VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Sekolah/Neraka Chapter 14

2015-11-07 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
431 views | 26 komentar | nilai: 8.67 (3 user)

"Apa katamu barusan Ruki?" tanya Neo yang terperanjat.

"Kita akan menolong Ayane, apakah kamu tidak mau Neo?" tanya Ruki heran.

"Eh-eh kalian tidak harus repot-repot menolongku." kata Ayane sambil menggoyang-goyangkan kedua tangannya.

"Tentu saja aku mau, tapi caranya itu..." kata Neo lagi.

"Su-sudah kalian tidak perlu mengkhawatirkan aku." kata Ayane lagi.

"Tidak mengkhawatirkan bagaimana, kamu itu sakit Ayene, dan obatmu hanya tinggal inhaler yang akan habis. Jika kamu tidak punya obat lagi, ini akan berbahaya bagi kesehatanmu ke depannya, ini tidak bisa dibiarkan." kata Ruki tegas.

"Ta-tapi..." kata Ayane.


Sekolah/Neraka Chapter 14 - ORGAKU
Penulis : Whiti Intheforest

"Aku juga sependapat dengan Ruki, ini adalah masalah yang mengancam nyawa." kata Neo lagi.

"Tadi kamu menentangku?" tanya Ruki.

"Aku tidak menentangmu, aku hanya tanya caranya." kilah Neo.

"Aku sependapat denganmu kan dari awal, katanya kamu ingin merubah sekolah ini."

"Yah kamu benar Neo, kita akan merubah sekolah ini, dan ini dimulai dengan menyelamatkan satu nyawa." kata Ruki lagi.

"Teman-teman..." kata Ayane bingung akibat kedua anak di depannya yang berdebat.

"Tenang saja Ayane, serahkan pada aku dan Ruki." kata Neo sambil tersenyum.

"Dasar Neo, dia hanya ingin terlihat kuat di depan Ayane." pikir Ruki kesal.

"Kalau begitu aku juga mau membantu." ujar Ayane.

"Tidak usah biar kami saja." kata Ruki mencegah.

"Aku tidak mau, aku tidak mau menjadi beban bagi orang lain terus, aku juga harus berjuang sendiri. Aku tidak ingin menyusahkan orang lain lebih banyak lagi." kata Ayane semangat.

"Aduhhh... Aku sudah lelah." kata Ruki sambil menepok dahinya.

"Eh... Ada apa?" tanya Ayane bingung.

"Sebelum kamu barusan tadi Neo juga berkata yang sama denganmu, ingin berjuang sendiri dan bla bla bla." dengus Ruki.

"Kamu mengejekku Ruki?" tanya Neo yang agak kesal.

"Tidak... Justru aku senang dengan semangat kalian berdua yang masih ingin berjuang walaupun di tempat yang seperti ini." kata Ruki tersenyum.

"Memangnya ada apa dengan Neo?" tanya Ayane bingung.

Neo pun kemudian menceritakan secara singkat mengenai Game Boynya yang diambil kak Danish.

"Oh begitu, aku jadi turut prihatin dengan game boymu." ujar Ayane bersimpati.

"Yahh, tapi ini masih belum seberapa bila dibandingkan dengan kebutuhan obatmu Ayane." kata Neo lagi.

Ayane hanya diam saja mendengar hal itu, ia sebenarnya sudah tidak tahu harus berbuat apa. Tadinya Ayane benar-benar pasrah setelah mengetahui obatnya hancur dan fasilitas kesehatan yang tidak bisa digunakan. Namun, sekarang ada harapan baru yang mulai terbuka dengan datangnya bantuan Ruki dan Neo.

"Yahhh, menurutku, kamu ikut membantu juga ada baiknya." kata Ruki lagi.

"Eh, kukira kamu akan menolaknya Ruki?" tanya Neo yang ada di depannya yang dari tadi terus memperhatikan Ayane.

"Ahhh, seperti yang kukatakan tadi, poin menjadi sesuatu yang sangat penting di tempat ini. Poin tidak hanya sebagai bentuk pertahanan diri dari anak anak yang berpoin tinggi yang akan memperlakukanmu dengan seenaknya namun poin berguna juga untuk bertahan hidup di tempat ini." terang Ruki lagi.

"Hmmm... Kamu benar."

"Ya, itulah akau pikir ada baiknya Ayane juga menambah poinnya." usul Ruki lagi.

"I-iya aku juga mau ikut berjuang." kata Ayane sambil mengepalkan tangannya.

"Lalu bagaimana?" kata Neo.

"Apanya?" tanya Ayane bingung,

"Tentu saja caranya... Bagai mana caranya mendapat poin sebelum 10 hari atau sebelum obat Ayane habis." tanya Neo.

"Itulah yang terus memenuhi pikiranku dari tadi, bagai mana caranya agar kita mendapat poin dengan cepat." pikir Ruki sambil memegang erat kedua tangannya sendiri. Cara itu yang selalu Ruki lakukan ketika sedang berpikir.

"Hmmmm... Apalagi kita tidak berada di sekolah mulai besok." gumam Ayane pelan.

"Ehhhh... Apa katamu Ayane." kaget Ruki.

Neo yang ada di samping Ruki juga kaget mendengar kalimat itu dari Ayane.

"Memangnya besok ada apa?"

"Lha... Kalian belum mendaftar klub, tadi kata Neo kalian bergabung dengan Klub Novel dan Sastra, kok bisa ga tahu kita besok pergi?" tanya Ayane yang heran.

"Memangnya ada apa? Kami benar-benar tidak tahu, kamu tahu sendiri kami kabur dari percekcokan antara Ruki dan kak Danish." tanya Neo yang bingung.

"Besok itu ada ORGAKU" jawab Ayane.

"Apa itu ORGAKU?" tanya Ruki.

"ORGAKU itu adalah singkatan dari Orientasi Gabungan Klub."

"Apa maksudnya itu Ayane, tolong jelaskan pada kami." kata Ruki yang agak kesal.

"Itu adalah acara orientasi antara semua anggota Klub. Di situ ada perkenalan dan penyambutan kita sebagai murid baru dan sebagai anggota baru klub. Di sana ada pelantikan kita sebagai anggota klub yang akan diikuti dengan acara-acara." kata Ayane mencoba dengan singkat menjelaskan.

"Benarkah, kami tidak tahu akan hal itu?" tanya Neo.

"Ya tentu saja dan kita semua akan pergi beberapa hari." balas Ayane.

"Apa maksudmu beberapa hari, yang benar berapa hari?' tanya Ruki mencoba memastikan.

"Tidak tahu, kegiatan ini masih menjadi rahasia, di mana tempatnya serta berapa lamanya dan apa saja yang akan dilakukan benar-benar tidak tahu. Kata kakak seniorku ini merupakan kegiatan orientasi dan pelantikan sebagai anggota baru SMA Hoshi dan sebagi angota baru Klub." kata Ayane mencoba menjelaskan.

"Ini kalau tidak percaya." kata Ayane.

Ayane kemudian menuju ke mejanya dan mengambil buku catatan kecil miliknya yang tersimpan di laci mejanya.

"Apa ini?" tanya ruki.

"Ini adalah tugas yang diwajibkan dibawa oleh anggota baru klubku." kata Ayane menjelaskan.

"Kamu ikut Klub apa Ayane." tanya Neo penasaran.

"Aku ikut Klub Seni." kata Ayane.

"Wahh... Hebat... Seni apa yang kamu suka?" tanya Neo ingin tahu.

"Aku senang dengan seni lukis, aku suka melukis Neo. Seperti yang kuceritakan tadi, tubukku lemah dan gampang lemas, oleh karena itu aku banyak menghabiskan waktu untuk menggambar. Menuangkan semua yang aku rasakan pada selembar goresan keindahan." jelas Ayane senang.

"Tapi..." ucap Ayane berubah murung.

"Kenapa Ayane?"

Ayane kemudian membuka memo yang tadi diambilnya.

"Dalam acara ORGAKU aku diberi tugas yang harus diselesaikan dan dibawa besok saat ORGAKU"

Ayane kemudian memperlihatkan beberapa kepada Ruki dan Neo.

"Ini ada soal TTS dan juga soal soal yang diberikan."

"Coba kulihat." kata Neo sambil melihat catatan itu.

"Bentuk beraturan, mendatar 9 huruf, apa ya ini?" bingung Neo setelah membaca soal TTS itu.

"Ragam hias berbentuk manusia, menurun juga 9 huruf, hmmmm..."

"Jadi kamu di beri tugas seperti ini Ayane." tanya Ruki yang juga penasaran.

"Iya begitulah, ada tugas tugas yang harus dibawa dan diselesaikan untuk kegiatan ORGAKU besok, jika tidak kami akan dapat hukuman." terang Ayane.

"Berarti ini gawat Neo." ujar Ruki tiba-tiba.

"Jika besok ada acara ORGAKU dan ada tugas tugas yang harus diselesaiakan maka ini akan gawat untuk kita berdua, kita tidak tahu apa yang harus dibawa besok." bingung Ruki lagi.

"Benar juga, jika kita tidak tahu dan mendapat hukuman, maka akan mempercepat permasalahan dengan kak Danish." ucap Neo.

"Yaaa tapi bukan itu maksudku."

"Lalu apa?"

"Dengan mengetahui tugas tugas yang diberikan kita mungkin bisa mengerjakannya, dan mungkin bisa menambah poin." pikir Ruki.

"Hmmmm... Kalu begitu kita harus kembali ke Stand Ruki."

"Apa kamu bisa melakukannya sendiri?"

"Lhaaa... Apa kamu mau kabur?" tanya Neo kesal.

"Maksudku, sekarang kita bagi tugas, aku akan membantu Ayane dengan tugasnya dan juga pergi ke pusat kesehatan asrama untuk mengetahui informasi, sementara kamu mencari tahu informasi tentang Klub kita dalam acara ORGAKU besok." pinta Ruki.

"Hmmmm... Baiklah..., ayo kita lakukan." kata Neo sedikit kesal karena tidak bisa bersama Ayane.

Note: Maaf lama buat yang nungguin, sebenernya udah di kirim 11 hari yg lalu, tapi bru di rilis sama admin sekarang T_T

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 15

Bocah Redoks
2017-01-17 08:52:06
menarik
Minke Opoli
2016-11-09 17:54:35
hmm lanjut
Dalreba
2016-10-02 10:16:20
Mungkin saat ORGAKU mereka bisa mengumpulkan poin
Kei Takashima
2016-09-25 19:10:22
Hmhh
ThE LaSt EnD
2016-08-09 21:44:54
Orientasi Angota club baru. guru tdk trlibat dlm masa orientasi? mungkin.
Aerilyn Chan Kawai
2016-08-09 05:41:33
orgaku,
Fujioka nagisa
2016-07-08 20:23:38
Hm hm..
Akane Hagiwara
2016-06-29 05:43:24
'-' ku no comen, ku mau tinggalin jejak ae xD kkkkk~
GO KILL
2016-06-19 19:22:54
ngung~ '-'
Rinularo
2016-03-19 08:48:59
Lanjut lagi
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook