VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 54

2016-06-15 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
301 views | 46 komentar | nilai: 9.52 (25 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya
Jangan ragu beri nilai 10 kalau kamu suka ya !!!


"Ruki, tulisan pada kertas itu luntur!" seru Yuki mengulangi.

"Apa tanganmu basah?" timpal Yori.

"Tulisannya jadi hilang semua Tuan, kertasnya kosong" jelas Lina.

"Kenapa jadi begini?" kaget Ruki juga tak percaya dengan apa yang dilihatnya sendiri.

Sekolah/Neraka Chapter 54 - Kemana Petunjuk Itu Melangkah
Penulis : Whiti Intheforest

"A-aku tidak tahu. Aku kan hanya memegangnya biasa saja. Lagipula tanganku tidak basah. Aku kan tadi tidak tercebur sungai. Lagian aku hanya memeganya di pinggir kan? Kalian kan melihatnya sendiri?" kata Ruki yang bingung.

"Benar juga, itulah mengapa kami juga heran" balas Yori.

"Y-yang lebih penting, kalian semua tadi membacanya kan? Apa kalian masih ingat? Itu mungkin informasi yang berharga" panik Yuki.

"Bu-bukankah di kertas itu tertulis disuruh belok ke kanan 20 m kemudian cari bunga melati, Tuan" ujar Lina.

"I-iya kalau tidak salah begitu. Aku masih sedikit mengingatnya. Tulisan itu langsung cepat luntur setelah beberapa detik" balas Yori.

"Kalau begitu cepat catat. Mungkin itu informasi yang berharga" seru Ruki.

Yuki segera mengeluarkan catatan dari tasnya dan mencatat informasi yang tadi sempat tertulis di kertas itu sebelum luntur.

"Begini kan?" ulang Yuki memastikan.

"I-iya seperti itu. Begitu seingatku. Bagaimana dengan kalian? Apa kalian mengingatnya berbeda?" tanya Yori mencoba memastikan.

Mendengar pertanyaan Yori, semuanya hanya menggeleng kepala tanda tidak adanya perbedaan informasi yang mereka ingat.

"Baguslah kalau begitu, lalu untuk apa informasi ini sekarang?" tanya Yori.

"Apa ini petunjuk arah? Kita disuruh ke kanan 20 meter" ucap Yuki.

"Iya informasi ini jelas petunjuk arah. Tapi ini informasi yang muncul di lapangan 3. Apa maksudnya?" balas Yori.

"Apa ini jalan petunjuk untuk mencari lapangan 8?" tanya Ruki.

"Entahlah. Petunjuk ini terlalu mencurigakan. Muncul dari kertas yang tiba-tiba tercetak, eh kemudian tiba-tiba tulisannya luntur. Belum lagi kertas itu bisa muncul setelah angka ini dipukul 3 kali. Apa maksudnya semua ini?" bingung Yuki yang turut curiga.

"Hmmm... haruskah angka ini ku pukul lagi? Mungkin akan ke luar sesuatu yang lain" ujar Ruki.

"Co-coba saja... mungkin malah informasi tadi yang keluar lagi" balas Yori.

Setelah itu, Ruki kemudian kembali mencoba memukul angka itu.

"Plak!"

"Plak!"

"Plak!"

Namun, setelah dipukul, angka itu tidak memunculkan apapun seperti kejadian tadi.

"Ti-tidak muncul apapun" gumam Lina.

Yuki kemudian mengecek perintah yang tersamarkan di angka itu.

"Padahal perintahnya masih sama seperti yang tadi. Yaitu harus memukul 3 kali. Tapi anehnya sekarang tidak ada kertas yang ke luar seperti tadi" kata Yuki.

"Mungkin benda ini hanya bekerja satu kali pada orang yang sama" pikir Yori menerangkan.

"Kalau begitu biar ku coba" seru Yuki.

"Plak!"

"Plak!"

"Plak!"

Namun sayang sekali, tidak ada apapun yang terjadi setelah Yuki memukul benda itu sebanyak tiga kali.

"Tidak keluar apapun juga" kata Yuki.

"I-iya sepertinya kita hanya punya satu kesempatan. Lagipula kau kan sudah mencatatnya Yuki" timpal Ruki.

"I-iya" balas Yuki sambil melihat catatan yang masih ada di tangannya.

"Baiklah lalu pertanyaanya, apa maksud informasi itu?" ujar Yori mengembalikan pada masalah mereka.

"Bagaimana kalau coba kita ikuti dahulu. Aku tahu itu petunjuk yang berasal dari lapangan 3, tapi mungkin ini ada hubungannya dengan lapangan 8" usul Ruki.

"Yahh.. tapi apa kalian yakin yang ini bukan jebakan? Setelah melihat tinta pada kertas tadi tiba-tiba luntur membuatku bergidik ngeriiii..." seru Yuki.

"Kau benar Yuki, mungkin saja ini jebakan, tapi seperti kataku tadi, kalau kita tidak mencobanya, kita tidak akan pernah tahu" ujar Ruki memperingati.

"Laluu... jika kita mengikuti petunjuk ini, berarti kita harus belok kanan kan Tuan? Itu belok kanan kemana?" tanya Lina.

"Benar juga, jika kita memperhatikan petunjuk ini dengan cermat, belok kanan itu dimulai darimana? Semuanya penuh ketidakjelasan" ungkap Yuki.

"Mungkin belok kanan dari angka ini" tunjuk Yori pada angka 3 yang dimaksud.

"Belok kanan kemudian berjalan 20 m, lalu cari bunga Melati yang mekar di musim semi, hmmmn.." pikir Yuki melihat kembali petunjuk itu.

"Lalu kalau ini, kanannya yang mana? Kita saja tidak tahu mana depan dan yang mana belakang, bagaimana kita tahu kanannya?" tanya Yuki.

Mendengar pertanyaan itu, mereka semua terdiam dan merenung bersama mencoba mencari jawaban yang benar.

"Aku pikir... kita hanya perlu mencobanya ke segala arah" ujar Ruki menyampaikan pendapatnya beberapa saat kemudian.

"Ke segala arah bagaimana Ruki?" tanya Yuki.

"Kita kan ada 4. Nah masing-masing dari kita tinggal berjalan sesuai arah nya masing-masing. Misal aku ke selatan, Yori ke timur, Yuki ke barat dan Lina ke utara" kata Ruki memeberi petunjuk.

"B-benar juga pendapatmu. Dengan begitu kita tidak perlu memusingkan arah kanan yang dimaksud petunjuk itu" balas Yuki sumringah.

"Lalu berjalan 20 meter itu seberapa jauh?" tanya Yori.

"Kalau soal itu tenang saja..." kata Ruki sambil mengeluarkan sesutu dari tasnya.

"Aku membawa penggaris" kata Ruki sambil tersenyum.

Melihat penggaris yang dibawa Ruki, mereka segera mencari patokan untuk menjadi dasar jarak yang dibutuhkan.

"Kalian coba cari ranting pohon di sekitar sini" ucap Ruki.

Mereka kemudian mencari dan menemukan benda yang dimaksud.

"Nah sekarang buat ranting-ranting ini menjadi sepanjang 1 meter untuk menjadi patokan dasar kita" seru Ruki.

Mereka kemudian mengukur ranting itu kemudian membuatnya hingga sepanjang satu meter. Kini setelah semua selsesai, masing-masing mulai membawa rantingnya sendiri-sendiri.

"Yosh, apa kalian siap?" tanya Ruki yang sudah berada di posisinya.

"Iya" jawab ketiga temannya serempak.

"Pokoknya kalian jalan 20 kali ranting itu kemudian cari bunga melati. Jika salah satu dari kalian menemukannya, langsung berteriak saja" kata Ruki menjelaskan.

Mereka semua kemudian mengangguk tanda setuju.

"Baiklah.... mulai..." seru Ruki memberi aba-aba.



Mereka berempat kemudian mulai berjalan dari angka 3 itu, menuju 20 meter ke depan.

Setelah beberapa menit berselang, sebuah teriakan kemudian terdengar.

"TUANNNNNNNN!!!!!!" teriak Lina tiba-tiba.

"Itu kan sauara Lina?" kaget Ruki yang sedang mencari bunga melati yang tak kunjung ditemukan olehnya.

Sontak saja, Ruki, Yori dan Yuki segera berlari menghampiri sumber suara.

"Lina, apa kau menemukan bunga melatinya?" tanya Ruki yang mendekati Lina.

"Lina kamu menemukannya? Kalau aku tidak..." sahut Yori.

"Aku juga tidak..." timpal Yuki.

"Anu... Saya juga tidak menemukannya Tuan, maaf..." jawab Lina mengagetkan semua anak.

"Apa?!" kaget Yori.

"Lalu kenapa kau berteriak?" tanya Ruki bingung.

"Ahh... soal bunga melati seperti yang disebutkan petunjuk itu, saya tidak menemukannya, tapi..." kata Lina tak melanjutkan perkataanya.

"Tapi apa?" tanya Yuki.

"Tapi... setelah menghitung 20 meter dari angka itu, maka akan tepat berhenti di depan pohon besar ini..." tunjuk Lina pada pohon di depan mereka.

"A-apa istimewanya pohon ini?" tanya Ruki yang penasaran.

"Eee.. tidak ada Tuan, Namun...... ada sesuatu di baliknya!" ungkap Lina.

"Apa?!" seru Yori yang kembali terkaget.

Mengetahui informasi dari Lina, mereka semua segera melihat sesuatu di balik pohon itu.

"I-ini....." ungkap Yuki tercengang setelah melihat sesuatu di hadapan mereka.

Di balik pohon besar itu, terdapat sebuah kotak yang cukup besar berukuran kurang lebih 2x2 m. Kotak itu berpola garis-garis dengan warna merah dan putih. Yang paling menarik perhatian adalah adanya tulisan 'GIFT BOX' di atas kotak itu.

"Gift box? Apa maksudnya?" tanya Yuki.

"Bukankah itu berarti kotak hadiah Tuan? Tadi saya ingin membukanya, namun karena takut isinya berbahaya, jadi saya memanggil tuan-tuan semua" balas Lina.

"Yaaa... kalau kamu bilang berbahaya ya, mungkin saja berbahaya. Kotak hadiah? Hadiah untuk siapa di tengah hutan seperti ini?" lanjut Yuki lagi.

Ruki kemudian mendekati box itu.

"Eh Ruki apa yang mau kamu lakukan?" sergah Yori untuk mencegah Ruki berbuat gegabah seperti saat di jembatan tadi.

"Ada kotak hadiah di tengah hutan tempat kita melaksanakan ORGAKU? Untuk siapa? Ya tentu saja untuk kita...." seru Ruki sambil membuka kotak itu.

"Oi Ruki!!!" teriak Yori.

Namun Ruki tetap membuka kotak itu dengan mantap.

Setelah kotak terbuka.

"Ii-ni...." kaget Ruki.

Tidak hanya Ruki, semua yang berada di situ juga terkaget bukan main. Bagaimana tidak, di dalam kotak itu terdapat berbagai macam makanan dan minuman.

"Makanan dan minuman sebanyak ini..." seru Yori kaget.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 55

SHiniGami GhoUL
2017-02-19 15:06:54
Eemmtt.... Stdkx mreka akhirx mnemukan mkanan dan mnumann... (Y)
Bocah Redoks
2017-01-18 23:14:55
untung pas d pukul lagi gk keluar kertas yg tulisan nya "anda belum beruntung. coba sekali lagi". kalau keluar bakal ancur tuch gara gara d pukul terus
Snow Blue
2017-01-05 20:56:05
Wah... lumayan lah... makanan yg banyak
Dalreba
2016-10-09 17:17:23
Mungkin makanan itu dari kakak kelasnya
Kei Takashima
2016-10-04 14:54:03
Hmhhhh
Princes Alien Kawai
2016-08-14 09:10:29
tapi ko ngga ada yang ke arah sungai?
Princes Alien Kawai
2016-08-14 09:08:22
brati ada salah satu dari mereka yang menuju sungai
ThE LaSt EnD
2016-08-11 00:46:22
seperti mirip yg prnah sya komentarkn ah lupa judulnya.. .next
NaoCharlotte
2016-07-31 21:52:13
Saatnya makan
Fujioka nagisa
2016-07-11 15:53:14
Hm hm
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook