VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 23

2015-12-12 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
430 views | 25 komentar | nilai: 9 (2 user)

Mereka berdua hanya termenung bersama melihat kejadian yang sedang terjadi. Seolah tidak bisa berkata-kata tentang apa yang menjadi kenyataan.

"8 Poin." ulang Ruki sambil kembali memperhatikan angka di jam tangannya dan memastikan bahwa pandangannya tidak salah.

"Aku benar kan, Neo..." ujar Ruki lagi.

"Yahhh... Kamu mendapatkan 8 poin, poin pertamamu..." balas Neo.


Sekolah/Neraka Chapter 23 - Hunter
Penulis : Whiti Intheforest

"Apa ini karena aku bisa menebak kata kunci untuk membuka database Klub Novel dan Sastra?" tanya Ruki.

"Soal itu... Aku juga tidak tahu, tapi mungkin saja memang begitu, karena aku tidak mendapat poin sepertimu." kata Neo mencoba berpikir.

"Hmmmm... Kalau dipikir-pikir, ini adalah jumlah poin yang lumayan besar." kata Ruki.

"Yah cukup besar untuk sebuah poin yang kita dapat dengan cara kebaikan." timpal Neo.

"Ingatkah kamu, ketika diawal aku berkata padamu, bahwa merusak barang akan mendapat poin 15. Saat itu kamu bilang kita masih bisa mendapat poin dengan cara kebaikan misal dengan membersihkan lantai asrama yang mendapat poin 1" terang Neo lagi.

"Ahhh... Soal itu..." tanggap Ruki.

"Bayangkan, betapa cepatnya teman teman Kak Zeriff yang merusak dan merampas barang barang anak baru mendapat tambahan poin yang besar. Bagi mereka 100 poin adalah hal yang kecil. Tidak seperti kita." kata Neo.

"Kamu saja harus kesulitan seperti ini dan masih mendapat poin yang lebih rendah dari apa yang mereka lakukan." kesal Neo.

"Lalu misalnya, apakah kita mau menggunakan cara itu? Misalanya kita akan membersihkan lantai asrama sebanyak 100 kali untuk mendapat poin sebesar 100?" tanya Neo lagi.

"Itu tidak jelas..." jawab Ruki sambil tersenyum.

"Hahhhhh...? Apa maksudmu." jawab Neo bingung dengan perkataan Ruki.

"Seingatku, saat membaca buku merah, selain membersihkan lantai asrama, membuang sampah dan menjaga kebersihan juga mendapat poin 1" jelas Ruki.

"Lalu kenapa? Makanya aku mengajakmu untuk melakukannya sampai 100 kali." kata Neo lagi.

"Seperti kataku tadi, itu tidak jelas..." balas Ruki.

"Tidak jelas bagaimana, dicoba saja belum..." dengus Neo agak kesal.

"Dicoba? Bahkan kamu sendiri sudah mencobanya..." balas Ruki.

"Aku...? Mencoba...? Kapan?" bingung Neo.

"Saat kamu membuang bekas wadah takoyaki dan kaleng kosong ke tempat sampah saat kita selesai menyantapnya." jelas Ruki.

"Wak-waktu itu... Be-benar juga..." pikir Neo yang tersadar.

"Setelah kamu melakukan itu hingga sekarang tidak ada poin yang kamu dapat." jelas Ruki lagi.

"Jangan jangang buku merah itu berbohong." khawatir Neo.

"Tidak... Aku tidak berpikir begitu. Aku yakin buku itu benar, namun hanya saja tidak jelas."

"Apa maksudmu?" tanya Neo yang kembali penasaran.

"Dibuku itu jelas bahwa membuang sampah, membersihkan lantai asrama itu akan mendapat poin satu, tapi..." kata Ruki tak melanjutkan kalimatnya.

"Tapi apa?"

"Tapi... Tidak jelas seberapa. Maksudku... Membuang sampah itu, harus berapa banyak sampah yang dibuang? Harus sampah seperti apa yang dibuang? Harus bibuang kemana? Atau, lantai bagian mana asrama yang harus dibersihkan? Seberapa luas lantai asrama yang harus dibersihkan? Semuanya benar-benar tidak jelas dan mendetail." terang Ruki.

"Be-benar juga."

"Semua yang memberikan poin kecil tidak diberikan penjelasan yang mendetail dan jelas dalam buku merah. Beda dengan misalnya memukul orang. Ada penjelasan mengenai memukul dengan tangan kosong, memukul dengan benda tumpul, memukul dengan bantuan orang lain atas perintah sendiri dan banyak lagi penjelasan tentang ini." lanjut Ruki.

"Yahhh kamu benar, tentunya tidak ada orang yang akan menghabiskan waktunya berjam jam untuk meneliti masalah yang kecil kecil..." ungkap Neo.

"Yahhh, sebaiknya kesampingkan dahulu masalah itu, sebaiknya kamu juga perlu segera mengumpulkan poin Neo..." pikir Ruki.

"Tidakk... Sebaiknya kamu saja Ruki, aku akan mendukungmu. Kamu sudah dapat 8 poin itu artinya lebih mudah bagimu untuk mencapai 100 poin daripada aku." balas Neo.

"Tidak, bukan begitu, selain mengumpulkan poin itu berguna bagi dirimu sendiri, tapi aku juga tidak yakin bahwa aku yang akan mendapat 100 poin dengan cepat. Bisa saja setelah ini ada peristiwa dan kamu malah mendapat poin yang lebih besar dariku. Oleh karena itu, aku ingin kamu tetap semagat dan mengejar poin itu dan tidak terlena karena poinku barusan. Kita akan tetap semangat berusaha meraih 100 poin, entah itu pada akhirnya aku yang akan mendapatkannya ataupun kamu yang akan mendapatkannya. Syukur-syukur kita berdua bisa mencapai 100 poin dan dapat menolong Ayane." kata Ruki mencoba memberi semangat.

"Yahhhh, sepertinya kamu benar..." balas Neo.

"Baiklah, pokoknya sekarang kita fokus dulu pada tugas yang harus dikerjakan dan dibawa besok saat ORGAKU" ingat Ruki.

"Iya..." jawab Neo sambil mengangguk tanda setuju.

Ruki segera memalingkan wajahnya dan kembali menatap layar komputer yang ada di kamar Mereka.

"Silahkan Enter 2X untuk menuju ke tahap selanjutnya." bunyi tulisan yang ada di pojok kanan bawah layar itu.

"Baiklah, aku enter ya Neo." ucap Ruki.

Neo pun kembali mengangguk.

Kemudian, Ruki segera mengenter 2 kali dan tiba-tiba muncul kalimat.

"Tugas yang perlu dibawa saat ORGAKU besok adalah." bunyi tulisan itu.

"Klunk..." tiba-tiba suara itu kembali berbunyi.

"Hunter... Apa kalian tahu, apa itu hunter? Hunter atau pemburu adalah seseorang yang memburu dan mencari buruan ataupun hal yang diinginkannya sampai dapat. Tugas kalian untuk besok adalah menjadi seorang hunter. Ahhh... Kalian pasti bingung... Hunter? Klub Novel dan Sastra menjadi hunter? Apa yang diburu?" bunyi tulisan itu.

"Ini..." kata Neo tak bisa berkata.

"Klunk.." bunyinya lagi.

"Tugas yang akan kalian lakukan adalah... Menjadi seoarang hunter dan memburu serta mencari... Semua kesalahan yang ada pada suatu cerita. Kemudian memperbaiki kesalahan tersebut sesuai dengan yang benar." bunyi tulisan itu.

"Ehhh...." Kaget Neo.

"Sepertinya tugas kita adalah mencari kesalahan penulisan yang ada pada suatu cerita. Kita bertindak seperti seorang editor. Mencari dan memperbaiki serta memburu sesuatu yang salah. Baik itu kesalahan huruf seperti Typo Hunt ataupun kesalahan frase maupun letak kalimat." terang Ruki.

"Ga-gawat..." kata Neo pendek.

"Ada apa?"

"Aku sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang ini..." panik Neo.

"Tenang dahulu Neo, aku juga tidak terlalu jago jika harus mencari kesalahan dan mengoreksi suatu tulisan." kata Ruki.

"Ahhh... Baiklah, ini memang resiko yang harus kutempuh setelah masuk Klub ini." pasrah Neo sambil menghela napas.

Namun, tiba-tiba tampak di layar mereka malaikat bersayap yang tadi hilang kini muncul kembali. Di bawahnya terdapat kolom yang bertuliskan...

"Silahkan masukkan nama kalian di kolom di bawah ini. Setiap nama atau setiap anak akan mendapatkan tulisan yang berbeda. Dan setiap anak wajib mengerjakan sesuai apa yang didapatkannya. Apakah tulisan yang kamu dapat sulit? Apakah tulisan yang kamu dapat banyak? Kita akan lihat apakah Dewi Fortuna menghampirimu." bunyi tulisan itu.

"Neo, bagai mana ini, kita disuruh menuliskan nama dan akan mendapat tulisan yang berbeda, siapa dulu?" tanya Ruki.

"Ka-kamu saja duluan Ruki." jawab Neo yang masih panik.

"Ruki Daminte." tulis Ruki pada kolom itu.

Kemudian, tiba-tiba sayap malaikat itu bergerak gerak.

"Kling... Kling... Kling... Kling... Kling... Kling..."

"Klunk." munculah tugas yang akan di dapatkan Ruki.

"Ahhhhhhhhh... I-ini..." kaget Ruki setelah melihat apa yang ada di hadapannya.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 24

Yukki Amatsu
2017-08-24 22:45:03
Apaan- apaan....? duit... emas... ?
Aerosmith
2017-05-29 17:01:07
Semakin menarik..
Bocah Redoks
2017-01-17 09:50:40
jangan jangan yg muncul naskahnya s/n ?
Kei Takashima
2016-09-28 08:05:04
koment
ThE LaSt EnD
2016-08-09 23:48:49
mataku mulai lelah.. tpi penasaranku makin tinggi. kenapa kau membuat cerita seperti ini? next chapter.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-09 10:13:06
haduh dewi fortuna, lanjut baca aja deh
Akane Hagiwara
2016-07-15 05:19:02
aku senang mengoreksi typo hn...itu kenapa ruki kaget .-.
Fujioka nagisa
2016-07-08 22:00:19
Tabahkan hatimu wahai murid baru~
Rita En
2016-03-19 10:48:04
Um, apakah yang ada dihadapan Ruki? ..komputer tentu saja. Lalu apa yang membuatnya kaget? ..entahlah . . .lanjut ajalah
gIN taka
2016-03-14 07:46:48
Ruki gk nanya'in kabar ayane . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook