VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 29

2016-01-13 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
401 views | 36 komentar | nilai: 8.6 (5 user)

Murid-murid yang mendengar perintah itu, kaget bukan main.

"Ja-jalan jongkok?" tanya sebagian murid.

"A-apa kita ha-harus berjalan jongkok?" tanya murid yang lain.

"CEPAT JALAN JONGKOK DASAR BODOH" teriak kakak-kakak kelas itu kemudian.

Akhirnya semua murid menuruti perintah itu dan mulai jalan jongkok untuk keluar melalui gerbang emas menuju bis.

"Silakan bagi kakak-kakak senior untuk mendata dan mengabsen anggotanya serta menertibkan mereka hingga sampai di bis" perintah kak Zeriff.


Sekolah/Neraka Chapter 29 - Sebuah Awal yang Genting
Penulis : Whiti Intheforest

Sejurus dengan perintah itu, kakak kelas mulai mengabsen angota nya masing masing. Tak terkecuali dengan Klub Novel dan Sastra.

Kak Alice kemudian mengeluarkan sebuah buku, lalu memanggili satu persatu anggota klub Novel dan Sastra. Semua dipanggil termasuk Ruki, Neo, maupun si kembar.

"Ruki Daminte...." panggil kak Alice.

"A-ada kak..." jawab Ruki sambil berjalan jongkok.

Kak Alice sempat memandang Ruki sejenak lebih lama sebelum melanjutkan memanggil anggota Klub lainnya.

"A-apa maksudnya itu tadi? Apa dia juga sangat marah akan tindakan ku saat pendaftaran kemarin?" pikir Ruki tambah panik.

Sementara itu, semua murid sedang berjalan jongkok beriringan dalam barisan klubnya masing masing, sambil diabsen oleh senior mereka. Berjalan jongkok bukanlah sesuatu yang ringan bagi orang yang belum terbiasa. Apalagi kebanyakan kondisi fisik anak anak itu lelah, akibat semalaman mengerjakan tugas ORGAKU yang diberikan masing-masing klub mereka.

"JALANNYA CEPAT!!!.... JALANNYA YANG RAPI DEKK!!..." teriak kakak-kakak kelas bertanda merah sambil mengayun-ayunkan cambuknya.

"BISA RAPI GAK?!?!? YANG LURUS JALANNYA??!!? BEBEK AJA BISA LURUS" hentak kakak kelas.

Murid-murid itu berjalan perlahan dengan menahan sakitnya kaki mereka sambi siap menerima cacian dan bentakan dari kakak kelas, bahkan ada pula yang ditendang hingga di cambuk.

"SUDAH DIBILANG YANG RAPI, JANGAN KELUAR DARI BARISAN!!!!...."

"Plarrrr...." cambuk kakak kelas pada salah seorang murid.

"Arrgh... ampun kak..." erangnya terjatuh.

"Tidak ada ampun... ayo cepat jalan lagi."

"Plarrr....." cambuk itu kembali mendarat di punggung anak tadi.

"Arrgghh...." erangnya semaki keras.

"CEPAT JALAN!!! Jangan diam saja... MEMANGNYA KARENA KAMU PEREMPUAN, AKU JADI KASIHAN BEGITU,.... TIDAKKKKKK!!!!" teriaknya beringas.

"JALANNN!!!" teriaknya lagi, sambil kali ini menendang anak perempuan itu dengan sepatu boot nya yang cukup tebal.

Kejadian itu banyak terjadi di setiap barisan klub yang sedang berjalan menuju ke bis mereka. Suara cacian, hinaan, pukulan, cambukan dan erangan para murid baru itu, nyaring terdengar bak sebuah melodi pesakitan yang bergayung bertautan.

Sementara itu, kembali ke tempat Ruki.

"Si-sial, pahaku mulai sakit..... ahhh..ahh...." keluh Ruki.

"Kamu, baik baik saja?" tanya Yori yang berjalan disebelahnya.

"Yahhh... aku memang sedikit lelah... tapi tenang saja, aku baik baik saja, tubuhku cukup kuat dengan pekerjaan fisik seperti ini. Aku sudah terbiasa membantu pekerjaan kakekku di lahan pertanian..... berjalan seperti ini bukanlah apa-apa bagiku" ucap Ruki menguatkan dirinya sendiri.

Namun tiba-tiba, teriakan seorang kakak kelas mengejutkan murid murid baru ,yang baru saja melintasi gerbang emas.

"Zerifff......, ada 4 anak yang pingsan!!!" teriaknya.

Murid-murid yang mendengar itu banyak yang shock dalam hatinya.

"A-ada yang pingsan.... ke-kejam sekali..." bisik salah seorang murid.

Murid-murid itu kini hanya bisa pasrah mendengar itu semua. Mereka juga mulai sadar bahwa tidak akan ada gunanya jika melawan. Sekali mereka melawan, mereka akan terkena sengatan listrik karena berani menentang seseorang yang memiliki poin lebih tinggi dari mereka.

"Benarkah? Ada murid yang pingsan?" tanya Zeriff lagi pada kakak kelas tadi.

"Yahh... ada 4 jumlahnya" ulangnya.

"Lemah sekali.... data mereka, dari klub mana saja mereka berasal?" tanya Zeriff.

"Siapp. Sudah dilaksanakan, keempat orang itu..... 2 dari klub science, dan 2 yang lainnya masing masing dari klub seni dan Klub Novel dan Sastra" ujarnya.

Yori cukup kaget mendengar itu.

"Hahh.. Klub Novel dan Sastra.. sepertinya teman kita ada yang gugur, Ruki" kata Yori pada Ruki.

Namun, Ruki tidak mendengar itu dan wajahnya berubah panik.

"A-ada apa Ruki, apa kamu kelelahan?" bingung Yori setelah melihat perubahan wajah Ruki.

"Ne-Neo dimana neo, bukannya dia ada di sampingmu Yuki?" tanya Ruki yang panik.

"E-eh, Neo.. di-dia tidak ada" panik Yuki setelah melihat Neo yang tak lagi berjalan di sampingnya.

"Ja-jangan-jangan, Neo...." panik Ruki sambil mencoba menengok ke belakang barisan.

Namun, setelah menengok ke belakang, alangkah terkejutnya Ruki.

"Ne-Neo...." ucap Ruki terbata sambil menatap tubuh Neo yang ternyata sudah tergeletak di luar barisan di belakang mereka.

"Ne-Neo...." ucap Ruki setengah berteriak.

"Ruki, hentikan...." cegah Yori sambil menarik tangan Ruki yang hendak bangkit.

"Lepaskan aku Yori, aku harus menolong Neo...." kata Ruki.

"Hentikan... tindakan mu justru memperburuk keadaan.." sergah Yori lagi.

"Tapi..." ulang Ruki.

"Hentikan... dia pasti akan baik baik saja..." ucap Yori menenangkan Ruki.

Ruki akhirnya mengalah dan membiarkan pandanganan nya melihat Neo yang diangkat oleh kakak kelas dan pergi menjauh.

"Ba-bagaimana ini, kenapa sekarang jadi begini?...... Neo sudah pingsan. Ini bahkan baru akan berangkat, tetapi sudah terjadi musibah yang menimpa. Bagaimana dengan misi ini selanjutnya. Aku harus mendapatkan 100 poin sebelum 9 hari, tapi sekarang aku sudah kehilangan Neo. Pikiran ku kacau...." bingung Ruki.

Ruki berjalan menuju bis dengan sedikit kehampaan, namun kemudian dia ingat sesuatu yang kembali mengguncangkan pikirannya.

"Bu-bukankah, kakak kelas tadi bilang bahwa 4 anak yang pingsan itu salah satunya juga berasal dari klub seni. Jangan jangan..... anak itu adalah Ayane" pikir Ruki yang makin kalang kabut.

"Ba-bagaimana jika itu Ayane. Dia kan memiliki penyakit asma. Bagaimana kalau asma nya kambuh karena tekanan fisik dan mental ini. Bagaimana jika yang pingsan itu adalah Ayane......" Pikir Ruki sangat-sangat panik.

"Kenapa sekarang jadi begini....." panik Ruki tak karuan hingga menambah deras keringatnya yang mengucur keluar.

"BAIKLAH.... SEMUANYA BERHENTI!!!!" perintah kak Zeriff kemudian.

"Di depan kalian adalah bis yang akan membawa ke suatu tempat."

"Di bis itu sudah diberi tulisan, silakan masuk kedalam bis sesuai dengan kelas kalian masing-masing" perintah kak Zeriff lagi.

Mendapat perintah itu, murid murid segera menuju ke bis sesuai dengan kelas mereka. Namun, sebelum sempat masuk ke dalam bis, suara Kak Zeriff kembali bergema.

"Tunggu dulu... " henti Zeriff.

"Kalian tidak boleh tahu kita akan pergi kemana, oleh karena itu setiap anak wajib mengenakan penutup mata yang akan diberikan oleh kakak kelas kalian."

"Selain itu, dengan mata tertutup, kalian tidak akan tahu duduk bersebelahan dengan siapa di bis, sehingga ini dapat mempererat pertemanan kalian sesama anggota kelas" jelas Zeriff.

Anak-anak kelas 1 hanya bisa pasrah mendengar perintah itu dan segera menurutinya, tak terkecuali Ruki yang sedang panik untuk memikirkan langkah selanjutnya.

"Aku harus tenang, aku tidak boleh kalah oleh keadaan.... semuanya akan baik-baik saja... ini baru awal" gumam Ruki sambil mencari sembarang tempat duduk di bis yang ditumpanginya akibat matanya yang tertutup.

"Disini saja...." pikir Ruki sambil duduk.

Beberapa detik kemudian, Ruki mendengar suara orang yang duduk disebelahnya.

"Apa di sampingku sudah ada orang?" tanya orang itu.

"I-iya" jawab Ruki.

"Baguslah kalau begitu...... nanti kamu bantu aku berhitung setelah roda bis ini mulai berjalan..." katanya lagi.

"A-apa maksudmu?" bingung Ruki terhadap permintaan orang yang duduk di sampingnya.

"Mata kita tertutup, sehingga kita tidak akan tahu akan pergi kemana. Namun kita masih bisa mengetahui apa area ini dekat atau jauh dari kawasan sekolah, dengan menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai tujuan" kata anak itu lagi.

Mendengar itu, Ruki menahan mulutnya dan tertawa kecil.

"A-apa maksudmu? Kenapa kamu menertawaiku" marah anak itu.

"Yahh... kamu cerdas, tapi tak terlalu pintar.." kata Ruki.

"Apa katamu, mau kuhajar kau?" marahnya lagi.

"Idemu bagus, tapi ada kelemahanya. Menutup mata kita ini, selain menyembunyikan ke arah mana lokasi tujuan tapi juga membiaskan waktu perjalanan. Bisa saja perjalan ini lama, namun sebenarnya bis yang kita tumpangi, hanya berputar-putar di halaman sekolah" jelas Ruki.

"Be-benar juga..." kata anak itu sedikit menyadari.

"Tapi... ngomong-ngomong, aku pernah mendengar teriakan sepertimu sebelumnya? Apa kita sudah berkenalan?" tanya Ruki.

"Seluruh kelas 1B sudah pasti tahu namaku dan wajahku. Seseorang yang dengan keras meneriakkan namanya dan diusir keluar oleh Bu Furukawa" jelasnya.

"Ja-jangan –jangan kau...." kaget Ruki.

"Yahhh.... salam kenal lagi, aku Hiroshi Tada, anak yang di skors Bu Furukawa selama 3 hari...... di hari pertamanya bersekolah...." ungkapnya.


Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 30

Aerosmith
2017-05-29 17:57:23
Sepertinya Hirosi akan bekerjasama dengan Ruki.
Bocah Redoks
2017-01-17 14:53:48
ini baru permulaan. semangat ruuki
Kei Takashima
2016-09-28 10:04:06
komentar
ThE LaSt EnD
2016-08-10 01:08:40
ruki berjuang sendiri dlm timnya?. stidknnya ada Hiroshi yg mungkin membntu.
Beautiful Alien
2016-08-09 17:51:35
menghitung saat bis mulai bergerak untuk mengetahui seberapa jauh mereka pergi, itu mana bisa,
Akane Hagiwara
2016-07-15 07:40:12
neo, ayane ._. hiroshi tada lucu
Fujioka nagisa
2016-07-09 14:56:47
Ironis ya '^')/
Baru Lulus
2016-04-06 21:46:08
anzeeer alay banget sih pake penutup kelapa eh kepala kek mau di kasi surprise ulang taun aja
Rinularo
2016-03-19 11:47:54
Weh Hiroshi mncul lg.. Tpi kira2 mw dibawa kmana ea mreka2 ini . . .lanjut
gIN taka
2016-03-18 20:57:36
hahaha . . . ! ! ! bagian akhir'ny lucu . . . Keren abiz
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook