VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 28

2016-01-10 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
369 views | 36 komentar | nilai: 9 (5 user)

"Poin mu, 16!!" ucap Ruki yang terkejut melihat poin yang tampak di jam tangan Yori yang ditunjukkannya.

"Yahh, tapi lumayanlah daripada milik Yuki" ujar Yori datar.

"Memangnya, Yuki juga dapat poin?" tanya Ruki semakin penasaran.

"Ahhh, tentu saja, walaupun tak sebanyak kakak" katanya sambil menunjukkan poinnya yang ternyata sudah berjumlah 9!!!!!

"A-apa, apa yang mereka lakukan? Bahkan poin Yuki saja, lebih besar dariku. Apa mereka juga mendapatkan poin dengan cara kekerasan seperti orang orang. Sepertinya mereka bukan orang baik. Dan lagi, sekarang posisinya sangat tidak menguntungkan. Poin mereka berdua lebih tinggi dari aku dan Neo. Jika mereka bukan orang baik, bisa habis kita sekarang" khawatir Ruki dalam hatinya.


Sekolah/Neraka Chapter 28 - Awal Neraka
Penulis : Whiti Intheforest

"Kenapa kalian berdua terdiam seperti itu?" Tanya Yuki.

"Tenanglah, kami bukanlah orang yang seperti itu, walaupun poin kami saat ini lebih tinggi dari kalian, kami tidak akan menyakiti kalian" ujar Yori sambil tersenyum.

"La-lalu da-darimana kalian mendapat poin itu?" tanya Ruki sedikit takut.

"Ahhh... kalau itu.... kami tidak bisa menceritakannya sekarang...." jawab Yori lagi.

"Be-benar-benar mencurigakan" kata Ruki dalam hatinya.

"Sudahlah, jangan memikirkan itu dulu, aku yakin poin kalian juga akan bertambah seiring dengan berjalan nya waktu" timpal Yuki.

"Pokoknya, kita harus segera ke lapangan sekarang. Kita tidak boleh terlambat" ajak Yuki lagi.

Mereka berempat kemudian masuk ke dalam lift, untuk turun ke lapangan asrama tempat dimana mereka harus berkumpul. Di dalam Lift, Ruki melihat Neo yang hanya tertunduk terdiam. Tangannya sedikit bergetar sambil sesekali membetulkan kacamatanya yang bahkan tidak melorot. Ruki masih merasa bersalah dengan apa yang terjadi.

"Bagaimana bila hukuman yang akan diterima Neo berat? Ahhh....." pikir Ruki berat.

Beberapa detik kemudian, mereka sudah sampai dan segera keluar dari dalam lift.

Namun sesampainya di lapangan, mereka dikejutkan oleh suasana yang mencekam.

"Hei, kalian, apa yang kalian lakukan? cepat dek!!!" teriak seorang kakak kelas yang menghampiri mereka.

"I-iya kak" jawab Ruki.

"Kalian Klub Apa? Cepat berkumpul bersama Klub kalian!!!" perintah kakak kelas itu.

"Kami Klub Novel dan Sastra" jawab Ruki lagi.

"Dimana ya, Klub Novel dan Sastra, kak?" tanya Yuki menimpali.

Namun, Kakak kelas itu tiba-tiba mengeluarkan cambuk dari sakunya.

"MAU KU CAMBUK DASAR BODOH!!!! PUNYA MATA GAK???!?!? BACA SENDIRI ADA DIMANA KLUB KALIAN!!!" teriaknya keras sekali, sambil menakut-nakuti Yuki dengan cambuknya.

"Ma-mafkan kami kak...... Yuki, teman-teman.... sepertinya di sana Klub kita" tunjuk Yori.

"Nah, ini.... untung temanmu yang satu ini punya mata" kata kakak kelas itu sambil menepuk pundak Yori.

"CEPATTTT!!!!" teriaknya sedetik kemudian.

Mereka berempat kemudian lari tunggang langgang ke arah tempat yang tadi ditunjuk Yori.

"Itu... aku bisa melihat Kak Alice..." kata Ruki.

Dari kejauhan tampak kak Alice memegang papan besar yang bertuliskan "KLUB NOVEL DAN SASTRA."

Namun setelah sampai di barisan Klub Novel dan Sastra, Ruki di kejutkan oleh sesuatu.

"Hmmmm... masih berani juga kau dek..." kata seseoarang yang sepertinya senior Klub pada Ruki.

"Ehh..." jawab Ruki kaget.

"Masih berani juga kamu dan temanmu menampakkan wajah kalian di Klub ini" katanya lagi.

Ruki hanya bisa diam saja mendengar itu.

"Bicara sok jago, berani menentang Danish, ckckckck..." katanya luar biasa sinis sambil berjalan memutari Ruki. Ruki hanya menunduk terdiam.

"Aku tidak akan banyak bicara sekarang..... tapi di ORGAKU nanti...... HABIS KAU DEK...." katanya tajam di telinga Ruki.

"Belum tau kan kau siapa danish yang sebenarnya, HABIS KAU!!!" ulangnya lagi.

Ruki masih diam tertunduk, begitu juga Neo yang berbaris disamping nya. Tubuh neo lebih bergetar melihat intimidasi yang sedang terjadi. Sementara itu, si duo kembar hanya terdiam mengamati apa yang sedang terjadi.

Suasana lapangan Asrama Stella pagi ini, lebih mencekam dari yang terjadi kemarin. Puluhan anak yang turun dari lift dibentak-bentak untuk segera berbaris sesuai dengan Klubnya. Para senior klub itu membawa cambuk dan memakai tanda berwarna merah di lengan mereka. Sebagian membentaki anak baru dan sebagian yang lain berdiri tegak di pinggir lapangan mengitari seluruh barisan. Sungguh keadaan intimidasi yang luar biasa.

Namun, tanda berbeda dikenakan oleh kak Alice dan beberapa kakak kelas di depan barisan yang membawa papan besar bertuliskan nama Klub mereka. Kakak kelas itu menggunakan tanda berwarna biru di lengan kiri mereka.

"Apa ya maksudnya ini, apa yang memakai tanda merah adalah kakak kelas yang bertindak sebagai pendisiplin dan mereka yang memakai tanda biru adalah ketua Klub" pikir Ruki.

"Jika iya, berarti kak Alice dan kakak-kakak lainnya yang ada di depan masing-masing barisan adalah para ketua klub..." pikir Ruki lagi.

Namun, selain memikirkan itu, Ruki juga mengamati keadaan barisan klub lain yang tampak beraneka macam.

"Jadi, ini maksudnya kakak kelas yang menggedor pintu ku tadi bilang bahwa klub ini terlalu naif.." gumam Ruki dalam hatinya.

Ruki melihat keadaan Klub lain yang cukup menderita. Dibanding dengan Klub Novel dan Sastra, banyak klub lain yang berpenampilan berbeda pagi itu.

Misalnya saja klub renang, anggota baru mereka hanya mengenakan pakaian renang bahkan anak laki-lakinya hanya bertelanjang dada. Membayangkannya saja sudah terasa dingin di pagi hari ini. Ada juga anak anak klub memasak yang memakai kaos putih yang sudah di tulis berbagai macam bumbu dan bahan masakan di kaosnya dengan spidol. Serta banyak lagi, atribut, tugas dan aneka pakaian aneh yang dikenakan oleh masing masing Klub.

"Kenapa clingak-clinguk dari tadi!?!?!?" tanya kakak kelas yang tadi menghampiri, pada Ruki.

"Ti-tidak kak" jawab Ruki sambil menunduk.

"Heheheheh.... baru sadar kan kau sekarang, lihat tuh teman teman kalian yang ada di klub lain. Ada yang tugasnya berat, pake atribut aneh dan lain lain. Lihat klub kita, ga ada yang macem macem, Cuma tugas yang kalian dapat saja dari keberuntungan" kata anak itu.

"Jika kalian masih gak bisa juga, habis kalian, terutama kalian berdua..." tunjuknya tajam pada Ruki dan Neo.

Neo yang mendengar itu, sangat-sangat ketakutan. Ia bahkan sampai memejamkan matanya. Tubuhnya menggigil ketakutan.

Tak lama kemudian, suara terompet berbunyi keras.

"TREEEEEEEEETTTTT......................" bunyinya panjang.

Kemudian dari arah samping, masuklah Kak Zeriff menuju ke tengah lapangan.

"Eh-eh... dia tidak memakai tanda berwarna biru? Bukannya dia ketua Klub Renang? Atau karena dia pemipin acara ORGAKU, makanya warna tandanya berbeda?" bingung Ruki dalam hatinya sambil melihat tanda berwarna hijau di lengan kiri kak Zeriff.

"SELAMAT PAGIIII!!!!" teriak Zeriff kencang.

"SE-SELAMAT PAGI" jawab murid murid kelas 1 bersamaan.

"kalian semua berkumpul pada pagi hari ini, untuk mengikuti acara apa?" Tanya kak Zeriff.

"ORGAKU" jawab murid-murid kelas 1 serempak.

"Tepat sekali, seharusnya kalian sudah tahu apa itu ORGAKU sehingga tidak perlu ada penjelasan ulang" ujarnya lagi.

"Sekarang, tepat jam 6.00 pagi hari. Kalian benar benar tepat waktu."

"Jika bukan karena kakak-kakak senior yang sudah membangunkan kalian, aku yakin kalian pasti tidak akan tepat waktu."

"Karena itu, aku minta ucapkan terima kasih pada kakak-kakak tercinta disini" perintah Zeriff.

Namun para murid kelas 1 yang bingung hanya terdiam.

"UCAPAKAN TERIMA KASIH, MANA RASA TERIMA KASIH KALIAN...."teriak Zeriff tiba-tiba.

"TE-TERIMA KASIH KAK..." jawab murid murid itu sermpak.

"Nah begitu dong, rasa terima kasih itu harus selalu ditanamankan. Kakak-kakak disini rela bangun lebih awal dari kalian, supaya bisa membangunkan adik adiknya agar tidak telat. Tunjukkan rasa terima kasihnya...." marah Kak Zeriff.

Sebagian anak yang mendengar itu merasa kesal, bagaimana mungkin mereka harus merasa berterima kasih kepada kakak kelas yang sudah membangunkan mereka dengan cara menggedor-gedor pintu bahakan ada yang mengalami pencambukan.

"Baiklah, untuk mempersingkat waktu..... kalian semua langsung menuju bis. Tapi ingat... untuk bisnya adalah per kelas bukan per Klub" perintah kak Zeriff.

"Hah...? per kelas? Lalu kenapa sekarang kita dikmpulkan per barisan klub?" kesal Ruki.

"Baiklah, cepat jalan ke bis kalian masing masing melalui gerbang emas.." perintah Zeriff lagi.

Namun, baru bergerak satu langkah, murid murid itu sudah dikejutkan oleh teriakan kak Zeriff kembali.

"EH....EH... EH... SIAPA SURUH KALIAN JALAN SAMBIL BERDIRI!!"

"silakan... JALAN JONGKOK MENUJU BIS!!!" teriak kak Zerif dengan wajah bengis nya.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 29

Bocah Redoks
2017-01-17 14:47:39
nasib jadi junior cuman bisa pasrah
Dalreba
2016-10-04 11:21:04
Untung MOS disekolahku gak kayak gini
Al Onepc
2016-10-02 17:38:28
gak kebayang kalau benar" ada sekolah kayak gini..mungkin anak muridnya pada bunuh diri
Kei Takashima
2016-09-28 09:59:47
koment
ThE LaSt EnD
2016-08-10 00:55:30
tanda itu, merah, biruh, hijau.. tingkatn jbatan dlm ORGAKU. misteri lg.. next.
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-09 17:41:48
ninggalin jejak
Akane Hagiwara
2016-07-15 05:52:02
cih,,,zerifff mulai lagi -3-)/
Akane Hagiwara
2016-07-15 05:51:41
cih,,,zerifff m
Fujioka nagisa
2016-07-09 14:48:16
Jalan jongkok.. Itu hukuman yg aq suka dari pada disuruh merayap #pengamalamanpribadi
Racharion
2016-04-06 15:07:34
'dek' epliwel
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook