VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 60

2016-07-27 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
285 views | 35 komentar | nilai: 9.56 (18 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Aku mendengarnya dengan telingaku sendiri, Iona. Akuilah semua perbuatanmu!!" seru Ruki.

Sekolah/Neraka Chapter 60 - Bongkar Membongkar
Penulis : Whiti Intheforest

~Flashback~

"Ruki kenapa kau mengajak mengumpulkan ranting, apa karena...." bisik Yori pada Ruki sesaat setelah meninggalkan tempat berkumpul, dan membantu anak-anak itu mencari ranting.

"Yahh... apa kau tidak curiga dengan cerita dan tingkah laku anak-anak ini. Aku sangat curiga pada anak yang mereka panggil Bos" bisik Ruki lagi.

"Aku tahu itu, dia bisa menyelamatkan anak-anak ini, punya poin yang sepertinya besar sekali, punya obat-obatan, sangat-sangat mencurigakan..." balas Yori.

"Untuk itulah aku berdalih membantu mereka mengumpulkan ranting, tapi sebenarnya... di balik itu sebaiknya kita mencari tahu, siapa sebenarnya Bos mereka... Semoga saja kita bisa mengungkapnya sebelum dia memperkenalkan dirinya kepada kita... bantulah aku" ucap Ruki serius.

Yori yang setuju, hanya menganggukkan kepalanya.

Ruki dan Yori kemudian terus mencari ranting serta dedaunan pohon yang mengering sambil mengawasi keadaan sekitarnya, sampai sebuah suara yang mengusik pendengaran mereka, mulai sayup-sayup terdengar.

"Bos, apa Bos tidak lelah dengan ini semua?" tanya sebuah suara.

"Yahh tentu saja lelah... harus berpura-pura di depan mereka."

Ruki dan Yori yang mendengar itu, mengangguk bersamaan dan bergerak lebih dekat.

"Biarlah lelah... ini semua demi mengumpulkan anak-anak itu."

"Heheh.. ternyata benar.. mereka semua tertipu. Lihatlah wajah mereka yang sangat percaya pada Anda. Wajah-wajah penuh harap akan kebaikan Anda. Menganggap Anda pahlawan mereka. Anda benar-benar menjadi panutan bagi mereka. Lihat saja, kini mereka tergerak dan patuh akan perintah Anda. Jika terus begini, tidak akan sulit mendapatkan pengikut, Bos."

"Iya begitulah... waktu telah berubah. Kamu tidak bisa memaksa dan mengasari orang agar ia patuh dan tunduk padamu. Semuanya telah berubah... sekarang dengan kebaikan dan ajakan yang lembut, akan membuat orang lebih hormat kepada kita. Walaupun terkadang semua itu adalah kepalsuan..."

~Flashback_End~

"Sebenarnya apa tujuanmu, kenapa kau berpura-pura baik pada mereka?" teriak Ruki.

"Hmm.. apa ya? Entahlah.." jawab Iona sambil tersenyum.

Jawaban Iona membuat Ruki semakin kesal.

"Kau benar-benar parah Iona!!!" hardik Ruki.

"Hehehe... memangnya apa maumu?" tanya Iona balik bertanya.

Mendapat pertanyaan itu, Ruki kemudian duduk dan membuka tas ranselnya. Ia kemudian mengeluarkan sebuah roti melon dan menaruhnya di hadapannya.

"Eeeee.... ternyata kamu punya makanan ya..." kata Iona yang terkejut sambil sedikit tersenyum.

Ruki kemudian mengangkat tangannya dan menunjukkan jam tangan poinnya yang tengah tertutup dengan pelepah daun.

"Apa kau kira, hanya kau saja yang menutupi poin?" tanya Ruki.

Melihat itu, Iona sedikit terkejut.

"Lalu?" tanya Iona balik bertanya.

"Aku tidak akan menunjukkan berapa besar poinku padamu. Tapi aku yakin... kau pasti percaya diri karena merasa poinmu tinggi. Tapi jangan salah sangka... poinku lebih tinggi darimu."

"Lihatlah... aku punya makanan di dalam tasku... tapi, tadi aku bisa berbohong padamu bahwa aku tidak mempunyai makanan. Itu artinya poinku lebih besar darimu, karena jika tidak, pasti aku sudah tersengat listrik karena membohongimu" seru Ruki percaya diri.

Mendengar peryataan Ruki, Iona menjadi terdiam.

"Kenapa? Merasa terpojok sekarang? Yang kumau adalah.... kau harus mengakui semua tipu dayamu pada mereka. Lalu kau juga harus menjelaskan apa tujuanmu yang sebenarnya. Aku tidak mau mereka ditipu oleh kepura-puraan yang sedang kau lakukan saat ini" jelas Ruki.

Mendengar itu Iona masih terdiam, namun beberapa saat kemudian...

"Wkwkwkkwk.... hahahahahaha...." seru Iona tertawa terbahak-bahak.

Ruki dan Yori yang mendengar itu merasa kaget, begitupula dengan Yuki yang turut mencuri dengar dari balik pohon.

"A-ada apa?" tanya Ruki bingung.

"Hahahahahaha... ka-kamu benar-benar lucu. T-terima kasih sudah me-membuatku terhibur.. hahaha.." kata Iona sambil menutupi mulutnya menahan tawa.

"Apa yang kau..."

"Apa aku pikir, aku akan percaya dengan kata-katamu?" seru Iona memotong sambil tersenyum.

"Ehh?" kaget Ruki.

"Aku benar-benar terhibur dengan kalian. Kalian cukup cerdik dengan ini semua. Tapi itu jelas-jelas tidak akan membuatku percaya. Poin kalian tidak ada yang lebih besar dariku, oleh karena itu... maaf aku tidak akan mengikuti kemauan kalian" ucap Iona sambil tersenyum.

"Lalu kenapa kami tidak tersengat sekarang?" tanya Ruki yang mencoba masih percaya diri.

"Karena aku menahannya... ingatlah... Clementine Iona Pritchard bukanlah orang jahat yang suka menyakiti orang lain. Walaupun harus kuakui bahwa kau benar sudah membongkar rahasiaku bahwa aku memanglah serigala berbulu domba" balas Iona.

Mendengar itu, Ruki dan Yori tampak bingung. Mereka tidak menyangka Iona akan berkata seperti itu dan tidak mengikuti alur yang mereka inginkan. Ruki tadinya berharap Iona akan percaya jika poin miliknya lebih besar dari Iona, setelah berhasil menipunya soal makanan. Dengan itu, tadinya Ruki ingin agar Iona mengungkap jati diri yang sebenarnya di hadapan anak-anak yang diselamatkannya.

Ruki mencoba berpikir untuk merubah keadaan...

"I-ini.. I-ini... pasti hanya trikmu saja... kau pasti berpura-pura tersenyum untuk mengelabui kami bahwa poinmu besar. Tapi kami juga tidak akan percaya!" seru Ruki yang mulai panik.

"Hufftt... kalian ini memang keras kepala..."

"Baiklah... sekarang ayo kita balik. Jika kalian tidak percaya bahwa kalian tidak tersengat karena menganggap poinku lebih kecil dari kalian, maka..."

"Mampukah kalian membuatku tersengat listrik, jika poin kalian benar-benar lebih besar dariku?" tanya Iona dengan senyum yang mengembang lebar.

Mendengar pertanyaan itu, Ruki dan Yori benar-benar merasa tertampar keras. Mereka merasa terskakmat.

"Ayoo.. bagaimana? Apa kalian juga akan membuat alasan sepertiku dengan mengatakan kalian juga adalah orang baik sehingga menahan diri agar aku tidak tersengat? Bukankah kalian menganggap aku adalah penjahat? Ayo buat aku tersengat, hehehe.." ucap Iona sambil tiba-tiba berdiri.

Iona kemudian melangkah dan mengambil Roti melon yang ada di depan Ruki. Ia membuka bungkusnya dan memakannya.

"Ummmm... enak sekali... rasanya luar biasa saat kelaparan seperti ini..." seru Iona.

"Oii...!!" sergah Yori.

"Sudahlah... kalian tidak usah berbohong padaku. Dangan aku bisa memakan rotimu tanpa tersengat listrik seperti ini sudah jelas membuktikan bahwa kedudukan poin kalian lebih rendah daripada aku" Ucap Iona sambil menepuk pundak Ruki.

"Jujurlah..." senyum Iona.

Ruki yang sudah merasa kalah, akhirnya tertunduk lemas.

"Yahh.. poin kami lebih rendah daripada kau" ucap Ruki jujur tak berdaya.

"Oiii Ruki!!!" ucap Yori yang sebenarnya juga jadi kebingungan dan merasa tak berdaya.

"Heheheh... tenang saja. Aku tidak akan marah apalagi menghukum kalian. Seperti kataku tadi, Clementine Iona Pritchard bukanlah orang jahat. Ingat itu!!"

"Sekarang coba keluarkan semua makanan yang ada di tas kalian... termasuk milik teman kalian yang saat ini sedang bersembunyi di balik pohon itu" kata Iona tersenyum.

Yuki yang mendengar itu, merasa ketahuan dan akhirnya keluar dari persembunyiannya.

"YUKI!!!!" teriak Yori saat melihat adikknya muncul.

"Ma-mafkan aku..." ucap Yuki lirih sambil menyesal.

"Melihat tas yang penuh seperti ini kalian pasti punya banyak makanan kan? Ayo keluarkan semua makanan kalian dan berikan padaku" seru Iona memberi perintah.

Ruki, Yori dan Yuki kemudian mengeluarkan semua makanan dan minuman dari tas mereka.

"Wow cukup banyak? Bagaimana kalian bisa dapat semua ini?" tanya Iona.

"Kami menemukannya..." jawab Ruki terpaksa jujur.

"Ehh... menemukan dimana? Apa di sana masih banyak makanan?" tanya Iona.

"Di-di.. balik pohon besar" jawab Ruki.

"Eh.. benar-benar membingungkan, ayo katakan padaku yang sebenarnya, dimana kalian menemukan makanan dan minuman ini?"

"AKU TIDAKK AKAN..."

Yori menepuk pundak Ruki,

"Ruki, sudahlah... aku tidak ingin kamu tersengat listrik" kata Yori meyakinkan Ruki.

"Iona, kami menemukan makanan itu tidak jauh dari lapangan 3" ungkap Yori memberi tahu.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 61

Yukki Amatsu
2017-08-27 22:26:45
Checkmate...! modar lo Ruki....
Kuroko Akashi
2017-02-19 23:47:15
Waahh syang skalii... Malah berbalikk mmtt..
Bocah Redoks
2017-01-20 08:44:05
si ruuki kalah gertak. hahaha
Baru Lulus
2016-12-25 17:50:01
gaaah kenapa Ruki dengan gampangnya menunjukkan makanannya 😰
A wahyu
2016-12-21 19:12:37
Sesuai janji, aku mampir...
Dalreba
2016-10-10 16:26:34
Untung Iona orangnya baik
Kei Takashima
2016-10-04 16:18:23
Ohhh
Rocky Si Tampan
2016-08-23 20:03:58
pasti ruki ama yori masih merencanakan sesuatu
Aerilyn Shilaexs
2016-08-14 09:57:53
mmh bukankah tas yori dan yuki ada pada lina? Cuma ruki yang menggendong tasnya
ThE LaSt EnD
2016-08-11 21:22:33
hmm.. itu msh misteri siapa poin tertingggi.. mungkin kurang menyakiti perasaan ktika brbicara. tp entahlah next ja dlu.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook