VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 50

2016-05-25 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
311 views | 31 komentar | nilai: 9 (4 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita Sekolah/Neraka sebagai pembaca terdaftar dan share ceritanya untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita Sekolah/Neraka untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Bukan begitu bagaimana? Lalu apa itu, apa itu bisa digunakan untuk mencari lapangan 8?" tanya Ruki yang jadi makin penasaran.

"Saya.. juga tidak begitu yakin soal itu, Tuan. Tapi saya yakin itu pasti ada kaitannya dengan lapangan 8" jawab gadis itu.

"Lalu apa itu? Jelaskan padaku?" tanya Ruki tak sabar.

"Sebenarnya, saya melihat sebuah lapangan, Tuan. Tapi.... bukan angka 8 yang ada di tengahnya" ujar gadis itu pelan memberikan info sambil setengah berbisik.


Sekolah/Neraka Chapter 50 - B atau 8
Penulis : Whiti Intheforest

"Tu-tunggu sebentar...." potong Yori tiba-tiba.

"Ada apa?" tanya Ruki yang kesal.

"Apa sebelumnya kalian pernah bertemu dengan anggota kelompok lain sebelum kami?' tanya Yori penasaran.

"Ahh.. soal itu... kami juga bertemu dengan beberapa kelompok lain selain kalian" jawab gadis itu lagi.

"Me-menagnya kenapa kamu menanyakan hal itu Yori?" heran Ruki.

"Tadi dia tiba-tiba ingin memberikan informasi tentang lapangan 8. Padahal jika belum bertemu kelompok lain seperti kita tadi, pasti tidak tahu kalau perintah mencari lapangan 8 itu ternyata ditujukan untuk semua anak baru kelas 1 yang saat ini sedang melaksanakan ORGAKU" terang Yori.

"I-iya Tuan" jawab gadis itu.

"Cerdas juga Yori, satu langkah penting untuk berhati-hati agar tidak terjebak" pikir Ruki dalam pikirannya.

"Lalu lapangan apa yang kau lihat?" tanya Yori menyambung kembali pembicaraan mereka.

"Saya melihat sebuah lapangan tapi bukan angka 8 yang ada di lapangan itu. Bahkan itu bukan angka, tapi yang saya lihat di lapangan itu adalah sebuah huruf."

"H-huruf apa?" tanya Yori terkejut.

"Huruf B!!!." Jawab gadis itu singkat.

"Ehh..? benarkah begitu? Lalu apa maksudnya itu?" tanya Ruki.

"Saya juga tidak tahu Tuan, Saya juga hanya melihatnya sekilas. Tapi saya pikir itu mungkin ada hubungannya. Sebuah lapangan dengan adanya huruf, mungkin bisa memberi petunjuk." Jelas gadis itu memberikan pendapatnya.

Saat mereka terdiam berpikir, gadis satunya yang baru saja diselamatkan Ruki, ikut berbicara.

"Anuuu.. apa yang kamu bicarakan adalah lapangan yang kamu lihat saat terbawa arus sungai tadi?" tanyanya pada temannya.

"Ehh.. iya.. apa kamu tahu juga? kamu melihatnya juga kan?" tanyanya balik.

"Ehh tunggu dulu, jadi kalian berdua melihat lapangan itu saat terbawa arus hingga air terjun ini? itu artinya lapangan itu berada di salah satu tempat di tepian sungai ini kan?" tanya Ruki yang sudah tak sabar.

"M-mmm... benar Tuan.. Saya melihatnya... tapi......"

"Tapi kenapa?" sambung Ruki.

"Tapi yang saya lihat berbeda dengannya... saya tidak melihat huruf B di lapangan itu." Jawab gadis itu.

"Apa? lalu kamu melihat huruf apa?" tanya Ruki lagi.

"B-Bukan Huruf Tuan. Tapi sebuah angka. Sebuah angka yang selama ini kita cari terus........"

"Saya melihat angka 8 di lapangan itu!!!!" serunya.

"Apaaaaa?!!" kaget Yori dan Ruki bersamaan.

"Kamu melihat lapangan 8?" ulang Ruki.

"I-iya Tuan. Saya juga melihatnya namun bila saya salah, maafkan saya. Saya hanya melihatnya dengan sekilas" ujar gadis itu sambil menunduk.

"Eh benarkah itu lapangan 8? Menurutku yang ada di lapangan itu adalah huruf B" tanya gadis itu pada temannya.

"Benar kok, sepengelihatanku begitu....."

"Sudah-sudah tidak perlu bertengkar. Begini saja, hmmm.. apa angka atau huruf yang kalian lihat itu, berwana atau mencirikan sesuatu?" tanya Ruki menengahi.

"I-iya tuan, tanda itu berwana" jawab salah satu gadis.

"Ohh.. baiklah, sekarang begini. Kalian berdua akan kutanya dan jawab dengan serempak."

"Warna apa yang kalian lihat di tanda itu?" tanya Ruki.

"BIRUUUUUU" jawab kedua gadis itu serempak.

Mendengar itu, sontak saja Ruki dan Yori semakin dibuat tercengang.

"B-berarti kalian melihat ke lapangan yang sama. T-tapi kenapa bisa berbeda?" heran Ruki.

Yori seperti memikirkan sesuatu...

"Jangan-jangan...."

"Ada apa Yori?" heran Ruki semakin menjadi-jadi.

"Mungkin ini adalah ilusi mata saja. Lagian kalian melihatnya saat sedang dalam kondisi panik dan terseret arus. Aku yakin itu pasti antara huruf B atau angka 8. Lihatlah B itu sangat mirip dengan 8..." terang Yori gembira.

"Bi-bisa juga... jadi lapangan itu..." ujar Ruki turut senang.

"Kita belum tahu pasti.. tapi ini kabar gembira jika itu benar-benar lapangan 8. Jika salahpun itu pasti lapangan petunjuk. Aku tak menyangka kita akhirnya bisa menemukan..." senyum Yori.

Namun setelah itu, Yori seperti menarik kegirangannya dan memikirkan sesuatu.

"Tunggu dulu... kenapa aku mesti percaya kalian? Bisa saja kalian bohong dan ingin menipu kami?" tanya Yori mencurigai.

Mendengar pertanyaan Yori, salah satu gadis menarik lengan baju mereka dan memperlihatkan jam poin mereka.

"Lihat ini, Tuan...." tunjuknya seraya memperlihatkan angka 0 yang tertera di jam tangannya.

"Saya dan teman saya memiliki poin 0. Itulah mengapa saya memanggil Tuan dengan panggilan 'Tuan'. Karena saya yakin Tuan pasti memiliki poin lebih dari ini" jawab anak itu.

"Lalu apa hubungannya dengan itu? Memangnya kenapa kalau kalian berpoin 0? Bukan berarti kalian tidak bisa menipu kami, kan?" tanya Yori.

"Tentu saja kami tidak bisa menipu Tuan. Kalau kami menipu dan berbuat sesuatu yang curang pada anak yang poinnya lebih besar daripada kami, pasti saat ini kami berdua akan tersengat listrik, Tuan" jelas gadis itu menerangkan.

"Benarkah? Mana ada yang seperti itu... memangnya lsitrik itu tahu kalau kamu bohong?" lanjut Yori yang masih tak percaya.

"Sungguh Tuan... kami tak berbohong. Dan benar, jika berbohong pada yang poinnya lebih besar, pasti tersengat listrik. Soalnya.... soalnyaa... saya pernah berbohong sebelum ini, dan saya tersengat listrik..." akunya jujur.

Namun Yori tetap masih belum percaya dan menganggap ini adalah akal-akalan kedua gadis itu. Tapi kemudian, Ruki bersuara.

"Aku rasa kedua gadis ini benar.... dia tidak berbohong Yori, aku percaya padanya" ujar Ruki sambil memegang pundak Yori dan menatapnya.

"R-Ruki...." balas Yori bingung.

"Tentu saja apa yang dikatakan gadis ini benar. Aku sendiri juga pernah berbohong dan tersengat oleh listrik. Aku tidak akan pernah lupa rasanya sengatan listrik yang membuatku lemas. Itu semua karena aku pernah berbohong soal poinku saat seseorang di rumah sakit memanggilku dengan Yordamchi saat aku menemani Ayane Kemarin" pikir Ruki yang kembali teringat akan peristiwa yang menimpanya.

"Sudahlah... kita percayai saja mereka" ulang Ruki pada Yori.

Yori yang melihat Ruki bersikap seperti itu, menjadi cukup curiga.

"Kenapa dia terlihat yakin sekali? Apa dia tidak curiga pada kedua anak ini? bisa saja kan mereka berbohong? Sepertinya ada sesuatu yang Ruki tahu dan aku tidak tahu..." pikir Yori dalam hati.

"Sumpah Tuan.. kami tidak akan berbohong" ulang gadis itu.

"Eee...iii...yya..ya kaaa...akamu be-benarrr" balas Ruki tiba-tiba menggigil.

Melihat Ruki tiba-tiba menjawab seperti itu, Yori jadi panik.

"Ehh... eh.. eh.. ka-kamu kenapa Ruki? Kenapa kamu menggigil seperti ini? sepertinya... kamu kedinginan sekali karena bajumu basah kuyup" panik Yori tersadar.

Saat itu juga, Yori melihat keadaan Lina dan juga kedua gadis itu juga mulai kedinginan seperti Ruki. Mereka terlihat mulai menggigil.

"Sial... aku terlalu antusias sehingga tidak memperhatikan kondisi kalian..." terang Yori tersadar.

"Baju kalian basah kuyup, kalian juga belum makan... kita tidak bisa begini" terang Yori.

"Heheh.. k-kammu ja-jangan sok begituu.. k-kamu jugaga kan bbsah kuyup" kata Ruki.

"Iya tapi aku masih kuat" terang Yori.

Yori diam sebentar dan memikirkan sesuatu. Beberapa saat kemudian dia memanggil Lina.

"Lina kemari, apa kamu masih kuat?" tanya Yori.

"I-iya Tuan... saya akan berusaha" jawab Lina yang sebenarnya juga kedinginan, apalagi dia benar-benar tidak makan 2 hari.

Yori kemudian menggambar sesuatu di tanah dengan batu-batuan yang banyak berada di situ.



"Lina lihat ini...."

"Kita akan membendung sungai dengan batu-batuan yang banyak ini, kemudian mengalirkannya pada bantaran yang lebih datar. Ikan-ikan yang harusnya berenang lurus akan bingung karena adanya bendungan. Sebagian mungkin memilih berenang balik dan sebagian mungkin mengikuti aliran baru yang kita buat. Nah... setelah kita melihat beberapa ikan yang terjebak pada bantaran yang kita buat, maka segera kita tutup kedua lubang aliran yang kita buat" jelas Yori.

"A-aku tidak tahu ini bisa berhasil atau tidak. Aku juga tidak tahu sungai ini ada ikannya atau tidak. Tapi kita harus mencobanya karena ini cara termudah yang tidak pakai alat. Yaa... ini pun juga salah satu cara dari buku yang pernah aku baca" terang Yori lagi.

"Baiklah kalau begitu, Tuan" patuh Lina.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 51

Uchiyama Yuu
2017-03-26 19:36:22
mungkin 00
SHiniGami GhoUL
2017-02-18 17:33:49
8 atau B ... Yupss kalau hanya dilihat sekilass... Keduanya akan trlihat sprti 8 ataupun B ...
Bocah Redoks
2017-01-18 22:31:23
berbohong pun d sengat listrik ? tapi bagaimana klau yg berbohong itu poinnya lebih tinggi ?
Dalreba
2016-10-09 12:36:32
Istirahat dulu nanti lanjut baca lagi.
Kei Takashima
2016-09-29 18:05:34
Hmhh
Anique HyuUzumaki
2016-08-13 09:42:09
Giliran Yori beraksi.
Tifa Lockhart Chan
2016-08-12 19:38:53
hmmm angka 8 dan huruf B memang mirip,
ThE LaSt EnD
2016-08-10 23:30:50
ow ya knpa mereka tercebur ke sungai blum dicritakn ya., 2 perempuan itu.
ThE LaSt EnD
2016-08-10 23:27:58
informasi saja msh bikin penasaran.. next.
Fujioka nagisa
2016-07-11 15:14:26
Nangkep ikan ala tradisional
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook