VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 17

2015-11-17 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
435 views | 29 komentar | nilai: 8.33 (3 user)

Neo mencoba membuka mata. Sedikit cahaya mulai menyeruak masuk ke dalam kedua bola matanya. Kepalanya masih meninggalkan sedikit kepenatan. Namun pandangannya mulai terasa jelas.

"Ahhh..." erang Neo yang mencoba sadar.

Namun ketika matanya mulai dapat melihat, ia sangat terkejut melihat sesosok manusia di hadapannya.

"Kenapa kamuu...??" kaget Neo sambil tersadar.

Matanya mencoba ia perlebar untuk bisa mengamati dengan benar bahwa pandangan di hadapannya tidak salah.

"Kenapa dengan mataku ini, kenapa anak ini jadi ada dua?" bingung Neo yang sangat terkejut.


Sekolah/Neraka Chapter 17 - Lolipop Pembawa Tidur
Penulis : Whiti Intheforest

Namun tak sempat memikirkan itu, Neo mencoba segera kabur dari tempat itu, dan mencoba melarikan diri karena ia berpikir anak itu yang membuatnya pingsan.

"Tu... Tungguu...!!!" teriak anak itu pada Neo.

Namun Neo yang panik, segera berusaha melarikan diri.

"Tenang saja, kami bukan penjahat!!!" kata anak itu sambil menarik tangan Neo.

"Lepaskan aku... Lepaskan aku...!!!" teriak Neo berontak.

"Tenang saja, kami bukan penjahat, kami adalah orang yang menolongmu." kata anak itu berusaha meyakinkan.

"Kami yang mencoba menolongmu saat kamu pingsan tadi." lanjut anak itu lagi.

Neo yang mendengar itu mencoba mempercayainya.

"Benarkah kalian yang menyelamatkan aku? Apa kalian tidak bohong?" tanya Neo.

"Iya, kami tidak bohong, percayalah pada kami, sebaiknya kamu istarahat dulu di sini." kata anak itu.

"Dari tadi kamu terus berkata 'kami', berarti kalian ini dua orang kan, pandangan mataku normal kan?" tanya Neo bingung.

Tentu saja Neo bingung, bagai mana tidak, di hadapannya tampak dua anak laki-laki yang sama persis. Wajahnya sama, begitupula dengan rambutnya, tingginya, bahkan tahi lalat di sebelah kiri bibirnya pun sama.

"Hehehehe..., iya maaf kami mengagetkanmu, sebenarnya kami ini kembar." kata anak yang satunya berbicara.

"Ohhh... Syukurlah mataku masih beres." kata Neo.

"Tapi apa yang kalian bicarakan ini benar, apa kalian benar-benar bukan orang yang membuat aku pingsan, apa bukti kalian?" lanjut Neo curiga.

"Ehhh, soal itu..." bingung kedua anak itu.

"Hmmmmmmm... Apa ya? mungkin karena kami juga anggota Klub Novel dan Sastra." kata anak itu.

"Ehhh... Benarkah? Lalu apa hubungannya dengan semua ini?" tanya Neo yang bingung.

"Baiklah, akanku ceritakan kejadian yang sebenarnya, tapi terserah kamu mau percaya pada kami atau tidak." kata anak itu.

"Pertama-tama, sebaiknya kami memperkenalkan diri kami dulu, kami berdua sama sepertimu adalah murid baru atau murid kelas satu. Namaku Yori Kamura dan ini adikku yang lahir lebih lambat 40 detik dariku, Yuki Kamura. Kami dari kelas 1-A" kata anak yang bernama Yori itu.

"Ohhh... Namaku Neo, aku dari kelas 1-B" balas Neo.

"Lalu bagai mana aku bisa mengenali dan membedakan kalian berdua, maksudku kalian berdua tampak sangat sama." kata Neo lagi sambil garuk-garuk kepala.

"Hehehhe..., kamu mau tahu rahasia perbedaan kami." kata Yori sambil terseyum.

"Apa itu?"

"Ta-da..." kata Yori sambil menunjukkan tanda berwarna hijau kebiruan di antara ibu jari dan telunjuk tangannya.

"A.. Apa ini?" bingung Neo.

"Aku memiliki tanda lahir yang masih ada, sementara Yuki sudah hilang saat masih kecil, mungkin inilah salah salah satu perbedaan yang ada di tubuh kita." jelas Yori.

"Ohhhh..." angguk Neo.

"Siapa yang tahu perbedaan sekecil itu." pikir Neo kesal dalam hati.

"Baiklah, sudah cukup basa basinya, akan kujelaskan ceritaku." kata Yori memulai cerita.

"Sama sepertimu, kami berdua berada di halaman sekolah untuk mendaftar menjadi anggota Klub. Namun tiba-tiba kami berdua di datangi kakak kelas yang tampak sangat menyedihkan dan meminta kami membantunya dengan cara membeli lolipop yang dijualnya. Tentu saja aku dan Yuki yang kasihan, tanpa pikir panjang segera membeli lolipop itu." kata Yori.

"Aku yang tidak sabar dan suka sekali dengan makanan segera membuka bungkus lolipop itu dan hendak memakannya, namun belum sempat aku memakannya tiba-tiba Yuki mencegahku."

"Tunggu dulu kak..." kata Yuki berkata padaku.

"Ada apa?"

"Apa kakak yakin langsung memakan lolipop itu, maksudku, kita tahu tempat ini penuh dengan ketidakwajaran, apa kakak percaya begitu saja dengan makanan yang beredar di sini." kata Yuki curiga.

"Benar juga." kataku curiga.

Neo yang mendengar itu sedikit malu, membayangkan betapa lugunya saat dirinya dan Ruki memakan takoyaki tanpa pikir panjang dan tanpa perasaan curiga.

"Kami mencoba memeriksa lolipop itu dan benar saja Yuki menyadari sesuatu."

"Ini seperti bau propofol." ujar Yuki.

"Propofol? Benarkah? Maksudmu obat bius yang itu?" kagetku.

"Benar propofol memiliki bau yang khas, ini adalah obat cair yang dapat membuatmu tertidur." kata Yuki.

"Ga-gawat, berarti lolipopmu juga mengandung obat bius?" tanyaku pada Yuki.

"Yuki kemudian membuka bungkus lolipopnya, namun yang membuat kaget adalah, bau propofol itu tidak tercium."

"Yang ini sepertinya aman kak, aku tidak mencium bau yang aneh." kata Yuki.

"Apa kamu yakin?" tanyaku.

"Nih..." ucap Yuki sambil menguyah lolipop miliknya.

"Heiii..." kataku yang kaget bukan main.

"Namun apa yang dikatakan Yuki tepat, lolipop miliknya tidak mengandung obat bius. Dari situ kami membuat kesimpulan bahwa lolipop yang dijual ada yang normal dan ada yang tidak.

"Wahhh.. Begitukah? Tapi kalian hebat sekali bisa mengetahui mengenai obat bius hanya dengan mencium baunya?" potong Neo penasaran.

"Kami berdua sejak kecil sangat menyukai yang namanya cerita. Aku dan Yuki sangat senang membaca ataupun menonton. Mulai dari membaca novel, membaca manga, menonton anime atau bahkan meonton film apapun. Mulai dari genre komedi hingga misteri sekalipun kami benar-benar suka. Itulah akibatnya rasa ingin tahu kami besar. Maka tak heran jika kami hafal betul dengan hal-hal seperti ini." jelas Yori.

"Lalu saat itu, aku melihatmu dan temanmu ahhh... Ruki, juga membeli permen lolipop itu. Aku ingin memperingatkan kalian soal lolipop itu, namun Yuki yang ada di sampingku lebih dahulu menghilang."

"Memangnya Yuki kemana?" tanya Neo.

"Aku mencoba membuntuti kakak kelas itu." jawab Yuki.

"Aku mencoba mengetahui dari klub apa dia berasal. Dan yang membuatku terkejut... Dia berasal dari klub basket." ujar Yuki.

"Hahhh... Klub basket? Mengapa klub basket berjualan lolipop?" bingung Neo.

"Itu juga yang membuat kami bingung, sebenarnya ada apa? Dan lagi kenapa lolipop yang dijualnya ada yang beracun dan ada yang tidak." jawab Yuki.

"Mereka dari Klub basket dan kami dari Klub Novel dan Sastra sehingga tidak mungkin kami yang membuatmu pingsan." jelas Yuki.

Neo mencoba mempercayai cerita yang disampaikan Kimura bersaudara itu.

"Jadi kalian anggota Klub Novel dan Sastra juga?" tanya Neo.

"Iya.., seperti kataku tadi, kami suka dengan cerita makanya kami bergabung dengan Klub itu. Itulah mengapa aku tadi menghampirimu saat akan pingsan karena mengenalimu. Apalagi temanmu Ruki, benar-benar membuat heboh Klub dengan memancing masalah dengan kak Danish." jelas Yori.

"Yahhh... Benar..., syukurlah jika kalian anggota Klub dan Sastra, yang mau kutanyakan benarkah kita besok mengikuti ORGAKU? Dan tugas apa apa yang diberikan?" tanya Neo.

"Iya benar, kalau soal itu..."

Sementara itu di sisi lain, Ruki mencoba mencari Neo.

"Di mana Neo? Dia tidak ada di sekitar Stand Novel dan Sastra? Apa yang terjadi padanya?" bingung Ruki khawatir.

Ruki terus mencari hingga 30 menit berlalu.

"Ga-gawat... Aku benar-benar panik, di mana Neo berada? Aku menjadi merasa bersalah jika dia sampai terlibat masalah." gumam Ruki.

"Tubuhku, masih agak lemas... Ahhhh... Ahhh... Dasar listrik sialan..."

"Sebaiknya aku kembali ke kelas dulu, mungkin Neo sudah ada di sana.." gumam Ruki lagi.

Namun, saat mau memasuki lift untuk naik ke kelas.

"Brukkkk...!!!" Ruki menabrak seseorang.

"Aduhh..." erang Ruki.

Namun, Ruki langsung kaget begitu mengetahui orang yang di tabraknya adalah Neo yang tampak lemas.

"Neo...?"

"Eh... Ruki?"

"Ka-kamu tampak lemas Neo... Jangan jangan kamu tersengat listirk juga?" tanya Ruki khawatir.

"Ehhh.. Kamu juga tampak lemas Ruki, jangan jangan kamu memakan lolipop itu?" tanya Neo yang ikut khawatir.

"Eh...??"

"Sebenarnya ada apa?" bingung mereka berdua.


Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 18

Yukki Amatsu
2017-08-24 21:57:59
Kacau, ba, lau...
Bocah Redoks
2017-01-17 09:12:59
dasar
Ahmadi D Killer
2016-11-09 18:01:26
cerita yang penuh misteri
Kei Takashima
2016-09-27 14:20:53
Jangan jangannn
ThE LaSt EnD
2016-08-09 22:17:48
yah, dugaanku salah.. hmm dr chpter sini sja sudah bnyak misteri... permusuhan apa antara club basket dn club novel sastra ? apa mungkin ada?
Aerilyn Shilaexs
2016-08-09 08:52:59
ada karakter baru
Fujioka nagisa
2016-07-08 21:02:07
Mereka terlalu polos T^T
Akane Hagiwara
2016-06-29 06:10:16
ternyata ada obat bius nya dilolipop itu '-' lucu juga melihat ruki with neo sama2 bingung kkkkkkk~
GO KILL
2016-06-19 20:28:03
wus~ '-'
Rita En
2016-03-19 09:52:47
Yup makin seru walau masih diselimuti pekatnya misteri
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook