VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Sekolah/Neraka Chapter 49

2016-05-20 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
263 views | 29 komentar | nilai: 9 (5 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Lina apa kau siap?!!" teriak Ruki yang sudah berada di atas bibir air terjun.

"Iya Tuan... aku sudah di bawah sini.." seru Lina yang berada di bawah pancuran air terjun, hingga bajunya pun basah kuyup.

Ruki kemudian berjalan menjauhi bibir air terjun itu dan menyusuri pinggiran aliran sugai yang deras.

"Dimana anak itu?" pikir Ruki berjalan pelan sambil memperhatikan dengan seksama.

Tak lama berselang, Ruki melihat sesuatu yang bergerak-gerak di atas permukaan air yang terlihat dari kejauhan sana.

Sekolah/Neraka Chapter 49 - Terjatuh di Air Terjun
Penulis : Whiti Intheforest

"I-itu... mungkinkah?!" seru Ruki terkejut.

Tanpa pikir panjang, Ruki segera berlari untuk melihatnya.

"TOLONGGGGGG!!!!...... TOLONGGG AKUUUU!!!!!!......" teriak anak itu serak, sambil mencoba berenang melawan arus.

"Tetaplah berusaha berenang... aku akan mencoba mencari kayu..." seru Ruki mencoba menolong anak itu yang ternyata juga seorang perempuan.

"Itu disana..." ucap Ruki melihat sebuah ranting yang tidak terlalu tinggi pada pohon yang tak jauh dari tempatnya.

"Cracckkk..." bunyi ranting yang coba dipatahkan Ruki.

"Ke-keras sekali...." cobanya labih kuat untuk mematahkan ranting itu sepenuhnya.

"ARRRRRGGGGGHHHH....... TARIKKKKKK!!!!!" teriak Ruki berusaha keras.

"Buakkk!!!....."

"Y-yapp... berhasil" seru Ruki yang terjatuh setelah akhirnya berhasil mendapatkan potongan ranting pohon yang cukup panjang.

"Ini... raih ini!!!" teriak Ruki bergegas sambil mengulurkan ranting kepada gadis itu.

"Arghhh..." ucap gadis itu berusaha meraih uluran ranting yang diberikan Ruki.

"Ayo sedikit lagi..." ucap Ruki sambil mencoba memanjangkan ulurannya hingga melewati bibir aliran sungai yang deras.

"Arghh,,, tidak mungkin.... i-ini.. masih terlalu jauh..." erangnya seraya berenang lebih kuat.

"Ayo.. keluarkan seluruh tenagamu, ayo kamu pasti bisa, terus berenanglah dengan kuat, ayo gerakkan kakimu lebih kuattttttt!!!!" teriak Ruki mencoba menyemangati gadis itu.

"A-aku... tidak..."

Namun, sebuah kejadian mengerikan kembali terjadi. Akibat kerasnya gadis itu berusaha, tiba-tiba kakinya tidak mau digerakkan....

"Ahhh... kakikuuuuuu...."

"Ti-tidak.... kakiku kerammmmmm!!!!!!!!!!!" teriaknya panik sambil derasnya aliran sungai mulai menghempaskannya.

"Oi... oi.... oi... oi... si-siallll!!!!!" teriak Ruki turut panik sambil mencoba mengejar gadis itu.

"Cepatlahhh... coba raih ini..." seru Ruki yang terus berusaha mengulurkan ranting yang dipegangnya.

"Ayo... ayo... ayo.. cepat raihlah!!!!" seru Ruki berlari makin cepat.

Namun derasnya aliran air sungai tak mampu menandingi kecepatan Ruki.

"Tidak... aku akan jatuh... TOLONGGG!!!" teriak gadis itu panik setelah melihat bibir air terjun yang haya berjarak beberapa meter dari tempatnya berada.

"Sialll... kenapa jadi begini?!!" teriak Ruki panik.

"LINAAAA!!! Bersiaplah di bawah!!!" seru Ruki tiba-tiba berteriak.

Sontak saja, Lina,Yori dan gadis yang baru ditolong yang sedang berada di bawah, terkejut bukan main.

"Mungkinkah?.... Apa Ruki tidak berhasil?" panik Yori.

"Tu-Tuan Ruki..." seru Lina sambil bersiap.

"RUKIIIII!!!! Aku juga akan membatu Lina dari bawah..." seru Yori sambil segera berlari ke bawah pancuran air terjun.

"Kami akan menangkap anak itu, tenanglah..." seru Yori lagi.

Sementara itu di atas sana...

"Sial... tidak ada waktu lagi" panik Ruki.

"A-aku... merasa bodoh jika tida bisa menyelamatkan anak ini..."

"A-akuuu.."

Tanpa pikir panjang, didorong rasa keinginan yang kuat, Ruki menceburkan dirinya ke aliran sungai yang deras itu.

"ARGGGGHHHHH!!!...."

"Raihh tanganku!!!" teriak Ruki sambil berenang sekuat tenaga mengejar gadis itu.

Namun...

"Ti-tidakk mu-mungkinnn... "

"A-anak itu pingsannnn..." seru Ruki panik.

Ruki mencoba mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tangan gadis itu yang kini berada kurang lebih 5 meter dari bibir air terjun.

"Sedikit lagi....."

"Yapppppp!!!" teriak Ruki sambil menggenggam tangan anak itu.

"Berhasil."

"Ta-tapi.... aku akan jatuh...." panik Ruki setelah tersadar bahwa arus semakin kuat mendekati bibir air terjun.

Ruki mencoba berenang berlawanan arah dengan sekuat mungkin. Namun kini, sepertinya tenaganya tidak cukup karena harus membawa gadis itu.

"Si-siallllllllllllllllllllllll..... kenapa jadi begini!!!!!!!!!!! Akuuu, akan jatuhhhhh!!!!" teriaknya setelah mereka berada tak kurang 2 meter dari bibir air terjun.

"Aku... aku... aku.... aku... aku tidak akan membiarkan semua ini!!!" teriak Ruki.

Ruki kemudian mengeluarkan sisa tenaganya untuk mengangkat anak itu.

"HIYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!"

"AYOOOOOOOOOOO!!!"

Ruki berhasil mengangkat anak itu sepenuhnya dan berhasil melemparkannya pelan ke pinggir sungai.

"Iyapppp aku berhasillll!!" seru Ruki setelah melihat anak itu selamat dan tergeletak di pinggiran sungai.

Namun.... waktu menjadi sudah terlalu terlambat untuk Ruki menyelamatkan diri.

"Si-sialllll..... aku akan jatuh, tapi aku berhasil.... yang penting anak itu selamat...." kata Ruki sambil sebuah senyum terlukis di bibirnya.

"Wusshhhhhhhhhhh"

"Li-lina.... aku melihat bayangang orang yang akan jatuh dari atas" seru Yori yang ada di bawah.

"I-iya..."

Namun, Yori dan Lina yang tak tahu kejadian yang sudah terjadi di atas sana, benar-benar terkejut bukan main.

"Mu-mungkinkah... mungkinkah itu Tuan Ruki?" seru Lina tersadar.

"Ruki... itu Ruki... dia kan terjatuhhhhhh!!!! Bagaimana mungkin Ruki yang ternyata akan terjatuh????!!" panik Yori.

Sedetik kemudian....

Tubuh Ruki terlihat terhempas jatuh ke bawah bersamaan dengan volume air yang deras jatuh ke bawah.

"Lina... Yori..." serak Ruki yang melihat mereka berdua dengan sekilas.

"Tuaannnnnnn Rukiiiiii....... Kami akan menangkapmuuuuu!!!!!" teriak Lina bersiap yang diikuti Yori.

Tak lama kemudian....

"Buakkkkkkkkk."

Yori dan Lina menangkap tubuh Ruki yang terjatuh.

"Ahhh... ahhh.. ahhh..." seru Ruki terengah engah.

"Apa yang terjadi? Apa kamu baik-baik saja? bagaimana dengan anak yang akan jatuh? Dimana dia sekarang?" ujar Yori yang langsung menodong Ruki dengan berbagai macam pertanyaan.

"Heheheheheh... tenang saja... aku baik-baik saja. Dan yang lebih penting, gadis itu juga selamat dan sekarang berada di atas sana. Dia hanya pingsan sekarang, hehehehe..." seru Ruki tersenyum.

"A-apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Yori tak habis pikir.

Setelah semua itu, Yori segera membawa gadis yang baru saja diselamatkan Ruki, untuk turun ke bawah. Gadis itu sudah siuman dan merasa senang bertemu dengan temannya lagi. Sementara Lina mengawasi Ruki dan Yuki yang sedang berbaring bersama.

"Saya sungguh-sungguh berterima kasih atas semua pertolongan yang Tuan-Tuan berikan. Tapi... saya sungguh tidak tahu apa yang terjadi Tuan, tapi saya benar-benar berterima kasih..." ungkap gadis itu pada Ruki setelah melihat Ruki yang basah kuyup.

"Ahhh.. tidak apa-apa... aku hanya sedikit basah kok.." jawab Ruki enggan membicarakan apa yang terjadi di atas sana pada semua orang.

"Tapi...." kata gadis itu ragu.

"Sudahlah... tidak usah membahas itu.. beristirahatlah dulu di sini" kata Ruki sambil tersenyum.

"Semua ini jauh lebih baik. Lebih baik aku yang jatuh terhempas daripada anak itu yang harus jatuh. Aku rasa... aku sudah melakukan sesuatu yang benar.." senyum Ruki kembali dalam hatinya.

"Sekarang... baju kita basah kuyup, Ruki kelelahan, Yuki masih sakit, dan kita belum makan apa-apa... sungguh situasi yang sempurna sekali.." keluh Yori.

"Belum lagi... siang akan segera berlalu dan sore mulai menjelang, Tuan" ingat Lina.

"Kondisi kita semakin buruk dan aku tidak tahu harus bagaimana kita sekarang. Rasanya... bertahan hidup di hutan ini puluhan kali lebih sulit daripada menemukan lapangan 8" keluh Yori lagi.

"Ahhh... soal itu.." kata salah seorang gadis itu kemudian.

"Apa kalian masih berniat mencari lapangan 8?" tanyanya.

"Te-tentu saja...." jawab Yori.

"Kami tadinya berpikir bahwa lapangan 8 adalah lapangan ke delapan dimana klub-klub berkumpul tadi, tapi sekarang sudah terlalu jauh untuk kesana...." kata Yori.

"Ihihihi..." kaget gadis itu menahan tawa.

"Ada apa?" tanya Yori yang sedikit merasa tersinggug.

"Ma-mafkan saya Tuan, mafkan saya... Saya pikir lokasinya bukan disana" terang gadis itu.

Ruki yang mendengar sekilas percakapan itu, juga menahan tawa dalam hatinya.

"Yori... Yori... bahkan anak ini saja tertawa dengan pemikiran konyolmu. Aku harap sekarang kamu sadar..." pikir Ruki dalam hati.

"Seperti kata saya tadi, saya akan memberiakan Tuan informasi jika mau menyalamatkan teman saya. Dan beruntung sekali, informasi ini mungkin berguna dalam menemukan lapangan 8" ujar gadis itu.

"Ja-jadi kau tahu ada dimana lapangan 8 nya?" tanya Ruki yang terkaget mendengar itu hingga terbangun.

"Ya... bukan begitu juga, Tuan...."

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 50

Bocah Redoks
2017-01-18 22:20:30
ada typo tuch. authornya lagi buru buru yah
Dalreba
2016-10-09 12:30:39
Apa menolong orang juga dapat poin
Anique HyuUzumaki
2016-08-13 09:29:41
Hm... chap kali ini seru juga...
Aerilyn Shilaexs
2016-08-12 19:26:37
ruki kuat banget, bisa melempar anak itu ke pinggir sungai, yah meskipun itu sangat mustahil
Zunuya Rajaf
2016-08-10 23:15:25
informasi baru,. langkah jiwa pnolong untk mrubh skolahan.. spertinya poiny brtambh. next
NaoCharlotte
2016-07-31 21:17:05
Ruki sang penyelamat, yeay
Islamiah Tri Adinda
2016-07-11 15:06:26
Dramatis yak
Rocky Si Tampan
2016-06-02 14:35:04
akhirnya akan ketemu
Sword Art Onepiece
2016-06-01 07:28:00
lanjut
Rinularo
2016-05-28 14:33:36
gnosoK mengomentari tulisan anda yang berjudul Sekolah/Neraka
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook