VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 30

2016-01-18 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
367 views | 24 komentar | nilai: 8.67 (6 user)

"Jadi bagaimana, kamu mau membantuku?" tanya Hiroshi lagi.

"Membatu apa?"

"Membantu menghitung berapa lama perjalanan, saat roda bis ini mulai berjalan, seperti kataku tadi" jawab Hiroshi.

"Haahh..? kamu masih mau melakukannya, kan sudah aku bilang percuma" balas Ruki.

"Aku tidak peduli, ini prinsipku" tegasnya.

"Hadehh... bagaimana mungkin masih ada orang bodoh di sekolah ini" gumam Ruki dalam hatinya.

"Kalau begitu, sebaiknya kau diam saat nanti bis ini mulai berjalan. Jangan menggagu hitunganku" kata Hiroshi.

"Yahhh... lakukan saja apa yang kau mau, aku tidak akan mengganggu. Aku sendiri sudah pusing dengan masalah yang sedang terjadi saat ini" balas Ruki.

"Hahahahah.... lemah sekali kau.... baru seperti ini sudah mengeluh....." kata Hiroshi dengan nada sedikit mengejek.

"Hahhh... diamlah... kau tak tau apa-apa, jangan menambah runyam pikiranku" seru Ruki.

"Terserah kau saja, aku juga tidak berniat berbicara dengan orang lemah sepertimu" balas Hiroshi.

"Iya.. terus lah menyalak, misiku lebih penting daripada sekedar berdebat dengan mu. Nyawa temanku yang dipertaruhkan disini" ucap Ruki.

"A-apa maksudmu?" tanya Hiroshi sedikit tertarik.


Sekolah/Neraka Chapter 30 - 30
Penulis : Whiti Intheforest

"Sudah ku bilang, tidak ada gunanya aku menceritakannya padamu" kata Ruki.

"Ta-tapi benarkah ada nyawa yang terancam?" tanya Hiroshi mulai memelankan suaranya.

"A-apa orang ini bisa dipercaya. Dia saja, di hari pertamanya sudah di skors. Belum lagi perangainya yang mudah marah dan tidak bisa mengontrol emosi. Aku belum menceritakan kepada siapapaun soal misiku tentang Ayane. Bahkan aku belum menceritakan pada duo kembar itu. Apakah tidak apa-apa jika aku menceritakan pada orang ini" pikir Ruki dalam hati.

"Kenapa? Kau ragu? Aku ini bukanlah orang jahat. Yahhh... tapi memang sulit mempercayai orang sepertiku. Apalagi setelah kelakuan ku terhadap Bu Furukawa kemarin. Kau memang berhak meragukan ku" kata Hiroshi.

"Ba-bagaimana ini? apa mungkin aku ceritakan saja? Mungkin saja keberanian anak ini bisa membantu ku kelak" pikir Ruki.

"E-eh.. eh.. baiklah, akan kuceritakan singkat padamu" kata Ruki.

Ruki kemudian menceritakan pada Hiroshi mengenai misinya. Tentang asma Ayane, tentang Neo, tentang batasan waktu, maupun segala hal yang berkaitan dengan hal itu.

"Ahhh... benarkah? Aku tidak mengecek terlalu jauh tentang tempat ini. Jika ceritamu barusan benar....... aku sungguh sangat prihatin. Aku berdoa semoga kamu berhasil menambah poin dan menyelamatkan temanmu" kata Hiroshi.

"Eh... apa maksudmu? Jadi.... setelah aku menceritakan panjang lebar.... kamu tidak mau membantu? tanya Ruki.

"Tidak... maafkan aku..." balas Hiroshi singkat.

Ruki yang mendengar hal itu, menjadi marah.

"Apa-apaan sikapmu itu? Berlaga peduli, tak taunya hanya berkata tidak" marah Ruki.

"Lagipula, memangnya aku dari awal bilang ingin membantu? kau saja yang terlalu berharap."

Ruki yang sudah sangat kesal segera menyudahi percakapan ini.

"Terserah kau saja!! Jangan mengaku orang baik, jika membantu saja tidak mau" kesal Ruki

"Iya,iya, iya terserahlah..... kalau bukan orang baik, mungkin kamu sudah tersengat listrik sekarang.

"Kenapa memangnya, kenapa aku harus tersengat listrik?" gerutu Ruki.

"Karena kau berani menentang orang yang poinnya lebih tinggi" kata Hiroshi.

"Siapa memangnya?" tanya Ruki.

"Tentu saja aku" balas Hiroshi.

"Be-benarkah, benarkah orang di samping ku ini memiliki poin yang besar. Atau dia hanya ingin menggertak dan menakut-nakuti ku saja" pikir Ruki.

"Kenapa? Terdiam sekarang? Merasa takut? Atau tidak percaya? Tenang saja, aku tidak berbohong, setelah tutup mata kita terbuka, akan kutunjukkan poin ku yang sebesar 30!!!" kata Hiroshi sedikit terkekeh.

Ruki terkejut bukan main mendengar itu.

"Be-benarkah? Be-besar sekali..... bahkan itu lebih besar dari kakak kelas yang menjual lolipop beracun waktu itu. Apa anak ini tidak berbohong?" pikir Ruki yang terkejut dalam hatinya.

"A-apa kau bergurau?" tanya Ruki.

"Tidak, tentu saja poin ku benar 30, kalu tidak percaya aku akan menunjukkan nya padamu nanti setelah tutup mata ini terbuka."

"Berarti kau memang mendapatkannya dengan ca-cara kekerasan" tuduh Ruki.

"Yahhh.. memang dengan cara kekerasan, tapi kekerasan yang benar....." kata Hiroshi sambil kembali terkekeh.

"Kekerasan yang benar? Kekerasan apa it...." tanya Ruki yang tiba-tiba kalimatnya terpotong saat roda bis mulai berjalan.

"Ahhh.... nanti saja..... aku mau menghitung" kata Hiroshi sambil bergumam sendiri dengan hitungannya.

"Sudahlah...." pusing Ruki.

Bis itu mulai bergerak perlahan dan mulai meninggalkan kompleks asrama Stella. Keadaan bis anak kelas 1-B cukup tenang. Anak anak kelas itu hanya terdiam saja dan menunggu apa yang akan terjadi berikutnya. Hanya berharap-harap cemas di tengah ketidakpastian yang terus membelit. Mencoba menenangkan diri di tengah siksaaan bertubi.

Bis terus saja berjalan, Hiroshi terus saja menghitung. Namun saat hitungan ke 1209 Hiroshi, tiba-tiba suara kakak kelas mengagetkan murid-murid kelas 1-B.

"SEMUANYA, BUKA PENUTUP MATA KALIAN!!!" teriak kakak kelas itu.

"Ehh.. benarkah? Mereka mengijinkan kita membuka tutup mata? Bis ini kan belum berhenti?' tanya sebagian murid.

"I-iya, sudah buka saja" jawab murid-murid lainnya.

Akhirnya, murid-murid itu segera melepas penutup mata mereka, termasuk Hiroshi dan Ruki.

"Dimana ini? kanan-kiri kita, semuanya pepohonan" bingung Ruki saat mengamati jalanan di sekitarnya.

Namun tak seperti Ruki, Murid-murid yang lain lebih terkejut dan terpaku melihat sosok yang berdiri di depan mereka.

"Kenapa....?" tanya murid-murid.

Ruki yang mendengar keterkejutan itu, segera memalingkan wajahnya untuk melihat ke arah dapan.

"Ehhh....." kata Ruki ikut terkejut.

Di depan murid-murid, tampak berdiri sosok yang sudah sangat mereka kenali. Sosok itu seperti biasa, tubuhnya pendek, berambut twintail, dan memakai kacamata bulatnya. Yahhh... tak lain dan tak bukan adalah Bu Furukawa.

"Aduh... duh.. duh.. reaksi macam apa ini? masak melihat wali kelasnya sendiri, terkejut seperti itu?" ujar Bu Furukawa sambil tersenyum.

"Ke-kenapa ibu bisa ada disini?" tanya salah seorang murid.

"Kenapa? Tentu saja karena hari ini kita akan mengadakan Pre-test" kata Bu Furukawa.

"Pre-test? Bagaimana mungkin ada pre-test, kami bahkan belum menerima pelajaran. Dan lagi kemarin anda sudah memberikan kami quiz, padahal kemarin itu seharusnya hanyalah perkenalan" kata seorang murid.

"Yahh.. kenapa kalau saya memberikan Quiz? Ingat sekolah ini adalah sekolah terbaik. Jika kalian tidak mampu bersaing di sekolah ini, kalian yang akan menaanggung resiko nya sendiri" jelas Bu Furukawa.

Salah seorang murid kemudian mengangkat tangan.

"Iya, ada apa?"tanya Bu Furukawa.

"Menurut buku peraturan hitam yang saya baca, Pre-test di adakan di awal setiap materi pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana setiap siswa memahami materi pelajaran yang akan diajarkan" kata siswa itu.

"Benar sekali, lalu apa masalahnya?"

"kita kan belum masuk materi pelajaran, dan akan melaksanakan ORGAKU, sehingga seharusnya Pre-test ini baru dilaksanakan di awal materi pembelajaran?" tanya murid itu lagi.

"Iya kamu benar sekali, tidak ada yang salah. Memangnya kalau kalian ORGAKU kenapa? Pelajaran tetap akan berlangsung" senyum bu Furukawa.

"Hehhhh....?" kaget murid-murid itu.

"Ja-jadi selama kegiatan ORGAKU pun, kegiatan belajar mengajar akan tetap seperti biasa?" kaget para murid.

"Tentu saja, sekolah lain saja sudah mulai belajar, masak kalian yang sekolah terbaik malah tidak belajar" seru Bu Furukawa.

"Sudahlah, karena saya guru matematika, akan saya bagikan soal pre test matematikanya. Materinya masih sama yaitu bab 1 seperti kemarin, tentang bilangan eksponen" terang Bu Furukawa.

Murid-murid mulai tampak panik. Seperti yang tertuang dibuku peraturan hitam, bahwa setiap rata-rata nilai pre-test yang diujikan harus mencapai minimal 90. Pre-test atau ujian resmi apapun, rata-ratanya harus 90. Ini berbeda seperti Quiz kemarin yang hanya untuk tambahan nilai yang minimal harus 75. Kalau tidak ikut pre-test ataupun ujian resmi lain seperti UAS atau UTS pun, tidak akan ada susulan dan akan tetap dibagi sejumlah berapa kali ulangan dan tetap harus minimal 90. Jika hingga akhir semester 2, semua komponen yang dinilai ada yang dibawah standar, maka siswa tersebut harus tinggal kelas.

"Gawat...." panik murid-murid yang tidak belajar.

"Baiklah, ibu akan bagikan soalnya. Namun sebelum itu, ibu ada pengumuman" kata Furukawa.

"Yang tidak bisa mengikuti Pre-test ini ada 2 orang. Meraka berdua adalah Neo yang kabarnya tengah pingsan dan Hiroshi Tada yang masih Ibu skors selama 3 hari dari kemarin" jelas Bu Furukawa.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 31

Lord Hellium
2017-03-26 09:18:45
sesuai dengan chapter judulnya sama sama 30
Bocah Redoks
2017-01-17 15:00:37
ini keuntungan atau kerugian bwt hiroshi ?
Dalreba
2016-10-04 11:31:16
Kasihan Neo tidak bisa ikut pre-test
Al Onepc
2016-09-28 23:08:20
baru baca...tambah keren nih critanny
Kei Takashima
2016-09-28 10:25:23
koment
ThE LaSt EnD
2016-08-10 01:33:31
trlihat jelas guru yg pura2 tdk tahu...yg trjdi. ada maksud trtntu dr smua pristiwa yg trjdi.. didikan ekstrim bgi para siswa.
Beautiful Alien
2016-08-09 18:18:32
guru yang menyebalkan
Akane Hagiwara
2016-07-15 07:49:51
brarti ayane bukan salah satu murid yang pingsan tadi xD
Fujioka nagisa
2016-07-09 15:05:19
Kasian amat si hiroshi
Rinularo
2016-03-19 12:00:35
Ketegangan tiada akhir, dan sekarang mereka harus menghadapi pre-test.. Matematika!! . . .lanjut ajalah
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook