VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 24

2015-12-21 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
390 views | 27 komentar | nilai: 9.25 (4 user)

"Aku tidak percaya ini..." ungkap Ruki terkejut.

"Ahhhhhhhh..."

"Pandangan mataku tidak salah kan Neo..." lanjut Ruki lagi.

"Yahhhh..." Gumam Neo yang ikut terkejut.

Ruki dan Neo cukup terkejut melihat tugas yang terpampang di layar komputer mereka.

"Ja... Jadi I. Ini tugasku..., ini tidak akan sempat..." panik Ruki.

Di hadapan mereka terpampang tugas yang harus dikerjakan Ruki dan harus dibawa saat ORGAKU esok.

"237 halaman!!!!!!" teriak Ruki.


Sekolah/Neraka Chapter 24 - Sendiri
Penulis : Whiti Intheforest

"Cerita yang harus kuburu dan kucari kesalahannya serta harus kuperbaiki ada sebanyak 237 halaman." ulang Ruki.

"Itu banyak sekali Ruki?" tanya Neo yang masih kaget.

"Makanya aku bilang tadi, tidak akan sempat..." gumam Ruki panik.

"Besok kita harus berangkat ORGAKU pukul 6 pagi, ini tidak akan cukup." ulang Ruki.

"Sekarang jam berapa Neo?" tanya Ruki.

"Su-sudah hanpir jam setengah 6."

"Ohhh..." Keluh Ruki menghela napas.

"Bukannya kita masih punya banyak waktu sebelum jam 6 pagi?" tanya Neo.

"Masih banyak waktu, katamu? Pertama, 237 halaman itu bukan sesuatu yang sedikit, itu sangat banyak. Belum lagi, banyak sekali kesalahan yang harus dicari dan perbaiki. Dan terakhir, kita harus tetap istirahat dan tidur malam ini."

"Maaf.." kata Neo pendek.

"Yahhh... Kita harus tetap tidur dan menjaga stamina serta kondisi fisik kita, kita tidak tahu apa yang akan terjadi saat ORGAKU besok. Lagipula, jam 06.00 pagi itu sangatlah pagi." keluh Ruki.

"Klunk.." suara notif itu kembali berbunyi.

"Ruki.. Lihatlah.." tunjuk Neo pada layar komputer itu.

"Silahkan print cerita yang kamu dapatkan ini, kemudian cari dan perbaiki kesalahan yang kamu temukan. Selamat berburu!!!" bunyi tulisan itu,

"Baiklah, kita tidak punya banyak waktu Neo, sebaiknya akan segera aku print cerita ini, kemudian kita segera beralih melihat tugas yang akan kamu dapatkan." usul Ruki cepat.

"Baiklah."

Ruki segera mengeprint tugas yang ia dapatkan. Sebuah cerita sebanyak 237 halaman kertas HVS A4.

"Banyak sekali." gumam Ruki.

Beberapa menit kemudian, 237 halaman itu selesai di print.

"Kebahagiaan Ada di Ujung Jalan... Hmmmmmm..." ucap Ruki membaca judul cerita itu.

Ruki mencoba melihat sekilas cerita yang harus ia perbaiki itu.

"Penempatan tanda baca yang salah, kesalahan huruf atau bahkan penggunaan kata yang kurang tepat." kata Ruki setelah membaca cerita itu.

"Sepertinya banyak sekali Ruki, bagai mana ini, aku tidak paham." panik Neo.

"Tenang saja, aku juga akan membantumu selagi mengerjakan milikku sendiri." balas Ruki mencoba menenangkan Neo.

"Tapi... Kamu sendiri punya tugas yang banyak yang harus diselesaikan, aku tidak ingin merepotkanmu.." ungkap Ruki.

"Sudahlah, jangan seperti itu... Kita ini teman." ulang Ruki.

"Hufffft..." Neo mencoba menghembuskan napas dan menenangkan sedikit pikirannya.

"Baiklah, sekarang giliranku." ucap Neo.

Neo kembali ke halaman sebelumnya dan segera menuliskan namanya di kolom yang ada di bawah malaikat.

"Neo." tulisnya.

"Kling... Kling... Kling... Kling... Kling..." sayap malaikat itu kembali bergerak gerak.

"Klunk..." munculah tugas yang didapatkan oleh Neo.

Setelah melihat apa yang ada di hadapan mereka, tiba-tiba.

"Gubrakkk..." Neo jatuh dari kursi yang di dudukinya.

"Sudah... Habisss... Aku tidak percaya dengan tugas ini." ucap Neo parau.

"I. Ini ti-tidak mungkin kan, a-apa mereka bergurau pada kita. Klub No-novel dan S-sastra... Ini benar- benar gila..." tanggap Ruki yang tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.

"Ahhhhh... Kini aku paham mengapa mereka menyebut-nyebut Dewi Fortuna dari awal, aku tahu sekarang..., dan sayangnya sang Dewi Fortuna memang tidak datang menghampiriku." ucap Neo pasrah yang masih tersungkur.

"Neo tenanglah, jangan menyerah seperti ini..." kata Ruki memberi semangat, walaupun dia sendiri tercengang dengan apa yang ada di hadapannya.

Bagaimana tidak, Ruki dan Neo sangat shock dengan tugas yang terpampang di hadapan mereka, sebuah cerita yang harus diperbaiki Neo sebanyak 568 halaman!!!

"Yahhh, sekolah ini memang benar-benar neraka." kata Neo Parau.

Ruki tampak bingung dengan situasi yang terjadi, ia ingin memberi semangat Neo, namun tampaknya Neo sudah jauh terjatuh ke dalam jurang kepasrahan. Dilain pihak, Ruki sendiri pun tak menyangka melihat banyaknya tugas yang harus dikerjakan dalam satu malam, Ruki benar-benar diam.

Suasana kamar mereka kini tampak hening. Ruki dan Neo hanya terdiam masing-masing dan tak tahu apa yang harus dilakukan, sementara waktu terus berjalan.

Sudah hampir 15 menit mereka teridiam satu sama lain, bahkan tidak bergerak sedikit pun. Tampaknya 2 pemuda ini merasa tidak masuk akal untuk mengerjakan tugas yang diberikan untuk esok hari. Sementara itu di luar sana, mentari mulai terlelap dan raja malam bersiap datang.

Namun beberapa menit kemudian, Neo bangkit dan kembali duduk menghadap komputer tersebut.

"Neo..." ucap Ruki lirih yang melihat pergerakan Neo.

Neo tetap diam dan tak bersuara kemudian mengeprint tugas yang harus di kerjakannya, sebuah tugas dengan 568 halaman.

"Srekkk... Srekkkk... Srekk..." Neo menunggui mesin printer yang berbunyi itu dengan pandangan kosong.

"Neo... Neo, apa kamu baik-baik saja." ucap Ruki sambil mencoba mengoyang goyang kan tubuh Neo.

Namun, Neo tetap tak bergeming dan diam menunggu tugasnya selesai di print.

"Neo!!!!!!" teriak Ruki.

Namun tiba-tiba, saat tugas itu selesai di print, Neo segera menyambar tugas itu lalu melompat dari tempat duduknya kemudian secara cepat dan tiba-tiba ia segera keluar dari kamar itu.

"Neo, apa maksudmu... Tunggu!!!!!" teriak Ruki.

Neo dengan cepat kemudian menutup pintu kamar mereka.

"Blamm..." bunyi pintu itu ditutup.

"Neo... Buka pintunya, ada apa!!" teriak Ruki mencoba membuka pintu itu, namun sayang Neo sudah menguncinya dengan kunci yang ada di saku celananya.

"Kunciku, mana kunciku..." tanya Ruki pada dirinya sendiri.

Ruki segera berlari mencari tasnya untuk mengambil kuncinya sendiri.

"Ahhh... Ini dia..." gumam Ruki setelah berhasil menemukannya.

Ruki segera mencoba membuka pintu itu dengan kuncinya, namun sayang pintu itu tidak bisa terbuka karena kunci pintu Neo yang masih tersangkut di lubang kunci bagian luar.

"Woiiiii, Neo apa yang kamu lakukan, buka pintu ini, apa maksudmu dengan ini semua!!" teriak Ruki sambil menggedor-gedor pintu dan menarik narik gagang pintu kamar mereka.

"Neo... Kamu mendengarkanku kan? kamu masih ada di depan kan? jawab aku, apa maksudnya semua ini!!" kata Ruki kembali berteriak.

"Diam Ruki!!!!!!" seru Neo tiba-tiba dari balik pintu.

"Neo..." ucap Ruki yang kaget.

"Dengarkan aku Ruki, maafkan aku saat aku shock dan down tadi, seharusnya aku tidak menunjukkan sikap seperti itu di hadapanmu." kata Neo.

Ruki mencoba mendengar apa yang disampaikan Neo.

"Keinginan masuk ke Klub Novel dan Sastra adalah murni keinginanku, aku telah memutuskan untuk berani bergabung dan tidak peduli dengan resikonya demi merebut gameboyku. Bahkan, setelah kamu peringatkan pun, aku tetap nekat untuk bergabung dengan klub ini. Sekarang, setelah aku bergabung dan mendapat masalah pertama dengan tugas ini, aku akan mengatasinya sendiri. Aku akan mencoba semampuku menyelesaikan ini walaupun jumlahnya sangat banyak." jelas Neo.

"Tapi... Kita ini teman, sudah seharusya kita saling membantu dan..."

"Tidak..." potong Neo.

"Eh..." kaget Ruki.

"Kita memang teman Ruki, dan aku berharap kamu dapat menjadi sahabat pertamaku, namun dengan kondisi yang seperti ini, kita harus berpikir rasional. Jika aku menghambatmu karena kamu membantuku itu akan memakan banyak waktu, misi kita adalah menyelamatkan Ayane, Ruki.

"Neo..." kata Ruki tak bisa berkata kata.

"Kita harus fokus. Akan lebih mudah bagimu mengerjakan tugas itu sendirian dan tidak memikirkan aku, pikirkan dulu Ayane. Pokoknya setelah ini, segera kerjakan tugas itu, kemudian persiapkan barang bawaan untuk besok dan segera tidur. Aku akan pergi dan mencoba sekuat mungkin dengan usahaku sendiri mengerjakan tugas ini." jelas Neo.

"Tapi..." ujar Ruki yang bingung.

"Srekk" tiba-tiba Neo mencabut kunci miliknya.

Ruki yang mendengar suara itu segera mengambil kunci miliknya dan membuka pintu kamar itu.

"Tunggu.. Neo!!" teriak Ruki sambil memutar kuncinya.

Namun sayang, setelah Ruki keluar, ia tidak dapat meliahat Neo yang sudah terlanjur pergi menghilang dari depan pintu kamar asrama mereka.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 25

Bocah Redoks
2017-01-17 09:57:05
harus rasional demi satu tujuan
Ade Aja
2016-12-13 21:41:57
Cerita yg menarik... Nmun mata q mulai lelah krna btuh istirahat, kalo ada wktu senggang aq pasti nyambung bca lagi, thanks dgn critaNy. Sngat menghibur..
Dalreba
2016-10-03 12:23:35
Sepertinya Neo kurang hoki
Kei Takashima
2016-09-28 08:11:50
komen
ThE LaSt EnD
2016-08-10 00:07:31
237 hlm untk Ruki. 568 hlm untk Neo. tugas brat Neo yg bukan bidangnya. next.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-09 10:21:28
coment aja
Akane Hagiwara
2016-07-15 05:25:40
neo '-')/ benar sih tapi juga salah -,- next yak...
Fujioka nagisa
2016-07-08 22:07:10
Ane nyerah klo udah urusan bahasa ._.)a
Baru Lulus
2016-04-06 08:13:38
mantap tugasnya jadi pengen dapet tugas kek gitu~ dan kalo bisa sekalian di edit XD
revival
2016-03-28 19:36:25
bisa muntah darah tuh si neo di kasih tugas swgitu banyaknya haha
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook