VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 58

2016-07-13 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
283 views | 29 komentar | nilai: 9.57 (21 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Bos adalah orang yang sangat hebat, aku yakin kalian juga akan kagum melihat orang sepertinya" kata anak itu lagi.

"Dari tadi kamu selalu berkata bos? Memangnya dia itu siapa? Kenapa kalian memanggilnya begitu?" tanya Yori penasaran.

"Dia adalah orang yang sangat luar biasa. Dia benar-benar menggetarkan hati kami" senyumnya lagi.

Mereka kemudian berjalan menuju ke kerumunan anak di belakang belasan anak-anak yang tengah terbaring lemas.

"Bos mana? Kita kedatangan beberapa anak di sini, aku ingin memperkenalkan mereka kepadanya" seru anak itu lagi.

"Bos sedang tidak ada di sini. Dia sedang pergi dan turut membantu kita mencari dan mengumpulkan ranting" balas anak lainnya.

"Benarkah? Waoww... bahkan dia masih saja turun tangan. Bos memang benar-benar luar biasa. Bahkan setelah semua kebaikannya, dia masih saja mau mencari ranting. Kalian berempat lihatlah!!! itulah kebaikan Bos kami" serunya berbalik sambil tersenyum lebar pada Ruki dan teman-temannya.

Sekolah/Neraka Chapter 58 - Bos
Penulis : Whiti Intheforest

"Hufftt.. dari tadi kamu terus berbicara tentang kebaikannya serta memujinya, memangnya apa yang telah ia lakukan sampai kalian seperti ini?" bingung Ruki.

"Hehehe.. baiklah akan kuceritakan kejadian saat dia menolongku" ajak anak itu sambil menyuruh Ruki dan yang lainnya duduk.

"Sebelum bertemu dengannya, aku juga berjalan bersama kelompok anggota klubku. Sebetulnya aku bukanlah orang yang berperan sebagai 'budak' dalam kelompok kami. Namun kegilaan salah satu temanku yang menyebabkan ini semua terjadi. Dia menyadari sesuatu dari peraturan yang dibuat. Kenapa harus dipisahkan menjadi budak dan Tuan? Kalau poinmu tertinggi di kelompok itu, kamu bisa menyiksa semua anak. Akhirnya itulah yang dilakukanya. Walaupun aku berperan sebagai Tuan, ia tetap menyiksa kami semua karena poinnya paling tinggi diantara semua anggota kelompok. Kemudian secara perlahan dia mulai menyiksa kami" jelas anak itu sedih.

"I-iya.. kami juga sempat memikirkan hal yang sama tadi. Untung hal seperti itu sudah kami sepakati" balas Ruki sambil menengok ke arah Yori dan teman-temannya yang lain.

"Benarkah? Sepertinya ikatan kepercayaan kalian kuat ya?" tanya anak itu lagi.

"Ehh.. tidak, sebenarnya kami tetap masih 'menyiksa' budak dalam kelompok kami" jawab Ruki.

"Lalu apa yang terjadi selanjutnya denganmu?" tanya Yori tiba-tiba memotong pembicaraan akibat tidak senang dengan arah pembicaraan yang terjadi.

"Ahhh... setelah itu, saat temanku sedang asik-asiknya memain-mainkan kami yang tengah terluka, bos tiba-tiba datang."

"Ia datang kemudian menyelamatkan aku dan teman-temanku yang tengah asik dipukuli kayu" ungkapnya.

"Dipukuli kayu?" kaget Yuki bergidik.

"Tu.. tungguu dulu... jika begitu artinya.... maka bosmu..." ucap Ruki.

"I-iya benar, Bos memiliki poin yang tinggi" jawab anak itu.

"Be-berapa poinnya?" tanya Yori.

"Ahh.. soal itu kami tidak tahu, ia menutupinya dengan kain."

"Ehh benarkah?" tanya Ruki tak percaya ada orang lain yang memikirkan hal yang sama dengannya.

"Iya benar. Kami tidak tahu berapa poinnya, tapi kami yakin itu cukup besar untuk bisa menyelamatkan orang-orang di sini."

"Seperti kataku tadi, ia benar-benar menggerakkan hati kami. Semua yang ada di sini adalah anak-anak yang ditolong oleh Bos. Ia berusaha menyelamatkan anak-anak yang tengah terluka dalam kelompoknya. Ia juga menghentikan anak-anak yang berlaku sewenang-wenang. Ia seperti pahlawan bagi kami" jawab anak itu sambil berkaca-kaca.

"Lalu bagaimana kalian merawat anak-anak yang luka ini?" tanya Yori penasaran.

"Itulah masalahnya, kami hanya memiliki sedikit perban dan obat luka. Kami benar-benar terbatas" ungkapnya.

"Tu...tunggu dulu, memangnya darimana kalian dapat perban itu?"

"Ahh.. soal itu, kami dapat dari Bos. Aku tidak tahu ia mendapatkannya darimana, namun dengan poinnya yang sepertinya cukup besar, sepertinya tidak terlalu aneh jika ia bisa mendapatkan barang-barang itu. Yahh.. walaupun semua itu masih terbatas" balasnya.

"Si-siapa kira-kira anak yang mereka panggil bos ini? anak kelas 1 memiliki poin yang besar? Bisa memiliki perban dan obat-obatan? Namun... bukankah tadi anak ini bilang mereka tidak punya makanan? Ada apa ini.. mencurigakan..." pikir Yori bertanya-tanya dalam hati.

"Yosshh..." seru Ruki tiba-tiba.

"Yori.. bagaimana kalau kita membantu mereka mengumpulkan ranting? Aku juga ingin berbuat sesuatu demi kebaikan. Aku akan selalu mendukung siapapun yang berbuat kebaikan di sekolah ini. Bagaimana?" ajak Ruki pada Yori.

Melihat semangat Ruki, akhirnya Yori, Lina, Yuki dan anak-anak tadi berpencar untuk kembali mengumpulkan ranting.

Beberapa waktu kemudian, setelah cukup lama mengumpulkan ranting, mereka semua kembali.

"Wahhh dengan ranting dan dedaunan sebanyak ini, kita bisa membuat api unggun besar yang hangat" seru anak-anak itu senang.

"Apa kalian tidak takut akan memancing anak-anak lain datang ke sini dengan api unggun yang besar?" tanya Yuki.

"Tenang saja... jika mereka datang bermaksud jahat.. serahkan saja padaku" ucap seseorang tiba-tiba.

"Ehh... Bosss?!!" kaget anak-anak itu.

"Boss... bosss... bossss!!!"

"Hidup BOSSSSS!!" gemuruh anak-anak itu menjadi senang setelah mengetahui datangnya sosok yang mereka kagumi.

"Jadi dia..." kaget Yuki setelah melihat seorang gadis di hadapannya.

"Hehehe... kenapa kalian kaget seperti itu? Memang benar kami memanggilnya dengan sebutan Bos, tapi sesungguhnya dia adalah gadis yang cantik lohh, heheh."

Tampak di hadapan Yuki dan teman-temannya adalah seorang gadis berambut silver panjang dengan tubuh yang sangat proporsional. Bisa dibilang cantik dan seksi.

"Ahhh... kalian ini selalu berlebihan, sudah ku bilang jangan panggil aku bos" jawabnya tersenyum.

"Tidak... tidak.. tidak... jangan merendah seperti itu. Inilah bentuk rasa hormat kami setelah semua pertolongan yang Bos berikan" jawab anak-anak itu.

"Oh iya Bos.. ini mereka berempat anak-anak yang baru ku temui."

"Ohhh.. Kalau begitu perkenalkan.... Namaku Clementine Iona Pritchard. Kalian bisa memanggilku Iona saja" ucapnya sambil melempar senyum kepada Ruki dan teman-temannya.

"Ahh.. salam kenal juga, kami anak-anak dari Klub Novel dan Sastra yang kebetulan lewat" balas Ruki sambil melihat pergelangan tangan Iona yang benar-benar ditutupi kain.

"Oh iya, kamu dari Klub a-apa Iona?" tanya Yuki sedikit ragu.

"Kalau soal itu... rahasia!" balas Iona masih kembali tersenyum.

"Ehhh.. kenapa begitu?" kaget Yuki.

"Sebenarnya aku ingin menolong mereka semua, tanpa pamrih. Tahukah kamu tokoh-tokoh pahlawan selalu memakai topeng untuk menutupi kebaikannya? Mereka menolong orang lain karena merasa itulah keyakinan mereka. Mereka menolong bukan karena ingin dipuji atau berharap imbalan. Aku ingin seperti para pahlawan itu. Tapi sayangnya mengenakan topeng kan tidak mungkin, hehehe.."

"Tadinya aku juga tidak ingin memberitahu namaku, tapi mereka malah memanggilku dengan sebutan Bos. Yahh akhirnya aku beritahu namaku dengan harapan mereka berhenti memanggilku Bos... eh mereka malah keterusan" balas Iona.

"K-kamu benar-benar baik sekali.." ungkap Yuki yang kini merasa terpesona akan sosok Iona.

"Ja-jangan seperti itu. Semua itu malah membuatku semakin sedih. Kalian berharap banyak padaku, tapi nyatanya aku malah hanya bisa mengumpulkan ranting untuk membuat api. Aku bahkan tidak bisa mengobati seluruh luka kalian dan parahnya aku tidak bisa mengisi perut kalian yang kelaparan" seru Iona tiba-tiba menangis.

"Bossss..."

"Justru ini semua terlalu berlebihan, anda terlalu baik" sedih anak-anak yang lain.

Mendengar itu, Yuki kemudian hendak berbicara.

Namun,

"Apakah kita benar-benar tidak punya makanan untuk membantu mereka, Tuan?" tanya Lina tiba-tiba.

"Iya Lina, aku juga berharap begitu... sayangnya kita tidak punya makanan" ucap Ruki sedih.

"Aku berharap kita punya banyak makanan Lina" tambah Yori.

"Ahh.. tidak.. tidak.. kalian tidak perlu merasa bersalah seperti itu" kata anak-anak yang lain mecoba menenangkan Ruki dan teman-temannya.

Yuki yang mendengar dan melihat semua itu, diam terpaku dan tak percaya.

"KAKAK!!! LINA!!! RUKI!!! Kalian semua ini yang benar saja?!!? bukankah kita punya banyak makanan di tas kita masing-masing?" pikir Yuki terkaget tak percaya sambil memegangi tasnya lebih erat.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 59

Kuroko Akashi
2017-02-19 23:32:04
Makn pnsrn ajee... :/
Bocah Redoks
2017-01-20 08:28:46
terlalu misterius. d curigain deh
Dalreba
2016-10-10 16:07:46
Aku curiga Iona itu kakak kelas. Apa mungkin dia yg dimaksud oleh Zerif, sbg pemeran utama
Kei Takashima
2016-10-04 16:06:13
Ehhh?
Aerilyn Shilaexs
2016-08-14 09:37:56
untung lina yang bertanya, bukan si bos. Jadi mereka bisa berbohong
Rocky Si Tampan
2016-08-12 05:59:41
bodohh. mlah diberi tahu
ThE LaSt EnD
2016-08-11 20:52:25
boz misteri,bisa jdi kakak kelas... sepertinya Yuri tdak memahami pemikiran Ruki dan Yori..
Shineria of Life
2016-07-21 14:08:54
Mungkin semua yang disana akan langsung terkujut mendengar ucapan,Yori? apa nanti alasan mereka adalah lupa?
PARADOX
2016-07-17 08:56:32
si Bos mungkin punya maksut tertentu seperti menjadi "bos" dengan banyak anak buah yg memujanya tp dibalik itu tersembunyi kebusukan
Dicky D. Awan
2016-07-15 12:42:54
rasanya mustahil jika si Bos itu anak kelas 1.. jika iya pasti dia telah melakukan sesuatu shingga poin miliknya tinggi..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook