VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 18

2015-11-24 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
393 views | 26 komentar | nilai: 9.25 (4 user)

"Apa yang sebenarnya terjadi Neo?" tanya Ruki setengah bingung.

"Yahh, aku juga ingin tahu apa yang terjadi denganmu?" balas Neo.

"Sebaiknya kita menjelaskan apa yang terjadi pada kita, di kelas saja, Ayane pasti sangat khawatir menunggu kita." usul Ruki.

Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke kelas. Ruki dan Neo berjalan dengan saling menopang tubuh satu sama lain, untuk mempertahankan tubuh mereka yang lemas.

Saat mereka berdua memasuki kelas, beberapa anak yang ada di kelas itu tampak terkejut melihat kedatangan mereka.


Sekolah/Neraka Chapter 18 - Tugas Esok
Penulis : Whiti Intheforest

"Ka-kalian kenapa?" tanya salah seorang anak terkejut.

"Apa kalian baik-baik saja?" tanya anak lainnya.

"Tenang saja, kami tidak apa-apa, kami hanya sedikit melakukan permainan." jawab Ruki sambil tersenyum.

"Benarkah, apa yang kalian maksud dengan permainan?" tanya anak-anak itu khawatir.

"Tidak apa apa, ini hanya perbuatan kami berdua sendiri, tidak ada yang perlu ditakutkan ataupun di khawatirkan." jawab Ruki untuk membuat teman teman sekelasnya tidak terlibat dengan urusan mereka.

Ruki dan Neo kemudian menghampiri Ayane yang sudah menunjukkan raut wajah yang penuh dengan ke khawatiran.

"Ruki, kenapa lama sekali? Apa yang terjadi dengan Neo? Apa kalian baik-baik saja?" cerocos Ayane.

"Tenanglah, beri kami waktu untuk ambil napas sebentar, dan baru mulai untuk mejelaskan apa yang sebenarnya terjadi." ujar Ruki.

"Ini." kata salah seorang anak menyodorkan minuman yang dibelinya di stand halaman sekolah.

"Terima kasih." ucap Neo pendek.

"Ka-kalian tidak perlu cemas seperti itu, kami benar-benar tidak apa-apa, mungkin kami terlihat tidak karuan tetapi sebenarnya kami baik-baik saja." ucap Ruki kembali menenangkan anak anak yang masih berkerumun di samping mereka.

Anak anak yang mendengar itu akhirnya mengalah dan pergi dari tempat mereka bertiga.

"Jadi bagaimana? apa maksudmu dengan lolipop?" tanya Ruki setelah anak anak itu menjauh.

"Justru aku lebih penasaran soal listrik itu Ruki?" balas Neo.

Ayane yang bingung kemudian mencoba menengahi mereka berdua.

"Sudah, sudah, sebaiknya kalian ceritakan satu satu. Neo kamu cerita dahulu."

Neo kemudian memulai dengan menceritakan mengenai lolipop yang dimakannya saat sedang memikirkan cara yang harus ditempuhnya untuk mencari info mengenai ORGAKU. Neo kemudian menceritakan semuanya, baik tentang Kimura bersaudara yang menyelamatkannya ataupun mengenai kakak kelas yang kemungkinan anggota Klub Basket.

Setelah itu, Ruki juga menceritakan pengalamannya. Mengenai sandiwaranya, mengenai Yordamchi ataupun tentang target mereka yang akhirnya diketahui yaitu minimal 100 poin untuk bisa memakai fasilitas kesehatan.

"Hmmm... Jadi begitu kejadian sebenarnya..." ucap Ruki sambil mengusap-usap wajahnya.

"Lebih baik kita kesampingkan dahulu masalah lolipop ini, kita akan bahas ini nanti." kata Ruki.

"Yang lebih penting, bagai mana soal ORGAKU besok, kamu menanyakannya pada Kimura bersaudara itu kan?" tanya Ruki.

"Iya, tentu saja, untung saja aku bertemu dengan mereka yang satu klub dengan kita, namun soal tugas untuk besok..." jawab Neo tak meneruskan jawabannya.

"Ada apa? Apa sesulit itu?" tanya Ruki penasaran.

"Sebenarnya..." jawab Neo kembali tidak meneruskan kalimatnya.

"Ayolah Neo..., sebenarnya ada apa?" tanya Ruki yang semakin penasaran.

Neo kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam dari saku celananya.

"Apa itu?" tanya Ruki penasaran.

"Ini adalah tugas ORGAKU kita, yang harus diselesaikan besok." balas Neo.

"Bagai mana kamu bisa mendapatkan ini, kamu kan tidak ke Stand Klub Novel dan Sastra?"

"Yori yang memberiku, isinya sama semua, oleh karena itu dia memberiku satu. Bacalah, aku sudah membacanya tadi." kata Neo.

Ruki yang sudah penasaran dengan sikap Neo, kemudian mencoba membuka isi kotak kecil itu.

"Inikah isinya?" kata Ruki sambil menunjukkan kertas yang ada di dalamnya.

"Iya."

Ruki kemudian membaca secara singkat tulisan yang ada pada kertas itu.

"Dewi Fortuna tidak akan datang pada setiap orang, dia hanya menghampiri seseorang yang dipilihnya. Carilah di database kami, mungkin dia akan datang padamu dalam ORGAKU esok." ucap Ruki membaca kalimat yang ada pada kertas itu.

"Yapp, benar sekali." jawab Neo.

"Hmmmmm..." Ayane ikut menanggapi.

"Apa kamu tahu maksudnya?" tanya Ruki pada Neo.

"Menurut Yori dan Yuki tadi, database yang dimaksud adalah database yang ada pada laman data sekolah ini, Smart Hoshi." balas Neo.

"Smart Hoshi... Hmmmmmmm..." kata Ruki pelan.

Ruki mencoba mengingat-ingat kata itu, karena ia merasa sudah pernah membacanya di suatu tempat.

"Ohhh.. Iya... Smart Hoshi itu... Aku pernah membacanya di buku peraturan hitam." kata Ruki.

"Benar sekali, Smart Hoshi adalah sistem data yang bisa diakses siswa-siswi SMA Hoshi yang berisi semua data atau apa pun mengenai kegiatan dan aktivitas di SMA Hoshi. Smart Hoshi bisa berisi pelajaran, informasi, pengumuman ataupun data mengenai Klub." ujar Neo sedikit menerangkan.

"Iya, aku ingat, aku juga sudah membaca itu, tapi ngomong-ngomong... Di mana kita bisa mengakses Smart Hoshi?" tanya Ruki.

"Tentu saja di tempat itu, tempat yang bisa kita masuki." ujar Neo.

Mendengar itu, Ruki jadi teringat komputer yang ada di kamar mereka berdua.

"Jadi, tugas itu harus kita akses dari sana?" tanya Ruki.

"Sepertinya begitu, yang membuatku panik, tugasnya seperti apa dan sesulit apa? Hingga kita harus beruntung dan di datangi Dewi Fortuna?" tanya Neo yang sedikit khawatir.

"Itu juga yang membuatku penasaran, sebaiknya kita bergegas dan segera..."

"Kruyukkkk..." tiba-tiba suara perut Ayane memotong suara Ruki.

"Ayane?" kaget Neo.

"Ma... Mafkan aku..." kata Ayane sambil tersipu menahan malu.

"Kamu lapar Ayane, kamu belum makan?" tanya Neo.

"Eeeee... Belum..." jawab Ayane masih sambil menunduk.

Ruki yang menyadari itu kemudian tersadar.

"Benar juga... Dari tadi pagi kita belum makan... Mungkin hanya takoyaki dan sekaleng soda yang baru masuk ke perutku." kata Ruki.

"I-iya juga, tadi pagi kita datang pertama kali ke sekolah ini sudah dihebohkan dengan Kak Zeriff, kemudian masuk kelas juga dihebohkan dengan Bu Furukawa, Hiroshi yang di Skors ataupun teman kita yang buang air di celana. Belum lagi beberapa masalah saat pengenalan Klub di halaman sekolah hingga semua kejadian luar biasa yang menimpa kita hingga saat ini. Mungkin yang masuk ke perutku juga sama seperti apa yang dimakan Ruki, dan ini sudah jam 3 sore." kata Neo sambil melihat jam di dinding kelas.

"Tapi di perutmu juga tambah lolipop beracun lho..." ejek Ruki.

"Dasar..." kata Neo kesal.

"Jadi kamu belum makan dari pagi juga Ayane?" tanya Ruki.

"I-iya." jawab Ayane.

"Kalau begitu ayo kita makan dahulu, kamu ini bagai mana Ayane, tubuhmu kan gampang sakit, seharusnya kamu memperhatikan kondisi tubuhmu dan jangan sampai seperti ini." ujar Ruki yang jadi Khawatir.

"Aku takut mau makan..." jawab Ayane tiba-tiba.

"Kenapa?" tanya Ruki.

"Ehh.. Jangan jangan... Soal poin juga.." panik Neo.

Fasilitas makan siswa siswi SMA Hoshi sudah disediakan oleh pihak Asrama Sekolah. Dalam buku peraturan hitam, fasilitas seperti makan, cuci baju ataupun kesehatan sebenarnya sudah disediakan oleh pihak sekolah. Namun yang membuat Ayane khawatir adalah, bagai mana jika makan pun harus memiliki poin dahulu baru bisa makan, seperti yang dia alami soal Rumah Sakit Asrama.

"Soal itu..." kata Neo yang masih panik.

"Kalau begitu, apa kalian mau menemaniku mengeceknya, sejujurnya aku sudah sangat lapar." kata Ayane memelas.

"Tentu saja, tapi setelah ini apa kita sudah tidak ada pelajaran lagi?" tanya Neo.

"Tidak..., tadi kata teman-teman, ada pengumuman bahwa sudah tidak ada pelajaran lagi hingga ORGAKU esok.

"Kalau begitu ayo..." ajak Neo.

Mereka bertiga kemudian beranjak menuju Asrama. Neo dan Ayane khawatir dan memikirkan mengenai apakah makan pun harus memiliki poin. Bagai mana jika mereka tidak punya poin dan tidak bisa makan?

Namun, di sisi lain Ruki memeikirkan hal yang sedikit berbeda dengan mereka berdua.

"Apakah komputer yang ada pada tempat ini memiliki jaringan internet? Apakah Smart Hoshi terhubung dengan jaringan internet? Jika begitu, bukankah mudah menghubungi dunia luar, walaupun Hp dihancurkan?"

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 19

Yukki Amatsu
2017-08-24 22:05:55
Wew, Ruki kaya Conan
Bocah Redoks
2017-01-17 09:19:24
pemikiran yg menarik ruki
Ahmadi D Killer
2016-11-09 18:03:35
nxt
Dalreba
2016-10-02 16:48:49
Sepertinya makan tidak akn menggunakan poin . . . Kenapa ak bisa tau? Karena ak pernah baca cerita ini
Kei Takashima
2016-09-27 14:27:28
Hmhhhhh
ThE LaSt EnD
2016-08-09 22:35:56
nah misteri sbelumnya blum trjawab, muncul lg teka-teki baru. boleh tau isi kepalamu yg kreatif itu? he.. mungkin jaringan itu hanya trbts dlm lingkungan skolah.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-09 09:16:58
penuh teka-teki, aku suka ceritanya senpai
Fujioka nagisa
2016-07-08 21:09:24
Mau makan aja ribet amat :'v
Akane Hagiwara
2016-06-29 06:17:27
apa makan juga harus menggunakan poin??? ><
GO KILL
2016-06-19 20:40:17
'-'
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook