VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 57

2016-07-06 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
250 views | 28 komentar | nilai: 9.45 (33 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"I-iya benar. Ini a-asap!" ujar Yori yang kaget.

"A-apa hu-hutan ini terbakar, Tuan?" tanya Lina khawatir.

Mendengar pertanyaan Lina, mereka semua menjadi turut sadar dan khawatir.

"Kebakaran?" tanya Yuki panik.

Sekolah/Neraka Chapter 57 - Asal Asap
Penulis : Whiti Intheforest

"I-itu bisa jadi. Tapi asapnya sepertinya tidak terlalu tebal. Kita hanya bisa sedikit merasakannya sekarang" balas Yori.

"Tipisnya asap hanya menandakan 2 hal. Pertama lokasi sumber asapnya jauh dari tempat kita berada saat ini. Ataupun kemungkinan keduanya adalah sumber asap itu memang kecil" ujar Ruki menambahkan.

"Apa kita perlu melihatnya, Tuan?" tanya Lina lagi.

"Sebaiknya kita memeriksa apa yang sedang terjadi. Atau... jika kau mau menyerah, kau bisa tinggal di sini Yori" seru Ruki.

"Huhh.. terserah jika kamu mau memanas-manasi aku lagi, tapi aku akan mencoba menahan emosiku. Tentu saja aku akan ikut dengan kalian. Jika itu kebakaran, aku tidak ingin membahayakan nyawa Yuki" balas Yori sambil kembali berdiri.

"Ka-kalau begitu, sebaiknya kita mengeceknya. Tapi harus tetap waspada dan hati-hati. Aku khawatir ini semua hanyalah perangkap" ujar Yuki.

Mereka berempat kemudian berjalan mengendap-endap dan mencoba mencari darimana sumber asap itu kira-kira berasal.

"Jika dilihat dari arah angin yang membawa asap ini, sepertinya ia bergerak dari arah sana" seru Ruki memberitahu.

"Iya kamu benar, sebaiknya kita mencoba melihatnya lebih dekat" balas Yuki.

"Tapi... bahkan di sini pun asapnya tidak terasa tebal..." timpal Yori.

Mereka kemudian bergerak semakin mendekat.

"Sepertinya bukan kebakaran? Aku tidak merasakan hawa yang panas" kata Yori.

"Terangnya api juga tidak tampak. Keadaan di sini masih gelap" ujar Ruki.

Mereka kemudian terus berjalan.

"STOPPP!!!" seru Yuki tiba-tiba mengagetkan.

"Ada apa?" tanya Yori.

"A-aku melihat beberapa siluet orang dari kejauhan di balik semak-semak itu" ucap Yuki.

"Lalu, kita harus bagaimana, Tuan?" tanya Lina.

"Tentu saja kita harus tetap memeriksanya, namun harus lebih waspada, perhatikan sekitar kalian" balas Ruki.

Mereka mencoba menuju ke balik pohon di belakang semak-semak.

"Apa sumber asapnya berasal dari balik semak-semak? Aku merasa takut dan dejavu setelah pengalaman kita sebelumnya yang menemukan kejadian tidak menyenangkan di balik semak-semak" ujar Yori mengingat traumanya.

"I-iya... aku juga jadi ragu" timpal Yuki yang di kejadian sebelumnya sempat muntah-muntah.

"Kalau begitu, biar aku saja yang melihatnya" ucap Ruki sambil mencoba mendekati semak-semak itu.

Namun tiba-tiba,

"Tap.. Tap... Tap..." suara langkah kaki orang terdengar.

"Ga-gawat..." seru Ruki panik dan kemudian memilih berlari mundur ke balik pohon tempat dimana teman-temannya yang lain berada.

"Bagaimana? Apa yang terjadi di sana?" tanya Yori.

"Aku belum melihatnya, sepertinya di sana ramai orang. Aku mendengar beberapa langkah kaki" ungkap Ruki.

"Tuh kan benar" balas Yuki.

"Apa sebaiknya kita kembali saja? kita tidak tahu bagaimana orang-orang itu. Mereka bisa saja baik, namun bisa saja berbahaya. Apa sebaiknya kita berhenti memeriksanya dan mencari jalan lain. Bukankah kita sudah sepakat untuk seminimal mungkin bertemu orang lain?" tanya Yori.

"I-iya, kamu benar kak.. sebaiknya kita...."

Tiba-tiba, sebuah suara memotong perkataan Yuki.

"Haloooo~"

Mereka semua kemudian berbalik melihat ke arah sumber suara itu dan terkejut bukan main.

"Waaaaa!!!!" teriak Yuki yang kaget melihat sumber suara itu berasal dari beberapa orang yang tiba-tiba ada di balik pohon dimana mereka bersembunyi.

"Kenapa bisa?" kaget Yori melihat beberapa orang yang kini ada di hadapan mereka.

"Aku mendengar seseorang berlari dari balik semak-semak. Aku pikir ada apa, jadi kami ke sini" kata salah seorang dari mereka.

"Siapa kalian? Ka-kalian bermaksud jahat kan?" teriak Yuki.

"Waaaaaaa!!!!!" teriak Yuki lagi, sambil tiba-tiba beranjak dan berlari dari tempatnya.

"Yuki ada apa? tidak perlu lari" seru Yori.

"Heiii kenapa kamu lari? Kami tidak jahat kok" seru anak itu lagi.

"Kakak!!! Teman-teman!!! Ayo lari, kita tidak tahu siapa mereka!! cepat menjauh!!" teriak Yuki panik dan mencoba berlari lebih kencang.

Namun, karena panik dan tidak melihat arah,

"Bruk!!!!" Yuki menabrak sesuatu.

"Aduduhh!!" erang sebuah suara.

"Bruakkk!!"

"Ahhhhh!!" teriak Yuki.

Ternyata Yuki terjatuh dan menabrak seseorang. Orang itu membawa ranting dan jatuh menimpa Yuki.

"Ahhhh" keluh Yuki kembali mengerang.

"Yuki!!" teriak Yori menghampiri adiknya yang kemudian diikuti teman-temannya yang lain.

"Kamu tidak apa-apa kan? Kenapa berlari seperti itu? Jangan panik dulu. Jangan bersikap paranoid seperti itu" ucap Yori mengingatkan.

"Ahh tapi... aku..." gagap Yuki.

"Kau tidak apa-apa kan? Maaf temanku menabrakmu" ucap Ruki pada anak yang membawa ranting yang baru saja ditabrak Yuki.

"I-iya aku tidak apa-apa."

Kemudian, beberapa orang tadi kini menghampiri mereka semua.

"Ahh.. kalian?" tanya orang yang baru saja ditabrak Yuki.

"Aduhhh... ternyata kalian berdua bertabrakan."

"Aku baru saja mengumpulkan ranting seperti yang diperintahkan. Namun tiba-tiba anak ini berlari dan menabrakku" kata anak itu lagi.

"Hei Yuki, cepatlah minta maaf padanya" seru Yori.

"Ma-maaaf.." ujar Yuki pendek.

"I-iya... tidak apa-apa..." balasnya pendek pula.

"Kalian tidak perlu panik seperti itu. Kami ini bukan orang jahat. Kami semua anak baik-baik. Aku tidak tahu kejadian apa yang kalian alami sampai kamu ketakutan seperti itu, tapi kami bisa memahami kok" kata salah satu dari mereka.

"Kalian ini sebenarnya siapa? Tidak ada orang baik yang mengaku dirinya baik. Biasanya yang ada hanyalah orang jahat yang berpura-pura baik" ucap Ruki mencoba memahami isi pikiran Yuki.

"Ahhh... wajar jika kalian berpikiran begitu. Seperti kataku tadi, kami bisa memahami kok. Baiklah, kalau kalian tidak percaya, akan ku tunjukkan pada kalian" lanjutnya lagi.

Akhirnya Ruki dan teman-temannya mengikuti beberapa orang itu menuju ke balik semak-semak setelah membantu anak tadi membereskan ranting-ranting yang berserakan.

"Lihatlah..." kata salah satu dari mereka menunjukkan sesuatu yang ada di balik semak-semak.

"Ini...." kata Yuki diam tak berkutik.

"Oiii....." gumam Yori kaget.

Lina yang turut melihat kejadian di depannya juga cukup tercengang.

"Apa yang terjadi pada mereka!!!" teriak Ruki melihat sesuatu yang ada di depannya.

Bagaimana tidak, di hadapan mereka kini terbaring lebih dari belasan orang. Beberapa dari mereka terlihat terluka, beberapa terlihat meringkuk kedinginan.

"Si-siapa mereka?" tanya Ruki lagi.

"Mereka adalah korban-korban dari kebrutalan event ORGAKU kali ini. Apa kalian tahu bahwa setiap Klub itu sama? Mereka disuruh mencari lapangan 8 kemudian ada konsep budak-Tuan, kemudian mereka juga saling berlomba poin. Nah ini akibat kebrutalan semua itu" jelas anak itu.

"Yaahh kami tahu..." balas Ruki pendek yang masih tercengang.

"Kami mencoba membantu anak-anak yang terluka atau kedinginan. Kami semua tergerak untuk saling membantu anak-anak ini, karena arahan dari Bos" jelas anak itu lagi.

"Bos?" gumam Ruki dalam hati.

Mendengar itu, Yori jadi teringat anak yang terluka parah yang mereka temukan di balik semak-semak dan kemudian menghilang.

"Apa anak itu juga di sini ya?" pikir Yori.

"Lalu soal asap? Dari mana itu muncul?" tanya Yuki kemudian memberanikan diri.

"Itu dari api unggun yang kami nyalakan untuk menghangatkan mereka. Tapi rantingya habis sehingga hanya tinggal asapnya saja yang ada. Makanya tadi kami berpencar mencari ranting untuk membuat api unggun kembali" lanjutnya lagi.

"Api unggun? Bagaimana cara mereka menyalakannya?" pikir Yori yang bingung dalam benaknya.

"Kalau begitu biar kami pertemukan kalian dengan Bos supaya lebih jelas" ajaknya lagi.

"Sebenarnya kami dan mereka semua benar-benar kelaparan sekarang. Kebanyakan dari mereka tidak makan dari kemarin malam. Seandainya saja ada makanan kami benar-benar sedikit tertolong" gumamnya sedih.

Mendengar itu, Yori dan Ruki kemudian saling bertatapan.

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 58

SHiniGami GhoUL
2017-02-19 23:24:18
Don't be panic beFore knowing the truth... Lnjutt daahhh.
Bocah Redoks
2017-01-20 08:11:12
bakal habis persediaan makanan mereka nih
Racharion
2016-12-25 17:37:07
akhirnya bisa baca kisah Ruki lagi :'v
Davies Wryngearspeed
2016-10-13 15:26:50
Orgaku ini kapan selesainya yah? Misteri mulu :'v semakin menarik om Whiti-chan
Dalreba
2016-10-10 15:55:39
Aku kasih nilai 10 supaya rating ceritamu naik
Kei Takashima
2016-10-04 16:00:30
Hmhhh
Aerilyn Shilaexs
2016-08-14 09:26:50
oh korban orgaku banyak juga
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-08-11 14:31:19
lanjut saja dlu.. zag.. apa akn berbgi informasi?
Shineria of Life
2016-07-20 13:47:45
bakalan dikasih kah itu makanan sama Ruki and Yori?.
Fujioka nagisa
2016-07-11 16:18:14
Lanjut no desu >w<
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook