VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 70

2016-11-30 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
228 views | 15 komentar | nilai: 9.85 (13 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Lalu apa ya kira-kira maksudnya, Ruki?" tanya Yuki juga bingung mendengar pertanyaan Ruki.

"Entahlah, aku juga belum paham mengapa yang kita temukan tidak sesuai perintah dan malah menemukan gift box seperti ini" balas Ruki.

"Sebaiknya kita tidak perlu risau dengan hal ini dulu, yang lebih penting bagaimana dengan Lina. Hei Ruki, tadi katamu kamu punya rencana?" tanya Yori.

"Yahh soal itu akan ku jelaskan. Tapi sebaiknya kita kembali ke lapangan 6 terlebih dahulu. Bukankah 3 orang anak Klub renang juga masih ada di sana?"

"Be-benar juga" balas Yori.

Sekolah/Neraka Chapter 70 - Ayo Cari Lina!
Penulis : Whiti Intheforest

Beberapa saat kemudian, mereka kembali ke lapangan 6.

"Me-mereka tidak ada!" seru Yuki setelah melihat sekeliling.

"Oi mereka dimana Yori? Bukannya tadi aku suruh untuk menghampiri mereka?" tanya Ruki.

"Yahh... tadi mereka ada di sini. Aku juga sempat berbincang sebentar dengan mereka sampai akhirnya melihat kalian berdua kebingungan dan menghampiri kalian. Setelah itu, aku tidak tahu lagi" jelas Yori.

"Hadehhh..." keluh Ruki.

"Sudahlah itu tak penting lagi, mungkin mereka sudah kembali ke tempat teman-temannya. Yang lebih penting kita harus segera menemukan Lina. Aku tidak yakin mereka akan melepaskan Lina walaupun telah menemukan kotak hadiah di lapangan 3 seperti yang kita berikan" ujar Yori.

"Ahh.. selain itu, mungkin saja di tempat Lina diculik, juga terdapat anak-anak klub renang kubu baik yang disiksa di sana. Mungkin kita juga bisa menyelamatkan mereka sekalian" kata Yuki.

"Yah... mungkin saja kamu benar Yuki, nah.. jadi bagaimana caranya Ruki?" tanya Yori.

"Aku tidak tahu pasti dimana tempatnya berada, tapi mungkin saja mereka ada di sana..."

"Dimana?"

"Begini.. dari kedua lapangan bernomer yang kita temukan, setidaknya kita sedikit belajar sesuatu. Di lapangan 3 kita temukan makanan dan minuman. Di lapangan 6 ini, kemungkinan Eric menemukan pakaian. Nah itu berarti, kemungkinan di lapangan bernomer lain, juga terdapat kotak hadiah yang terdapat barang-barang di dalamnya" ujar Ruki.

"Lalu?" tanya Yuki.

"Selain makanan milik kita dan pakaian milik Eric apa lagi benda tak lazim yang seharusnya tak dimiliki murid-murid dalam ORGAKU kali ini?" tanya Ruki.

"Kalau itu... sepertinya.. hmm... tentu saja obat-obatan" jawab Yuki.

"Yahh kau benar sekali. Bagaimana mungkin mereka mempunyai obat-obatan? Ada perban ada obat luka. Selain itu benda tak lazim lainnya adalah pemantik api yang dimiliki Iona serta pisau yang tadi ditunjukkan Eric" jelas Ruki.

"Be-benar juga" ingat Yuki.

"Dugaanku semuanya milik Eric" lanjut Ruki.

"Eh? Apa maksudmu?" balas Yuki lagi.

"Kita tahu yang mempunyai obat-obatan adalah Eric dan Iona. Tapi aku yakin Iona mendapatkan obat-obatan dan bahkan pemantik apinya itu dari Eric. Bukankah saat Iona memberikan denah lapangan 6 ini kepada kita, ia memperingati kita untuk hati-hati karena ada keributan sebelumnya di sini di siang hari? Nah... berdasarkan keterangan anak klub renang tadi, dari tadi siang Eric bertarung dengan anak Klub renang Kubu baik di sini.
Iona yang kebetulan juga lewat sini tentu juga melihat pertarungan itu, nah mungkin itu yang Iona sebut sebagai keributan."

"Sepertinya Eric enggan berurusan dengan Iona karena mengetahui Poinnya kalah dari Iona. Lalu Eric berusaha menutup kebenaran yang terjadi di tempat ini dan memberi Iona obat-obatan dan mungkin juga alat pemantik api itu" jelas Ruki.

"Hmmm.. ya kamu benar Ruki. Itulah sebabnya Iona tidak membahas masalah Klub renang pada kita.
Selain itu, pernyataanmu juga seolah menjelaskan mengapa Iona bisa punya alat seperti itu tapi dia tidak tertarik dengan lapangan bernomer.." senyum Yori menyadari.

"Hahh.. itulah maksudku. Iona dengan mudahnya memberi kita denah lapangan 6, bahkan dia juga mengantarkan kita pada anak buahnya dari Klub Sepakbola yang kita temui untuk mengetahui dimana lapangan bernomer lainnya. Jika Iona menemukan sendiri obat-obatan itu atau barang lainnya, tidak mungkin Iona semudah itu menjelaskan lokasi lapangan bernomer pada kita" jelas Ruki.

"Yahhh sekarang semuanya jadi masuk akal dan tersambung. Lalu apa hubungannya dengan Lina?" tanya Yori lagi.

"Begini, dari pemikiran itu... kita sudah yakin bahwa Eric adalah Gift box hunter. Ia mendapatkan sesuatu dari lapangan 6 ini, dan sekarang mencari makanan di lapangan 3 sesuai petunjuk dari kita. Lalu, karena kita yakin dialah penemu obat-obatan, pemantik api atau bahkan pisau, itu artinya selain lapangan 6 dan lapangan 3 yang baru kita kasih, Eric sudah menemukan lapangan bernomer lain tempat obat-obatan dan barang lainnya itu berada" jelas Ruki.

"Yupp tepat sekali..." balas Yori.

"Lalu bagaimana Ruki?" tanya Yuki.

"Itu artinya kita harus menemukan lapangan bernomer tempat Eric menemukan obat-obatan itu. Aku yakin, minimal anak renang kubu jahat ataupun teman-teman Eric lainnya pasti ada di sana" jelas Ruki.

"Hmmm... bisa jadi. Mungkin saja Lina ada di sana. Ruki benar... kita harus ke sana. Lebih baik mengeceknya daripada diam di sini dan tdak menyelesaikan masalah. Lagipula tujuan awal kita juga menemukan lapangan-lapangan bernomer itu" timpal Yori.

"Tapi lapangan berapa kak?" tanya Yuki.

"Saat ini kita tidak tahu. Tapi satu lapangan yang kita tahu adalah lapangan bernomer yang dijelaskan anak buah Iona. Bukankah itu juga kan maksudmu Ruki?" tanya Yori.

"Yahh itulah satu-satunya yang kita tahu. Semoga saja itu adalah lapangan tempat dimana Eric mendapatkan barang-barang itu. Dan lebih pentingnya lagi... di lapangan itu semoga ada Lina" balas Ruki.

"Hmmm... kalau tidak salah, anak Klub sepak bola yang juga anak buah Iona itu lupa lapangan itu bernomer berapa, tapi ia mengatakan lapangan itu di dekat lapangan anak Klub memasak pertama kali diturunkan" timpal Yuki.

"Yahh masalahnya lagi, lapangan itu berada jauh dari sini karena itu berada dekat dengan halte dimana guru-guru pertama diturunkan" lanjut Yori.

"Benar sekali. Tapi itu ada untungnya. Untungnya adalah kita mudah mencarinya. Kita hanya perlu kembali ke jalan utama tempat dimana bis kita lewat tadi, kemudian menyusuri jalannya menuju halte" terang Ruki.

"Haduhh jauh sekali" keluh Yuki.

"Kalau begitu, sebaiknya kita segera lari dan bergegas karena sekarang sudah hampir tengah malam" senyum Yori.

Mereka kemudian segera mencari jalan untuk kembali ke jalan utama.

Beberapa waktu kemudian.

"Bodoh..." umpat Yori saat mereka sudah sampai dan menemukan jalan utama.

"Sekarang kemana? Kembali ke arah halte itu yang mana? Lurus ke depan kita atau ke belakang kita? Tidak ada kompas di sini? Jalan itu terlihat sama dari kedua sisi. Bodohnya kita" kesal Yori sambil menendang udara di sekitarnya.



"Maka dari itu, inilah saatnya kita berharap keberuntungan dan dinaungi dewi Fortuna!" seru Ruki keras.

"Apa?!?!? apa kamu bermaksud untung-untungan untuk mencoba salah satu sisi arah dari jalan ini? iya kalau benar? Kalau salah bagaimana? Halte itu jauh sekali Ruki, waktu kita habis belum lagi kalau Lina ternyata tidak..."

Ruki tidak mendengarkan itu dan beranjak Pergi.

"OI Ruki!! Mau kemana kamu? kita tidak bisa main asal saja!!" kesal Yori lagi.

Beberapa saat setelah Ruki berjalan menjauh.

"Terima Kasih Dewi Fortuna!!!" teriak Ruki sambil bertekuk lutut.

"Oi ada apa?" tanya Yori dan Yuki kaget dan kemudian berlari menghampirinya.

"Syukurlah. Sudah dipastikan, Lina kemungkinan berada di lapangan bernomer itu. Dan arahnya ke sana..." tunjuk Ruki sambil sedikit lega.

"Ehh? Bagaimana kamu bisa seyakin itu, memangnya apa..."

"Tu-tunggu dulu, kain hitam apa yang kamu bawa Ruki? Dan lagi... kenapa ada tetesan-tetesan air di tanah di depanmu?" potong Yuki sambil memegang tetesan air itu.

"Ja-jangan disentuh...." sergah Ruki.

"Me-memangnya ke-kenapa?" kaget Yuki karena terlanjur menyentuhnya.

"Ja-jangan-jangan, apakah ini da-darah?" lanjut Yuki panik.

"Hadeh terlambat.." ujar Ruki.

"Tidak itu bukan darah. Tapi tetesan air yang masih baru itu adalah air kencing Lina.... dan ini.... adalah celana dalamnya" ungkap Ruki sambil memperlihatkan celana dalam hitam yang dipegangnya.

"Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!!?" kaget Yori dan Yuki syok.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 71

SHiniGami GhoUL
2017-02-25 17:19:18
Wahahaaa... Jdi itu mksud Ruki pd Lina sblmx...
Bocah Redoks
2017-01-20 10:01:52
ahh. jangan jangan ini yg di maksud ruuki lepaskan saja
Shineria of Life
2016-12-28 19:49:50
Huahhh. . . . . Apa itu rencana ruki saat ngebiarin Lina ikut si eric??
Racharion
2016-12-28 10:30:21
Lina pipis? '-'
Flynns
2016-12-03 18:05:53
Ituu ternyata yg dibisikan ruki ke lina
Aruga Hiruya
2016-12-02 12:45:56
Petunjuk yg hebat..
Dicky D. Awan
2016-12-01 20:22:57
emmhh.. gimana cara ngelepas celana dalamnya Lina..? emangnya lina gk diawasin sama erick..
Luthfi D Nasib
2016-12-01 16:45:01
Haduch .. Bagaimana kalo lina diapa-apain ama eric dkk .. Apakah pelecehan seksual tidak masalah dalam ORGAKU .?
chichay
2016-12-01 07:14:58
d tunggu lnjutnnya senpai
ThE LaSt EnD
2016-11-30 22:21:05
haha... setidaknya itu cara yang cukup cerdik untuk meninggalkan jejak.. akhirnya dilepaskan jg. hmm.. mungkin suatu atau kbetulan. kbruntungan ktika mnemukan jalan utama, trlihat jg cd itu.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook