VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 32

2016-01-29 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
385 views | 47 komentar | nilai: 9.17 (6 user)

Semua murid kelas 1-B yang ada di dalam bis itu, terkaget bukan main.

Mereka tidak menyangka Bu Furukawa akan memberikan tantangan seperti itu.

"A-apa yang harus kulakukan sekarang?" panik Ruki.

"Hmmn.... Bagaimana?, apa kamu akan mengambilnya? Apakah kamu berani mengambil resiko yang dapat membahayakan dirimu sendiri demi sahabatmu?" ulang Bu Furukawa.

"Ingat... jika kamu dengan bodohnya menyanggupi tantangan ini dan berakhir dengan mendapat nilai di bawah 90, maka kamu sendiri yang akan menanggung akibatnya. Tapi kabar baiknya, kalian mungkin bisa tidak naik kelas bersama" Senyum Bu Furukawa.

Ruki yang mendengar itu merasa sangat tertekan.


Sekolah/Neraka Chapter 32 - Ujian Lisan
Penulis : Whiti Intheforest

"Ayo bagaimana? Apa kamu sanggup? Lisan lhooo.... kamu harus ingat itu. Hehehehe..." kekeh Bu Furukawa.

"Aku....." kata Ruki ragu.

"Kalau kamu gagal, dan Neo mengetahui apa yang kamu lakukan, bukannya dia akan tambah sedih?" tanya Bu Furukawa.

"Ehhh..?" kaget Ruki.

"Neo pasti akan merasa bersalah jika kamu sampai gagal mendapat nilai minimal 90. Gara-gara dia pingsan, kamu harus ikut menanggung masalah, apa kamu tidak memikirkan perasaannya?" ulang Bu Furukawa tersenyum.

"A-aku..." gugup Ruki kembali ragu.

"Sudahlah, jangan membuang waktu disini, segera kembali ke tempat dudukmu. Ibu akan segera bagikan soalnya" kata Bu Furukawa.

"Ingat, soal Pre-test kali ini hanya 5 soal dengan waktu 15 menit" jelas Bu Furukawa lagi.

Murid-murid yang lain mulai tampak gusar dengan pernyataan Bu Furukawa.

"A-apa kita bisa lolos di pre-test pertama ini?" panik para murid itu kembali terdengar.

Bu Furukawa kemudian mulai melangkah dan hendak membagikan soal pre-test itu, namun sebuah teriakan terdengar.

"Tunggu dulu!!!!" teriak Ruki lagi.

"Apalagi? Ibu sudah lelah denganmu" kesal Bu Furukawa.

"Saya akan menerima tantangan Ibu...." kata Ruki mantap.

"Ehhh..?" kaget Bu Furukawa dan juga murid-murid kelas 1-B yang lain.

"Apa katamu?" ulang Bu Furukawa.

"Saya akan mengambil tantangan dari Ibu" ungkap Ruki yang kini mantap menentukan pilihaannya.

"Apa kamu sadar apa yang barusan kamu katakan? Apa kamu tidak memikirkan resikonya?" tanya Bu Furukawa.

"Tentu saja saya memikirkan resikonya, karena itu saya mantap mengambilnya" ungkap Ruki tajam.

"Ini adalah pilihan saya sendiri. Saya tahu, tantangan yang Ibu berikan tidaklah mudah. Tapi saya tetap akan mengambilnya" kata Ruki berapi-api.

"Ke-kenapa?" kaget Bu Furukawa.

"Ini adalah kesempatan yang ibu berikan pada saya, saya harus mengambilnya. Mungkin ini adalah kesempatan pertama atau kesempatan terkahir buat saya. Saya tidak tahu apa dengan mengambil ini saya bisa mencapaai nilai 90, tapi saya akan tetap akan mengambilnya. Saya tidak ingin menyesal dikemudian hari. Saya tidak ingin ada penyesalan karena tidak mengambil kesempatan ini. Biarpun ini tidak berhasil nanti..... Saya tidak akan menyesal karena sudah berbuat semaksimal mungkin untuk menolong seorang sahabat. Apapun yang akan terjadi....... saya yakin akan berhasill" teriak Ruki penuh semangat.

"Keras kepala sekali...."

"Baiklah, jika kamu mau menerima tantangan dari Ibu. Ibu sudah memperingatkan segala resikonya. Sisanya terserah padamu..." kata Bu Furukawa.

Beberapa detik kemudian, Bu Furukawa segera membagikan Soal pre-test pada semua murid yang ada di bis kelas 1-B, kecuali pada Ruki dan Hiroshi.

"Baiklah semuanya, segera kerjakan soal kalian, waktunya 15 menit dimulai dari sekarang" perintah Bu Furukawa.

"Lalu untukmu Ruki...." kata Bu Furukawa sambil mendekatkan langkahnya ke hadapan Ruki.

"Ibu akan membacakan soal yang berbeda dengan teman-temanmu. Ibu akan membacakan satu persatu. Satu soal..... kemudian kamu menjawabnya. Jika kamu belum menjawab, maka ibu tidak akan membaca soal berikutnya. Ibu akan mencatat jawaban yang keluar dari mulutmu. Apa kamu paham?" tanya Bu Furukawa.

"Yahhh... Saya siap.." kata Ruki fokus sambil menelan ludah.

"Bentuk sederhana dari persamaan ini adalah 20√2 + 10√3√2 + 2√3=.......?" tanya Bu Furukawa membacakan soal nomer 1.

Murid-murid lain yang ikut mendengar itu merasa kasihan.

"Apa dia bisa menjawab soal itu. Kita saja, yang tertulis seperti ini masih kesulitan. Ini matematika lho... bukan sejarah" bisik murid-murid.

"Sudahlah... itu resiko yang dia hadapi sendiri... lebih baik fokus mengerjakan milik kita" bisik murid lainnya.

Ruki tahu yang diahadapinya sangatlah sulit. Mencoba mereka-reka dan mengangan-angankan hitungan di dalam kepalanya untuk memperoleh jawaban yang benar. Sesuatu yag sangat sulit untuk pelajaran matematika. Apalagi ini bukan pertambahan atau perkalian biasa.

Disisi lain, Hiroshi hanya diam tertunduk. Hiroshi merasakan panik yang luar biasa. Perasaan bahwa dirinya tidak akan naik kelas membuatnya semakin merasa tertekan. Ia tidak menyangka sikapnya kemarin akan berbuntut panjang.

Sementara itu, bis itu terus saja melaju di jalanan bertanah dengan tampak dari kanan dan kiri mereka adalah pepohonan lebat. Sepertinya bis itu terus melaju ke dalam hutan yang sangat dalam.

"Waktu kalian tinggal 5 menit lagi!!" teriak Bu Furukawa 10 menit kemudian.

"Ayo Ruki kamu masih di soal nomer 3 lhoo, hmmmnn... Ibu juga tidak tahu apakah 2 soal sebelumnya kamu benar..." senyum Bu Furukawa.

Ruki mencoba melepaskan semua tekanan yang memberati dirinya dan tetap fokus mereka-reka perhitungan di kepalanya sebisa mungkin. Ia harus bisa menyelesaikan semua soal dengan tepat hingga waktu berakhir.

"X=2" jawab Ruki pada soal nomer 4.

"Hmmnn... baiklah, tinggal soal nomer 5 kalu begitu" ujar Bu Furukawa sambil menuliskan jawaban Ruki di catatannya.

Tak terasa ujian itu terus berlangsung hingga Ruki menjawab soal nomer 5.

"Kamu yakin dengan jawaban terakhirmu?"tanya Bu Furukawa.

"Ya..." jawab Ruki mantap.

Bersamaan dengan itu, waktu 15 menit yang sudah diberikan Bu Furukawa akhirnya habis.

"Baiklah, semuanya segera kumpulkan kertas ujian pre-test kalian" perintah Bu Furukawa.

Anak-anak kelas 1-B kemudian menyerahkan jawaban mereka kepada Bu Furukawa. Wajah cemas dan tak tenang jelas tersirat dari raut wajah mereka.

"Aku tidak yakin, gawat..." kata sebagian anak berpendapat.

Mereka hanya bisa pasrah dengan kejadian yang sudah terjadi.

"Semoga saja jawabanku benar. Aku tidak terlalu yakin, tapi aku harap ini berhasil. Semoga usahaku tidak sia-sia, baik untukku ataupun demi Neo" harap Ruki.

"Baiklah, Ibu sudah menerima tes kalian. Ibu akan memberikan nilainya di pertemuan berikutnya. Satu hikmah yang perlu kalian ingat dari tes ini adalah untuk selalu belajar apapun kondisimu. Ingat!! SMA Hoshi adalah SMA terbaik di negeri ini" kata Bu Furukawa menutup pelajarannya.

Sementara itu, bis kelas 1-B serta bis-bis kelas lain yang ada di depan dan di belakang mereka, masih saja melaju ke dalam hutan. Semua murid tampak bingung kemana bis ini akan menuju. Tempat yang sangat asing bagi mereka.

Namun beberapa menit kemudian, mereka nampak melihat sesuatu yang tampak seperti bangunan.

"A-apa itu? Kenapa itu ada di tengah hutan seperti ini?" bingung anak-anak.

"Bukankah itu halte?" tanya anak yang lain.

Setelah bis-bis itu mendekat. Akhirnya tampak bahwa tempat itu memang tempat pemberhentian bis yang ada di tengah hutan.

"Kenapa ada tempat seperti ini di tengah hutan? Sebenarnya kawasan apa ini? sebenarnya hutan apa ini?" pikir Ruki.

Setelah semua bis-bis itu berhenti. Wali kelas yang ada di masing-masing bis, segera turun dan menuju halte itu.

"Saya pergi dulu ya anak anak, selamat bersenang-senang" kata Bu Furukawa sambil turun dari bis.

Setelah menurunkan para guru, bis-bis itu kembali melaju menyusuri jalan itu.

"Se-sebenarnya tempat apa ini. Halte tadi jelas menunjukkan bahwa tempat ini bukanlah hutan biasa. Tidak ada yang akan membagun fasilitas seperti itu di tengah hutan. Aku yakin sekali kawasan ini pasti kawasan yang dimiliki SMA Hoshi. Tapi kawasan ini benar-benar luas sekali" pikir Ruki.

Selang beberapa menit kemudian, bis-bis itu kemudian kembali berhenti.

"Ahhhh...." kaget murid-murid.

Sekarang, di samping kiri mereka terdapat sebuah lapangan kosong berumput yang luasnya kira-kira seluas setengah lapangan sepak bola.

"Bukankah ada beberapa kakak kelas dari klub Voli disana?" tanya sebagian murid.

"Baiklah dengarkan!!" kata kakak kelas yang kemudian berbicara di depan bis.

"Silakan turun bagi adik-adik yang mengikuti Klub Voli" perintah kakak kelas itu.

"Sekarang, kalian akan diturunkan sesuai klub nya masing masing" perintahnya lagi.

Kemudian, anak-anak yang merasa mengikuti klub Voli segera turun dari bis kelasnya masing-masing dan menemui senior mereka di lapangan itu.

Kemudian bis-bis kembali melanjutkan perjalanan lagi, hingga berhenti di lapangan berikutnya.

"Sekarang yang turun dari klub Memasak" teriak kakak kelas itu lagi.

"A-apa yang akan terjadi sekarang? Mereka mencoba memisah-misahkan anak-anak sesuai klubnya di lapangan bersama senior mereka." pikir Ruki tak tenang.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 33

Yukki Amatsu
2017-08-25 19:04:18
Halte ditengah hutan...?
Under1
2017-03-26 09:37:02
waduh kalau gue pasti dapat nila 0 sempat kayak gitu
Bocah Redoks
2017-01-17 15:14:06
akhirnya di mulai. neraka penyiksaan akhirnya terbuka
Dalreba
2016-10-06 10:18:14
Sayang soalnya gak ditampilin
Al Onepc
2016-10-02 17:51:53
kira" ruki bisa dapat nilai 90 gak ya..
Kei Takashima
2016-09-28 10:35:25
Hmmmmm
ThE LaSt EnD
2016-08-10 10:12:59
kutingalkn jejak Renungan "Mayat". jk sempat. bacalah. hmm, penyiksaan segera dmulai.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-09 18:38:28
dihutan? Oh begitu, ini alasan ruki dan yang lainnya ada dihutan
Akane Hagiwara
2016-07-15 08:40:32
ruki sahabat yang baik *-* ku bangga semoga dapat nilai 90 xD
Fujioka nagisa
2016-07-09 16:26:36
Ospeknya warbyazah ya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook