VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Sekolah/Neraka Chapter 35

2016-02-17 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
327 views | 26 komentar | nilai: 8.5 (4 user)

Semua anak baru Klub Novel dan Sastra masih Shock dengan perkataan yang baru saja disampaikan oleh kak Alice. Mereka tak menyangka sifat kak Alice yang ceria, berubah drastis hingga bisa menceritakan permainan yang cukup kejam.

"Lalu ada syarat lagi yang harus dilakukan oleh para Cinderella kita ini" ujar Kak Alice sambil berjalan mendekati 2 anak yang menjadi Cinderella.

"Kalian berdua harus memanggil mereka berenam dengan tuan dan nyonya. Ingat kalian adalah seorang budak yang hina, yang harus patuh terhadap tuan dan nyonya kalian" ungkap Kak Alice tajam.

"Tapi tenang saja, jika kalian menjadi Cinderella yang patuh dan mampu membantu tuan dan nyonya kalian, mungkin kalian bisa menemukan lapangan 8 bersama mereka. Jika begitu, kalian juga tetap akan bahagia kan seperti cerita Cinderella" kata kak Alice.

"Kalian paham tidak?!?!?" teriak kak Alice sambil mencengkram wajah mereka.


Sekolah/Neraka Chapter 35 - Ayo Kita Bahas
Penulis : Whiti Intheforest

"Pa-paham" kata 2 anak itu.

Kemudian Kak Alice memanggil Yori.

"Kamu sini..." panggilnya.

Yori kemudian berjalan mendekati kak Alice dan kedua anak itu.

"Siapa namamu?" tanya kak Alice.

"Yo-yori Kimura" jawab Yori.

"Baiklah, sekarang coba kita lihat apa yang akan terjadi jika kalian berdua melakukan kebodohan" senyum kak Alice.

"Coba kau, panggil Yori" tunjuk Kak Alice pada salah satu gadis dari 2 anak yang menjadi Cinderella itu.

"Yo-yor" panggilnya.

Namun belum sempat menyelesaikan pangilannya....

"Blarrr" listrik menyengat anak itu dengan kuatnya.

"Arrgghhh..." ringisnya terjatuh.

"Nah, itu adalah contoh kebodohan yang dilakuakan" senyum kak Alice tambah lebar.

Ruki yang melihat kejadian itu, benar-benar terkejut bukan main.

"Dia.. te-tersengat listrik..... mungkinkah..... bisa gagal rencanaku...." panik Ruki sambil memikirkan sesuatu.

"Jangan-jngan disini juga ada itu...." lanjut Ruki.

"Sebenarnya peraturan SMA Hoshi itu sederhana, murid yang memiliki poin tertinggi dapat melakukan apapun pada murid berpoin rendah. Dari peraturan sederhana itu, kita bisa melakukan banyak sekali permainan, contohnya seperti sekarang ini" jelas Kak Alice.

"Baiklah untuk mempersingkat waktu, sebaiknya kita segera mulai saja permainannya."

"Tapi sebelumnya, aku ingin memberi hadiah dulu kepada Yori" jelas kak Alice.

"Kamu Yori, silakan pilih 2 orang temanmu yang yang akan kamu jadikan teman satu kelompok, selain itu kamu juga bisa memilih Cinderella yang kamu sukai. Itu hadiah mu, karena mempunyai poin paling tinggi diantara anggota baru yang lain" senyum Kak Alice ceria, persis seperti saat kemarin berada di stand.

"Ehhh... itu..." kata Yori sambil berpikir dan melihat ke arah 5 anak lainnya.

"Aku memilih Yuki dan Ruki sebagai teman sekelompokku" tunjuknya pada kedua orang yang sudah dikenalnya.

"Ohhh begitukah? Baiklah.... lalu Cinderella nya kamu pilih yang mana? Kita punya Cinderella yang cantik-cantik lhooo" senyum kak Alice.

"Eeee... aku pilih dia saja.." tunjuk Yori pada gadis yang masih tergeletak akaibat tersengat listrik barusan.

"Hmmm..? kamu memilih Cinderella bodoh barusan? Ya..... tapi itu terserah padamu...." kata kak Alice datar.

"Baiklah, Kelompok sudah diputuskan, berarti sisanya bergabung di kelompok kedua" ujar Kak Alice.

Tiba-tiba, sebuah bis datang dan berhenti di lapangan mereka.

"Ohh... ternyata bis kami sudah datang.." ujar Kak Alice.

"Baiklah, karena bis kami sudah datang, kami semua harus segera pergi. Aturannya seperti yang kakak sampaikan tadi. Sisanya.... semoga kalian beruntung" senyum Kak Alice. Setelah itu, semua senior segera masuk ke dalam bis. Sebelum masuk ke dalam bis, Kak Danish sempat bertatapan mata dengan Ruki.

"Di-dia..." kesal Ruki.

Setelah mereka semua pergi, lapangan berubah sepi dan hanya berisi kedelapan anak itu.

Suasana benar-benar sunyi dan canggung hampir sekitar 5 menit.

"Yuki, Ruki kemari..." panggil Yori memecah keheningan dan suasana canggung itu.

"Kau... ju-juga..." kata Yori salah tingkah pada gadis yang menjadi Cinderella kelompok mereka.

Mereka berempat kemudian berkumpul agak jauh dari keempat anak lainnya.

"Pertama-tama... aku memilihmu karena ingin meminta maaf padamu atas kejadian barusan..." ujar Yori pada gadis itu.

"Itu bukan salah anda tu-tuan Yori.... itu karena kebodohan saya.." katanya sambil menunduk.

Mendengar itu, Yori, Yuki dan Ruki hanya bisa menahan perasaan mereka. Hati mereka bergetar melihat itu.

"Cih... kenapa jadi begini..." kesal Ruki sambil mengepalkan tangannya.

"Kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Yori pada gadis berambut merah pendek, yang saat ini sedang duduk bersimpuh di hadapan mereka.

"Nama saya Lina Suzuki, pangil saja Lina, Tuan..." Katanya sambil kembali menunduk.

Tak lama kemudian, keempat anak lainnya yang merupakan kelompok kedua, mulai berjalan menjauh.

"Mereka mulai bergerak Yori..." Kata Ruki.

"Yahh... kita tidak perlu terburu-buru, ayo kita bahas dulu.." ujar Yori.

"Yahh.. kamu ada benarnya, ada banyak yang menjadi pertanyaanku sekarang.." ungkap Ruki.

"Pertama..... tempat apa ini?..... aku curiga kawasan ini milik SMA Hoshi. Lihat saja barusan, bahkan Lina saja juga tersengat listrik. Ini sama seperti saat kita berada di sekolah" kata Ruki mengutarakan pemikirannya.

"Kalau soal itu... aku sudah yakin dari awal kalau tempat ini pasti milik SMA Hoshi" ujar Yori.

"Ehh... bagaimana kau bisa tahu?" bingung Ruki.

"Mudah saja... ketika pertama kali membuka tutup mata dan mengetahui kawasan ini adalah hutan, aku langsung tahu bahwa kawasan ini pasti milik SMA Hoshi."

"Kabur... itulah kuncinya" kata Yori.

"A-apa maksudnya?" bingung Ruki semakin penasaran.

"Melihat situasi sekolah kita yang tiba-tiba berubah menjadi begini, ada peraturan poin, ada penyiksaan, ada tindakan-tindakan tidak masuk akal, kemudian ada kekerasan hingga permainan bodoh seperti sekarang ini, tentunya akan menyebabkan tekanan yang berlebih. Apalagi saat ini, kita benar-benar tertutup dari dunia luar. Tidak akan ada yang mencari kita, kita tidak bisa pulang, kita juga tidak punya alat komunikasi untuk menghubungi dunia luar. Sungguh keadaan yang sempurna sekali."

"Murid-murid yang tidak tahan dengan keadaan gila ini, akan mencari cara untuk bisa kabur dan meloloskan diri. Nah..... jika kita berada di hutan seperti ini, tentunya mudah untuk menyelinap dan meloloskan diri. Namun, kenapa tidak ada penjagaan yang ketat, bahkan semuanya terkesan biasa saja. Semuanya karena aku yakin kawasan ini adalah kawasan milik mereka."

"Sehingga... walaupun sepertinya kita pindah lokasi dari sekolah menuju hutan ini, sesunguhnya kita masih berada di kandang yang sama" ujar Yori memberikan penjelasan.

"Ce-cerdas sekali..." pikir Ruki.

"Anak ini sungguh berbahaya...." gumam Ruki lagi.

"Lalu soal permainan ini" kata Yuki ikut berbicara.

"Sekarang kita dihadapkan pada sebuah permainan. Kita disuruh mencari lapangan 8 yang ada di area kawasan hutan ini. Dan batasnya sampai besok pagi sebelum matahari terbit. Itu artinya kurang lebih 20 jam dari sekarang. Jika tidak berhasil kita akan menjalani prosedur F."

"Tidak itu saja, kita bertiga harus berlomba untuk mendapat tambahan poin. Siapa yang tambahan poinnya paling sedikit, dia akan mendapat hukuman walaupun berhasil sampai di lapangan 8. Dan juga, kita bisa memanfaatkan 'Cinderella' untuk mendulang poin kita" jelas Yuki mengulangi situasi yang kini mereka dapatkan.

"Soal tambahan poin sebelum esok hari...... aku punya pendapat lain" ujar Yori kembali bersuara.

"Bukankah yang paling sedikit akan dihukum. Lalu bagaimana kalu kita membuat kesepakatan untuk tidak menambah poin hingga menemukan lapangan 8 esok hari. Dengan begitu ada dua kemungkinan, kita tidak akan dihukum, atau kita semua dihukum bertiga. Selain itu, kita tidak perlu melakuakn apapun pada Lina" terang Yori.

"Waaw ide yang sangat bagus kak, aku suka itu" kata Yuki.

"Bagaimana denganmu Ruki?" tanya Yori.

"Ehh.." kata Ruki.

"Ba-bagaimana ini? jika aku tidak setuju, aku akan dianggap jahat oleh mereka. Tapi kalau aku setuju, maka aku tidak bisa mengumpulkan poin. Padahal aku harus segera menambah pundi-pundi poinku menjadi 100 poin sebelum Ayane kehabisan obat. Dan sialnya ini sudah hari kedua" pikir Ruki tak tenang.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 36

Bocah Redoks
2017-01-17 16:33:40
pilihan yg berat bwt ruuki
Kei Takashima
2016-09-28 11:34:21
Hmm
Die And DeAth
2016-08-10 14:09:20
para murid yg kuat, trutma Ruki., dr kmarin pagy tdak mandi, dan tdk buang air kcil. . ha ha.
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-10 08:04:12
kawasan hutan
Akane Hagiwara
2016-07-15 09:07:22
ayo ruki pikirkan baik-baik, mana yang akan kamu pilih .-. keputusan ada ditanganmu
Fujioka nagisa
2016-07-09 17:17:47
'perintah'kan tak slalu hal yg kejam
Shu Than
2016-06-14 17:29:22
mungkin ada bunuh-bunuhan d sini
revival
2016-03-29 21:26:50
waduh sayang banget dong hehe.,
revival
2016-03-29 19:46:10
penasaran ama wajah" di cerita ini,, tolong gambarin dong carakternya..
Rinularo
2016-03-19 13:11:15
Ruki memang sangat peduli dengan temannya. Jadi pilihan apa yang diambilnya? . . .lanjut terus
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook