VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 26

2015-12-29 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
396 views | 28 komentar | nilai: 8.5 (4 user)

Malam ini benar-benar malam yang cukup dingin bagi anak anak kelas satu. Tugas-tugas yang datang menumpuk, terus saja menusuk bersamaan dengan angin malam yang datang. Waktu terus saja berjalan sementara tugas seolah terus saja mengejar. Malam ini benar-benar malam yang gaduh.

Ruki masih saja fokus dan berkutat dengan tugas yang sedang ia kerjakan.

"Semakin ke halaman belakang, kesalahannya semakin banyak dan semakin sulit" keluh Ruki sambil mengelap keringat yang membasahi keningnya.

"Aku harus cepat...." katanya semangat untuk memacu dirinya sendiri.


Sekolah/Neraka Chapter 26 - Pengorbanan Seorang Sahabat
Penulis : Whiti Intheforest

Malam ini, hampir di semua kamar anak kelas satu penuh dengan kepanikan. Ada yang mengerjakan tugas dengan serius, ada yang bingung dengan tugas yang harus dikerjakan atau bahkan ada yang mengerjakan tugas sambil berdiri untuk menjaga agar tubuh tidak terlelap. Semua anak mulai merasa gelisah karena waktu sudah mendekati tengah malam. Itu artinya, ORGAKU tidak akan lama lagi.

Sementara itu di suatu tempat di area asrama Stella.

"Zeriff, apa kamu yakin dan sudah siap?" tanya seseorang pada Zeriff.

"Yahh, tahun ini adalah giliranku, walaupun mereka pesimis, akan kutunjukkan pada mereka" ucap Zeriff dengan wajah serius.

"Tapi kita tidak mungkin mendapatkannya pada acara kali ini?"

"Yahhh, aku juga paham soal itu, namun aku berharap ini bisa menjadi pemicu yang baik" tegas Zeriff.

"Tenang saja, kami semua akan membantumu, semua juga ingin tujuan ini segera tercapai"

"Baiklah......"

Sementara itu, kembali di tempat Ruki berada.

"Sekarang pukul 12.07 malam, sudah terlalu larut dan aku harus tidur, tinggal 33 halaman lagi....." ucap Ruki seraya melihat jam di desktop komputer.

"Ayo... ayo.... ayo.... lebih cepat lagi..." teriak Ruki sambil menuliskan tugasnya.

"Aku harus pastikan bahwa yang ku kerjakan ini benar, semoga saja ini bisa menghasilkan poin" semangat Ruki.

Waktu terus saja berputar seolah tak pernah lelah untuk bergerak meninggalkan masa lampau. Waktu kini menunjukkan pukul 1.15 dini hari.

"Tinggal 1 halaman lagi...." ucap Ruki sambil sedikit tersenyum.

Ruki mencoba memfokuskan segala energinya untuk menyelesaikan tugasnya sebelum pukul setengah 2 malam.

"Yesssssss......... selesai......." teriak Ruki bahagia sambil menggeletakkan pulpennya di atas meja.

"Akhirnya tugas sebanyak 237 halaman ini selesai. Semoga ini bisa menghasilkan poin buatku" gumam Ruki.

"Bagaimana ya dengan Neo?......." pikir Ruki khawatir.

Ruki kemudian berpikir sesaat dan menyadari sesuatu.

"Ahhh.... benar juga.... dia pasti disana... Neo pasti disana..." pikir Ruki.

"Neo pasti berada di kelas sekarang, dia kan tidak membawa benda itu saat pergi tadi" pikir Ruki lagi sambil melihat pulpen yang tergeletak di hadapannya.

"Mungkin sebaiknya aku melihat kondisinya sekarang...."

Namun setelah mencoba melangkah, Ruki kembali teringat untuk yang kedua kalinya.

"Bodoh, apa yang kupikirkan..... kenapa aku kembali mempermasalahkan ini"

"Aku percayakan semuanya padamu Neo, aku percaya tekadmu...." gumam Ruki meyakinkan dirinya sendiri.

Ruki kemudian segera menyiapkan barang bawaan yang kira kira harus dibawanya besok. Ruki kemudian memasukkan barang barang itu kedalam tas ranselnya.

"Baju, alat tulis, buku tulis, apa lagi ya......" gumam Ruki bingung akan barang bawaan yang harus dibawanya.

"Buku peraturan ini mungkin ada gunanya lalu ahhhh... payungku masih ada..."

"Hmmmm..."

"Oh iya...."

Ruki kemudian mengeluarkan sesuatu dari kantung bajunya.

"Ini beberapa onigiri yang kuambil tadi, semoga ini tidak basi besok, mungkin bisa sangat berguna, aku benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi..."

"Tapi......" gumam Ruki tertegun memikirkan sesuatu.

"Bagaimana bila.... mereka menggeledah dan menghancurkan barang barang ini sebelum berangkat ORGAKU seperti yang mereka lakukan tadi pagi......" pikir Ruki tersadar.

"Baiklah, sebaiknya aku akan melakukan itu besok pagi....." gumam Ruki pada dirinya sendiri.

Setelah selesai dengan urusannya. Ruki segera merebahkan dirinya dikasur kemudian memasang alarm pukul 5.00 pagi pada jam weker di kamar itu dan segera pergi tidur.



*Kring..... kring..... kring....

Suara alarm jam weker di kamar itu berbunyi dan membangunkan Ruki dari tidurnya.

"Ahhh.... sudah jam 5..." erang Ruki sambil mematikan alarm itu.

Ruki mencoba memperhatikan sejenak sekeliling kamarnya.

"Ahhh... dimana Neo? Dia belum kembali? Ini sudah hampir satu jam lagi dan kita harus sudah berkumpul" panik Ruki.

Ruki segera lompat dari tempat tidurnya dan mencoba menyusul Neo ke kelas.

"Semoga dia baik baik saja" ucap Ruki yang makin khawatir.

Ruki segera melangkah keluar dari kamar itu, namun tiba-tiba.....

"Klek...." suara pintu kamar itu terbuka.

Ruki yang mendengar suara itu segera memalingkan wajahnya ke arah pintu. Namun melihat apa yang ada di hadapannya kini, Ruki benar-benar terkejut.

"Neo....." ucapnya lirih.

Neo yang ada di hadapannya tampak berantakan. Wajahnya lesu, kantung mata nya tebal, rambutnya acak acakan dan tangannya bergetar sambil membawa tumpukan kertas yang tak lagi rapi.

"Neo.... apa kamu baik baik saja, kemana saja kamu?" tanya Ruki yang panik sambil mendekat menghampirinya.

"Aku mencoba mengerjakan sendiri di kelas, namun aku tidak bisa....." ucap Neo lirih sambil bergetar.

"Apa maksudmu Neo?"

"Awku t-tida bi...bisa Ru-ruki, tugasku be-belum selesai" ucapnya terbata.

Ruki tidak mendengarkan itu dan malah bertanya.

"Apa kamu tidak tidur? Kamu terlihat sangat pucat?" tanya Ruki lagi.

"Apa katamu? Ke-kenapa kamu ma..malah bertanya sewperti i-itu."



"Aku ti-tidak bisa membuat tugas ini. Aku takut Ruki. B-bagaimana bila merewka a-akan menyiksaku" panik Neo sambil memegangi kepalanya dan menjatuhkan tugasnya hingga berserakan dilantai.

"Ruki, aku takut....."panik Neo yang kalang kabut.

Ruki yang kaget dan tak menyangka dengan keadaan yang menimpa Neo segera mencoba menenangkan Neo.

"Neo, tenangkan dirimu dulu....., kamu belum tidurkan....., tidurlah dulu......, yang penting sekarang ini jaga kesehatanmu dulu.... jangan pikirkan hal lain" kata Ruki mencoba mengalihkan perhatian sambil memegang pundak Neo.

"Apa katamu...." teriak Neo yang sudah seperti orang kesetanan.

"Kamu bisa bilang begitu karena pasti tugasmu sudah selesai...... kamu tahu apa? Tugasku ini belum selesai bahkan setengahnya !!!" teriak Neo sambil hendak menyobek nyobek kertas tugasnya.

Ruki yang melihat itu segera mencegahnya.

"Hentikan Neo, tenanglah. Kenapa kamu jadi bersikap seperti ini? mana semangatmu tadi? Kamu bilang utamakan misi, makanya aku tidak membantumu...." bingung Ruki.

Neo yang mendengar itu kemudian sedikit tersengat.

"Ahhhh..." ucap Neo pendek.

"Kamu benar Ruki, tapi aku pasti akan dapat hukuman dari mereka......" ucap Neo pasrah.

"Sudahlah, makanya jangan pikirkan itu dulu, pikirkan dulu kesehatanmu. Setelah ini tidurlah. Kamu masih bisa tidur paling tidak 30 menit. Biar aku yang merapikan tugasmu dan menyiapkan barang bawaan mu. Mungkin aku masih bisa menambah pekerjaan mu sedikit. Neo sabarlah..... jangan takut dan menyerah dulu... ini bahkan ORGAKU belum dimulai...." jelas Ruki mencoba menguatkan Neo.

"Maafkan aku...." ujar Neo sambil mencoba menenangkan dirinya.

"Walaupun aku mencoba kuat.... tetap saja aku ketakutan Ruki....., dari tadi malam, aku ingin menyerah dan meninggalkan misi kita demi menyelamatkan Ayane. Aku sempat berpikir kenapa aku harus menderita demi orang lain yang bahkan baru ku kenal tadi pagi. Kenapa aku rela menerima hukuman demi orang lain. Bisa saja aku berlari ketempatmu dan memaksamu membantu mengerjakan tugasku. Namun, hati kecilku berkata untuk tetap kuat. Aku masih teringat misi besar kita yang ingin merubah sekolah ini. Jika misi pertama ini saja aku sudah menyerah, bagimana kita bisa melanjutkan misi besar kita" jelas Neo mencoba kuat.

"Yah kamu benar Neo, tapi maaf kan aku..... aku seharusnya tetap menolongmu... maafkan aku... kalu begini aku mengorbankan seorang sahabat untuk menolong sahabat lainnnya.... aku buruk sekali Neo... mafkan aku..." ujar Ruki parau sambil menahan tangis.

"Kamu tidak salah Ruki.... ini adalah kepanikan ku sendiri....." ucap Neo yang mencoba tegar, walaupun dirinya sangat ketakutan.

Ruki segera menyuruh Neo untuk tidur walaupun hanya 30 menit. Sementara itu, Ruki mencoba membereskan tugas Neo yang berserakan kemudian mengerjakan semampunya dan menyiapkan barang bawaan Neo.

"Parah sekali, di baru mengerjakan sedikit sekali....." pikir Ruki menahan tangis.

Waktu terus saja berputar seolah tak pernah lelah untuk bergerak meninggalkan masa lampau. Waktu sudah menunjukkan pukul 05.45 pagi. Ruki segera menyudahi pekerjaan nya dan mencoba membangunkan Neo yaang terlelap. Namun dari luar tiba-tiba suara keributan mulai terdengar. Ruki mencoba membuka pintu kamar dan meliahat apa yang terjadi.

"Cepat... cepat.... cepat... ini sudah jam berapa, hargai waktu.... cepat !!!!!" teriak beberapa anak yang sepertinya para senior klub yang memakai tanda berwarna merah di lengan kiri mereka.

"Plarrrr......" salah satu dari mereka membawa cambuk sambil mencambukkannya ke dinding asrama.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 27

Kei Takashima
2016-09-28 09:50:00
koment
ThE LaSt EnD
2016-08-10 00:31:25
apa Neo bisa dbangunkan.. scra trpaksa.., Orientasi , Ospek, slalu dwarnai triakn senior.. hmm.
Beautiful Alien
2016-08-09 12:27:49
yaelah sampe membawa cambuk
Akane Hagiwara
2016-07-15 05:38:20
ini gila
Fujioka nagisa
2016-07-08 22:31:04
Ini terlalu sadis
Baru Lulus
2016-04-06 14:40:46
baru beberapa jam bertengkar mereka udah baikan lagi
Rinularo
2016-03-19 11:15:44
Aduh2 bwa cmbuk sgla itu, terus Zeriff mksudnya ap ea . . .lanjut baca
gIN taka
2016-03-18 18:59:11
Lnjutt baca . . . ! ! ! haha . . . senior'ny pke cambuk
Anique HyuUzumaki
2016-03-07 15:14:56
Zeriff punya tujuan tersembunyi!
David Lopez
2016-01-24 18:14:19
Yeah... Kuharap dicerita ini ada bunuh bunuhan, dan ikkeh ikkeh kimochi lah kan katanya untuk mendapatkan poin harus menyakiti orang lain atau melakukan hal baik
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook