VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 68

2016-10-30 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
247 views | 19 komentar | nilai: 10 (13 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Pilihan, pi-pilihan apa i-itu?"

"Kalian bisa mendapatkan pakaian seperti kami serta mendapatkan segala macam obat-obatan untuk mencegah luka kalian, jika..."

"Pertama mau bergabung dengan kubu kami dan setia serta patuh, ataupun bertarung dengan teman kami dari Klub karate yang bernama Eric. Jika kalian menang, kalian bisa mendapatkan yang kalian mau" jelas anak itu.

Sekolah/Neraka Chapter 68 - Genting
Penulis : Whiti Intheforest

"Huh? Bergabung dengan kalian untuk setia dan patuh? Itu sama saja dengan menjadi budak kalian? Kami tidak sudi!!!"

"LEBIH BAIK KAMI BERTARUNG SAJA DENGAN ORANG YANG BERNAMA ERIC ITU!!!" tegas salah seorang anak dari Klub renang kubu baik.

Beberapa anak Klub renang kubu baik yang masih kuat segera menemui Eric. Mereka diantar ke sebuah lapangan dengan angka 6 di tengahnya. Tepat di sana ada seseorang yang sedang menunggu berdiri.

"Ehh? Ternyata ada lapangan 6? Bukan 8?" ungkap mereka terkejut.

"Eric, kami bawa mereka. Mereka adalah...." bisik anak tadi ke telinga Eric.

"OOOO... jadi ini orang-orang bodoh yang sok naif yang membuat Klub renang terpecah menjadi 2. Menarik... menarik... menarik..."

"Jadi kalian pilih yang mana?" tanya Eric sambil tersenyum.

"KAMI AKAN MENGALAHKANMU!!!" balas anak Klub renang kubu baik.

"Tapi sebelum itu... tunjukan apa benar kalian punya obat dan pakaian?"

"Huh? Baiklah.." senyum Eric ringan.

Eric kemudian memanggil beberapa orang temannya yang bersembunyi dari balik pohon.

"Lihatlah...."

Eric menunjukkan beberapa potongan pakaian serta obat-obatan seperti obat luka maupun perban.

"Ini hanya seberapa, aku masih punya yang lebih banyak."

"Bagaimana kau bisa..." ungkap anak Klub renang kubu baik tak percaya.

"Aku sebenarnya ingin kalian segera menjadi bagian dari kami dan akan ku berikan ini gratis. Tapi karena kalian sok baik, baiklah ayo kita bertarung.." ungkap Eric yang lagi-lagi kembali tersenyum.

Inilah awal neraka dan awal konflik yang terjadi antara Klub renang kubu baik dan kubu jahat. Beberapa saat kemudian, pertarungan antara Eric dan beberapa anak Klub renang Kubu baik berakhir. Tentu saja... pemenangnya adalah Eric. Eric masih terlalu kuat bagi mereka.

Kubu baik klub renang mulai kewalahan. Yang sudah terluka makin kesakitan. Yang kedinginan tetap kedinginan, sementara yang masih sehat harus terluka karena kalah dihajar oleh Eric. Mereka tidak bisa bertahan lagi.

"A-aku tidak kuat lagi... ini bukan soal menjadi baik atau buruk lagi. Ini soal nyawa. Aku tidak peduli menjadi penjahat asalkan aku tetap hidup. Tuan Eric... aku akan menjadi budakmu... tolong... tanganku sudah kebanjiran darah..." ungkap salah seorang kubu baik klub renang tak tahan lagi.

"BENAR!!! Ini sudah soal nyawa... aku tak tahan lagi!!" erang anak lainnya.

Akhirnya kubu itu makin terpecah lagi. Beberapa dari mereka bergabung dengan kubu jahat klub renang. Tapi beberapa yang lain tetap bertahan.

"Orang baik tidak dinilai berdasarkan tempat dimana dia berada. Jika dia jadi jahat ketika kondisi tidak sesuai, itu namanya bukan orang baik, tapi orang munafik" kata beberapa orang Klub renang kubu baik yang masih bertahan.

Namun keadaan menjadi semakin panas lagi ketika Eric menyuruh anak klub renang jubu jahat untuk menyiksa anak klub renang kubu baik yang baru saja bergabung dengan mereka.

"AYOO!!! Kita siksa saja dulu mereka. Kita sucikan pikiran mereka. siksa sepuasnya. Tambah poin kalian. Jika mereka terluka... kita punya obatnya. Pukuli... obati... pukuli... obati... pukuli... obati... terus... terus... huahahahahahah" tawa Eric puas.

"KAU BENAR-BENAR BIADAB!!!"

"Kau menjebak mereka!!!"

"Heh? menjebak? mereka sendiri yang mau bergabung denganku... huahahahahaha"

Keadaan makin panas dan suram. Anak klub renang kubu baik yang masih kuat terus berdatangan ke lapangan 6 untuk memenangkan pertarungan dengan Eric. Terus sekuat tenaga bergantian melawan Eric untuk mendapatkan pakaian serta obat-obatan serta membebaskan teman-teman mereka yang disiksa setelah bergabung dengan Eric.

Mereka terus berdatangan dan berjuang. Namun sekali lagi, mereka tidak punya kemampuan dan skill yang cukup untuk melawan karateka seperti Eric. Semuanya gagal dan tak berguna. Bahkan 3 orang klub renang kubu baik terakhir yang bertemu Ruki dan kawan-kawan pun harus kalah bertarung malam ini. dan yang diuntungkan adalah Eric yang semakin menumpuk poinnya.

~FLASH_BACK_END~

"Itulah cerita yang sebanarnya terjadi. Maaf kami tetap tidak bisa menyelamatkan kalian teman-teman..." tangis anak itu bercerita pada Ruki dan teman-temannya.

"Sekarang dimana teman-temanmu?" tanya Yori.

"Sebagian dari kami yang tidak bergabung dengan mereka masih sekarat dan terkapar. Sementara yang bergabung dengan mereka, aku sudah tidak tahu nasibnya lagi..." lanjut anak itu tak sanggup berkata.

"Kau benar-benar..." kesar Yori sambil menatap Eric yang ternyata sudah membuka tas Lina dan memakan beberapa potong roti yang ada di dalamnya.

"Yo!!" serunya tersenyum sambil lanjut mengunyah rotinya.

"Eric.. eric.. eric.. siapa sebenarnya kau... punya pisau.. pakaian.. obat-obatan.. bahkan Iona yang memiliki pengikut dan poin besar saja tidak punya. Sepertinya kau bukan orang sembarangan..." lanjut Yori.

"Hmmm... begitukah? Kalau aku bukan orang sembarangan... kalian juga bukan orang sembarang dong?"

"Nih.. kalian bisa punya makanan?" senyum Eric lebar.

"I-itu.." kaget Yuki.

Namun... sebuah kejadian yang mengagetkan tiba-tiba terjadi.

Eric tiba-tiba bangkit dari duduknya kemudian berlari cepat menuju Lina yang tak jauh dari tempatnya.

"JANGAN BERGERAK!!!!" seru Eric keras sambil tiba-tiba Eric mencengkram Lina dan menempelkan pisaunya di leher Lina.

"ERICCCCCC!!!" teriak Ruki kaget.

"JANGAN BERGERAK KALIAN SEMUA!!!! ATAU ANAK INI MATI!!!" serunya makin keras dan menempelkan pisaunya makin dekat ke leher Lina.

"Oi.. Oi.. Oi ERIC!!! Ini sudah keterlaluan!! Apa yang kau inginkan!!" marah Ruki lagi.

"Sekarang sudah tidak perlu berbasa-basi lagi. Sekarang seharusnya kita sudah sama-sama tahu. seharusnya kita sudah sama-sama paham bagaimana kau tahu aku mendapatkan pakaian itu, begitu juga aku sudah tahu bagaimana caramu mendapatkan makanan itu. Sekarang beri tahu aku arahnya dan akan ku bebaskan temanmu ini!" seru Eric.


"Apa yang dia maksud soal..." ungkap Yori sambil menatap Ruki.

"Baiklah... aku akan memberitahumu... tapi setelah itu... kau harus bebaskan Lina!!" seru Ruki.

"Tenang saja. Akan aku tepati kok" senyum Eric.

Ruki kemudian menghampiri Yuki dan menyuruhnya menggambar denah menuju lapangan 3. Tempat mereka menemukan makanan dan minuman.

"INI... lokasinya... " kata Ruki.

"Ku berikan kertas ini... dan kau lepas Lina!!" seru Ruki yang masih marah.

"Oke.. oke.. oke.." kata Eric yang tak pernah lepas dari senyumnya.

Ruki kemudian memberikan kertas lokasinya kepada Eric, sementara Eric melepaskan Lina. Namun belum sempat Ruki mengambil Lina kembali...

"Jangan mendekat!" teriak Eric.

Karena perintah itu, Ruki yang maju hendak menangkap lina akhirnya...

"BLARRRR!!!!" Ruki tersengat listrik.

"RUKI!!!!!" teriak Yori dan Yuki bersamaaan.

Lina yang kaget, kemudian ditarik Eric kembali.

"ERIC apa yang kau lakukan? Mana janjimu, BEBASKAN LINA!!!" marah Yori luar biasa.

"HUAHAHAHAHAHAHAHA!!!!"

"Inilah jika orang terlalu baik dan polos!!! Mudah ditipu, huahahahahah" tawa Eric keras.

Eric kemudian memerintahkan satu orang temannya dari klub renang kubu jahat yang sedari tadi ada di situ untuk menggendong Lina.

"Bawa anak ini ke tempat kita" perintah Eric.

"Ruki!!!" Yuki menghampiri Ruki yang jatuh terkapar tersengat listrik.

"OIIIIII!!! Mau kalian bawa kemana Lina? Kami sudah berikan yang kami mau, apa lagi maumu?" tanya Yori makin marah.

"Tenang... tenang.. slow.. kami akan membebaskan temanmu.. ahhh.. Lina... setelah lokasi yang kalian berikan ini benar-benar sesuai harapan" senyum Eric.

"Hei cepat bawa anak ini, dan kalian tidak boleh membuntutinya atau kalian akan tersengat listrik!" perintah Eric.

"Orang ini...." kesal Yori.

"Apakah kalian punya pesan terakhir pada Lina yang cantik ini?" tanya Eric.

"Ku-kurang AJARR!!!" teriak Yori sambil berlari menuju Eric karena sudah tidak sabar dan marah luar biasa.

"BLARRRR!!!!" sengatan listrik kini menimpa Yori.

"KAKAAAK!!!" teriak Yuki makin panik.

"Sudah hentikan kalian, aku tidak apa-apa!!!" teriak Lina menangis sambil digendong anak klub renang kubu jahat.



"Cihh... masih saja bodoh. Baiklah kalau tidak ada pesan.. kau bawa anak ini, aku akan pergi mencari lokasi ini" perintah Eric sambil bergegas melangkah.

"Tu-tunggu dulu...." kata Ruki terbata sambil mencoba berdiri.

"Apa lagi?" tanya Eric kesal sambil berbalik.

"A-aku pu-punya pesan untuk teman baikku Lina. To-tolong i-ijinkan aku menyampaikannya un-untuk terakhir kali..." ungkap Ruki dengan wajah memelas.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 69

Yukki Amatsu
2017-08-27 23:24:43
Ane geram ndiri liat kelakuan eric
Kuroko Akashi
2017-02-25 16:49:59
Waahhh... Sialan bnget tuh Ericccc!!!!!
Bocah Redoks
2017-01-20 09:45:13
ngasih gambar tapi keterangan nya gk ada. hadehh
Shineria of Life
2016-12-06 07:22:13
eric itu bukannya teman sekelasnya Ruki?? eh aku lupa soalnya.
Rocky Si Tampan
2016-11-06 07:38:02
itu gambarnya siapa ?? lina kah ??
Dicky D. Awan
2016-11-01 21:31:09
aku rasa Ruki punya rencana yg mungkin berhubungan dengan Lina yg waktu itu disuruh membuka bajunya..
Dicky D. Awan
2016-11-01 21:29:57
aku punya Ruki puntavrencana yg mungkin berhubungan dengan Lina yg waktu itu disuruh membuka bajunya..
Blank Blank
2016-11-01 10:02:53
Ijin rating :'v
Luthfi D Nasib
2016-10-31 23:40:29
Tidak ada kebaikan di SMA Hoshi .. Apakah gak ada guru agama yak disana .?
Fujioka nagisa
2016-10-31 04:35:21
Baek amat si anak karate itu.. Jadi Pengen gw goreng aja
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook