VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Sekolah/Neraka Chapter 53

2016-06-08 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
280 views | 38 komentar | nilai: 9.2 (30 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"RUKIII!!! JANGANNN LOMPAATTT!!" teriak Yori untuk mencegah Ruki.

Namun apa daya, teriakan Yori dan teman-temannya yang lain tak mampu membuat Ruki menghentikan aksinya.

"Tenang saja!!!!!" teriak Ruki sambil melompatkan tubuhnya ke batu yang berada di tengah sungai.

"YAAAAAAAAAAAA!!"

"Happpp!"

Satu kaki Ruki berhasil mendarat di batu itu, namun saat kaki keduanya hendak mendarat, licinnya batu menyebakan keseimbangan badan Ruki goyah dan...


Sekolah/Neraka Chapter 53 - Lapangan 3
Penulis : Whiti Intheforest

"TIDAKKKKKK!!!" teriak Lina.

"Ruki akan jatuh..." sontak Yuki.

"RUKIIII!!!" seru Yori.

Badan Ruki tak seimbang, ia mencoba menstabilkan tubuhnya namun badanya yang sudah terlalu miring tak mampu lagi dikontrolnya. Badannya limbung, Ruki mulai jatuh...

"Tidakkk!!" seru Ruki panik saat badannya hanya beberapa cm dari muka air sungai.

"Si-sial!!!!" seru Yori panik sambil hendak berlari untuk menggapai Ruki.

Namun, sebuah kejadian yang tidak disangka-sangka terjadi.

"DRRRRRRTTTTTTT..... DRRRTTT.... DRRRTTTT!!!!"

Sesuatu muncul dari dalam air!!!

"A-apa itu?!!!" ungkap Yuki yang tercengang.

"BRUKKKK!!!"

Bunyi itu yang terdengar saat Ruki terjatuh.

Ruki tidak terjatuh ke dalam air, namun terjatuh pada sesuatu yang tiba-tiba muncul dari dalam air sungai.

"I-itu...." kata Yuki terbata.

"Bagaimana itu bisa muncul tiba-tiba?" heran Yori tercengang.

Mereka semua tak percaya dengan sesuatu yang terpampang di hadapan mereka, tiba-tiba sebuah jembatan muncul dari dalam air tepat dimana Ruki terjatuh.

"A-aku selamat, huft... huftt...." ucap Ruki sambil menghembuskan nafas.

"Tuan Ruki, anda tidak apa-apa kan?" tanya Lina berlari menghampiri Ruki ke atas jembatan itu diikuti Yori dan Yuki.

"Apa kamu baik-baik saja?" timpal Yuki.

"Yahhh... aku baik-baik saja, aku tidak menyangka akan terpeleset, hufftt.." kata Ruki mencoba kembali menghela nafas.

"Inilah akibatnya jika tidak mendengarkan kami, sudah ku bilang kan jangan bahayakan nyawamu. Untung saja sebuah jembatan tiba-tiba muncul" kesal Yori.

"Hehehehe, maaf-maaf soal itu... aku hanya terlalu bersemangat" balas Ruki.

"Ta-tapi, Tuan Ruki tidak boleh begitu, keselamatan diri sendiri itu penting sebelum memikirkan orang lain" ingat Lina.

"Iya-iya aku paham, sekali lagi aku minta maaf karena sudah berbuat gegabah" kata Ruki meminta maaf.

"Tapi terlepas dari itu, bagaiamana jembatan ini tiba-tiba muncul dari dalam air? apa yang sebenarnya terjadi? Apa kamu mengaktifkan sesuatu Ruki? Seperti yang ada di film-film?" tanya Yuki antusias sembari berpikir.

"Soal itu aku juga penasaran, tapi..." kata Ruki tak melanjutkan perkataanya.

"Tapi kenapa Ruki?" tanya Yuki.

"Tapi sejujurnya aku tadi melompat ke batu itu tanpa pikir panjang karena melihat sesuatu di atasnya" ungkap Ruki.

"Apa?" kaget Yuki.

Yuki Kemudian melihat ke arah batu itu yang kini berada di bawah jembatan.

"Itukan... lihatlah..." seru Yuki.

Yori dan Lina kemudian melihat apa yang ditunjukkan Yuki.

"Angka 3 terukir di atas batu itu!!!!" seru Yuki.

"Angka 3?" gumam Yori.

"Aku juga tidak tahu apa maksudnya itu. Tapi melihat angka yang terukir di atas batu hitam itu sama dengan angka yang ada di lapangan, membuatku penasaran dan entah kenapa aku tiba-tiba ingin meloncat. Aku juga tidak tahu... mungkin karena aku menginjak itu, maka munculah jembatan ini" ucap Ruki.

"Yaa.. mungkin saja injakan pada batu itu bisa mengaktifkan jembatan ini" timpal Yuki.

"Yahh semua itu mungkin saja. Tapi ada yang lebih penting dari ini, kita harus segera menyebrang ke lapangan itu dan tidak berdiam diri di sini" ingat Yori.

Akhirnya mereka semua menyebrangi sungai itu dengan jembatan yang tiba-tiba muncul.

Sesaat setelah semua sampai di seberang, tiba-tiba jembatan itu kembali masuk ke dalam air.

"DRRRRRRTTTT... DRRRT.. DDDDRRTTT..."

"Jembatanyaa... masuk kembali!" seru Yuki.

"I-iya" balas Lina yang ikut tercengang.

"Sudahlah, Yori benar, kita tidak perlu memperdulikan itu lagi, kita harus segera melihat lapangan dengan angka 3 itu" ujar Ruki memperingatkan.

Mereka semua kemudian bejalan mendekati lapangan yang dimaksud.

Kini, tampak di hadapan mereka sebuah lapangan yang tidak sebesar lapangan tempat dimana semua klub berkumpul tadi. Lapangan itu beralaskan rumput kecil nan halus seperti lapangan golf. Ini berbeda dengan lapangan klub yang hanya beralaskan tanah.

Soal besarnya, mungkin bila ditaksir sekitar 15X15 m. Tepat di tengah lapangan, ada angka 3 yang lumayan besar di tancapkan di tengah-tengah lapangan. Angka 3 itu terlihat terbuat dari besi. Dan jika didekati memang tampak berwarna biru. Angka 3 ini bagaikan lilin yang ditancapkan pada roti ulang tahun. Angka tiga ini sebagai lilin raksasanya sementara lapangan ini sebagai rotinya.



"Wow!" ungkap Yuki melihat angka yang ada di depannya.

"Mungkin tinggi angka ini sekitar 1 meter" kata Yori berpendapat setelah melihat angka itu lebih dekat.

"Lalu apa maknanya sekarang?" ucap Ruki mencoba menyikapi tentang apa yang sedang mereka temukan sekarang.

"Iya, lalu ini apa? jelas-jelas ini angka 3 dan bukan 8" timpal Yuki.

"Dan lagi, di sini tidak ada orang sama sekali Tuan. Tampaknya hanya kita saja" ujar Lina ikut berpendapat.

"Iya sekarang memang hanya kita, tapi kita tidak tahu, tadi atau nanti mungkin tempat ini penuh orang" balas Yori.

"Yahh lalu sekarang bagaimana? kita disuruh mencari lapangan 8, ehh... yang muncul malah lapangan 3" seru Yuki sambil memandang angka 3 berwarna biru itu.

"Hmmm.. lalu apa maksudnya ini? menurutku, setelah melihat adanya lapangan 3 ini, berarti akan banyak lapangan dengan angka-angka yang lain. Misalkan ini lapangan 3, mungkin di luar sana ada lapangan 1, ada lapangan 14, ada lapangan 50, atau ada berapa puluh atau berapa ratus jumlah lapangan lain yang ada di hutan ini. Nah dari sekian banyak lapangan-lapangan yang diberi nomor itu, kita disuruh mencari lapangan 8. Seperti itu mungkin gambaran dari tugas yang kita lakukan sekarang..." kata Yori mencoba membeberkan pendapatnya.

"I-iya bisa jadi dugaanmu tepat Yori" balas Ruki setuju dengan pemikiran Yori.

"Jadi tidak ada gunanya kita menemukan lapangan ini, Tuan?" tanya Lina.

"S-sepertinya begitu" balas Yori.

"Tidak apa-apa, kita hanya perlu mencarinya lagi" ucap Ruki sambil tersenyum untuk mengembalikan semangat teman-temannya yang terlihat sedikit kecewa.

Namun, Yuki yang sedari tadi mengamati angka 3 di depannya, tiba-tiba berbicara.

"Tu-tuu tunggu dulu..." seru Yuki terbata.

"Ada apa Yuki?" tanya Yori.

"Semuanya kemarilah..." perintah Yuki menyuruh teman-temannya mendekati angka 3 itu.

"A-ada tulisan kecil yang menonjol dan tersamarkan dengan warna biru angka ini" seru Yuki menunjuk tulisan yang dimaksud.

"I-ini..." kaget Ruki.

"Pukul 3 kali!!!" ucap Yuki membaca tulisan yang tersamarkan pada angka itu.

"Pukul 3 kali? Apa maksudnya?" tanya Lina yang kini mulai berani dan terlibat dalam pembicaraan mereka.

"Mu-mungkin kita harus memukul sesuatu sampai 3 kali, ini kan angka 3" ujar Yori.

"Kalau kau bilang sesuatu, satu-satunya benda di sini hanya angka 3 yang terbuat dari besi dan berwarna biru ini" timpal Ruki.

"Ha-haruskah kita memukulnya 3 kali?" tanya Yuki.

"I-ya, aku pikir begitu..."

"Bolehkan aku mencobanya" kata Ruki.

"I-iya l-lagi pula ti-tidak ada salahnya mencoba. Mungkin akan muncul sesuatu seperti jembatan tadi" kata Yori.

"Tapi bagimana kalau dia dipukul malah meledak atau membahayakan kita?" tanya Yuki mengantisipasi.

"Kalau kita tidak pernah mencoba maka kita tidak akan pernah tahu, urusan lainnnya.... kita pikir belakangan" kata Ruki percaya diri.

Setelah itu, Yori, Yuki dan Lina mundur beberapa langkah dari angka itu. Sementara Ruki, bersiap memukulnya.

"Plak!"

"Plak!"

"Plak!"

Ruki memukul angka itu sebanyak tiga kali dengan tidak terlalu keras.

Sejurus dengan berakhirnya pukulan Ruki, sebuah suara terdengar.

"Srekk... srekkk... srekk... srekk!!"

Sebuah kertas tiba-tiba keluar dari angka itu layaknya kertas yang baru tercetak dari mesin printer.

"Ruki... itu..." seru Yori dan lainnya mendekat.

"Ada kertas yang ke luar" ujar Ruki.

Ruki kemudian mengambil kertas itu setelah kertas itu sepenuhnya tercetak.

"Apa yang tertulis di situ?" tanya Yuki penasaran.

Ruki kemudian memperlihatkan kertas itu ke semuanya kemudian membacanya.

"Belok kanan kemudian berjalan 20 m, lalu cari bunga Melati yang mekar di musim semi" seru Ruki membacakan kalimat itu.

"Apa maksudnya?" tanya Yori.

Namun, sebuah kejadian mengejutkan tiba-tiba kembali terjadi.

"Ru-ruki... tulisannya..." teriak Yuki menyadari.

"Tuan, tulisannya.... LUNTURR!!" kaget Lina.

"Apa???" kaget Ruki melihat tinta pada tulisan itu yang tiba-tiba makin luntur dan lenyap dari kertas yang baru saja tercetak.

"Oi.. oi.. oi.. ada apa ini?" panik Ruki dan teman-temannya.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 54

SHiniGami GhoUL
2017-02-19 14:58:41
Wooowww... Smkin Cool...
Snow Blue
2017-01-05 18:33:33
Keren...
Dalreba
2016-10-09 17:11:19
Mungkin disetiap lap ada petunjuk mengenai lap 8
Kei Takashima
2016-10-04 12:26:33
Next
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-13 19:32:36
next read
Anique HyuUzumaki
2016-08-13 10:34:12
Hm... penggambaran lokasinya cukup jelas. Aku suka! ^.^
Die And DeAth
2016-08-11 00:18:39
sperti dugaan area hutan itu dlengkapi teknologi canggih yg tak trlihat, mungkin itu gmbran yg akn dsampaikn penulis.
NaoCharlotte
2016-07-31 21:46:30
Bermain teknologi ternyata
NaoCharlotte
2016-07-31 21:46:26
Bermain teknologi ternyat
Fujioka nagisa
2016-07-11 15:44:23
Ada instrik harry potter yak
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook