VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 20

2015-11-28 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
386 views | 20 komentar | nilai: 8.33 (3 user)

"A.. Aapa... Maksudmu Ruki?" tanya Neo yang terkejut.

"Ya, seperti kataku barusan." jawab Ruki lagi.

"Apa kamu masih menentangku lagi..., dan masih bicara tentang harga diri bila tak mampu menyelematkan nyawa seseorang." lanjut Ruki tajam.

"Soal itu..." ucap Neo seakan tak berkutik dengan pernyataan Ruki.

"Sejujurnya, aku tidak menginginkan ini Neo, aku juga sependapat denganmu. Namun bagai mana bila tak ada pilihan, ini adalah cara bertahan hidup di tempat ini. Tapi... Sebaiknya kita tidak usah memikirkan ini dahulu, yang penting kita lakukan usaha kita sekuat mungkin." kata Ruki.

"Baiklah kalau begitu..." ujar Neo pelan.


Sekolah/Neraka Chapter 20 - Makanan Kita Tak Sama
Penulis : Whiti Intheforest

Ayane yang ada di sebelah mereka tampak tak mendengarkan pembicaraan itu dan tetap asyik dengan onigiri yang dia makan.

"Kwalian dari twadi bicara terus, tidak makan?" tanya Ayane.

"I-iya." jawab Ruki sambil melihat onigiri di tangannya yang bahkan belum habis setengah.

"Apa makanan ini tidak enak?" tanya Ayane setelah menelan gumpalan nasi itu untuk kesekian kalinya.

"Eh.. Makanan ini..." kata Ruki bingung.

"Kenapa? Kalian juga tidak bisa berkata-kata sama sepertiku... Hahaha... Makanan ini enak sekali..." kata Ayane senang sambil tersenyum.

Ruki dan Neo yang mendengar itu benar-benar shock.

"Benarkan? makanan ini enak sekali..." kata Ayane berbinar sambil kembali mengambil onigiri.

"Ini onogiri kan? Makanan ini enak sekali. Aku jarang sekali makan makanan seperti ini. Saat dulu aku masih di rumah, ibu hanya menyiapkan makanan yang seadanya. Bahkan kadang aku tidak makan apa apa dalam sehari. Aku sangat senang saat ibu punya uang lebih dan membeli beberapa makanan dari supermarket. Kadang ibu beli onigiri di supermarket itu dan aku sangat senang sekali. Oh iya, kalau adikku suka dengan potato chips, tapi ibu suka marah karena harganya 500 Yen. Soalnya kalau ada uang lebih pasti ditabung buat bayar sekolah dan beli buku." cerita Ayane sambil memasukkan Onigiri ke mulutnya.

Ruki yang mendengar itu mencoba menahan air matanya. Ia masih ingat masa kecilnya saat ia masih suka menghambur hamburkan makanan. Suka memilih milih makanan.

"Aku tidak mau ini!!!!!" teriak Ruki saat makan malam pada saat ia masih kecil dulu.

"Tapi ini makanan yang mewah tuan." kata Pelayan Ruki.

"Makanan seperti ini bagiku tak ada bedanya dengan makanan anjingggg!!" teriak Ruki.

"Tapi... Tuannn." kata pelayan Ruki itu memelas.

"Aku tidak mauuuu!!" teriak Ruki sambil membanting makanan itu ke lantai.

"Makanan ini cocok bagi anjing seperti kalian para pelayan. Atau pun bagi para buruh yang bekerja di lahan pertanian kakek. Aku tidak mau makan makanan seperti ini!!" teriak Ruki.

Ruki yang mengenang kejadian itu benar-benar shock. Hatinya teriris hebat.

"Apa yang telah aku lakukan dulu, aku tidak pernah bersyukur terlahir di keluarga yang berada. Sementara di luar sana banyak yang seperti Ayane. Mereka kekurangan, mereka bahkan tidak punya uang untuk membeli makanan yang layak. Mereka bahkan tidak mampu untuk makan 3 kali sehari. Apa yang telah kulakukan..." bentak hati Ruki teriris.

Tiba-tiba tetesan air mata, jatuh dari pelupuk mata Ruki.

Neo yang melihat itu seakan mengerti gejolak batin yang dialami Ruki.

"Kamu kenapa Ruki?" tanya Ayane bingung.

"Kenapa kamu jadi menangis, apa perkataanku ada yang salah?" tanya Ayane lagi.

"Tidak, tidak ada yang salah denganmu... Onigiri ini... Enak sekali, !!" teriak Ruki sambil memaksa memasukkan onigiri itu ke mulutnya.

"Ra.. Rasanya hambar sekali!!" teriak ruki dalam pikirannya.

"Hanya Gumpalan nasi dingin yang dibalut Nori."

"Siapa yang mau makan makanan yang dingin dan hambar ini."

"Rasanya..."

"Dan makanan yang seperti ini yang Ayane bilang enak."

"Separah apakah kehidupan Ayane..." jerit perasaan Ruki.

Hati Ruki benar-benar teriris hebat. Hatinya perih.

Ruki memaksa mulutnya untuk mengunyah Onigiri itu. Ia makan sambil menangis hebat.

"Maafkan aku, seharusnya aku lebih bersyukur!!" teriak hatinya.

"Kamu kenapa Ruki, kenapa makan sambil menangis?" tanya Ayane yang masih heran.

"Ma... Mawkanan ini weenak sekali, sweperti... Yang kamu biwlanggg..." kata Ruki sambil menagis.

"Hehehehe, benarkan, sudah kubilang, walaupun ini makanan untuk anak berpoin terendah tapi enak juga." kata Ayane tersenyum.

"Aku suka dengan fasilitas sekolah ini, terutama makanannya." kata Ayane dengan polos.

"Neo yang melihat itu pun berusaha menahan air matanya. Ia mengerti apa yang sedang terjadi pada Ayane dan Ruki.

"Sudah sudah, yang penting segera dimakan makanannya, segera dikenyangkan perutnya. Agar cepat selesai dan segera bisa menyelesaiakan tugas tugas untuk ORGAKU besok." potong Neo mencoba mengembalikan keadaan.

Mereka bertiga kemudian terdiam dan memakan Onigiri mereka.

"Aku sudah kenyang..." kata Ayane tersenyum sambil mengusap-usap perutnya.

"Ya tentu saja, kamu makan terus... Awas perutmu nanti jadi bola." canda Neo.

"Bagaimana, sudah makannya?" tanya Ruki.

Mereka bertiga pun mengangguk bersama tanda setuju.

"Baiklah, kalau begitu lebih baik, kita segera bergegas pergi dari tempat ini, masih banyak yang harus kita kerjakan dan hari sudah semakin sore." kata Ruki mengingatkan.

Mereka bertiga kemudian bergegas meninggalkan tempat itu, dan berhenti di depan pintu ruang makan.

"Kalau begitu kita berpisah di sini, aku akan fokus dengan tugasku, dan kalian selesaikanlah tugas kalian." kata Ayane.

"Baiklah, jika butuh bantuan jangan sungkan hubungi kami, yaa." kata Neo memeberi pesan.

Ayane kemudian pergi melangkah meninggalkan mereka berdua.

"Neo..." ujar Ruki pelan.

"Aku paham perasaanmu Ruki..." balas Neo.

"Neo... Kita harus lakukan ini, kita harus mendapat poin, kita harus mendapat 100 poin sebelum 10 hari. Aku ingin menyelamatkan Ayane. Aku ingin membantu Ayane." kata Ruki semangat.

"Iya, aku tahu... Aku juga ingin membantu Ayane..." ujar Neo sambil menatap Ruki.

"Iya semangat boleh, tapi kita harus rasional... Seandainya gagal pun jangan menyalahkan diri sendiri." lanjut Neo.

"Apa maksudmu?"

"Apa kamu ingat kakak kelas yang berjualan lolipop itu?" tanya Neo.

"Iya."

"Dia saja yang sudah kelas 2 poinnya hanya 20, belum lagi beberapa anak kelas 2 yang ada di tempat makan bersama kita. Itu tandanya bahkan anak kelas 2 pun poinnya ada yang masih kecil. Itu artinya bakalan sulit untuk mendapat poin." jelas Neo.

"Yahhh... Aku tahu itu, sebaiknya kita berhenti khawatir dan terus berusaha semampu kita hingga 10 hari, setelah itu, kita lihat nanti." ujar Ruki optimis.

Mereka berdua memantapkan semangat untuk membantu Ayane.

Ruki dan Neo pun segera menuju kamar mereka.

"Ini komputerya." tunjuk Neo saat mereka berdua sudah berada di kamar.

Ruki segera menyalakan komputer itu.

"Apakah kamu tahu, apa yang dari tadi kupikirkan?" tanya Ruki.

"Apa? Soal makanan atau soal Ayane?" jawab Neo heran.

"Bukan, tapi soal Smart Hoshi... Menurutmu apakah komputer atau jaringan ini terhubung internet. Jika iya bukankah mudah bagi kita menghubungi dunia luar." jelas Ruki.

"Hmmmm... Soal itu sepertinya tidak mungkin, apakah mereka sebodoh itu." balas Neo.

Saat komputer sudah menyala, Ruki melihat logo aplikasi Smart Hoshi yang ada di desktop komputer itu.

"Aku klik ya Neo." ujar Ruki.

"Ya..." jawab Neo.

Ruki kemudian membuka Smart Hoshi yang ada pada komputer itu. Setelah terbuka.... Mereka berdua terkejut.

"Ka... Ka. Lau ini? Sepertinya internet memang tidak dibutuhkan lagi." ujar Neo terkejut.



Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 21

Bocah Redoks
2017-01-17 09:30:31
ada apa gerangan ?
Minke Opoli
2016-11-09 18:10:34
separah apa kehidupanmu ayane
Dalreba
2016-10-02 17:00:31
Mungkin dgn membunuh orang mereka bisa dapat 100 poin dgn cepat
ThE LaSt EnD
2016-08-09 23:04:06
syukuri apa yg ada yg tlah kita punya.. ok, poin mu brtmbh krn ngasi kata bijak. he.. jd memang internet tak brlaku di sklhn ini. next.
Akane Hagiwara
2016-07-15 04:54:57
.-. he
Fujioka nagisa
2016-07-08 21:28:21
Keren amat sekolahnya '~')a
Rinularo
2016-03-19 10:20:38
Ke.. Kenapa kalian terkejut seperti itu, Neo.. Ruki?
gIN taka
2016-03-13 23:27:44
Ayane sarap . . .
Anique HyuUzumaki
2016-02-27 13:10:37
Apaan tu yg ada di smart hoshi?
Clint Mobile Legend
2015-12-10 08:01:36
Internet tak terhubung, karena Neo dicurigai akan menonton video porno jadi koneksi internet gagal
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook