VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Sekolah/Neraka Chapter 8

2015-10-04 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
422 views | 27 komentar | nilai: 8.5 (4 user)

"Buak!"

"Buak!"

"Buak!" Ruki memukuli Neo secara bertubi-tubi.

"Ru-ruki, apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memukuliku." tanya Neo sambil menahan kesakitan akibat pukulan yang diterimanya.

Namun, Ruki seolah tak menghiraukan hal itu dan tetap memukuli Neo.

"Buak!"

"Buak!"

"Ru-ruki bukannya kita teman, belum ada beberapa jam yang lalu kamu mengatakan ingin menjadi teman sejatiku, apa yang kamu lakukan!!" kata Neo marah sambil mencoba menangkis pukulan yang dilancarkan Ruki.

Namun sekali lagi, Ruki seolah tak mendengar Neo dan tetap memukul Neo.

"Rukiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!" teriak Neo.


Sekolah/Neraka Chapter 8 - Ada Apa dengan Ruki?
Penulis : Whiti Intheforest

Neo mencoba menghindar dan tidak ingin membalas pukulan Ruki.

"Ruki apa yang kamu lakukan, kumohon hentikan!!" teriak Neo.

Ruki terus mencoba memukuli Neo dan mencoba mengepalkan tangan dan ingin meninju Neo keras. Namun, belum sempat pukulan itu mendarat di wajah Neo.

"Blarrr!!"

Tiba-tiba sengatan listrik menghantam tubuh Ruki. Ruki kemudian ambruk tepat di depan Neo.

Namun, terlihat Ruki seperti sedikit tersenyum kecil.

Neo yang melihat kejadian itu, sedikit terkejut.

"Apa yang terjadi? Kenapa sengatan listrik ini menghantam Ruki? Bukankah seharusnya malah menghantamku. Bukankah aku yang mencoba menghindar. Harusnya aku yang mendapat sengatan ini." pikir Neo yang sedikit bingung.

"Bukankah kejadian tadi pagi di depan asrama beberapa anak tiba-tiba dihantam sengatan listrik yang entah asalnya dari mana ini, karena mencoba melawan dan tidak patuh." pikir Neo yang masih bingung.

Namun Neo berhenti mencoba memikirkan itu, dia masih merasa tak habis pikir tindakan yang barusan dilakukan Ruki.

"Apa yang sebenarnya kamu lakukan Ruki, kenapa kamu memukuliku, bukankah kita ini teman." tanya Neo.

Ruki tidak mendengarkan Neo dan malah melirik jam tangan yang ada di tangannya kemudian kembali tersenyum kecil.

Neo yang melihat itu, marah bukan main. Ia merasa dipermainkan. Neo mencengkram baju Ruki.

"Haah, jadi ini tujuanmu sebenarnya, mengajak orang berteman, berpura pura ingin menjadi teman sejati, mencoba membantu, dan kemudian berbuat kekerasan dan ingin mendapatkan poin demi kepentingan diri sendiri, kamu penipu Ruki." kata Neo marah.

"Ternyata kamu saja dengan mereka semua, pura pura baik karena ada maunya, kamu tidak ada bedanya dengan teman temanku yang lalu!!" teriak Neo kesal dan kecewa karena merasa dibuang lagi.

Namun tanpa sepatah kata pun Ruki kemudian menatap Neo.

"Haah, kenapa? Merasa puas sekarang karena sudah mempermainkan aku." kata Neo yang benar-benar kesal.

Ruki kemudian sedikit menelentangkan tangannya agar jam tangan miliknya bisa dilihat oleh Neo.

Neo kembali terkejut.

"Ada apa ini, kenapa poin yang ada di tangan Ruki tetap menunjukkan angka 0, bukankah melakukan kekerasan seperti ini seharusnya mendapat poin yang lumayan besar." pikir Neo bingung.

"Kalau dia tidak mendapat poin, mengapa Ruki terlihat senang tadi?"

Neo kemudian melihat Ruki yang masih menatapnya. Saat itu seolah.

Ruki sedang berbicara pada Neo.

Ruki kemudian menggenggam tangan Neo. Genggaman Ruki seolah mengingatkan Neo atas peristiwa yang sama beberapa jam yang lalu saat Ruki mengajaknya menjadi teman.

Ruki seolah berkata.

"Tetap percaya padaku Neo."

Neo seolah tersadar setelah menatap mata Ruki. Namun ia masih sedikit bingung dengan peristiwa yang sedang terjadi. Ia tak habis pikir apa yang sebenarnya terjadi di sini. Apa yang sedang diperbuat atau di rencanakan Ruki.

"Ruki." kata Neo rilih.

Namun Ruki saat itu seolah memberi isyarat pada Neo untuk diam.

Ruki kemudian berdiri dengan perlahan karena badannya yang lemas akibat sengatan lisrik.

"Ahh, kamu bertanya soal permintaan kakekku soal club kan Neo?" tanya Ruki.

Ruki tidak membahas apa yang sebenarnya terjadi dan malah kembali ke topik sebelumnya.

"Kenapa Ruki tidak berkata yang sebenarnya, pasti dia merencanakan sesuatu, apa kita sedang di awasi seseorang sehingga dia tidak mau bercerita padaku."

"Apa ini bagian dari sesuatu yang ingin di pastikan Ruki sebelumnya." pikir Neo yang masih bingung dan bertanya tanya.

"Baiklah, akanku ceritakan sedikit soal kakekku." kata Ruki kembali berkata.

Namun Neo yang masih penasaran, masih sedikit bingung.

"Ini pasti rencana Ruki yang aku tidak tahu apa, seharusnya aku tetap percaya padanya dan tidak menghakiminya sebagai penipu, maafkan aku Ruki." katanya dalam hati.

"Tapi apa yang di rencanakan ya, apa seseorang benar-benar mengawasi sampai dia tidak mau memberitahuku yang sebenarnya, lalu bagai mana tentang poin Ruki yang menunjukkan angka 0."

Neo masih bertanya tanya tentang hal itu. Namun sedikit menyadari sesuatu.

"Hmm, mungkin karena ini, poinku dan poin Ruki sama sama 0 itu artinya kita setara. Padahal peraturanyaa poin tertinggi dapat melakukan apa pun pada poin yang lebih rendah. Apa artinya itu tidak berlaku bila poinnya sama?"

"Namun apa hanya itu yang ingin dipastikan Ruki ya, sepertinya dia memikirkan sesuatu yang berbeda." pikir Neo.

"Mungkin banyak club yang menarik Neo." kata Ruki membelah pikiran Neo.

"I-iya sepertinya begitu." kata Neo tersadar.

"Sepertinya Ruki memang tidak mau membahas masalah ini dahulu." pikir Neo.

"Ahh, Ruki, jadi bagai mana tentang clubnya, kamu mau ikut apa?" tanya Neo.

"Yahh, seperti yang sudah kubilang, aku punya permintaan soal itu dari kakekku."

"Iya, ceritakan soal itu padaku, ceritamu terputus saat kita di asrama." tanya Neo.

Mereka mulai berjalan menuju halaman.

"Jadi begini, seperti yangku ceritakan sebelumnya, kakekku merupakan salah satu alumni yang dulu pernah bersekolah di SMA Hoshi ini."

"Iya."

"Dulu kakeku juga mengikuti salah satu kegiatan club di SMA ini."

"Club apa yang diikutinya?" tanya Neo.

"Kakekku dulu mengikuti club Novel dan Sastra."

"Waw, apa kakekmu penulis yang hebat." kagum Neo.

"Kakekku senang dalam tulis menulis cerita, ia merasa senang dan bahagia bila cerita yang dibuatnya bisa menyenangkan, menghibur atau bahkan menginspirasi orang lain yang membaca ceritanya. Hal seperti itu yang coba di wariskan padaku." jelas Ruki.

"Jadi kamu juga ingin masuk club Novel dan Sastra Ruki?"

"Iya, aku juga suka menulis namun selain itu aku masih penasaran tentang apa yang pernah dikatakan oleh kakekku."

"Soal apa itu?"

"Dulu kakekku bercerita bahwa saat dia berada di club semuanya baik-baik saja dan tak ada masalah namun dia berkata begini, " Hei Ruki, kalau kamu memang berniat masuk SMA Hoshi, itu sangatlah luar biasa, Hoshi adalah SMA terbaik, sekolah yang tentunya sangat bagus buatmu, masuklah ke sana dan lampaui kakekmu, tapi kakek ada sedikit permintaan padamu, ikutlah Club Novel dan Sastra yang ada di sana, sebenarnya ada urusan yang belum terelesaikan di sana." itu yang dikatakan kakekku." kata Ruki.

"Urusan apa yang belum selesai Ruki?" tanya Neo kembali penasaran.

"Entahlah, karena itu aku penasaran, saatku coba tanya kakeku dia tidak mau menjelaskan, dia hanya berkata, kamu akan tahu bila sudah di sana."

"Mungkin itu akan menunjukkan sesuatu." kata Neo.

"Ya aku mungkin akan menemukan sesuatu, atau mungkin ada kaitannya dengan poin dan aturan gila ini." jawab Ruki.

"I-iya." kata Neo gelagapan saat Ruki mengatakan poin karena peristiwa yang barusan terjadi.

"Jadi bagai mana denganmu, kamu mau ikut club apa Neo?" tanya Ruki.

"Aku belum tahu, aku sama sekali tidak memiliki keiinginan untuk ini."

"Lalu, dulu kamu ikut club apa saat SMP?"

"Ahh, aku tidak pernah ikut club Ruki, kamu tahu sendiri aku dimusuhi satu sekolah. Untungnya tidak diwajibkan mengikuti club di SMPku yang dulu. Namun sekarang di SMA ini, club merupakan kegiatan wajib yang perlu diikuti." keluh Neo.

"Ya, sudah, kalau begitu kita lihat dulu ada apa saja yang bisa kita temui di halaman sekolah." kata Ruki menenangkan.


Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 9

Bocah Redoks
2017-01-17 08:07:17
urusan yg belum terselesaikan sekarang akan di ungkap dan d selesai kn ruki. akankah ?
Ahmadi D Death
2016-11-09 17:43:19
keren
Kei Takashima
2016-09-25 17:55:25
Jjjj
Zunuya Rajaf
2016-08-09 15:29:18
pengarang kyaknya suka sastra.. langkah awal Ruki,,
Aerilyn Shilaexs
2016-08-07 17:54:29
ruki punya rencana apa yah? Mungkin dichapter selanjutnya akan diungkap
Islamiah Tri Adinda
2016-07-08 18:07:17
Benar2 buat tegang ya
Akane Hagiwara
2016-06-23 14:41:16
urusan yg belum terselesaikan '-' masih tanda tanya ternyata xD
GO KILL
2016-06-18 20:16:36
mampir lagi senpai '-'
Young G Raigha
2016-06-02 11:56:13
Betul dugaanku, tapi aku masih belum tahu mengapa kakeknya ruki masih ada urusan di sana. apakah kakeknya ruki memang ada rahasia besar di sma yang disebut neraka itu?
Edi Prasetheo
2016-05-12 10:25:43
Penatnyeee, gc apalh demi memenuhi panggilan senpai.. Aq bca lagi uyaa
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook