VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 22

2015-12-11 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
429 views | 27 komentar | nilai: 9 (5 user)

"Lalu, harus bagai mana dengan fortune cookies?" tanya Neo yang penasaran sekaligus antusias.

"Hmmmm... Dari tadi kita selalu mencoba mengklik laman ini dan tidak terjadi apa-apa. Berapa kali pun dan dimana pun kita mengklik tetap tidak menampilkan apa apa." kata Ruki.

"Ya lalu bagaimana?" tanya Neo lagi.

"Menurutku, satu hal yang belum kita coba adalah mengetikkan atau menuliskan sesuatu di laman ini." jelas Ruki.

"Benar juga, tapi... Di sini kan tidak ada kolom untuk menuliskan sesuatu?" tanya Neo.

"Memang tidak ada, tapi mungkin saja memang dibuat begitu." kata Ruki.

"Yasudah, cobalah." kata Neo menanggapi.


Sekolah/Neraka Chapter 22 - Poin Pertama !!!
Penulis : Whiti Intheforest

"Oke, jika kita mendapat soal seperti tadi, apa yang kamu pikirkan selain fortune cookies?" tanya Ruki.

"Hmmmmm... Mungkin Dewi Fortuna, Keberuntungan, hitam, sayap atau mungkin saja kita harus menuliskan Novel dan Sastra." ujar Neo mengutarakan pendapatnya.

"Baiklah ayo kita coba buktikan..." kata Ruki.

"Dewi... Fortuna..." ketik Ruki pada keyboard komputer itu.

"Tidak ada perubahan." timpal Neo.

"Baiklah kita coba yang lain." ujar Ruki.

"Keberuntungan."

"Hitam."

"Sayap."

Namun dari ketiga kata yang diketikkan Ruki tidak menunjukkan perubahan apa pun pada layar komputer mereka.

"Tidak berhasil juga." ucap Neo.

"Lalu, bagaumana dengan Novel dan Sastra." kata Neo lagi.

Ruki kemudian mengetikkan kata itu, namun sama seperti yang sebelumnya, tidak ada perubahan yang terjadi.

"Sama saja Ruki, tidak ada perubahan yang terjadi." ungkap Neo.

"Heheheheh... Tentu saja karena kita memasukkan kata kunci yang salah." jelas Ruki tersenyum.

"Lalu apa yang benar?" timpal Neo.

"Fortune Cookies." jawab Ruki singkat sambil tersenyum.

"Aku yakin Fortune Cookies adalah kata yang tepat yang dapat membuka database ini." ungkap Ruki.

"Hmmm... Kalau begitu cobalah." kata Neo.

"F... O... R... T... U... N... E... C... O... O... K... I... E... S" ketik Ruki sambil terseyum.

"Yaaaaaaaa!!" teriak Ruki antusias.

Namun, wajah Ruki kemudian berubah pucat karena laman tersebut masih tidak menunjukkan perubahan.

"Ti... Da... K" kata Ruki terkejut sambil memegangi komputer itu.

"Bagai mana ini?" tanya Neo yang masih bingung.

"Ke-kenapa tidak bisa padahal seharusnya ini benar." panik Ruki.

"Apa ada yang salah dari pemikiranku?" lanjut Ruki lagi.

Ruki mencoba mengetik kata itu kembali, namun tetap tidak ada perubahan yang terjadi.

"Ti.. Tidak." gumam Ruki.

"Mu-mungkin kamu harus menekan tombol enter setelah menuliskan katanya." saran Neo.

"Be-benar juga, Bi-bisa jadi." kata Ruki.

"F... O... R... T... U... N... E... C... O... O... K... I... E... S dan... Enter!!" teriak Ruki.

Namun, kembali tidak ada perubahan yang terjadi di hadapan mereka.

"Argghhhh... Siiialll, apa yang salah." bingung Ruki sambil mengoyang goyangkan monitor yang ada di hadapan mereka.

Ruki tampak down ketika kata yang dipercaya bisa membuka laman itu ternyata tidak berhasil.

"Hmmm..." bingung Neo.

"Fortune Cookies, seharusnya ini tepat. Apa cara berpikirku yang salah... Ada apa denganmu Fortune Cookies." gumam Ruki bingung sambil memegangi kepalanya.

Ruki dan Neo terdiam memikirkan itu.

"Tu... Tunggu dulu..." ucap Ruki beberapa saat kemudian.

"Ada apa?" kaget Neo.

"Kenapa harus Fortune Cookies, memangnya kuenya banyak, kotak hitam ini hanya satu, kenapa tidak Fortune Cookie." kata Ruki.

"I-iya juga." balas Neo.

"Baiklah, akanku coba, semoga kali ini berhasil." ucap Ruki.

"F... O... R... T... U... N... E... C... O... O... K... I... E..." ketik Neo pada keyboard itu.

Tiba-tiba, malaikat bersayap yang ada pada layar monitor komputer itu bergerak. Kemudian secara cepat malaikat itu terbang ke atas dan menghilang dari laman tersebut.

"Selamat datang di database Klub Novel dan Sastra." tiba-tiba.

tulisan itu muncul setelah sang malaikat menghilang.

"Yesssssss...." sorak Ruki senang.

"Kita berhasil Ruki!!" teriak Neo tak kalah bahagianya.

"Sudah kuduga, Fortune Cookie lah kata kunci yang dimaksud. Untung saja cara berpikirku tidak salah. Untung saja hanya kelebihan 's' saja." kata Ruki tersenyum.

"Yahh syukurlah, dengan begini aku juga jadi lega bahwa Yuki dan Yori bukanlah penipu ataupun orang jahat seperti yang kita sangkakan." timpal Ruki.

"Tapi kita menghabiskan waktu terlalu lama Ruki." kata Neo mengingatkan.

"Memangnya jam berapa sekarang?" tanya Ruki yang masih senang.

"Sudah hampir jam 5 sekarang." balas Neo.

"Ga-gawat, sudah semakin sore dan besok kita harus berangkat ORGAKU" ucap Ruki.

"Benar juga, tapi... Ngomong-ngomong besok acara ORGAKU itu jam berapa?" tanya Neo.

"So-soal itu, aku juga tidak tahu, kita belum tahu soal ORGAKU ini secara mendetail." balas Ruki.

"Yah, tapi sebaiknya kita segera memeriksa database ini." ujar Neo.

Namun, tiba-tiba terdengar suara dari speaker komputer itu.

"Klunk." bunyinya.

"Selamat kepada semua murid baru anggota klub Novel dan Sastra yang berhasil masuk ke dalam database ini. Harimu pasti cerah karena merasa di datangi Dewi Fortuna. Namun, hal itu tidak sepenuhnya benar. Karena seperti yang telah disebutkan pada kertas yang ada pada kotak hitam, Dewi Fortuna yang sebenarnya akan datang esok saat ORGAKU tiba." baca Ruki pada kalimat yang muncul pada database itu."

"Apa maksudnya Ruki?" tanya Neo bingung.

"Mungkin dia akan membicarakan tugas yang harus kita kerjakan atau lakukan untuk ORGAKU besok. Mengingatkan kita bahwa apakah kita masih bisa mendapatkan keberuntungan untuk kegiatan besok." pikir Ruki.

"Klunk." bunyi notifikasi pada database itu.

"ORGAKU merupakan kegiatan orientasi murid baru SMA Hoshi terhadap Klub baru yang mereka ikuti. Dipandu oleh kakak senior yang dilakukan di suatu tempat pada waktu tertentu. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh murid baru dari setiap klub dalam rangka pengenalan klub serta lebih meningkatkan keakraban dan hubungan antara angkatan." kata Ruki membaca tulisan yang ada pada database Klub Novel dan Sastra.

"Hmmmm... Tapi yang ada bukan keakraban tetapi penyiksaan." pesimis Neo.

"Yahh... Aku pikir juga begitu." balas Ruki.

"Klunk." terdengar kembali suara Notifikasi pada database itu.

"PERINGATAN!!!" tiba-tiba kalimat itu muncul.

"Ruki!!" teriak Neo mengingatkan Ruki akan tanda itu.

"PERINGATAN!!!"

"Untuk semua murid baru, ORGAKU akan dilaksanakan pukul 06.00 pagi. Silahkan membawa segala hal yang kalian anggap perlu. Pikirkan apa yang seharusnya kalian bawa untuk kegiatan seperti itu. Semoga saja kalian membawa hal yang tepat. Salah satu yang kalian wajib bawa adalah tugas yang kami berikan berikut ini." bunyi tulisan itu.

"Hmmmm... Mereka tidak memberi kita clue, apa yang harus dibawa?" bingung Ruki.

"Jika melihat penjelasan seadanya ini, kita tahu mungkin kita harus membawa barang pribadi seperti biasa. Melihat tidak jelas tempat dan waktunya, mungkin kita harus membawa barang barang yang biasa dibawa untuk berpergian." pikir Neo.

"Lalu, bagai mana dengan makanan, apa kita juga harus membawa, kita benar-benar tidak tahu akan pergi kemana. Dan lagi, barang yang kita punya mungkin hanya sisa beberapa, setelah mungkin hancur dan diambil oleh teman-teman kak Zeriff." dengus Ruki.

"I-itu juga yang harus kita pikirkan." balas Neo.

"Informasinya benar-benar tidak jelas." sambung Neo lagi.

"Yahhh... Mereka ingin menempatkan kita di situasi yang sulit dan berbahaya. Inilah neraka pertama kita Neo." ungkap Ruki.

"Yahhhh..." balas Neo menghela napas panjang.

"Pokoknya, sekarang kita lihat dulu apa tugasnya." kata Ruki sambil meregangkan tangannya ke atas.

"Bagaimana, apa kamu siap Neo?" tanya Ruki.

Namun, tidak ada balasan yang terdengar dari mulut Neo.

"Neo, apa kamu siap?" tanya Ruki kembali sambil menengok untuk melihat Neo yang berada tepat di belakangnya.

Setelah menengok, Ruki hanya melihat wajah Neo yang terdiam dengan muka yang sangat shock.

"A-ada a-apa?" kaget Ruki.

"Ruu... Rukiii li.. Lilihatt jammu." kata Neo terbata.

Ruki yang mendengar itu, segera melihatnya. Namun, Ruki menjadi terkejut bukan kepalang.

"Ja.. Jamku be.. Berpoin 8" kata Ruki kaget dan terbata.

"Ka-kamu memiliki poin Ruki, ba.. Bagai mana bisa?" tanya Neo shock sekaligus cukup senang.

"A-aku juga tidak menyangka, lalu bagai mana dengan mu?" tanya Ruki.

"Poinku masih 0" tunjuk Neo memperlihatkan jam di tangannya.

"Entahlah, ini poin pertamaku, mungkin ini karena aku berhasil menebak Fortune Cookie tadi." ujar Ruki masih terkejut dan tak mampu berekspresi.

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 23

Yukki Amatsu
2017-08-24 22:37:20
TERETTTT.... happy.,..
Bocah Redoks
2017-01-17 09:44:46
ajib. tpi kok neo gk dpat poin ?
Dalreba
2016-10-03 12:11:52
komen aja deh biar dapat poin juga
Kei Takashima
2016-09-27 20:43:22
komen
ThE LaSt EnD
2016-08-09 23:34:06
bikin penasara sja.. tntng tugas itu.. klik segera. poin didapat, ada jm trtentu untuk merubh poin. yg mana dpengaruhi apa yg dilakukn..mungkin.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-09 10:06:00
aku ngga ngerti dengan cara mendapatkan poin, tapi yasudalah lanjut baca aja
Akane Hagiwara
2016-07-15 05:12:57
kok bisa ruki dapet poin? ink menakjubkan xD
Fujioka nagisa
2016-07-08 21:48:49
Keren!!
Young G Raigha
2016-06-03 09:18:38
Lanjut
Curious Joey
2016-04-30 08:33:00
Point pertama untukku '-'
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook