VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Sekolah/Neraka Chapter 67

2016-10-23 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
197 views | 18 komentar | nilai: 9.63 (16 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Semua diawali dari cerita yang tadi sudah sempat aku ceritakan..." lanjut anak Klub Renang itu sambil menahan luka yang diterimanya.

"Lalu apa yang terjadi setelah Kak Zeriff pergi?" tanya Ruki.

"Seperti kataku... kami terbelah menjadi 2 kubu dengan pendapat yang berbeda. Semuanya baik-baik saja saat itu. Kami segera berpisah dari lapangan itu. Kubu mereka pergi dan meninggalkan lapangan terlebih dahulu, sementara kubuku masih tetap di lapangan itu untuk berpikir tentang langkah apa yang selanjutnya kami ambil."

"Sebenarnya saat itu kondisi kami tidak sepenuhnya baik-baik saja. Beberapa dari kami masih keram setelah latihan renang dadakan yang diberikan Kak Zeriff. Ada yang kelelahan, ada yang kelaparan karena benar-benar tidak makan dari kemarin, ada juga yang merasa sakit. Namun yang sebagian besar kami rasakan adalah dingin yang menusuk tubuh kami. Tubuh kami yang masih basah harus disapu dengan sejuknya angin musim semi yang membuat beberapa dari kami kewalahan."

Sekolah/Neraka Chapter 67 - Apakah Salah Berbuat Baik?
Penulis : Whiti Intheforest

~FLASH_BACK~

"Brrrr... dingin sekali.." keluh sekelompok anak perempuan Klub renang.

"Brrr... justru kami yang seharusnya lebih kedinginan. Kami hanya pakai celana renang tanpai pakai baju. Kalian perempuan lebih enak, masih pakai pakaian renang seperti itu" balas sekelompok anak laki-laki sambil melompat-lompat untuk mengeringkan air serta membuat tubuh mereka lebih hangat.

"Pakaian tipis seperti ini bisa apa? ini masih terlalu minim" timpal mereka lagi.

"Sudah-sudah... kalian tidak perlu ribut" ucap salah seorang menengahi.

"Kita tidak dalam kondisi yang 100% fit sekarang ini. Ada yang cidera, terluka, kedinginan bahkan kelaparan. Jangan memancing emosi dalam keadaan seperti ini" lanjutnya lagi.

"Sekarang ini kita juga harus mulai bergerak. Diam di sini tak akan merubah keadaan apapun."

Mereka semua mulai berjalan meninggalkan lapangan. Mencoba mencari lapangan 8 sambil berusaha berkenalan dengan anggota kelompok dari Klub lain. Mencoba menjalankan makna ORGAKU seperti apa yang mereka yakini. Mengajak dengan kebaikan untuk bersama-sama bekerjasama dan bergabung dalam mencari lapangan 8. Namun, niat baik itu ternyata tidak selalu berjalan mulus....

"Ayo bergabunglah bersama kami. Kita cari lapangan 8 bersama-sama. Aku yakin, jika kita bersama-sama akan lebih mudah. Dengan banyaknya orang yang mencari, maka lapangan 8 akan semakin mudah ditemukan" ajak anak-anak Klub renang.

"Tidakk.. kami tidak akan bergabung dengan kalian. Apa kalian tuli? Kami diperintahkan untu berlomba mengumpulkan poin. Jika kami ikut dengan kalian, poin kami tidak akan pernah bertambah. Jangan sok suci!!" tolak beberapa anak dari Klub lain.

Alasan demi alasan selalu terlontar untuk menolak ajakan dari Kubu baik Klub renang.

"Bergabung dengan kalian? Kami mau saja. Tapi... apa kalian bisa menjamin keselamatan kami? Jika kita hanya mencari lapangan 8 tanpa mendapat tambahan poin, bagaimana kalau kita diserang anak lain yang memiliki poin lebih banyak dari kita? Kita mungkin bersama-sama dan banyak orang, tapi kita jelas tidak ada apa-apanya jika sampai bertemu satu orang saja yang memiliki poin lebih tingggi dari kita semua. Apa salah satu dari kalian memiliki poin yang besar sekali sehingga berani menjamin keselamatan kami? Huhhh? Tidak kan...." kilah kelompok Klub lain yang mereka temui.

Keadaan menjadi makin runyam bagi kubu Klub renang yang mengedepankan kebaikan ini.
Apa yang dikhawatirkan menjadi kenyataan. Mereka harus terlibat konflik dengan kelompok Klub lain yang memiliki poin besar. Dan dengan konfik itu, banyak dari anggota Klub renang yang terluka.

"Keadaan kita makin parah..." erang salah satu anggota.

Mereka semua mengistirahatkan diri dan berdiam dahulu sambil bersembunyi.

"Apa cara kita salah? Apa yang benar kubu mereka? seharusnya aku ikut mereka saja, kita kewalahan jika begini" sesal anggota lainnya.

"APA KATAMU?!?!? TIDAK ADA YANG MEMAKSA KALIAN SEMUA UNTUK ADA DI KUBU INI!! jika kalian ingin keluar, keluarlah!! Di sini hanya kubu untuk orang-orang yang mau bekerjasama tanpa kekerasan sambil bersama-sama mencari lapangan 8 dengan kebaikan. Jika kalian ingin mengumpulkan poin, bekerjasama dengan cara menindas orang, memang benar bukan kubu ini tempat kalian!" balas seseorang berprinsip.

Akibat tindakan itu, beberapa anak mulai pergi dan meninggalkan Kubu kebaikan.

"Situasi kita semakin sulit, banyak yang terluka, kedingan dan bahkan kita semakin kekeurangan orang. Klub lain yang bergabung dengan, juga tidak banyak" ujar anak itu berbicara sambil melirik ke bebrapa anggota Klub lain yang mau berkerjasama dan beraliansi dengan mereka.

"Tapi.. kita harus tetap bergerak. Sebaiknya bagi yang kuat untuk berpencar mencari anggota kelompok Klub lain untuk bergabung bersama kita. Kita minta pertolongan pada mereka secara baik-baik."

Selang beberapa waktu berlalu. Beberapa anak mulai kembali dari pencarian mereka. Sebagian membawa berita gembira dengan mengumpulkan beberapa anggota klub lain yang mau bergabung, tapi kebanyakan anak-anak yang lain membawa berita buruk dengan tidak bisa mengajak siapapun dan tak mendapat pertolongan apapun.

"Aku lapar sekali..."

"Tanganku masih mengeluarkan darah.."

"Aku lelah.."

"Tolonggg.. dingin sekali.."

Di tengah situasi seperti itu, sebuah hal yang mengejutkan terjadi. Seseorang kembali dari pencariannya sambil membawa 2 orang berpakaian tebal yang dikenal semua orang di situ.

"Teman-teman... aku membawa mereka..."

"KAU KAN!!!"

2 orang itu tak lain dan tak bukan adalah anggota Klub renang juga, namun dari kubu sebelah, kubu yang mereka sebut kubu jahat.

"OIII!!! kENAPA KAU MEMBAWA MEREKA KE SINI?! KITA TAK BUTUH BANTUAN MEREKA! KITA MEMANG SATU KLUB, TAPI KITA BEDA PRINSIP!!" teriak salah seorang.

"Ta..tapi.. tu-tunggu dulu. Kenapa mereka bisa memakai pakaian? Mereka juga terlihat baik-baik saja..." bingung anak-anak itu.

Sedetik kemudian.

"HAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!!!"

"Apa kalian semua bodoh?"

"Inilah akibatnya jika jadi orang sok suci, sok baik, sok tidak ingin kekerasan, sok bersama-sama saling membantu mencapai tujuan dan bla bla bla..."

"Makan itu semua sekarang! Lihatlah keadaan kalian.... kelelahan, terluka, kelaparan, kedinginan dan hanya bisa meringkuk terdiam di sini berharap pertolongan."

"Tidak ada yang salah dengan menjadi baik. Tidak salah cara kalian. Tapi itu semua kalau kita dalam keadaan yang normal. Itu semua akan sangat bodoh bila dilakukan di tempat seperti ini. Sekolah ini adalah neraka. Jika kalian bersifat munafik dan sok naif seperti itu, kalian akan terus tergilas. Bersikaplah realistis!!"

"Aku lebih heran dan juga lebih prihatin lagi, ternyata ada juga orang bodoh dari Klub lain yang mau bergabung dengan kubu kalian. Ternyata orang bodoh memang selalu ada dimana saja" tutup anak dari Klub renang kubu jahat itu.

"SUDAHLAH!! Hentikan semua ocehan kalian. Kami semua tak butuh nasehatmu. Jika kami terluka dan sebagainya, itu adalah konsekuensi yang kami ambil. Ini adalah prinsip kami!!!" tegas salah seorang anak.

"EHHH? Benarkah? Sepertinya teman-temanmu tidak setuju?" balas anak kubu jahat sambil tersenyum.

Anak-anak yang lain mulai merasa terpojok. Di tengah keadaan mereka yang semakin gawat, pilihan kubu jahat mulai merasuki pikiran mereka.

"Se-sepertinya kubu mereka yang benar..."

"Ia... di neraka seperti ini, tidak ada gunanya berbuat baik..."

"Oiii hentikan!! Dimana pun tempatnya, menyakiti orang lain itu tidak boleh. Apa hanya karena kita terjebak sistem poin ini, lalu kita gadaikan rasa kemanusiaan kita dan dengan mudahnya memukuli orang lain?"

"Soal itu.. ada benarnya ju-juga... ta-tapi..."

Mereka berdebat dan mulai bertentangan pendapat.

"SUDAH HENTIKAN!!!" potong 2 anak Klub renang kubu jahat di depan mereka.

"Heii... lihatlah kami, kami pakai baju hangat dan celana lhooo... kalian mau tidak?" ujarnya lagi sambil tersenyum.

"Kalian pasti kedinginan kan? Belum lagi kalian terluka, lebam bahkan berdarah, sungguh kasihan..."

"Hmm.. kalian mau baju seperti kami? Atau butuh perawatan?" tawar anak itu lagi sambil tersenyum.

Seluruh anak klub renang kubu baik pun terkejut.

"Bagaimana kalian mendapatkan itu? Apa yang terjadi?"

"Yahh.. kami bekerjasama dengan kelompok Klub lain seperti kalian. Tapi tentunya kami lebih baaaanyaaaaaaak mendapat anggota. Salah satu teman kami dari Klub Karate mempunyai sesutu yang menarik, hehehehe"

"Kalau kalian mau... kalian tinggal memilih pilihan yang dibuatnya" ucap anak itu kembali tersenyum.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 68

Bocah Redoks
2017-01-20 09:38:02
jangan sok suci. dunia tidak senaif klian. hmm. jadi ingat naruto
Inuyasha
2016-10-29 18:09:49
Ga tau mau koment ap. Lanjut aj deh
Young G Raigha
2016-10-24 17:09:21
Shit... Sebenarnya apa yang terjadi sih, di episode lama, Ayane berbuat buruk dengan mendorong siswi ke air terjun dan sekarang Hiroshi pula ikut dengan kubu renang jahat itu, apakah ORGAKU merubah si
Gawa Ilahi
2016-10-24 15:30:31
flash back
Islamiah Tri Adinda
2016-10-24 14:30:21
Akhirnya rilis jga
Luthfi D Nasib
2016-10-24 12:35:00
Aku yakin aku ditunggu :-D
Shark
2016-10-23 23:22:25
Hidup ini harus seimbang antara jahat dan baik,,,,,next
Parsha Permanasuke
2016-10-23 20:59:52
Lebih baik sengsara di alam dunia daripada di alam akhirat!...Next senpai
Dzibril Al Dturjyana
2016-10-23 19:45:59
apa orang baik ada di neraka slalu kalah. busyet lama bner rilisnya panda.
Whiti Intheforest
2016-10-23 19:36:02
cerita sampah
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook