VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 31

2016-01-23 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
364 views | 26 komentar | nilai: 9.33 (6 user)

"Ehhhh... ada 2 orang yang tidak bisa ikut Pre-test?" kaget murid-murid.

"Bukankah, itu sangat berbahaya sekali?" sahut murid lainnya.

"Memangnya kenapa, aku jujur belum baca buku peraturan hitam."

"Kan sudah dibilang, bahwa nilai minimun rata-ratanya harus 90."

"Tidak akan ada susulan, dan kalau kamu tidak bisa memenuhinya hingga akhir, maka akan tinggal kelas, masak harus aku ceritakan 2 kali."

Murid-murid itu berdiskusi sendiri-sendiri dan bingung menghadapi kenyataan yang terjadi. Mereka semua hampir tidak ada yang belajar tadi malam.

"Tu-tunggu dulu" teriak Ruki tiba-tiba.


Sekolah/Neraka Chapter 31 - Arti Minimum 90
Penulis : Whiti Intheforest

Ruki tampak panik yang terlihat dari raut wajanya. Ia kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berdiri di lorong antar kursi.

"Bu, tu-tunggu sebentar..." kata Ruki yang masih dengan wajah paniknya.

"Ada apa? Kenapa kamu sampai panik begitu. Baru tes pertama seperti ini saja wajahmu seperti sudah mau kiamat. Jika kamu panik dan cemas, seharusnya kamu lebih mempersiapkan dirimu dan siap dengan pelajaran lebih awal" kata Bu Furukawa.

"Bukan begitu Bu, ada yang perlu saya tanyakan dan konfirmasi" kata Ruki.

"Apa itu?" tanya Bu Furukawa.

"Di buku peraturan hitam disebutkan bahwa nilai minimal rata-rata yang ditempuh adalah 90. Kemudian dijelaskan bahwa tidak akan ada ujian susulan, jika tidak bisa mengikuti ujian pada hari yang ditentukan. Kemudian ada sedikit peringatan disana, yang mengatakan bahwa akan beresiko untuk tidak mengikuti ujian satu kali saja."

"Yah... lalu?" tanya Bu Furukawa.

"Lalu saya sedikit melakukan perhitungan. Saya sedikit penasaran dengan peringatan tadi, kemudian saya menemukan fakta yang mengejutkan. Pertama yang ingin saya tanyakan, berapa kali pre-test atau nanti post-test diadakan dalam 1 semester? Karena menurut perhitungan saya, kalau ujian dilaksanakan di bawah 10 kali, maka tidak akan ada kesempatan seorang murid bisa lolos suatu ujian, jika dia tidak mengikuti ujian sekali saja. Sebagai contoh, misal ada ujian 5 kali dan dia tidak ikut sekali, alias cuma ikut 4 kali. Maka, andai keempat ujian itu dia mendapat nilai 100 pun, maka rata-ratanya tetap tidak akan mencapai 90" jelas Ruki.

"Be-benar juga. Misal 100x4 dibagi 5 maka hanya mendapat nilai rata-rata 80. Itu bahkan tidak mencapai 90" kaget murid-murid terkejut dan mulai sadar.

"Nahh, jika ujian itu diatas 10 kali, misal 11 kali ujian, maka dia masih bisa memiliki rata-rata minimum 90. Itupun hanya satu kali boleh tidak ikut ujian, dengan harus dapat nilai sempurna alias 100 di sisa ujiannya. Misal dari 11 kali ujian dia hanya ikut 10 kali dan mendapat nilai 100. Maka 100x10 dibagi 11, hasil rata-ratanya adalah 90,90. Dan itupun sangat sulit untuk mendapat nilai sempurna terus di sisa ulangan" ucap Ruki yang mengatakan fakta itu.

Murid-murid menjadi panik dengan apa yang baru saja dikatakan Ruki. Mereka mulai sadar akan seriusnya masalah akademik yang sedang terjadi. Jika mereka gagal maka mereka harus tinggal kelas. Mereka harus mengulang lagi dan belajar lebih lama di SMA Hoshi. Padahal baru 1 hari berada di sekolah ini saja, rasanya seperti sudah setahun.

"Yahh memang benar begitu. Itulah mengapa buku itu menyarankan untuk selalu mengikuti ujian-ujian yang ada, baik dalam bentuk apapun" jelas Bu Furukawa.

"Ga-gawat sekali....." gumam Hiroshi yang tersadar dan mulai panik.

"Ja-jadi intinya, kalau tesnya diatas 10 kali, masih ada kesempatan mendapat nilai rata-rata minimum 90 dengan syarat harus mendapat nilai 100 semua, pada seluruh sisa ulangan. Kalau tesnya cuma diadakan dibawah 10 kali, sudah tidak akan ada kesempatan bagi orang yang tidak ikut ujian sekali saja, untuk bisa mencapai rata-rata minimun" panik Hiroshi tak karuan menyadari keadaannya.

Hiroshi yang tampak mulai panik kemudian ikut berdiri dari kursinya dan berteriak pada Bu Furukawa.

"Bu Furukawa, berarti saya sudah pasti tidak akan naik kelas jika anda mengadakan tes dibawah 10 kali?" tanya Bu Furukawa.

"Mau mengadakan tes dibawah 10 kali atau diatas 10 kali itu semuanya sesuai kewenangan saya. Makanya hati-hatilah terhadap sikapmu pada guru. Jika sudah begini, kamu baru sadar akan pentingnya sebuah etika" jelas Bu Furukawa.

"Tidakkk.... ijinkan saya ikut ujian kali ini..." panik Hiroshi yang sudah kehilangan akal.

"Tidak bisa Hiroshi Tada, kamu masih di skors hari ini" senyum bu Furukawa.

"Tidak... mungkin....." ungkap Hiroshi sambil terduduk. Wajahnya menjadi pucat pasi. Tangan dan tubuhnya bergerak gemetaran.

Sementara itu, kembali disisi lapangan asrama Stella.

"Zeriff, bis-bis sudah mulai bergerak menuju lokasi" lapor seorang siswa pada Zeriff.

"Baguslah kalau begitu, apakah semuanya masih sesuai dengan rencana kita?" tanya Zeriff.

"Iya semuanya masih sesuai."

"Baguslah, tetap laporkan semua situasi yang terjadi padaku secara bertahap" perintah Zeriff.

"Baiklah, lalu bagaimana dengan keempat anak yang pingsan tadi Zeriff?"

"Hmmnn... bukankah kalian sudah melakukan prosedur F seperti yang kita rencanakan sebelumnya?" tanya Zeriff.

"Ya... tentu saja kami sudah mulai melakukan itu, apa tidak akan ada perubahan?" tanya anak itu sedikit ragu.

"Kenapa? Bukankah kita semua sudah sepakat? Sekarang bukan saatnya ragu. Kalau kamu masih saja ragu, tujuan kita tidak akan pernah tercapai. Selalu ada pengorbanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan" seru Zeriff tajam.

Sementara itu, kembali lagi ke tempat bis anak-anak kelas 1-B.

Anak-anak itu kini mulai menyadari bahwa musuh mereka di SMA Hoshi tidak hanya tentang aturan poin-poin yang terjadi. Tidak hanya ketakutan akan ancaman dan siksaan dari anak yang memiliki poin terbesar. Namun musuh mereka juga merupakan aturan standar nilai yang tengah berlaku di SMA ini.

Tiba-tiba, Ruki yang masih berdiri di lorong antar kursi itu, bertekuk dan sujud di hadapan bu Furukawa.

"Ehhh...?" kaget murid-murid, termasuk Bu Furukawa pun ikut terkejut.

"Bu Furukawa, saya mohon pada anda untuk memberikan perkecualian pada Neo. Menurut buku peraturan hitam, peraturan ujian susulan ini masih bisa dipertimbangkan bila terjadi peristiwa khusus. Saya memohon pada anda untuk menjadikan situasi Neo sebagai situasi khusus. Saya mohon ijinkan Neo untuk mengikuti pre-test susulan setelah kondisinya membaik" mohon Ruki sambil bersujud di hadapan Bu Furukawa.

"Kenapa saya harus menjadikannya peristiwa khusus?"

"Neo yang pingsan bukanlah keinginanya sendiri. Ini tidak seperti Hiroshi yang memang sengaja bertingkahlaku tidak sopan" jelas Ruki.

"Sial kau Ruki, kenapa kau malah semakin memojokkan aku" keluh Hiroshi dalam hatinya.

"Pingsan juga merupakan kesalahannya sendiri. Siapa suruh dia tidak menjaga diri" jelas Bu Furukawa.

"Saya mohon Bu Furukawa. Apakah anda membiarkan seorang murid sampai sujud seperti ini? berikanlah ulangan susulan untuk Neo" mohon Ruki.

"Kenapa kamu sampai sebegitunya, apa di sahabatmu?" tanya Bu Furukawa.

"I-iya" kata Ruki.

"Ahhh.... sayang sekali. Saya tidak bisa memberi pengecualian untuk Neo. Jika saya berbuat seperti itu, itu akan menimbulkan kecemburuan bagi siswa-siswi lainnya" jelas Bu Furukawa.

"Saya mohon Bu, pertimbangkan sekali lagi, saya mohon dengan sangat. Ini semua bukan karena keinginan Neo. Saya mohon bu, tolonglah, saya akan melakukan apa saja" kata Ruki.

"Sudah Ibu bilang, ini bukanlah sesuatu yang khusus. Yang seperti ini juga akan berlaku bagi kalian yang sakit dan tidak masuk sekolah. Itulah mengapa menjaga kondisi badan juga merupakan sesuatu yang penting" jelas Bu Furukawa.

"Sudahlah, saya akan membagikan soal....."

"Tu-tunggu Bu Saya mohon, saya akan melakukan apa saja...." teriak Ruki memotong perkataan Bu Furukawa.

"Kamu memang benar-benar keras kepala..." dengus Bu Furukawa.

Namun beberapa saat kemudian, Bu Furukawa seperti memikirkan sesuatu.

"Baiklah, karena kamu bilang Neo adalah sahabatmu, ayo coba kita uji persahabatanmu" kata Bu Furukawa sambil tersenyum licik.

"Aku akan mengijinkan Neo mengikuti ujian susulan, jika kamu sebagai sahabatnya mau mengambil tantanganku" senyum Bu Furukawa.

"A-apa itu?" kaget Ruki.

"Pre-test kali ini, kamu tidak akan mengerjakan soal di kertas seperti teman-temanmu yang lain. Namun, ibu akan membacakan soal matematika ini secara lisan, dan kamu harus menjawabnya juga secara lisan tanpa coret-coretan. Jika kamu juga bisa mendapat nilai minimum 90 pada ujian pre-test lisanmu, Ibu akan ijinkan Neo mendapat pre-test susulan. Sekarang maukah kamu mengambil tantangan dari Ibu?" tanya Bu Furukawa penuh kemenangan.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 32

Iqbal Kurniawan
2017-03-26 09:27:24
ujian lisan metik oh no it is sulit
Bocah Redoks
2017-01-17 15:07:23
tantangan yg gila. tpi kayaknya bakal di ikutin demi sebuah persahabatan
Al Onepc
2016-10-02 17:47:42
jahatnya bu furukawa itu..
Kei Takashima
2016-09-28 10:30:36
Wawww
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-08-10 02:07:22
jk saja tak ada kesibukan nanti- akn ku selesaikn crita ini.. sampai pagy. Analisis ruki yg cermat.. Ruki pasti menerima tantangan itu.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-09 18:28:00
guru macam apa itu? Guru seperti itu harus diberi
Akane Hagiwara
2016-07-15 08:00:08
gila >< mana bisa mengerjakan pretest MTK secara lisan, njirr bu furukawa -3-
Fujioka nagisa
2016-07-09 15:13:47
Njir.. Pre-test mtk pake tulisan aja udah buat puyeng apa lg yg lisan :'u
Octaviya maria
2016-05-24 21:22:17
Anjir.. Guru macam apa itu?
Racharion
2016-04-06 21:58:32
ckckck itu bu furukawa make kurikulum taun berapa sih
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook