VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 44

2016-04-17 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
294 views | 33 komentar | nilai: 9.5 (6 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Saya tak menyangka ternyata Tuan akan melakukan ini?" tanya Lina sambil mengancingkan bajunya kembali.

"Pokoknya ingat!" tatap Ruki tajam ke arah Lina.

"Iya, Tuan" jawab Lina singkat sambil tersenyum.

"Sebaiknya kita segera kembali...." usul Ruki yang tengah terengah-engah.

"Iya Tuan, saya tak ingin Tuan Yuki dan Tuan Yori semakin bingung dan khawatir" balas Lina kemudian.


Sekolah/Neraka Chapter 44 - Strategi Baru
Penulis : Whiti Intheforest

Mereka berdua kemudian segera berjalan ke tempat awal dimana mereka menunggu tadi. Dari kejauhan sudah tampak akan keberadaan Yori dan Yuki.

"Ka-kalian...." panggil Yori setengah berteriak setelah melihat Lina dan Ruki yang mulai mendekat ke arah mereka.

"Apa kalian tidak mendengar perkataanku tadi? sudah kubilang kan jangan kemana-mana, aku sangat khawatir dengan kalian" ujar Yori yang masih kesal.

"Apa yang terjadi, kalian tidak apa-apa kan?" lanjut Yori lagi.

"Maafkan aku teman-teman, ini adalah salahku."

"Eee.. aku terpaksa pergi sebentar dari tempat ini karena ingin buang air kecil. Kepanikan yang sudah terjadi dari tadi pagi membuatku sudah tidak bisa menahannya, hehehehe..." kata Ruki meminta maaf sambil menggaruk-garuk kepala.

"Emm.. tidak, ini salah saya, Tuan. Tuan Ruki sudah menyuruh saya untuk tinggal disini. Namun karena Tuan Ruki lama dan tak kunjung kembali, saya khawatir dan akhirnya memutuskan untuk pergi. Maafkan saya karena sudah bertindak sendiri" ucap Lina yang turut meminta maaf.

"Tidak Lina, kamu tidak perlu disalahkan....." balas Ruki.

"Sudah-sudah, tidak perlu berdebat seperti ini. Yang penting, kita sudah berkumpul dengan selamat sekarang" balas Yori.

"Hehehe... kakak benar, sebaiknya kita segera makan saja. Sebenarnya kami tidak menemukan banyak makanan, hanya beberapa buah-buahan saja" ujar Yuki yang sudah mulai tenang, tidak seperti saat dia pergi tadi.

"Apa buah-buahan ini aman? Aku belum pernah melihat buah yang seperti ini" tunjuk Ruki pada salah satu buah yang berbentuk seperti buah cheri.

"Sepertinya aman, aku melihat beberapa burung memakan buah ini. Jadi aku pikir ini aman untuk manusia" balas Yuki.

"Burung? Jadi... di hutan ini banyak hewan juga?" timpal Ruki.

"Yahhh... aku melihat ada beberapa burung yang cukup besar. Selain itu hewan-hewan kecil seperti tupai pun aku sempat melihatnya. Kalau soal hewan besar atau hewan buas, kami belum mengetahuinya. Satu hal yang cukup positif adalah..... aku mendengar suara gemercik air. Jadi aku berharap itu adalah sungai atau sumber air yang bisa kita manfaatkan untuk minum ataupun mendapatkan ikan jika beruntung" terang Yuki.

"Kau benar. Kita tidak bisa makan buah-buahan seperti ini terus. Kita butuh tenaga untuk bisa bertahan hingga esok pagi dalam menemukan lapangan 8. Padahal saat ini, matahari hampir berada tepat di atas kepala kita. Masih cukup lama bagi kita untuk berada di hutan ini, tapi waktu menjadi terlalu singkat jika harus menemukan lapangan 8" balas Ruki.

"Baiklah, soal itu kita bahas nanti dulu. Sebaiknya kita makan dulu buah-buahan ini" usul Yuki.

Ruki, Yuki dan Yori segera mengambil beberapa buah-buahan yang ada disitu.

"Aku harap ini bisa sedikit mengganjal perut kita, maklum tidak banyak buah yang bisa kami temukan. Kami bisa saja pergi sedikit menjauh untuk mencari makanan, namun kami tidak ingin pergi jauh-jauh dari tempat ini dahulu. Aku pikir tidak terlalu aman kondisi saat ini" lanjut Yuki.

"Yahh kau benar. Lagipula jangan berharap terlalu besar pada buah-buahan pada musim semi seperti saat ini. Beberapa tanaman tahunan tentunya tidak berbuah di musim ini" ingat Ruki.

"Hmm.. kau benar Ruki, ternyata kau cukup tahu ya soal tumbuhan" senyum Yuki.

"Hahaha... biasa saja" balas Ruki.

"Lalu Lina bagaimana denganmu?" tanya Yori.

Sontak saja, pertanyaan Yori kembali mengingatkan pada masalah yang sempat teralihkan tadi.

"Sudah saya katakan, tidak usah beri makan saya, Tuan" ulang Lina.

Mendengar itu, Yuki tampak tidak terpengaruh. Ia masih dengan tenangnya memakan buah yang ada di tanganya. Yuki tampaknya sudah tidak peduli lagi dengan Lina. Ia sudah membuang sikap emosionalnya tadi. Ia seperti sudah bersikap apatis. Tampaknya Yuki sudah tidak menaruh perhatian lagi pada Lina dan tidak memperdulikannya lagi.

"Ayolah Lina... jangan seperti ini..." ulang Yori yang juga sudah bingung hendak bersikap apa.

"Tenanglah dulu Yori. Saat aku buang air kecil tadi, aku sempat memikirkan sesuatu. Itulah sebabnya aku lama hingga Lina datang mencariku. Tapi.. sesuatu yang aku pikirkan ini mungkin akan kau tentang...." kata Ruki menjelaskan.

"A-apa itu?" kaget Yori.

"Sebaiknya kita makan dahulu..." ujar Ruki sambil mengunyah buah yang dimakannya.

Beberapa menit kemudian, baik Ruki, Yuki, dan Yori sudah memakan habis buah mereka. Namun mereka tetap menyisakan beberapa buah untuk Lina.

"Ja-jadi bagaimana?" tanya Yori penasaran sambil menatap Ruki.

"Kebodohan atau komitmen?" tanya Ruki tiba-tiba.

"Apa maksudmu?" bingung Yori.

"Saat anak-anak dari klub Sepakbola tadi pergi, aku mulai berpikir ada sesuatu yang tidak beres. Mereka mengatakan dapat melakukan apapun atau bahkan menyiksa anak kelompok lain, bahkan anak klub lain yang poinnya lebih rendah dari mereka. Namun mereka tidak melakukan itu dan tetap menyiksa anak gawangnya. Kemudian mereka membuat aturan boleh melakukan apapun pada anak gawang selama 1 jam yang aturannya mereka undi sendiri untuk mengetahui siapa yang berhak menyiksa. Lalu pertanyaanya.... mengapa mereka melakukan itu? Apa itu komitmen yang mereka lakukan? Atau kebodohan yang tidak mereka sadari? Terutama bagi anak berpoin terbesar di kelompok mereka yang berpoin 41" terang Ruki.

"Ada apa dengannya? Eh... jangan-jangan..." ucap Yori yang seperti tersadar.

"Yahhh benar. Jika aku jadi dia, kenapa aku harus mematuhi peraturan itu. Karena sebenarnya dengan poin sebesar itu..... dia tidak hanya bisa memanfaatkan anak gawangnya namun juga bisa menyiksa seluruh teman sekelompoknya" kata Ruki.

"I-itu..." ucap Yori terkejut. Bahkan Yuki pun kini mulai tersadar.

"Ini semua adalah ulah para senior kita. Mereka membuat permainan dan cerita seolah-olah ada yang menjadi budak dan ada yang menjadi tuannya. Kemudian kita disuruh berlomba untuk besar-besaran poin. Nah.. setelah kupikir... ternyata aku mulai sadar juga bahwa semua itu adalah kebodohan."

"Sesungguhnya nasibmu sudah selesai jika kamu bukan anak yang memiliki poin terbesar dalam kelompok itu. Kenapa kita harus berperan sebagai Tuan dan budak. Karena sejujurnya dan sesimpelnya poin terbesar dapat melakukan apapun" ucap Ruki sambil tiba-tiba menunjuk Yori.

"Ke-kenapa?" kaget Yori.

"Jika kau mau, seperti kataku tadi, kau dapat menyiksa kami bertiga...." ucap Ruki.

"Oi Ruki.. apa katamu? Aku tahu kamu benar, tapi...." ucap Yori yang tersadar.

"Tapi apa? itulah kenyataanya. Coba jika kamu ingin buktikan, suruh aku sesuatu kemudian aku akan menolak. Niscaya pasti aku juga akan tersambar listrik itu seperti halnya Lina tadi. ini karena kamu memiliki poin terbesar di kelompok kita."

"Tapi..... aku masih berharap itu tidak terjadi di kelompok kita" seru Ruki.

"Su-sudah aku bilang kan aku tidak akan melakukan itu. Aku saja tidak akan menyiksa Lina, apalagi kamu atau bahkan adikku sendiri" balas Yori.

"Apa kau yakin? Seperti kata Lina tadi, jika kita bertemu kelompok lain, selesai kita" ingat Ruki.

"Huffttt... itulah yang terus memenuhi pikiranku dari tadi" kesal Yori.

"Kalau begitu siksalah kami bertiga, maka poinmu akan besar..." seru Ruki memancing Yori.

Namun Yori tampak bisa menahan emosinya.

"Apa kau ingin membuatku marah, sudah ku bilang aku tidak akan melakukan itu" balas Yori.

"Kalau begitu kita tetap pada permainan awal, permainan Cinderella kita. Kalau begitu sesuai perintah.... ayo kita beradu menyiksa Lina" seru Ruki mantap.

"APA?!" seru Yori dan Yuki bersamaan.

"Apa kau sudah kehilangan akal sehat Ruki, setelah kami tinggal, kamu jadi berubah seperti ini?" bingung Yori yang semakin kesal.

"Tenanglah dulu, dengarkan penjelasanku" ujar Ruki sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

Ruki kemudian menaruh pelepah daun yang ia keluarkan dari tasnya.

"A-apa maksudmu?" tanya Yori.

"Lihat ini...." seru Ruki sambil menunjukkan jam tangan poinnya yang kini sudah ia tutupi pelepah daun sehingga Yori, Yuki maupun Lina tidak bisa melihat poin milik Ruki.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 45

Soul Demon
2017-03-26 17:27:16
perasaan dichapter sebelumnya ada perintah buka baju tapi disini tidak dijelaskan.
Kuroko Akashi
2017-02-18 16:12:58
Lanjutt... Trakhir baca d'chptr nie...
Bocah Redoks
2017-01-18 17:13:13
dengan begitu tidak akan ada yg tau siapa yg memiliki poin yg paling besar. ruuki emang cerdik
Jack El Jacqueline
2016-10-10 12:16:47
next
Dalreba
2016-10-08 12:38:08
Apa yg sedang direncanakan oleh ruki
Kei Takashima
2016-09-29 09:59:12
Hmhh
Anique HyuUzumaki
2016-08-12 20:23:51
Hm... ending chapter gantungnya entah knapa rada maksa.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-11 08:11:25
aku ingat film tentang tuan dan budak, namun tidak ditentukan dengan poin. Orang-orang memakai sebuah alat yang ditempelkan di langit-lagit mulut,
Aerilyn Shilaexs
2016-08-11 08:02:17
berbohong lagi
ThE LaSt EnD
2016-08-10 21:58:54
cara ruki yg unik agar dpt menambh poin.- kra2 apa ya next.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook