VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Sekolah/Neraka Chapter 64

2016-08-31 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
217 views | 18 komentar | nilai: 9.71 (14 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Hehehehh... ayo kalian pilih yang mana?" ucap Eric sambil tertawa.

"Si-siapa orang ini sebenarnya?" pikir Yori tak percaya.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia punya pisau? Bagaimana ini teman-teman?" gumam Yuki merasa panik.

Namun, Ruki seolah tidak memikirkan perkataan Eric. Ia seolah berpikir akan hal lain.

"Ja-jadi poin kami bertiga masih di bawah 92. Lalu sebenarnya berapa poinku sekarang?" pikir Ruki jadi makin penasaran sambil melirik jam tangannya yang tertutup pelepah daun.

Sekolah/Neraka Chapter 64 - Makna ORGAKU
Penulis : Whiti Intheforest

"Tu-tunggu sebentar. Jika aku pikir dan ingat-ingat lagi, baru beberapa saja yang aku tahu poinnya. Pertama anak kelas 1 dari Klub Sepakbola yang ku temui tadi pagi, memiliki poin berkisar 32 sampai 41. Kemudian selain mereka, Hiroshi juga sudah memiliki poin 30 saat sebelum sampai di hutan ini. Sementara sebelum jam tanganku ditutup, Aku masih memiliki poin 15 dimana itu lebih rendah dari Yori yang 16 dan lebih tinggi dari Yuki yang 9. Lalu bagaimana sekarang? Apa bertambah besar?" pikir Ruki lagi.

"Oi!! Apa kalian tak dengar?!?!" ulang Eric.

"Aku berharap poinku bisa bertambah. Selain harus mencapai 100 poin untuk menyelamatkan Ayane, Aku juga harus semakin menambah poin untuk memiliki kekuatan yang lebih. Jika poinku kecil, ini akan semakin sulit untuk mencapai tujuan utama yaitu menyelamatkan sekolah ini. Aku yakin anak-anak yang lain juga pasti sudah menambah poin mereka. Mungkin kalau dipikir-pikir... angka 92 bukanlah sesuatu yang luar biasa mengingat kegilaan yang bisa terjadi di sini."

"Selain itu, berapa sebenarnya poin Iona? Apa benar setinggi itu? Poin terbesar yang pernah ku lihat hanyalah milik Kak Danish yang berjumlah 500 an, ataupun Kak Alice yang aku ingat betul memiliki poin 756. Apa poin Iona lebih dari itu?"

"Lalu untuk orang seperti Zeriff? Berapa poinnya? Apakah sampai ribuan atau bahkan puluhan ribu?" pikir Ruki terus bertanya-tanya.

"Anak ini saja sudah memiliki poin hampir sebesar 100. Padahal ia baru bersekolah dua hari. Sementara orang seperti Kak Alice yang sudah bersekolah lama, hanya memiliki poin 700an. Kenapa jaraknya tak begitu jauh?" bingung Ruki yang masih berkutat dengan pikirannya.

"KALIANNN MEMBUATKU MUAKKK!!!" teriak Eric sambil hendak berlari ke arah Ruki dan teman-temannya.

"TUNGGUU!!!!" sergah salah satu dari anak Klub renang yang baru saja tersengat listrik.

"Heh?" tengok Eric yang terkejut.

"Kenapa kau jadi berpaling pada mereka? kau tahu... urusanmu belum selesai dengan kami..." ungkapnya marah.

"Hoyaaa... lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang?" senyum Eric.

"AKU AKAN MENERIMA TANTANGANMU TADI! AYO BERDUEL MENGGUNAKAN PISAUU!!!" ujarnya tajam.

"BINGGOOO..... pilihan yang bagus... hahahahahahah" kata Eric sambil terkekeh.

"Tu-tunggu dulu. Aku masih bingung dengan situasi yang ada di sini. Sebenarnya ada apa? kenapa kalian harus berduel?" sergah Yori yang melihat situasinya makin memanas.

"Yahh.. aku akan menceritakan pada kalian setelah puas melihat keparat ini tersayat oleh pisau!!" jawab anak dari Klub renang.

"Oi.. oi.. jangan memanggil Eric keparat begitu. Itu bukan cara yang baik untuk memperkenalkan seseorang pada orang baru. Mungkin kau dan anak-anak yang lain saja yang menganggapnya keparat. Bagiku dan teman-teman yang lain, aku mengangap Eric adalah orang yang benar. Mungkin bisa saja keempat anak dari Klub Novel dan Sastra lebih setuju pada kami" potong anak Klub renang yang berada di kubu Eric dan juga memakai jaket serta celana jeans.

"Makanya itu ada apa? ceritakan pada kami?" tanya Yori.

"Hehehe... ayo coba ceritakanlah sebelum kita berduel... mereka juga ingin mendengarnya" senyum Eric.

Anak itu kemudian menghela nafas.

"Apa kalian tahu... apa makna dari ORGAKU?" tanya anak itu memulai cerita.

Sontak saja, mendengar pertanyaan itu membuat Ruki terbuyar dari pikirannya dan merasa tertarik.

"ORGAKU... ORGAKU adalah Orientasi Gabungan Klub, tentu saja kita semua tahu tentang itu. Tapi dibalik itu... apa maknanya?"

"Semua dimulai saat kami semua anak-anak Klub renang diturunkan dari bis kelas kami masing-masing. Kami dikumpulkan di sebuah lapangan sama seperti kalian Klub-klub yang lain. Di sana sudah berdiri Kak Zeriff yang menanti keberadaan kami. Tidak seperti Klub lain yang kami lihat sebelumnya, di lapangan itu hanya berdiri Kak Zeriff yang menunggu sebagai kakak senior kami."

"Setelah itu Kak Zeriff langsung memeriksa tugas-tugas yang diberikan pada kami. Selanjutnya ia mengecek poin kami semua dan mengatakan akan membuat permainan. Namun sebelum itu, ia membawa kami semua ke sebuah sungai yang tidak jauh dari lapangan itu."

"Ia memerintahkan kami untuk berenang di sungai tersebut. Menyuruh kami melawan arus sungai ataupun memaksa kami menahan nafas di dalam air dalam waktu yang lama. Beberapa dari kami benar-benar kewalahan. Ada yang kedinginan, keram bahkan hampir terseret arus karena kelelahan."

"Setelah melakukan hal yang ia sebut sebagai latihan pertama kami, Ia menekankan bahwa setelah ini semuanya akan semakin berat. Ia tidak menyampaikan banyak pesan karena ia bilang akan ada waktunya untuk itu. Kemudian ia menyampaikan soal permainan yang sebelumnya disampaikan."

"Ia membagi kami menjadi beberapa kelompok dan menyuruh kami berlomba menambah poin dengan menyiksa anak yang memiliki poin terendah di kelompok kami. Lalu ia menyuruh kami menemukan lapangan 8 sebelum matahari terbit. Jika tidak berhasil, ia mengatakan akan memberikan prosedur F. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Klub lain juga melakukan hal yang sama."

"Su-sudah ku duga, jadi sebenarnya semuai ini berpusat pada perintah Zeriff" potong Yori.

"Klub sepakbola memainkan permainan anak gawang. Klub Novel dan Sastra memainkan Cinderella... tetapi Klub renang tidak menyebutkan apa-apa dan malah memberitahu bahwa semua Klub begitu... sungguh keuntungan bila bergabung dengan Klub Renang" pikir Ruki.

"Kemudian sebelum ia pergi, ia mengatakan untuk sebaik mungkin menjalankan ORGAKU dan tetap ingat akan pentingnya diadakan kegiatan ini" lanjut anak itu bercerita.

"Nah... perkataan Kak Zeriff yang terakhir itu membuat kami menjadi berpikir. Apa yang sebenarnya menjadi makna ataupun arti penting dari ORGAKU?"

"Akibat pertanyaan itu, akhirnya secara singkat kami terpecah menjadi 2 pendapat yang berbeda. Pendapat pertama yang merupakan pendapat kubuku adalah ORAGAKU berarti bergabung dalam kebaikan. Orientasi Gabungan Klub berarti kita bergabung atau bekerjasama dengan anggota Klub-klub lain untuk saling mengenal dan bersatu untuk menemukan lapangan 8. Kak Zeriif menekankan pada kita saat di lapangan asrama untuk saling mengenal antar sesama murid baru. Nah dengan tujuan yang sama yaitu lapangan 8, kita dapat bekerjasama" jelas anak itu panjang lebar.

"Jangan sok naif begitu!!!" sergah anak dari Klub renang yang berada di kubu Eric.

"Kita semua setuju bahwa ORGAKU seperti yang dikatakan Kak Zeriff adalah tentang saling mengenal. Ya aku juga setuju dengan kalian bahwa kita saling bergabung antara sesama kelas 1 dari berbagai Klub untuk bekerjasama. Yaitu bekerjasama dalam menemukan lapangan 8 dalam hal ini. Namun soal kebaikan, aku tidak setuju."

"Kamu tidak akan bisa menambah poin jika tidak melakukan apapun. Justru disini Kak Zeriff pasti mengharapkan kita untuk bergabung membuat kekuatan yang besar untuk menyerang klub-klub yang tidak mau berkerjasama dengan kita. Inilah kerjasama yang benar" lanjutnya lagi.

"Wow.. wow.. wow... wow..." pikir Ruki terkesima.

"Aku bahkan tidak berpikir soal ini sejak awal. Soal makna ORGAKU dan sebagainya. Jadi intinya mereka Klub renang terpecah menjadi 2 kubu, yang satu bekerjasama dengan Klub lain dengan baik-baik kemudian mencari lapangan 8 bersama-sama. Sementara kubu satunya bekerjasama dengan tujuan yang sama yaitu mencari lapangan 8, namun sambil menindas orang lain yang tidak sesuai dengan mereka. Ini semacam para penjahat yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan mereka dalam menghancurkan kota. Ini benar-benar menarik!" pikir Ruki tersadar akan sesuatu yang selama ini tidak terpikirkan olehnya.

"Sudah tidak perlu marah... ayo kita buktikan saja dengan kekuatan" potong Eric sambil melemparkan salah satu pisaunya hingga menancap ke tanah.

"Hehehehe.... ambil pisau itu dan kita tentukan duelnya... heheheheh..." seru Eric sambil mengibasakan ayunan pisaunya.

"OII!!!" sergah Yori.

"Hmmm... aku tahu bahwa mereka berseberangan kubu, tapi kenapa harus sampai seperti ini? Bukankah lebih baik mereka berpisah dan fokus mencari lapangan 8 ataupun menyiksa anggota Klub lain daripada harus tetap di lapangan 6 ini?" pikir Ruki yang masih belum menemukan kesimpulan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 65

Bocah Redoks
2017-01-20 09:11:41
jadinya seperti 2 sisi uang koin yg saling berlawanan
Eiichiro Maruo
2016-12-31 11:25:40
kalau aku ada aku masuk di kubu mesum yg bakalan nge ikkeh ikkeh cewek
Racharion
2016-12-27 14:57:01
aku penasaran '-')/ kira" mereka sudah berapa jam ya terjebak disana ._.
Dalreba
2016-10-11 14:46:07
Kalau bisa panjangin lagi bang, kalo perlu sampai 2000 kata biar greget
Kei Takashima
2016-10-04 18:40:48
Hmmmhhh
Shineria of Life
2016-09-05 19:59:57
aku gak terlalu paham , karena chap sebelumnya gak bisa. baca.
Maria Emeralda
2016-09-04 11:58:13
Aduh... Makin hitz aja nih cerita
FandyEX014
2016-09-03 13:11:12
Semoga nih cerita jadi manga atau anime...
Luthfi D Nasib
2016-09-02 08:54:55
Sekolah tai nih .. kira-kira ada sanksi nya gak yah kalo ampe bunuh klub lain .. Jd semakin pengen sekolah disana .
Young G Raigha
2016-09-01 18:05:16
Om whiti, aku tahu mengapa anak itu memiliki poin besar.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook