VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 27

2016-01-03 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
379 views | 34 komentar | nilai: 8.33 (3 user)

Muka Ruki berubah pucat dan memutih. Ia tidak menyangka dengan apa yang sedang dilihatnya. Kengerian mulai terbayang jelas menjadi kenyataan.

"Me-mereka membawa cambuk?....." panik Ruki.

"Kegilaan akan segera dimulai....." gumam Ruki khawatir.

Ruki segera menutup pintu kamarnya dan beralih untuk segera membangunkan Neo.

"Ne-neo, bangun........ mereka sudah datang....,," kata Ruki sambil mengoyang goyagkan tubuh Neo.


Sekolah/Neraka Chapter 27 - Luar Biasa
Penulis : Whiti Intheforest

Neo yang baru saja tidur tak kurang dari 30 menit, mencoba membuka matanya.

"Ahhh..... kepala ku sakit...... ada apa Ruki?... apa sudah hampir jam 6" tanya Neo dengan mata yang agak terpincing.

"Mereka datang Neo.... sepertinya para Senior Klub.... atau kalau tidak, mereka adalah panitia ORGAKU..... gawat kita harus bergegas..... parahnya lagi mereka membawa cambuk" jelas Ruki.

"Haahhhhh? Cambuk....? apa mereka akan mencambuki kita?" tanya Neo kaget yang mulai tersadar dari tidurya.

"Entahlah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Kekerasaan atau hal apapun itu bisa terjadi di tempat ini....." Kata Ruki panik.

Ruki bergegas membantu Neo mengemasi barangnya dan juga memasukan tugas Neo yang seadanya itu ke dalam ransel milik Neo.

"Apa barangmu sendiri sudah siap?" tanya Neo.

"Iya, aku sudah menyipakannya dari tadi malam...." jawab Ruki merasa tidak enak.

Ruki kemudian mengambil sesuatu dari kantungnya.

"Neo, cepatlah makan ini, kamu pasti belum makan kan semalaman...." ucap Ruki sambil menyerahkan onigiri.

Neo melihat sejenak onigiri itu.

"Tenanglah, ini masih bagus..... baru tadi malam" kata Ruki sambil membuka 1 bungkus onigiri untuk dimakan sendiri.

"Cwepatlah makan..... kita tidak tahu apa mewreka akan memberi kiwta makan..." kata Ruki sambil mengunyah onigirinya.

Neo pun akhirnya tanpa pikir panjang mengikuti perintah Ruki.

Sementara itu, suara keributan mulai terdengar dari samping kamar Ruki dan Neo.

"Cepat!! Cepat!! Buka pintunya.... ini sudah hampir jam 6 dek..... disiplin... cepet keluarrrrr... lambat sekali kayak babi aja...." teriak anak itu sambil menggedor-gedor pintu kamar yang ada di sebelah kamar mereka.

"Neo... ayo cepat, sepertinya kakak kelas sudah ada di samping kamar kita.." kata Ruki sambil membantu membereskan semuanya.

Benar saja, tak lama kemudian suara langkah kaki itu tepat berhenti di depan kamar Ruki dan Neo.

"Hei... kalian juga... cepat!!.. cepat!!! Keluar..." kata anak itu sambil menggedor-gedor pintu kamar.

Ruki segera membuka pintu kamarnya sebelum membuat kakak kelas itu lebih marah.

"Ckrekk..." Ruki membuka pintu kamarnya.

"Ka-kami be-berdua sudah siap kak...." kata Ruki terbata.

Kakak kelas yang berdiri depan pintu kamar itu memperhatikan mereka berdua.

"Ohhhhh... begini yang kalian anggap siap...." katanya sambil melihat Ruki dan Neo.

Dihadapannya tampak Neo yang acak acakan dengan seragamnya, kantung matanya gelap, rambut nya acak acakan dengan wajah pucat lesu. Sementara Ruki juga tidak terlalu rapi sambil membawa ransel yang ada di pundaknya.

"Baju berantakan.... muka kusut..... mana semangatnya.... pagi pagi itu harus semangat dek....." teriak anak itu dengan wajah sinis.

"I-iya kak" jawab Ruki mencoba tersenyum.

"Temanmu ini, kayak orang habis dikroyok aja...." katanya sambil berjalan mendekati Neo.

"JAGA SIKAP DEKKKK!!! JANGAN LUNTANG LUNTUNG...... MAU JADI JAGOAN.... HORMATI ORANG YANG POINNYA LEBIH TINGGI DARIPADA KAMU.... MIKIRRR!!!" teriak anak itu keras sekali, persis disamping telinga Neo.

Neo yang mendengar itu kaget bukan main dan gelagapan.

"Ma-maafkan S-saya kak...." jawab Neo gelagapan sambil memperbaiki sikapnya.

"Maafkan kami berdua kak, kami akan menjaga sikap, maaf kan kami..." ujar Ruki ikut menanggapi.

Kakak kelas itu tampak kesal terhadap Ruki dan Neo.

"Kalau begitu cepat rapikan...." perintahnya.

Ruki dan Neo kemudian memperbaiki pakaian dan merapikan rambut mereka. Maklum, mereka juga tidak sempat membersihkan diri sejak pertama kali datang ke SMA Hoshi.

"Ngomong-ngomong..... kalian ikut klub apa dek?" tanya kakak kelas itu masih dengan wajah sinisnya.

"Ehhh.. kami ikut Klub Novel dan Sastra Kak" jawab Ruki lagi.

"Pantas kalian memakai seragam, sepertinya mereka terlalu naif... huh..." gumam anak itu.

Ruki sedikit bingung dengan apa yang di bicarakan oleh kakak kelas itu.

"Memang klub yang lain seperti apa?" pikir Ruki heran.

"Sudah, jangan terlalu lama menghabiskan waktuku disini, cepat turun ke bawah dan berkumpul dilapangan..." perintahnya keras sambil pergi melangkah.

Sedetik kemudian, Ruki dan Neo segera bergegas keluar dari kamarnya dan mengunci pintu kamar mereka.

"Ce-cepat... Neo... untung dia tidak marah, tidak mencambuk kita, atau ada sengatan listrik..." kata Ruki.

Neo tampak mengiyakan perkataan Ruki, mereka pun akhirnya bergegas turun kelapangan.

Namun dalam perjalanan hendak turun ke bawah, Ruki dan Neo melihat sedikit drama yang terjadi di hadapan mereka.

"Kak, mohon tunggu sebentar, tugasku hanya kurang sedikit lagi..." kata seorang anak kelas 1 memelas di depan pintu kamarnya.

"Apa katamu.... beraninya kamu berkata begitu, sadar POIN MU !!!!" teriaknya beringas.

"Kumohan kak, hanya tinggal sedikit tidak sampai 1 menit, kalau tidak selesai aku bisa dihukum oleh klub ku. Kumohon kak" kata anak itu kembali memelas.

Namun, kakak kelas itu naik pitam.

"Siapa yang peduli dengan itu semua, berani beraninya kau melawanku" teriaknya marah.

"Kamu benar benar harus di DIDIK!!"

"PLARRRR!!!" kakak kelas itu menyabetkan cambuknya ke badan anak yang tengah berlutut itu.

"Argghhhh...." erangnya kesakitan.

"Bagaimana rasanya.... apa kamu belum paham juga dasar babi..." umpat kakak kelas itu.

Belum cukup sampai disitu, tiba tiba...

"Blarrr...." anak yang dicambuk itu juga tiba-tiba tersambar listrik.

"Arrrgg...." erang anak itu kembali, hingga ambruk.

"HAHAHA... itulah... akibatnya.. jika berani melawan....." tawa kakak kelas itu.

Neo yang juga turut melihat itu segera mengajak Ruki menyingkir dari situ.

"Ruki, lebih baik kita segera bergegas turun" ajak Neo.

Ruki dan Neo kemudian segera turun kebawah dan mencoba sebisa mungkin tidak melihat kegaduhan yang terjadi di kamar anak anak yang lain.

Namun saat hendak masuk lift, Neo bertemu dengan orang yang dikenalnya.

"Eh.... kalian...." sapa Neo setelah melihat mereka berdua.

Ya, tak lain dan tak bukan adalah duo kembar kakak beradik dari Klub Novel dan Sastra, Yori Kimura dan Yuki Kimura.

"Ehh... kamu tampak sangat pucat Neo... apa kamu baik baik saja?" tanya Yuki.

"Kalian ini siapa?" potong Ruki yang bingung.

"Ini Ruki, seperti yang kuceritakan waktu itu, mereka adalah si kembar yang telah menolongku dan memberitahu kita masalah tugas, ini sang kakak Yori Kimura dan adiknya Yuki Kimura.

"Oh kalian, terima kasih atas bantuan sebelumnya pada Neo, salam kenal namaku Ruki Daminte" kata Ruki.

"Ah... salam kenal juga, sesungguhnya aku sudah tahu namamu ketika melihat perbuatan mu di Klub Novel dan Sastra.... kau berani sekali" ucap Yori.

"Ahhhh... iya soal itu...." balas Ruki sambil sedikit mengingat peristiwa itu.

"Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada Neo? Apa dia sakit, dia sangat pucat?" tanya Yuki kembali.

"Ergh..." ucap Neo tak mau menjawab.

"Dia.. belum menyelesaikan tugasnya... dan Neo hampir tidak tidur semalaman, dia baru saja tidur tidak sampai 30 menit" jawab Ruki pasrah.

"Ehhh benarkah, bagaimana bisa?" heran Yuki.

"Dia memang tidak pandai dalam kepenulisan, selain itu Neo juga tidak beruntung dengan mendapat tugas lebih dari 500 halaman" ujar Ruki.

"Wah... sayang sekali.... kakak ku saja yang mendapat tugas 700 halaman saja sudah selesai dari jam 9 malam" Kata Yuki sambil tersenyum.

"Apa katamu?.." kaget Ruki.

"Tentu saja hal seperti ini sangat mudah bagi kami berdua, apalagi kami sudah memulai mengerjakan sejak sore" kata Yori sedikit menyombongkan diri.

"Jadi kamu bisa mengetahui puzzle atau teka-teki Fortune Cookie itu dengan cepat?' tanya Ruki heran.

"Ahhh tentu saja.... bahkan menurutku yang seperti itu tidak pantas di sebut puzzle" senyum Yori.

Ruki benar benar terkejut.

"2 anak di depanku ini pasti hebat sekali. Mereka pasti akan menjadi tantangan yang berat di Klub Novel dan Sastra. Aku tidak boleh kalah" gumam Ruki yang kesal.

"Ahhh... tapi lumayanlah... Fortune cookie itu memberikan poin 8, sehingga dapat menambah pundi pundi poin ku" senyum Yori sambil menunjukkan jam nya yang ternyata menunjukkan angka 16 Poin!!!


Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 28

Bocah Redoks
2017-01-17 14:41:17
neo ternyata gk sehebat gambaran awal
Dalreba
2016-10-04 11:14:24
Aku juga tak boleh kalah . . . Aku harus menambah poin
Kei Takashima
2016-09-28 09:54:53
Next
ThE LaSt EnD
2016-08-10 00:42:46
hmm.. apa yg akn trjadi lg? next. nasib ktika menjadi junior...
Aerilyn Shilaexs
2016-08-09 12:38:14
hebat, cepat banget ngerjainnya
Akane Hagiwara
2016-07-15 05:45:18
ayo ruki semangat, kau tidak boleh kalah dari sikembar xD semangat >< dari chapt sebelumnya, author always typo ada w nya nya wkwk
Fujioka nagisa
2016-07-09 14:38:52
Sugoi ne..
revival
2016-03-28 21:07:54
hebat juga tu si kembar,,
Leila Taa
2016-03-19 11:26:52
Huft,, aku juga sdang berusha menambah pundi2 poinku
Leila Taa
2016-03-19 11:25:28
Huft,, lanjut baca aja
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook