VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 42

2016-04-02 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
327 views | 32 komentar | nilai: 8.75 (4 user)

Klik daftar cerita Sekolah/Neraka untuk membaca chapter-chapter Sekolah/Neraka sebelumnya
Buat pembaca silakan membaca cerita ini sebagai pembaca terdaftar dan share cerita ini untuk terus mendukung penulisnya tetap berkarya
Yang belum daftar silakan bergabung di grup FB Versiteks kemudian ikuti petunjuk yg ada pada postingan tersemat
Jangan lupa ikuti cerita ini untuk mendapat pemberitahuan updatenya


"Jadi....., dia ada disini?" tanya Ruki memotong cerita Lina setelah menyadari sesuatu dari cerita yang dilontarkannya.

"Iya....... Nona Kyra juga berada di sekolah ini" jawab Lina sambil tersenyum.

"Hmmnnn... menarik. Aku lebih penasaran bagaimana kalian bisa sampai masuk di sekolah ini?'" tanya Ruki.


Sekolah/Neraka Chapter 42 - Indahnya Dilahirkan
Penulis : Whiti Intheforest

~Flash_Back~

"Ada apa, Tuan Suzuki?" tanya kyra sambil menghampiri Tuan Suzuki di kasurnya sambil mengenakan pakain minim yang sebenarnya sangat tidak pantas untuk dikenakan anak seusia dirinya.

"Kemarilah Kyra.... heheheheh" tawa Tuan Suzuki sambil memeluk tubuh Kyra.

"Aku tahu kamu gadis yang manis dan penurut, aku suka padamu. Tapi kamu tahu kan... ini sudah waktunya..." kata Tuan Suzuki mulai berbicara pada Kyra.

"Tidak Tuannn... Saya mohon... Saya masih bisa memberi lebih dari ini.." mohon Kyra.

"Yaa.. sejujurnya aku masih menyukaimu, tapi kamu tahu sendiri tubuhku menolak gadis yang mulai dewasa, hehhehehe..." senyum Tuan Suzuki.

"Kamu harus sadar bahwa tubuhmu sudah tak kecil lagi. Aku harus mencari penggantimu saat ini" lanjut Tuan Suzuki.

"Tuann... Saya mohon... saya akan berjuang lebih keras... mohon jangan gantikan saya..." kata Kyra mencoba merayu Tuan Suzuki sambil mencoba memainkan tangannya di tubuh Tuan Suzuki.

"STOPP KYRAA!!" bentak Tuan Suzuki kemudian.

"Maafkan Saya Tuan...." kaget Kyra menyadari kesalahannya.

"Maaf aku kasar padamu sayang... tapi memang waktu yang harus memisahkan kita..." kata Tuan Suzuki sambil mengecup kening Kyra.

"Tenanglah. Aku tidak akan berniat membuangmu dan menjadikanmu budak tak jelas di luaran sana. Tenanglah.... kamu tetap miliku" jelas Tuan Suzuki.

"Mulai sekarang kamu akan sekolah..." ucap Tuan Suzuki kemudian.

"Sekolah? Apa itu..." bingung Kyra.

"Hahahahaha... benar sekali, tentu saja kamu tidak tahu. hahahaha... di negara asalku... anak-anak seusiamu mungkin sudah SD" tawa Tuan Suzuki.

"SD?" pikir Kyra yang tambah bingung dengan kata-kata yang asing baginya.

"Hahhahaha... jangan bingung seperti itu. Aku akan menjelaskan rencanaku, namun tidak padamu seorang..." jelas Tuan Suzuki.

"Ehh...?" bingung Kyra.

"Lina... Masuklah!" teriak Tuan Suzuki tiba-tiba.

Setelah itu, kemudian muncullah Lina dari balik pintu yang masuk mendekati Tuan Suzuki dan Kyra yang masih berada di atas kasur.

"Hehehehe... kemarilah sayang..." panggil Tuan Suzuki.

Melihat kemunculan Lina, tampak kekesalan yang terpancarkan dari air muka Kyra.

"Kenapa dia ada disini?" dengus Kyra dalam hatinya.

"Aku ingin membicarakan 2 hal penting pada kalian berdua" kata Tuan Suzuki.

"Yang pertama adalah soal gadis utamaku. Aku tahu bahwa aku menjadikan Kyra sebagai gadis utamaku. Namun setelah dia beranjak dewasa, tentu aku perlu mencari yang baru. Aku tahu ini bukan karena Kyra yang tidak baik, namun ini semua memang sudah karena waktunya, hehhehehehe. Aku bisa saja seperti biasa bersama dengan gadis-gadis cilik yang lain. Namun, aku tetap ingin memiliki budak utama yang aku sukai. Dan dari banyak budak lain yang sudah melayaniku, aku pikir kamu adalah orang yang tepat untuk menggantikan Kyra, Lina...." jelas Tuan Suzuki.

Lina tampak terkejut mendengar perkataan Tuan Suzuki.

"Sa-saya.. Tuan..?" kaget Lina yang cukup terkejut.

"Yahh... kamu sudah menunjukkan sesuatu yang bagus padaku, heheheheh..." katanya sambil mengusap kepala Lina.

"Kenapa Harus dia, Tuan?" kesal Kyra kemudian.

"Tentu saja, itu semua karena tubuhmu yang mulai dewasa!" jawab Tuan Suzuki yang mulai kesal.

"Ma-mafkan saya.." sadar Kyra.

"Tapi aku akan memberikanmu wewenang untuk melatih dan mengajari Lina supaya dia menjadi lebih baik lagi" senyum Tuan Suzuki.

Kyra yang mendengar itu, merasa mendapat kesempatan baru. Ia melihat Lina di sebalahnya dengan tatapan tajam seolah ingin menerkamnya.

"Awas saja nanti!" pikirnya marah.

"Yang kedua, aku ingin menyampaikan sesuatu yang lebih penting...." kata Tuan Suzuki menahan perkatannya.

".......Aku ingin memberi kalian..... Nama belakangku!" jelas Tuan Suzuki.

"A-apa anda sedang tidak bercanda Tuan? Apa saya pantas menyandang nama itu, sebaiknya Nona Kyra saja" balas Lina yang tambah terkejut.

"Tentu saja pantas, kalian menunjukkan sesuatu yang bagus padaku. Namun untuk bisa menyandang namaku, tentu saja ada syaratnya" Lanjut Tuan Suzuki.

"Setalah ini, kalian harus mulai sekolah. Sekolah adalah tempat belajar mengajar. Mulai sekarang, aku akan memberi kalian guru. Aku akan memberi kalian pendidikan. Aku ingin setelah kalian berumur belasan, kalian pindah ke negara asalku. Setelah itu, masuklah ke salah satu SMP disana, biasakan diri kalian dengan dunia luar. Berjuanglah untuk menjadi anak yang pintar."

"Karena aku ingin kalian berdua.... bisa masuk SMA Hoshi. SMA Hoshi adalah SMA terbaik di negaraku. Hanya orang-orang hebat dan pintar yang bisa berada disana. Jika kalian berdua bisa masuk ke sana, aku akan mengijinkan kalian menyandang namaku. Aku ingin nama Suzuki kembali menghiasi buku daftar murid yang ada di sana. Sudah lama sekali saat aku bersekolah disana..... aku rindu..." senyum Tuan Suzuki.

"Mungkin ini terasa tak adil bagimu karena Lina akan memulai belajar diumur yang lebih muda darimu, tapi aku yakin kamu pasti bisa Kyra. Itulah mengapa aku bangga padamu" jelas Tuan Suzuki.

Mereka berdua hanya menganguk saja karena masih bingung dengan hal yang dibicarakan Tuan Suzuki.

~Flash_Back_End~

"Setelah itu, hari-hariku kembali menjadi hari yang lebih menyakitkan..." lanjut Lina bercerita.

"Nona Kyra tidak berlaku mudah padaku. Sebagai orang yang merebut posisinya, memang aku pantas diperlakukan seperti itu. Aku tahu diriku yang tidak ada apa-apanya dibanding Nona Kyra bisa merebut posisinya. Aku sadar akan kesalahanku."

"Aku harus menerima setiap pukulan dan siksaan dari Nona Kyra. Dia bilang padaku bahwa aku kurang baik dalam melayani Tuan Suzuki. Tubuhku banyak yang luka dan legam, namun ketita Tuan Suzuki bertanya tentang hal itu padaku, aku hanya berdalih bahwa luka itu kudapatkan karena aku terjatuh. Aku tidak ingin melaporkan apa yang telah Nona Kyra perbuat, karena aku yakin aku pantas mendapatkannya."

"Belajar juga bukan sesuatu yang mudah buatku. Selain kondisi tubuhku yang tertekan dari Nona Kyra, harus melayani Tuan Suzuki, mengerjakan tugas harian, aku juga harus berjuang dengan sulitnya pelajaran yang baru aku ketahui. Diluar dugaan, ternyata Nona Kyra lebih cepat menyerap pelajaran daripada aku. Sungguh dia orang yang hebat, aku tak pernah membencinya, dia adalah orang yang selalu ku kagumi."

"Saat usiaku mulai menginjak SMP, aku pindah ke negara ini. Aku mulai masuk ke sebuah SMP. Aku masuk ke SMP yang berbeda dengan Nona Kyra. Namun di SMP ku, aku juga mengalami sesuatu yang berat. Anak yang tak jelas asal-usulnya sepertiku jelas mendapat hinaan. Belum lagi aku yang tidak mempunyai nama belakang saat itu, benar-benar menjadi cemoohan. Apakah dia anak haram, begitulah kata teman-temanku. Aku mencoba bertahan, padahal saat itulah aku pertama kalinya melihat dunia luar. Namun aku tetap bertahan dan berjuang hingga akhirnya aku mampu masuk SMA terbaik di negara ini menyusul Nona kyra dan membuat bangga Tuan Suzuki."

"Apapun aku tetap bersyukur. Siksaan atau hinaan apapun selalu kuterima dengan ikhlas. Aku yakin siksaan ini memang pantas untukku. Mereka berhak menyiksaku karena merekalah yang membawaku kedunia. Karena tentara-tentara yang kalian anggap bejat itulah akhirnya ibuku bisa mengandungku. Karena Tuan Suzuki lah aku berhak dilahirkan ke dunia ini. karena Nona Kyra jugalah aku bisa menjadi pendamping Tuan Suzuki. Aku menerima kekesalan mereka semua, bahkan teman-temanku di masa SMP, atau bahkan sampai saat ini di SMA Hoshi yang ternyata tak seindah apa yang diceritakan Tuan Suzuki. Karena mereka semualah aku bisa dilahirkan dan bisa melihat dunia ini. Karena mereka semualah aku tahu indahnya bunga yang mekar di musim semi atau sendunya salju yang menutup tanaman di musim dingin. Aku tetap senang telah dilahirkan ke dunia ini...." senyum Lina sambil sedikit meneteskan air mata yang tiba-tiba menetes pelan dari pelupuk matanya.

Ruki mencoba mendalami perasaan Lina. Mencoba melihat dari sudut pandang Lina. Mencoba memahami pola pikir seseorang yang dilahirkan menjadi seorang budak. Hanya tahu apa yang dianggapnya benar dan salah hanya dari pujian dan cacian.

"Selain itu, sekolah ini memang luar biasa. Ternyata Tuan Suzuki adalah alumni sekolah ini. Ia merupakan seorang Jendral yang kini berada negara konflik di luaran sana. Sekali lagi, ini membuktikan bahwa lulusan sekolah ini memang benar-benar hebat. Ada jendral besar, ada pengusaha besar, ada beberapa orang yang mengisi pemerintahan, hingga kakekku yang menjadi petani sukses benar-benar contoh yang nyata. Mereka semua menceritakan dan memberi motivasi untuk bisa masuk ke sekolah ini. Bukti dan impian selalu mereka ceritakan saat membicarakan sekoalah terbaik di negeri ini, SMA Hoshi. Tapi tak ada satupun dari mereka yang menceritakan kekejaman dibaliknya. Apa sesungguhnya yang terjadi? Apa mereka benar-benar tidak tahu? sistem gila ini bukan sesuatu yang terjadi kemarin sore, kan?"

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 43

Yukki Amatsu
2017-08-26 00:03:59
Jenderal PEDOPIL...
Bocah Redoks
2017-01-18 16:12:55
nasib lina sungguh mengharukan. benar benar neraka dunia
Dalreba
2016-10-08 12:26:09
Apa Kyra juga kelas 1
Al Onepc
2016-10-04 20:28:30
heran.. koq bisa lina kagum sama tuan suzu itu..padahal di jadikan budak..
Kei Takashima
2016-09-28 20:02:18
Hmhhh
Anique HyuUzumaki
2016-08-12 20:07:12
Masa lalu Lina itu kelam. Tpi anehnya kok aku gak tersentuh ya??
Aerilyn Shilaexs
2016-08-11 07:40:06
masalalu yang kelam, menyedihkan
ThE LaSt EnD
2016-08-10 21:18:29
tu kan ,ngasi ending chpter mirteri lagi. kyaknya request Kiyosi Fujino, sdikit dkisahkn dsini. he next.trnyata ada jg lekaki yg tak suka wanita dewasa.
Fujioka nagisa
2016-07-11 12:16:31
SMA yg sungguh luar biasa
Lord Athem
2016-05-17 15:57:34
Masalalu Lina yang suram. . . Maaf bru mbaca soalnya abis ngingat-ngingat Cp terakhir yang aku baca . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook