VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Sekolah/Neraka Chapter 62

2016-08-10 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
262 views | 24 komentar | nilai: 9.65 (17 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Wahh... mereka semua sudah kembali!!" teriak anak-anak itu heboh, ketika Ruki, Yori, Yuki serta Bos mereka Iona datang kembali.

"Ehh.. mana anak yang terluka itu Bos? Apa kalian tidak menemukannya?" tanya salah seorang anak.

"Yahh.. kami sudah mencoba mencarinya. Bahkan mereka juga mencoba memperluas area pencariannya. Namun sayang, anak itu tidak bisa kami temukan" balas Iona.

"Apa kamu benar-benar ingat tempatnya? Apa benar tidak salah? Aku sangat khawatir bila memang ada yang terluka parah di luar sana?" tanyanya lagi.

"Ahh.. iya. Aku ingat betul. Tapi anak itu tidak kami temukan" Jawab Yuki.

"Tapi tengang saja... jeng... jeng... jeng.." seru Iona sambil memperlihatkan makanan dan minuman yang dibawanya.

Sekolah/Neraka Chapter 62 - Kebaikan
Penulis : Whiti Intheforest

"Ehhhh... makanan dan minuman?!?!" kaget anak-anak itu.

"Ini semua untuk kalian" ucap Iona sambil memperlihatkan beberapa bungkus roti serta satu botol air mineral.

"Darimana Bos mendapatkan ini?" tanya anak-anak itu penasaran.

"Saat kami mengunjungi lokasi tempat anak yang terluka, kami tidak menemukan anak itu dan malah menemukan makanan dan minuman yang berserakan di sana, bukankah begitu?" jelas Iona sambil melirik ke arah Ruki.

"I-iya..." jawab Ruki mengikuti sandiwara Iona.

"Kalau begitu kita bagi makanan dan minumannya. Bos harus dapat bagian yang besar, bukankah begitu teman-teman?" tanya anak itu lagi.

"IYAAAAAAAAAAAA!!!" jawab anak-anak itu serempak.

"Ahh.. tidak-tidak.. kita bagi saja sama rata, ok?" kata Iona sambil tersenyum.

"Bos... Bos memang mulia sekali. Masih mau berbagi dengan kami dan tidak mementingkan diri sendiri. Aku benar-benar terharu... sudah tidak ada kata yang bisa kami katakan untuk menggambarkan kebaikan Bos.." ucap anak-anak itu berterima kasih.

Melihat hal itu, Ruki hanya bisa merasakan rasa miris yang luar biasa. Anak-anak ini benar-benar terjebak.

"Iona!!! Dia masih saja meminta bagian makanan setelah sebelum ini dia dengan rakusnya sudah makan banyak makanan!!!" kesal Ruki dalam pikirannya.

"Emm.. kami juga akan membaginya dengan kalian berempat" kata anak itu lagi sambil memotong roti yang ada di tangannya hinga kecil-kecil.

Melihat itu, Ruki dan Yori langsung menolak.

"Sejujurnya kami sudah makan. Sebelum ini kami menemukan sungai dan mendapat ikan dari sana" jawab Yori.

"Itu untuk kalian saja..." tambah Ruki.

Akhirnya jumlah roti yang tak seberapa itu, mereka potong kecil-kecil dan dibagikan merata ke semua orang. Mungkin adanya roti itu tak membawa perubahan bagi rasa lapar mereka.

Namun dibalik itu, Ruki melihat wajah senang dan gembira yang ditunjukkan oleh anak-anak itu. Mereka merasa senang dan bersyukur atas apapun yang mereka dapatkan saat ini.

"Lalu.. dimana anak Klub Sepakbola yang kau selamatkan dan tahu mengenai lapangan bernomer itu?" tanya Ruki pada Iona sambil mengganti topik pembicaraan.

"Ohh soal itu...mari kita cari dia.." jawab Iona sambil mencari anak yang dimaksud.

Ruki pun kemudian mengikuti Iona mencari anak yang berada tidak jauh dari situ.

"Nah ini dia..."tunjuk Iona pada seorang anak yang berbadan besar yang tangannya tengah diperban dan sedang mengunyah makanan.

"Ehhh... Kau kan?" kaget Ruki diikuti teman-temannya.

"Ehh...." kaget anak itu juga tak menyangka.

"Lahh... kalian sudah saling mengenal?" tanya Iona terkejut.

"Ahh.. kami belum mengenalnya dan mengetahui namanya. Tapi kami sudah pernah bertemu dengannya sebelum ini.

Anak itu tak lain dan tak bukan adalah anak berbadan besar yang ditunggangi teman-temanya karena menjadi budak dalam kelompoknya. Anak yang ditemui Ruki dan teman-temannya saat baru keluar dari lapangan mereka berkumpul pagi tadi.

"Apa kau baik-baik saja? Aku mengetahui keadaanmu yang tersiksa saat itu. Tapi kau tahu sendiri kan kami tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan kami semua tepojok" ucap Ruki mengingat kejadian tadi pagi.

"Yahh aku paham itu. Justru yang perlu disalahkan adalah anak-anak brengsek itu. Mereka menunggangiku... membuat telapak tanganku dan lututku hancur... perih... sakit... bahkan.. me-mereka.. memanggilku babi..." ucap anak itu tak mampu menceritakan kepedihannya.

"K-kami paham... sekali lagi kami benar-benar minta maaf, waktu itu kami sungguh tak berdaya" ulang Ruki prihatin sambil menenangkan anak itu.

"Mungkin kalau bukan karena Bos Iona... aku tidak tahu apakah aku masih hidup atau tidak. Dia benar-benar malaikat penolong. Apapun akan aku lakukan untuk membalaskan budinya" kata anak itu lagi.

Perkataan itu benar-benar semakin menampar perasaan Ruki.

"Mmm... kami di sini tidak ingin mengungkit kejadian itu lagi. Sejujurnya kami malah ingin bertanya padamu. Iona mengatakan bahwa kau melihat lapangan bernomer, apa kau tahu tempatnya?" tanya Ruki.

"Ohh.. soal itu. Aku memang melihatnya. Namun seperti yang ku bilang tadi, dalam kondisi ditunggangi dan tersiksa seperti itu, aku benar-benar tidak jelas mengingat. Aku tidak tahu pastinya dimana lapangan itu berada dan lapangan itu bernomer berapa, namun seingatku... itu berada di sekitar lapangan klub memasak dan lapangan itu tidak bernomer 8" jawab anak itu lagi.

"Ehh.. di dekat lapangan anak Klub memasak? Itu kan jauh sekali" pikir Ruki yang ingat bahwa lapangan klub itu masih berada di sekitar halte tempat guru-guru pertama kali diturunkan.

"Hahh.. mengapa harus bertanya tentang itu? Apa kita perlu ke sana?" tanya Yori.

"Ahh.. entahlah. Yang jelas Sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan" ajak Ruki.

"Ehh.. kalian sudah mau pergi?"tanya Iona.

"Yahh.. kami ingin menemukan lapangan 8, apakah kalian tidak mau?" tanya Ruki.

"Prioritasku dan anak-anak lain yang kuat berjalan adalah menemukan anak-anak yang membutuhkan pertolongan. Bila dalam misi itu kami menemukan lapangan 8, maka itu kami anggap sebagai bonus. Karena sejatinya.... keselamatan murid-murid di sini yang utama" tegas Iona.

"Tak maukah kalian ikut bersamaku?" ajak Iona lagi.

"Terima kasih atas tawaranmu, tapi tentunya kau pasti tau sendiri jika aku tidak mungkin ikut denganmu" ucap Ruki sambil menatap Iona.

"Haha..ha aku mengerti" ucap Iona tersenyum.

Akhirnya setelah semua itu, Ruki dan teman-temannya segera berpamitan dan bergegas melanjutkan pencarian.

"Semoga kalian semua beruntung, kami pergi dahulu..." ucap Ruki sambil pergi melangkah.

Beberapa saaat kemudian, Setelah mereka cukup jauh meninggakan tempat itu.

"Jadi kemana kita sekarang, Tuan?" tanya Lina.

"Sebaiknya kita mengecek dahulu lapangan 6 yang denahnya sudah digambar Iona di buku Yuki" jelas Ruki.

"Yah.. sebaiknya kita ke sana. Aku masih heran dengan petunjuk yang kita temukan di lapangan 3 yang belum terjawab sampai sekarang. Mungkin kita bisa menemukan sesuatu di lapangan 6. Lagipula di lapangan 3 kita menemukan Gift Box, nah mungkin di lapangan 6 kita bisa menemukan sesuatu yang lain..." tambah Yuki.

Mereka pun terus melanjutkan berjalan di tengah kegelapan.

"Terlepas dari itu.. seharusnya kita tadi ikut ajakan Iona saja" seru Yori tiba-tiba.

Mendengar perkataan itu, Yuki jadi kaget.

"Ehh.. apa kakak ti..."

"Apa kau tidak lihat bagaimana sikap Iona?" potong Ruki.

"Sikap? Sikap mana yang sebenarnya kalian permasalahkan? Apa karena dia menyembunyikan tujuan yang sebenarnya dan mngelabui mereka? bahkan kita tidak tahu apakah tujuan Iona adalah tujuan yang buruk."

"Kalian lihat sendiri bagaimana pentingnya atau berharganya Iona buat anak-anak itu. Mereka sampai sebegitunya... bahkan anak klub sepakbola yang seperti itu saat kita temui, berhasil diselamatkan olehnya. Iona berarti penting bagi mereka. Mungkin kita tidak pernah tahu bagaimana nasib mereka semua kalau tidak ada Iona" jelas Yori.

"Apa kalian tahu polisi? Iyaa.. mereka adalah penegak hukum. Mereka membantu orang, menangkap penjahat. Tapi apa mereka sesuci itu? Tentu saja tidak. Ada hal lain yang menjadi tujuan mereka. Dibalik itu... mungkin dengan menangkap penjahat, polisi tersebut akan dipromosikan, bisa naik jabatan dan lain sebagainya. Beginilah cara dunia bekerja. Sesungguhnya aku tidak melihat kesalahan berarti dari Iona" terang Yori.

"Itulah masalahnya... berarti ada yang salah dengan mereka. Jika menolong itu harus atas dasar kerelaan. Bukan atas dasar keuntungan pribadi" balas Ruki.

"Apa bisa?
Sekarang kamu jadi berpikiran sok suci Ruki. Dunia berjalan tidak semanis itu.. begitu juga di sekolah ini."

"Bukankah sebelum ini kau yang sok suci saat kau melarangku memaksa Lina untuk meminum air, huh?" ledek Ruki.

"Kakak! Ruki! Sudahhhhhh!!!! Jangan bertengkar terus. Kalian berdua ini sudah bertengkar lagi saat tadi sudah sempat tenang. Kita harus fokus... tak ingatkah kalian Iona mengatakan bahwa di lapangan 6 baru saja terjadi keributan? Kita harus berhati-hati. Hentikan dahulu semua perdebatan kalian" ucap Yuki yang lagi-lagi menjadi penengah.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 63

SHiniGami GhoUL
2017-02-20 09:37:19
Wake upp.. And lanjut nebacax.. (Y)
Bocah Redoks
2017-01-20 08:58:12
begitulah cara kerjanya ada pamrih maka ada imbalan
Dalreba
2016-10-11 14:30:27
Apa setiap lap ada hubunga'a dgn lap 8?
Kei Takashima
2016-10-04 18:27:38
Hmmmm
Shineria of Life
2016-08-17 13:17:46
apa yg ada di lapangan itu?mungkin obat-obatan.
Die And DeAth
2016-08-17 12:58:33
kpn rilis lagi?
Flynns
2016-08-16 02:56:56
makinn Keren..
Die And DeAth
2016-08-11 22:47:02
Misteri yg blum trungkap. jam tangan trpasang tiba2. Poin minimal MCk skolahan. Gadis Lolipop. Tak ada kekerasan dn kributan di pendaftaran club. Hasil tugas dr senior.
Newbie Karbitan
2016-08-11 21:46:26
No komen... Lanjut...
Luthfi D Nasib
2016-08-11 20:00:24
Untuk chapter ini terasa tenang ..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook