VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Sekolah/Neraka Chapter 52

2016-06-03 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
264 views | 36 komentar | nilai: 9.11 (9 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Kamu sudah benar-benar tidak apa-apa kan Yuki?" tanya Ruki mencoba menepis keraguannya.

"Iya, sudah kok, tenang saja.... aku bisa jalan..." jawab Yuki sambil berdiri.

"Kalau kamu tidak kuat, kakak masih kuat kok membantumu" timpal Yori.

"Ahhh.. tidak-tidak... aku sudah benar-benar membaik, jadi berhentilah khawatir, heheheh" senyum Yuki.

Yori, Yuki, Lina dan Ruki segera berkemas dan membawa tas ransel mereka masing-masing.

"Cesssssssssssss....."

"Selamat tinggal api unggun yang hangat, selamat datang dingin yang kembali menusuk" ucap Ruki setelah melihat Yori benar-benar memadamkan api unggun dengan air.

Sekolah/Neraka Chapter 52 - Jadi, B atau 8?
Penulis : Whiti Intheforest

"Anuuu... sebelum kalian pergi, kami berdua benar-benar ingin mengucapkan terima kasih atas kebaikan yang Tuan-Tuan dan Nyonya lakukan. Kami mungkin benar-benar berutang nyawa pada kalian. Terutama terima kasih karena sudah mau menyelamatkan teman saya yang akan jatuh" kata gadis itu kembali berterima kasih.

"Iya... iya... sudah lupakan. Tidak perlu sampai berutang budi seperti itu. Kami hanya mencoba menolong orang yang kesusahan, lagipula kita ini teman satu sekolah kan, heheheh...." balas Ruki tersenyum.

"Tu-tuan..." ungkap gadis itu tak mampu berkata.

"Yang lebih penting, kalian sudah baikan kan? Apa masih ada yang terluka? Kalian bisa kan, kami tinggal?" tanya Ruki.

"Ehh.. iya... kami tidak apa-apa Tuan. Mungkin hanya sedikit lecet, tapi kami benar-benar tidak apa-apa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sekali lagi terima kasih" senyum gadis itu.

"Hehehe... baiklah kalau begitu, kami tinggal dulu ya..." balas Ruki.

"I-iya Tuan, ikuti saja pinggiran sungai itu dan saya yakin Tuan-tuan akan melihat lapangan itu...." ulang gadis itu.

"Iya-iya aku percaya kok" balas Ruki tersenyum.

Ruki dan kawan-kawan kemudian bergegas berjalan meninggalkan tempat itu dan naik ke arah air terjun untuk mengikuti hulu sungai.

"Awas tanjakannya terjal dan curam" ujar Ruki memperingati setelah ia naik ke sana untuk menyelamatkan gadis tadi.

Setelah mereka semua berada di atas, Ruki melihat kedua gadis tadi juga akan meninggalkan tempatnya.

"Selamat tinggal Tuan, terima kasih atas bantuannya, semoga kalian beruntung!!!!" teriak gadis itu dari bawah sambil melambaikan tangan.

"Iyaaaaaaaaaaaaa.... kalian juga ya, jaga diri kalian yaaaa!!!! Semoga kita berjumpa lagi!!!!" balas Ruki melambaikan tangan dari samping bibir air terjun.

"Ehh... ehh..eh.. tunggu dulu..." pikir Ruki tersadar.

"Aku bahkan belum berkenalan dengan kedua gadis itu..." ingat Ruki.

Melihat gadis itu mulai berjalan menjauh.....

"OIIIIIIIIII... KALIANNNNN DARI KLUBBB APAA????" teriak Ruki dari atas tebing.

"Ahhh.. Kami dari Klub Seniiiii!!!!" balas gadis itu mencoba berteriak karena jarak mereka yang semakin jauh.

Mendengar jawaban itu, Ruki makin menjadi tersadar.

"Ahhh... jadi gadis-gadis itu dari Klub Seni. Be-berarti... mereka mengenal Ayane. Seharusnya aku tanya mereka bagaimana keadaan Ayane. Apa dia baik-baik saja sekarang? Apa asmanya kambuh? Apa dia bisa mengerjakan tugas ORGAKU? Apa dia menjadi budak atau menjadi nyonya?" pikir Ruki kembali khawatir.

Namun, saat hendak bertanya.... kedua gadis itu sudah berjalan menjauh dan lenyap dari pandangan Ruki.

"Tidakk...." kesal Ruki.

"Oiii Ruki!!! Kenapa kamu malah berdiam diri di situ saja, ayo kita harus bergegas" panggil Yori yang menyadari Ruki masih tertinggal.

"Ahh... iya.. maafkan aku.." ujar Ruki memendam perasaanya.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menyusuri sungai itu untuk mencari lapangan yang dimaksud kedua gadis tadi.

"Kita tidak tahu ada di sisi yang mana lapangan itu, jadi terus perhatikan sekitar kalian" kata Yori.

"Memangnya lapangan seperti apa yang kita cari?" tanya Yuki yang bingung karena tadi tertidur.

"Sebuah lapangan dengan tanda seperti huruf B atau angka 8 yang berwarna biru" balas Yori.

"Apaa? Jadi itu lapangan 8?" kaget Yuki.

"Belum tahu, kita belum tahu itu apa..." balas Ruki sambil mencoba mengembalikan moodnya.

Mereka terus berjalan sambil terus memperhatikan keadaan di sekitar pinggiran sungai itu.

"Dimana lapangan itu, apa mereka benar-benar bohong?" tanya Yori sedikit kesal setelah mereka berjalan cukup jauh.

Namun tak lama berselang....

"Tu-tunggu dulu... aku melihat sesuatu berwarna hijau di seberang sungai sana!!!!" teriak Ruki menyadari.

Ruki segera berlari mendekati arah yang dimaksudnya.

"Hijau? Katanya tadi biru?" heran Yuki.

"Ehh... Ruki tungguu..." panggil Yori.

Namun tiba-tiba, Ruki berhenti tepat di seberang sesuatu yang dilihatnya.

"Ini kan...." gumam Ruki.

"I-ini bukan angka 8" ucap Yori.

"Bu-bukan juga huruf B" timpal Ruki.

"I-iniiiiiiiiii..... ANGKAAAA 3!!!!!!!!!!!" ucap Ruki, Yori dan Yuki bersamaan.

"Apa benar ini yang dimaksud kedua gadis tadi, Tuan?" tanya Lina ikut terkaget.

"Tandanya berwarna hijau, katanya biru?" tanya Yuki.

"Sepertinya benar, dan itu berwarma biru bukan hijau" jawab Ruki.

"Ehh.. bagaimana bisa?" bingung Yuki.

"Saat ini langit sudah senja. Semburat cahaya warna merah jingga jelas-jelas menerangi sore ini. Tanda yang warna biru itu jika direfleksikan dengan warna merah jingga dari mentari, maka akan terlihat hijau di mata kita. Kedua gadis tadi melihat tanda itu berwarna biru karena belum terpantul dengan semburat cahaya senja di sore hari" jelas Ruki menerangkan.

"Bisa saja.. kita akan tahu bila melihatnya lebih dekat.." ucap Yuki.

"Ta-tapi kenapa? Kenapa jadi angka 3 Tuan? Gadis itu mengatakan angka 8 dan huruf B kan? Kenapa kita melihatnya jadi angka 3? Apa tanda-tanda ini bisa berubah-ubah, Tuan?" bingung Lina tak paham.

"Iya mungkin kamu benar Lina. Tanda ini mungkin bisa berubah-ubah dalam waktu tertentu. Tadi huruf B kemudian angka 8 dan sekarang angka 3. Mungkin itu suatu pesan khusus, atau kamuflase untuk menutupi lapangan 8? Kita hanya perlu menunggu saja kan? Mungkin akan berubah lagi" senyum Yuki.

"TIDAKKK!!!" balas Ruki dan Yori bersamaan.

"Ehhh..." kaget Lina.

"Hohohoho.... jadi kamu menyadarinya juga ya Ruki?" tanya Yori tersenyum.

"Ahhh tentu saja, tampaknya kau juga...." balas Ruki tersenyum.

"Eh... kak, Ruki sebenarnya ada apa? beritahu kami?" bingung Yuki mencoba berpikir.

"Coba lihatlah tanda itu dengan perlahan, bandingkan dengan huruf B dan angka 8" ungkap Yori.

Yuki mencoba berpikir dan akhirnya menyadari sesuatu.

"Jangan-jangan...."

"Iya benar sekali. Lihatlah tanda yang ada di depan kita. Tanda itu jelas-jelas angka 3. Lalu kenapa gadis tadi mengira jadi B dan 8? Coba bayangkan posisimu seperti gadis yang terbawa arus tadi. Pasti akan menyadari..."

"Jika kita melihat dari arah tegak lurus seperti kita saat ini, pasti terlihat angka 3. Namun jika dilihat dari samping dan hanya melihat 2 punuk yang ada, maka akan terlihat mirip dengan punuk angka 8 dan huruf B. Lihatlah angka 8 itu sangat mirip dengan B. Dan yang terpenting angka 8 kalau dibelah 2 maka jadi angka 3. Huruf B jika garis lurusnya dihilangkan juga jadi angka 3. Nahh... jika kamu melihatnya dari sisi samping..... ini akan sulit untuk memastikan apakah itu angka 8, huruf B atau angka 3" ujar Yori menjelaskan.

"Aku mengerti sekarang, jadi dengan semua penjelasan di atas. Tanda yang ada di lapangan depan itu adalah angka 3 berwarna biru" ujar Yuki memberi kesimpulan.

"Yahh kamu benar... lalu untuk mengetahui apa maksud angka 3 dan lapangan itu, satu satunya cara adalah dengan melihatnya ke sana" ucap Yori.

"Tapi bagaimana caranya kita kesana Tuan? Lapangan itu ada di seberang sungai?" tanya Lina.

"Lihatlah... bagian sungai yang sana sedikit mengecil, jika kita bisa melompat dengan ancang-ancang maka kita bisa melompati sungai dan bisa pergi ke sebrang sana dimana lapangan itu berada" usul Ruki.

"Yahh kamu benar, Namun jika kita jatuh..... kita akan bernasib sama dengan kedua gadis tadi.." ujar Yori memperingatkan.

Setelah melihat bagian sungai yang mengecil itu....

"Lebarnya masih lebih dari 2 meter, itu terlalu jauh jika mau melompat" ungkap Ruki.

"Tu-tunggu dulu...."

"Aku melihat batu di tengah situ" seru Yori.

"Be-benar kak. Kita bisa melompat 2 kali, melompat ke batu itu dulu baru kemudian melompat ke sebarang sungai" kata Yuki semangat.

"Apa kalian yakin? Batu itu sangat licin. Jika terjatuh ke sungai, mungkin kalian akan jadi orang ketiga yang akan jatuh ke air terjun" seru Ruki.

"Lalu bagaimana?" tanya Yuki.

"Aku akan mencobanya dulu, jika kupikir aman, mungkin kalian bisa mencobanya. Bila aku terjatuh, mungkin kalian bisa cari cara lain" seru Ruki.

"Apa-apaan itu? Kita tidak sedang mencari tumbal di sini, jangan bahayakan nyawamu" ujar Yori.

"Tidak apa-apa, aku yakin bisa melompat tanpa terjatuh"

"Iyyyyaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!" Seru Ruki tiba-tiba berlari.

"OIIIIIIIIIIIII RUKIIIIII, TUNGGUUUU!!!!!!!!" sergah Yori dan lainnya panik.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 53

Bocah Redoks
2017-01-18 23:02:34
sok jadi pahlawan nih si ruuki. mudah mudahan selamat
Jack El Jacqueline
2016-10-10 13:43:18
makin rumit
Dalreba
2016-10-09 17:01:33
Apa Ruki akan tewas
Aerilyn Shilaexs
2016-08-13 19:28:41
ternyata angka 3
Anique HyuUzumaki
2016-08-13 10:17:32
Ruki lama kelamaan bertindak tanpa berpikir dlu.
Zunuya Rajaf
2016-08-11 00:02:19
ada sesuatu ddkat angkat 3itu.. ruki nekad jg.
NaoCharlotte
2016-07-31 21:40:21
8, B, dan3
Islamiah Tri Adinda
2016-07-11 15:33:38
Ruki si penantang maut
Racharion
2016-07-01 11:36:04
Seharusnya ilmu kepramukaan digunakan dalam situasi seperti ini :'3
Eiichiro Maruo
2016-06-20 16:50:32
Semoga ruki tewas
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook