VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 55

2016-06-22 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
314 views | 48 komentar | nilai: 9.34 (32 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Kenapa ada banyak makanan dan minuman dalam kotak ini?" tanya Yuki yang masih terkejut.

"Hmm... jika melihat kotak ini yang bertuliskan 'Gift Box'.... sepertinya makanan dan minuman ini diperuntukkan untuk kita, ini seperti kotak hadiah untuk kita" jawab Yori.

"Ta-tapi... kenapa kotak penuh makanan dan minuman itu ada disini? Seharusnya kalau sesuai petunjuk tadi, setelah 20 meter itu adalah bunga melati" bingung Ruki.

"Apa kamu benar-benar tidak menemukan bunga melati di sekitar sini Lina?" ulang Yori bertanya.

Sekolah/Neraka Chapter 55 - Jalan Buntu
Penulis : Whiti Intheforest

"Be-benar Tuan, saya sudah mencarinya dan tidak menemukan bunga melati, bahkan bunga selain melati, saya pun juga tidak menemukannya. Satu-satunya benda asing yang saya temukan hanyalah kotak 'Gift Box' ini. Silakan Tuan periksa sendiri jika tidak percaya" terang Lina menjelaskan.

"Aku percaya..." jawab Ruki cepat menyambar peryataan Lina.

Jawaban itu seolah ingin kembali menegaskan kepada Yori bahawa tidak mungkin ada anak berpoin lebih rendah yang bisa berbohong tanpa tersengat listrik.

Yori yang melihat itu, hanya menatap Ruki dengan tatapan terperangah.

"Sudahlah, kalau melihat makanan dan minuman seperti ini, hanya satu yang bisa kita lakukan. Kita harus memakannya. Aku masih lapar..." seru Yuki sambil mengambil roti melon yang ada di kotak itu.

Melihat kejadian yang sudah berlalu di hadapannya, Ruki mencoba berpikir keras. Ia masih mencoba menerka apa maksud dari petunjuk dan temuan yang baru saja mereka temukan. Ruki pun kemudian duduk di tanah dan mencoba berpikir.

"Oii... Yuki jangan dimakan dulu!!" teriak Yori tiba-tiba mengingatkan.

"Apwaa..?!" kaget Yuki yang sedang mengunyah dan menelan sebagian roti melonnya karena terkaget.

"Hadehh.. terlambat..." dengus Yori.

"Memangnya ada apa kak?" tanya Yuki setelah mengunyah roti yang tersisa di mulutnya.

"Kenapa kamu langsung memakannya? Bisa saja makanan itu beracun kan?" tanya Yori khawatir.

"Ehhhh..... bi-bisa jadi begitu. Ta-tapi.. aku tidak apa-apa kok. Lagipula tulisannya jelas-jelas hadiah. Itu pasti makanan dan minuman untuk kita. Lagipula siapa yang mau memberi kita racun?" tanya Yuki mencoba menepis keraguannya.

"Yahhh.. semoga saja makanan dan minuman itu tidak beracun. Semoga saja kamu tak apa. Soal racun, tak ingatkah kamu pada Neo yang sudah kita tolong?" kata Yori balik bertanya.

"Be-benar juga.. bagaimana kalau makanan ini beracun seperti lolipop Neo waktu itu. Ta-tapi... sepertinya aku baik-baik saja kok" seru Yuki sambil memegangi badannya.

Yori yang dari tadi melihat sikap Ruki yang hanya duduk terdiam, akhirnya mencoba menegurnya.

"Ada apa Ruki? Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Yori.

"Anuu.. apa kamu sedang sedih? Maaf jika kami membahas masalah Neo. Kami tidak bermaksud mengungkitnya" timpal Yuki.

Ruki nampak mengusap wajahnya dan mulai berkata.

"Hufffttt... tentu saja aku khawatir pada Neo. Tapi saat ini, membahas hal itu bukanlah sesuatu yang tepat. Apalagi kita dalam kondisi buntu seperti saat ini" jawab Ruki.

"Apa maksudmu Ruki?" tanya Yuki.

"Apa kalian tidak merasakannya. Pertama kita disuruh menemukan lapangan 8. Namun setelah melalui berbagai hal, akhirnya kita mengetahui bahwa ada lapangan lain yang memiliki angka berbeda. Kita menemukan lapangan 3. Dengan adanya lapangan 3, kita jadi berasumsi bahwa ada lapangan dengan angka-angka yang lain. Dan dari semua itu, kita hanya disuruh mencari lapangan yang ber-angka 8."

"Selanjutnya kita menemukan fakta baru bahwa ternyata ada informasi di lapangan 3 ini. Tadinya kita berpikir mungkin petunjuk itu akan mengarahkan kita pada lapangan 8. Namun, fakta berkata lain. Ternyata setelah kita mengikuti petunjuk itu, kita malah tidak menemukan bunga melati yang dimaksud. Yang kita temukan malah kotak Gift Box yang berisi makanan dan minuman."

"Lalu apa kesimpulannya? Kesimpulannya kita tidak mendapat informasi apapun dari tadi. Informasi yang kita dapatkan masih sama saja dengan beberapa jam yang lalu. Kita tidak mendapat secuil pun petunjuk bagaimana cara menemukan lapangan 8. Jika ingin dicari-cari, mungkin keuntungan yang kita dapatkan hanyalah perut kita yang bisa terisi penuh. Namun soal lapangan 8, kita sama sekali tidak mendapat kemajuan. Padahal.. sekarang matahari akan tenggelam. Dan sesudah ini...... kita hanya bisa berjalan dalam kegelapan" jelas Ruki panjang lebar menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada teman-temannya.

"Be-benar juga.." balas Yuki sambil ikut terduduk.

"Kamu benar Ruki, seolah memang benar-benar tidak ada kemajuan yang kita buat" timpal Yori.

"Hufftt... daripada makin bingung, sebaiknya kita duduk dulu dan memikirkan masalah ini sambil makan" ujar Yuki yang ikut duduk sambil menemani Ruki.

"Ayo kita makan dan minum saja dulu" ulang Yuki.

Akhirnya mereka duduk bersama di depan kotak itu kemudian memakan berbagai jenis makanan yang ada.

"Jangan lupa, setelah ini kita bawa beberapa makanan dan minuman yang ada sebagai bekal" ujar Ruki yang tengah memakan buger yang ada di tangannya.

"Apa kelompok lain tahu keberadaan bahan makanan dan minuman yang ada di gift box ini ya?" tanya Yuki.

"Sepertinya tidak bila mereka belum menemukan lapangan 3" balas Yori.

"Benar juga" balas Yuki singkat.

"Untuk itu... sebaiknya kita merahasiakan informasi ini bila bertemu orang lain" terang Ruki.

"Aku setuju denganmu. Bilang saja ini adalah makanan yang diberikan senior kita, bila kita berhadapan dengan kelompok lain yang berbeda klub dengan kita. Walaupun belum tahu apa, aku pikir informasi tentang lapangan 3 ini sebaiknya tidak disebar dengan kelompok lain dan perlu kita rahasiakan. Pada prinsipnya, kita gali informasi sebanyak-banyaknya dari orang lain namun minim informasi yang kita berikan ke luar" ujar Yori yang sependapat.

"Yah... kau benar.." sahut Ruki pendek.

"Kalau begitu... setelah selesai... sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita... ya walaupun belum tahu hendak kemana" ucap Yuki.

Setelah menyantap beberapa makanan dan minuman. Mereka bergegas berkemas dan berdiri dari tempat itu. Tak lupa, beberapa potong makanan seperti roti serta air minum mereka bawa sebagai bekal.

"Sudah semua?" tanya Yuki.

"Ya aku pikir segini cukup. Malah ini mungkin terlalu banyak" balas Yori melihat isi tas nya.

Saat mereka mulai melangkah.

"Ahhh... sebelum itu...." ucap Ruki tiba-tiba memotong.

"Ada apa Ruki?" tanya Yuki.

Ruki kemudian kembali membuka Gift Box tadi, kemudian mengeluarkan botol berisi air mineral 1,5 liter yang ada di dalamnya.

"Untuk apa itu? Bukannya kamu sudah cukup membawa air?" tanya Yuki keheranan.

Ruki kemudian berjalan mendekati Lina, sambil membawa botol itu di tangannya.

Ruki kemudian membuka tutup botolnya.

"Cepat minum sampai habis!" perintah Ruki pada Lina.

"Ahhh.." kaget Lina bingung.

"Ruki apa yang ka.."

Ruki kemudian langsung memasukkan botol itu ke mulut Lina dan memaksanya meminum air itu.

"Minum semuanya, habiskan!!!" perintah Ruki sambil memegangi mulut Lina agar tidak ada air yang keluar.

"Oi.. oi... oi... oi... RUKI!!!!! APA YANG KAMU LAKUKAN!!!" marah Yori mencoba mendekat.

"BERHENTI!!!!" balas Ruki berteriak.

"Apa kalian lupa kita ini sedang apa?" tanya Ruki.

"Saat ini seharusnya kalian ingat bahwa selain harus menemukan lapangan 8, kita juga sedang berlomba banyak-banyakan poin. Bahkan kita juga sudah setuju akan berlomba untuk menambah poin dengan memperlakukan Lina. Kita bahkan sudah sepakat sehingga menutup jam tangan poin kita" seru Ruki memperingatkan.

"Itu..." gumam Yuki.

"Kenapa kalian memandangku seperti itu? Huh?" kesal Ruki.

"Tapi... kita sepakat menyuruh Lina untuk melakukan apa yang dia sanggup saja..." balas Yori.

"DIA HARUS SANGGUP MENGHABISKAN AIR 1,5 LITER!!" teriak Ruki.

"Da-sarrrrrrr...." marah Yori.

"Kenapa kalian marah?"

"Saat kalian berdua menyuruh Lina menggendong tas ransel kalian, aku hanya diam saja dan tidak ikut-ikutan. Bahkan aku tetap diam saat Lina kesusahan membawa 3 ransel di punggungnya. Kemudian kau Yori. Kau juga menyuruh Lina membuat bendungan ikan di sungai. Belum lagi kau juga menyuruh Lina mencari dedaunan dan kayu untuk dibuat api unggun. Saat kau melakukan semua itu, aku hanya diam saja. Sekarang, ketika giliranku, kenapa kalian sewot!!!" marah Ruki.

"Kita ini sedang berlomba!" ulang Ruki mempertegas keadaan.

Mendengar itu, Yori menjadi terdiam sejenak.

"Ayo cepat habiskan minuman ini! air ini sehat untuk tubuhmu!" perintah Ruki yang masih memaksakan Lina untuk meminum air itu.

"Cepat minum!"

"Ahhh... MMMmm.. mmm" erang Lina mencoba sekuat mungkin memasukkan air yang begitu banyak ke dalam mulutnya.

"Ayo!!!"

"Glupp.. glupp.. Mmmmmm.. mmmmm" Ruki terus memaksakan air masuk ke dalam mulut Lina.

"Tuwan.. Pewwreut saaaaywa..." ucap Lina mencoba sekuat tenaga memaksa air masuk ke tubuhnya. Bahkan matanya sampai merah. Uratnya menegang, wajahnya terlihat pucat.

"Glupp... gluppp MMmmmhh.. Mhhhh..."

Ruki terus memaksakan air tersebut masuk ke mulut Lina, bagaikan sapi yang digelonggong air.

"Ruki ini tidak benar!"

Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 56

Yukki Amatsu
2017-08-27 21:53:16
Kasihan Lina....
Under1
2017-03-27 18:58:44
lucu banget
Kuroko Akashi
2017-02-19 15:15:47
Kasian donk Linanya Ruki...
Bocah Redoks
2017-01-18 23:29:13
air sebanyak itu d minum sekaligus ? kalau aku mah pasti langsung sakit perut
Jack El Jacqueline
2016-10-10 14:06:16
kenapa ruki jd sadis gitu
Dalreba
2016-10-09 17:25:10
Ruki berubah jadi jahat
Kei Takashima
2016-10-04 14:58:46
NexT
Aerilyn Shilaexs
2016-08-14 09:13:27
Jawaban itu seolah ingin kembali menegaskan kepada Yori bahawa tidak mungkin ada anak berpoin lebih rendah yang bisa berbohong tanpa tersengat listrik. Tapi beberapa waktu lalu mereka berbohong,
ThE LaSt EnD
2016-08-11 10:39:56
spertinya ada tujuan lain, ruki, selain memaksa lina minum air itu.
NaoCharlotte
2016-07-31 21:58:22
Ada apa dengan Ruki?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook