu ini sudah tidak tau lagi harus bagaimana untuk menyadarkanmu."

"SELAMAT TINGGAL!!!" ujar Yori sambil melompat ke bawah.

"Wah.. wah.. wah si sinting itu benar-benar melakukanya" komentar anak-anak yang lain.

"KAKAK!!!" teriak Yuki.

Yuki yang bimbang kemudian berpikir sebentar dan akhirnya memutuskan sesuatu.

Yuki kemudian memandang ke arah Ruki, Lina dan Ayane.

"Ruki... Lina.... maafkan aku..." seru Yuki sambil berlari dan lompat ke dalam lubang di bawah patung gemini bernomer 12 yang melambangkan anak kembar mengikuti jejak kakaknya.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 81

Imajinasi0
2017-10-13 22:02:16
Lha.. mala ikutan lompat
Fujioka nagisa
2017-09-29 19:15:55
Sayang banget nih gak di lanjut bang, padahal ceritanya bagus banget haaah..
Dzibril Al Dturjyana
2017-09-03 08:49:52
kapan lanjutnyaaa!
Yukki Amatsu
2017-08-28 14:50:57
Ah, gak dilanjut....
Aerosmith
2017-05-30 14:04:18
Berani ambil resiko ya... Tapi kenapa belum lanjut.. Apakah terkena wb?
Phantom Alicia
2017-05-28 15:12:21
Nggak lanjut Whiti?
Newbie Tamvan
2017-05-01 10:45:07
akhirnya slesai jga bca maratonnya!
Maria Emeralda
2017-04-05 18:16:40
Hm.. Sedih
Axe Jainuri
2017-04-05 09:57:58
aku suka sifat yori, bijaksana sekali
ToxicFX
2017-04-02 20:45:18
Lompatlah setinggi langit....
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook