VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 63

2016-08-24 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
267 views | 18 komentar | nilai: 9.93 (14 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


Ruki, Yori, Yuki dan Lina akhirnya kembali melanjutkan perjalanan mereka di tengah hutan dalam keadaan yang gelap. Cahaya bulan masih menjadi penerang setia mereka.

Mereka masih mencoba menuju lapangan 6 untuk mencoba mencari petunjuk yang ada.

"Apa benar jalan kita, Yuki?" tanya Ruki memastikan.

"Iya... ini masih sesuai dengan apa yang digambar Iona" balas Yuki.

"Kita harus berhati-hati... sepertinya tempatnya tak jauh lagi dari sini" kata Yuki mengingatkan.

"BLARRR!!! BLARRR!!! BLARRRR!!!"

Tiba-tiba suara sengatan listrik yang saling bertautan terdengar oleh mereka.

"Mu-mungkinkah itu..." kaget Yuki.

Sekolah/Neraka Chapter 63 - Lapangan 6
Penulis : Whiti Intheforest

Mereka berempat kemudian mencoba mendekat ke arah sumber suara. Terlihat beberapa orang ada di sana.

"A-aku bisa melihatnya.... itu... lapangan 6!" seru Yuki sambil melihat angka 6 yang tertancap di lapangan di depan mereka.

"A-ada beberapa orang di sana. Apa yang terjadi pada mereka? barusan terdengar listrik kan?" ulang Yuki panik.

"Apa yang kau lakukan, kenapa membiarkan mereka tersengat listrik?" teriak seseorang dari seberang sana.

"Mau bagaimana lagi, huh? Mereka benar-benar membuatku kesal. Kita sudah memberi mereka 2 pilihan, tapi mereka tetap tidak mau dengar" balas seseorang lainnya.

Tiba-tiba...

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanya Ruki yang tiba-tiba berjalan dan memotong pembicaraan mereka.

"Oi.. oi.. RUKI!!! APA YANG KAU LAKUKAN!!! KENAPA TIBA-TIBA MUNCUL KELUAR??!!" kesal Yori yang melihat Ruki sudah tak ada lagi di sampingnya.

"Aku dan teman-temanku adalah kelompok yang mendengar kabar mengenai lapangan 6. Kami pun menuju kemari dan berharap menemukan sesuatu yang menarik" ungkap Ruki.

"HEEH? Kenapa kamu memberi tahu keberadaan kita?" gumam Yuki kesal sekaligus panik.

"Si bodoh itu memang juga membuatku kesal. Tapi sepertinya Ruki tidak ingin berbohong. Orang itu tidak nampak sebaik Iona" ujar Yori yang sedikit sadar.

Mereka bertiga kemudian keluar dari balik pohon dan menuju ke arah Ruki.

"Wow total ada 4 orang baru yang muncul, hehehe..." ujarnya setelah melihat Yori, Yuki dan Lina.

Sementara itu, Ruki dan teman-temannya cukup terkejut melihat penampilan orang-orang yang berada di lapangan 6. Penampilan mereka kembali mengingatkan Ruki akan beberapa Klub yang ia lihat tadi pagi saat apel di lapangan asrama.

"Me-mereka... benar juga... tidak semua klub seperti klub Novel dan Sastra dan beberap Klub lain" gumam Ruki teringat.

Ruki kembali ingat bahwa tadi pagi saat semua anak dikumpulkan di lapangan, mereka memakai pakaian berbeda-beda sesuai perintah klubnya. Salah satu yang Ruki ingat adalah soal anak-anak Klub renang yang hanya memakai pakaian renang. Ruki ingat betul bahwa tadi pagi, anak laki-laki Klub renang hanya bertelanjang dada dan memakai celana renang, sementara anak perempuannya hanya memakai pakaian renang yang tipis.

"Aku baru ingat bahwa setiap Klub memakai pakaian yang berbeda dalam ORGAKU kali ini..." ucap Ruki yang tersadar setelah melihat 3 orang yang tengah tersungkur di tanah dengan hanya memakai celana renang dan bertelanjang dada.

"Kalian dari Klub renang kan? Apa yang terjadi? Apa kalian tersengat listrik?" tanya Ruki khawatir.

"Lalu.. Apa kalian yang membuat mereka tersengat listrik, huh?" tanya Ruki sambil beralih menatap pada 2 orang yang ada di hadapannya.

"Yup kami yang melakukannya" jawab salah satu dari kedua anak itu kesal.

"Apa yang terjadi? Sebenarnya kalian ini siapa?" tanya Ruki lagi melihat kedua orang di depannya yang berpenampilan berbeda pula. Mereka bahkan terlihat kasual dengan celana jeans serta jaket.

"Hmm... aku dari Klub Karate dan anak ini dari Klub Renang" jawab anak itu.

"Apa?!?" kaget Ruki.

"Bagaimana mungkin Anak Klub renang memakai pakaian seperti itu? Kenapa kalian berbeda? Apa yang terjadi?" tanya Ruki yang semakin bingung.

Mendengar itu, anak yang mengaku dari Klub karate maju selangkah.

"Kalau kalian sendiri dari Klub apa? Sepertinya kalian tidak punya urusan yang penting di sini. Sebaiknya kalian segera pergi dari sini dan berhenti bertanya sebelum aku marah dan berubah pikiran!!!" ungkap anak itu dengan nada mengancam.

"Tu-tunggu... santai... kami tidak bermaksud mencari masalah. Kami adalah anak-anak dari Klub Novel dan Sastra. Kami sedang mencari lapangan 8, namun kami mendapat kabar mengenai lapangan 6. Itu membuat kami penasaran dan ingin memeriksanya. Aku tidak ingin ikut campur dengan urusan kalian, permisi..." ucap Ruki sambil mulai melangkah menuju angka 6.

"BODOHHHHHH!!!" sentak anak itu dengan keras.

"Apa kalain bodoh? Tidak punya rasa sopan santun, huh? Kalian sepertinya kurang ajar dan menganggapku remeh!!"

"Berani-beraninya kalian dengan ku! Aku adalah Eric, pendekar karate yang mempunya poin sebanyak 92!!!!" serunya sambil memperlihatkan jam tangan poinnya tinggi-tinggi.

"Be-besar sekali!" ungkap Ruki dan teman-temannya terkejut bukan main. Mereka tidak menyangka melihat poin sebanyak itu dimiliki anak kelas 1.

"Ba-bagaimana mungkin dia memiliki poin sebesar i-itu" ungkap Yuki ketakutan.

"Nah.. sekarang ayo coba perlihatkan jam tangan kalian!!!" teriak orang yang mengaku bernama Eric.

Ruki dan teman-temannya saling pandang dan khawatir. Namun Yori memberi mereka isyarat untuk memperlihatkan jam tangan poin mereka.

"EEEEEEEeeee.... ada apa ini? 3 orang menutup jam tangan mereka dengan daun, sementara satu orang berpoin 0" ucap Eric setelah melihat jam tangan poin Ruki dan teman-temannya.

"Hmmm... Apa kalian mencoba meniru Iona? Atau kalian pengikutnya? Aku sungguh kesal dengan si brengsek lugu itu" kesal Eric.

"Kau kenal Iona? Kami bukan pengikutnya. Dan bahkan kami menutup jam tangan poin kami bahkan sebelum bertemu dengannya" kata Ruki terkejut.

"Yahh.. anak itu datang ke tempat ini dan mengganggu sedikit rencanaku. Namun akibat kebodohan dan keluguannya, aku tidak terlalu terlibat masalah dengannya. Untung aku tidak berurusan dengan anak berpoin besar itu lagi" ujar Eric.

Pernyataan itu, membuat Ruki terkejut.

"Iona membuat Eric kerepotan, bahkan Eric mengatakan bahwa poin Iona besar. Apa itu artinya, dibalik jam tangan yang ditutupi, Iona memiliki poin yang lebih besar dari 92!!!! Bagaimana bisa sebesar itu?!?" pikir Ruki terkejut bukan main.

"Tapi dari wajah kalian.... kalian tidak tampak memiliki poin lebih tinggi dariku" senyum Eric kemudian.

"Coba buka penutup jam tangan poin kalian!" seru Eric.

Namun mendengar perintah itu, Ruki, Yori, dan Yuki tetap enggan membuka penutup jam tangan poin mereka.

"Oii... ada apa ini? kalian berani... baiklah ku ulangi sekali lagi.... CEPAT BUKA PENUTUP ITU DAN PERLIHATKAN POIN KALIAN??!!?" teriak Eric lebih kencang.

"Ka-kami tidak akan menunjuka...."

Namun, belum selesai Ruki menolak,

"BLAR!! BLAR!! BLAR!!" listrik langsung menyengat Ruki, Yuki dan Yori.

"AAAAAAAAaaaaaaaaaa....." teriak mereka bertiga menahan sakit hingga jatuh ke tanah.

"Wkwkwkwkwwk.. hahahahaha.... Ku kira kalian anak buah Iona dengan poin yang besar sehingga menutupi poin kalian. Ternyata dibalik itu.... poin kalian bahkan lebih kecil dariku.... hahahahah DASAR SAMPAHHHHH!!!" ungkap Eric keras.

"Kalian memang benar-benar sudah membuatku marah sekarang!" lanjut Eric lagi.

"O-orang ini!!" kesal Ruki.

"Apa kalian baik-baik saja, Tuan?" tanya Lina yang terkejut dan khawatir.

"Hehehe... baiklah... aku juga akan memberikan 2 pilihan pada kalian, sama seperti ketiga anak-anak dari Klub renang yang bodoh ini."

"Kalian mau ku hajar habis- habisan atau memilih salah satu dari 2 pilihan yang kuberikan."

"Pilihan pertama adalah kalian mengorbankan sesuatu dan memberikannya padaku lalu kalian boleh pergi. Atau pilihan kedua adalah melakukan duel denganku, dan jika kalian menang, maka kalian bisa mendapatkan poin dan keluar dari sini" ungkap Eric memberi pilihan.

Perkataan Eric langsung kembali mengingatkan Ruki akan salah satu peraturan yang ada di buku merah, saat pertama kali membacanya bersama Neo.

"Ayo... jika kalian memilih pilihan kedua... kita bisa bertarung dengan tangan kosong dan melihat siapa yang terkuat diantara kita" kata Eric sambil menunjukkan tinjunya.

"Atau..."

"Atau... mau bertarung denganku menggunakan ini untuk membuat sesuatunya semakin menarik lagi, heheheheh..." ungkap Eric tersenyum sambil tiba-tiba mengeluarkan 2 buah pisau dari saku jaketnya.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 64

SHiniGami GhoUL
2017-02-20 10:49:15
Mmtt.. Apa yg akan dilakukan Ruki dn lainnya dgn plihan yg dberikan...
Bocah Redoks
2017-01-20 09:04:19
jadi siapa ?
Racharion
2016-12-27 14:51:48
Aku ingin Lina mendapat sedikit poin '-'
Dalreba
2016-10-11 14:36:57
Kalau poin Iona lebih tinggi dari Erick, maka ad kemungkinan Iona bkn dr kls 1
Kei Takashima
2016-10-04 18:34:05
NeXt
Maria Emeralda
2016-08-28 13:54:16
Pilih yg ke-2 aja, mungkin dapet point nya lebih besar
DaniFu DanTsu VZ
2016-08-26 18:13:22
hehehehehhehehehehehhehehehehehhehehehehehehhehehehehehhehehehehehehhehehehehehhehehehehehehehehhehehehehehheheheheheheh
Fujioka nagisa
2016-08-26 06:11:11
Agak kecewa saat tau poin ruki kgak besar
Rocky Si Tampan
2016-08-25 16:07:48
kirain poin ruki besar
Luthfi D Nasib
2016-08-25 15:21:10
Aku tak yakin .. Tapi eric itu orang bodoh yg hanya mengandal kan kekuatan dan keterampilan nya saja .. Apa yg akan terjadi kalo dia berhadapan dengan kelompok ruki yg mana notabe nya mereka cerdas
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook