VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Sekolah/Neraka Chapter 7

2015-09-28 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
476 views | 29 komentar | nilai: 8.67 (3 user)

Keadaan kelas 1-B kini mulai sedikit ramai dari pada sebelumnya. Anak anak mulai sedikit berdiskusi dan berbicara mengenai masalah yang sedang mereka hadapi. Banyak yang mereka obrolkan dan omongkan, mulai dari strategi menghadapi poin, membahas mengenai buku praturan ataupun sekedar curhat karena barangnya diambil atau dirusak teman teman Zeriff.

Sekolah/Neraka Chapter 7 - Peraturan
Penulis : Whiti Intheforest

Di tengah hangatnya situasi kelas yang mulai mencair akibat persamaan nasib, tiba-tiba suara pengeras suara terdengar keras.

"Perhatian kepada Siswa Siswi SMA Hoshi khususnya para murid baru kelas satu, setelah perkenalan dan pengarahan dari wali kelas maka selanjutnya adalah jam bebas di mana para murid dipersilahkan untuk menuju halaman sekolah karena akan ada perkenalan kegiatan club oleh kakak kelas kalian, atas perhatiannya terima kasih."

Anak anak kelas 1-B cukup kaget mendengarkan pengumuman itu. Bukan soal clubnya namun soal wali kelasnya.

"Eeeeeeehhhhh, ja-jadi seharusnya jam 9 tadi itu perkenalan dan pengarahan wali kelas." kata salah seorang murid.

"Sialll, dasar Bu Furukawa, kenapa dia malah sudah memberikan kita materi pelajaran dan bahkan memberi kita quiz." keluh anak anak kelas 1-B.

"Dia benar-benar mngerjai kita." kesal murid lainnya.

"Jangan heran seperti itu, sebenarnya yang dia katakan ada benarnya juga. Kita ini berada di sekolah terbaik, wajar seharusnya jika langsung mendapat pelajaran atau bahkan quiz seperti itu." kata murid yang lain.

"Hufft, yahh mungkin kamu benar."

Anak anak itu kemudian banyak yang keluar kelas untuk menuju halaman.

"Kalau begitu ayo kita ke halaman."

"Iya, ayo." sahut anak anak yang lain.

"Kalian mau ikut club apa?"

"Entahlah, aku sudah hilang harapan di sekolah seperti ini." pasrah salah seorang anak.

Sementara itu Neo dan sedikit anak lainnya masih berada di ruang kelas. Beberapa anak selain Neo itu cukup cemas dengan keadaan yang akan terjadi. Tentunya mereka sudah membaca buku merah, bahwa kegilaan poin ini akan berlanjut di club.

Neo sendiri masih diam di kursinya dan berpikir soal peraturan peraturan yang berlaku di sekolah ini. Ia meminjam buku peraturan hitam dan merah dari anak di sebelahnya sebelum anak itu pergi ke halaman sekolah.

"Aku pinjam sebentar ya buku peraturannya."

"Iya, kalau sudah selesai taruh saja lagi di laciku, tapi kamu sendiri tidak ke halaamn?" tanya anak itu.

"Iya, sebentar lagi."

"Baiklah." katanya sambil berlalu.

Neo meletakkan kedua buku peraturan itu di mejanya. Buku peraturan berwarna hitam dan buku peraturan berwarna merah. Jika dilihat dari luarnya saja, jelas terlihat bahwa buku hitam itu lebih tampak sebagai buku peraturan resmi.

Pada buku peraturan berwana hitam tertulis dengan jelas." Panduan, Peraturan, Petunjuk dan Tata Tertib Sekolah menengah Atas Hoshi." di cover depannya. Jika melihat isinya pun, tak jauh berbeda dengan buku peraturan biasa yang umumnya ada pada sekolah sekolah lain. Apalagi buku hitam ini sudah di berikan sebelum masuk ke sekolah ini.

Buku hitam ini tentunya berbeda dengan buku merah, yang mana di covenya tak ada judul dan isinya yang benar-benar gila. Itulah mengapa dalam benak Neo ia sedikit memaklumi bila guru-guru di sini hanya peduli pada aturan yang mereka anggap resmi, yaitu buku hitam.

"Banyak sekali yang menjadi pertanyaan di sini, ahhh... Kemana perginya Ruki, apa dia tidak kembali ke kelas? Banyak yang perlu aku bahas dengannya." pikir Neo.

"Apa yang sebenarnya Ruki rencanakan?"

Belum begitu lama dengan kebingungannya, tiba-tiba Ruki muncul dan masuk ke dalam kelas.

"R-ruki!! dari mana saja kamu?" tanya Neo yang penasaran.

"Ahh, seperti yangku bilang tadi, ada sesuatu hal yang harusku pastikan."

"Ta-tapi kamu tak apa kan, apa yang terjadi." tanya Neo khawatir.

Tentu saja Neo kahawatir. Bagai mana tidak, Ruki yang sekarang berdiri di depannya tampak beda dari Ruki yang tadi keluar ruangan. Ruki terlihat cukup lemas serta bajunya tampak tak beraturan. Namun yang paling mencolok adalah rambutnya yang berantakan.

"Aku baik-baik saja, ini adalah eksperimen dari sesuatu yang ingin aku pastikan."

"Apa sesuatu yang ingin kamu pastikan itu?" tanya Neo Penasaran.

"Yaa... Saat ini aku belum begitu memastikannya, tapi paling tidak sudah sedikit mengarah dengan pemikiranku."

"Soal apa itu, tapi kamu tak apa kan?" tanya Neo cemas.

"Sudahku bilang aku baik-baik saja, soal sesuatu itu, akan aku jelaskan nanti saja setelah aku yakin. Yang lebih penting, bukannya ada banyak hal yang ingin kamu diskusikan denganku Neo."

"Yah, baiklah jka kamu tak apa, tentu saja ada banyak hal yang menjadi misteri di sini yang menjadi pertanyaanku."

"Yah, kamu benar."

"Lihatlah buku peraturan ini Ruki." kata neo sambil menunjukkan kedua buku itu yang tergeletak di atas meja.

"Apa kamu menyadari sesuatu." tanya Neo.

"Hmm, melihat kejadian kejadian yang sudah terjadi dari awal kita berada di sekolah ini sampai detik ini, tentunya kita mendapat sedikit kesimpulan yang mulai terbuka." kata Ruki membuka pembicaraan.

"Dari awal berangkat ke sekolah ini aku sudah sedikit penasaran ketika seorang supir yang mengantarku berperilaku sedikit aneh."

"Ada apa denagnnya?"

"Dia berulang kali bertanya, apakah anda yakin bersekolah di sini, saat itu aku bingung apa yang dipikirkannya, bahakan aku dengan bodohnya menggangap dia iri karena tidak bisa bersekolah di sekolah terbaik. Namun, setelah kejadian ini, tentunya aku dapat menarik kesimpulan, bahwa supir atau karyawan SMA Hoshi tentunya tahu akan peraturan gila yang melibatkan poin ini. Jika supir itu saja tahu, maka tidak mungkin para guru tidak tahu." jelas Ruki.

"Tentu saja mereka tahu, lihat apa yang terjadi dengan prilaku guru yang kita temui di depan lift, atau bahkan prilaku Bu Furukawa. Mereka jelas jelas tahu Ruki, namun mereka seolah tutup mata."

"Ya, kamu benar Neo, biarkan aku sedikit menjelaskan, walaupun aku yakin kamu juga pasti sudah menyadarinya. Kita punya dua buku peraturan saat ini, hitam dan merah. Yang hitam sudah di berikan sebelum masuk sekolah, ada judulnya di cover, kemudian isinya seperti buku peraturan resmi yang biasa ada di sekolah sekolah lain. Ada peraturan mengenai akademik seperti nilai minimal yang harus didapatkan. Ada petunjuk tata tertib yang harus ditaati ataupun sanksi yang diterima bila tidak memenuhi peraturan sekolah. Semua isi peraturannya wajar seperti peraturan dan petunjuk biasa. Kemudian kita juga punya buku merah yang isinya tentag poin, bagai mana mendapatkan poin dan segala perturannya. Tentunya jika kita melihat ini, guru pasti hanya akan peduli dengan aturan resmi yaitu buku hitam.

"Tepat, itulah mengapa aku yakin buku hitam ini sebenarnya buku aturan resmi sekolah yang dibuat oleh pihak sekolah." kata Neo.

"Ya, aku sependapat denganmu."

"Lalu bagai mana dengan buku merah, aku yakin itu buatan orang orang seperti Zeriff, atau paling tidak buku merah itu pasti buatan para murid."

"Soal itu aku juga sependapat denganmu Neo."

"Nah, yang jadi masalah ya sekarang, guru guru hanya mau melihat buku hitam sebagai aturan resmi dan tidak memperdulikan buku merah seolah buku itu tidak pernah ada. Yang artinya guru guru di sini seolah tutup mata jika ada keanehan dan penyimpanagan mengenai poin-poin yang ada.".

"Benar, yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, kenapa guru di sini tutup mata dan tak peduli. Benar bahwa buku hitam itu adalah aturan resmi dan harus ditaati. Sah juga menganggap buku merah sebagai aturan tak resmi. Namun seharusnya guru di sini tidak tutup mata melihat banyaknya penyimpanagan yang sedang terjadi."

"Ya, itulah yang masih menjadi misteri." kata Neo.

"Ya, padahal jelas ada yang tidak beres. Anak yang berpoin lebih tinggi boleh melakukan apa pun kepada anak yang berpoin rendah." ujar Ruki.

"Ya, setelah ini aku yakin akan lebih mengerikan karena para murid baru mencoba mendapatkan poin juga, setelah mereka mendapat tekan luar biasa." Panik Neo.

Mereka berdua termenung dan berpikir sejenak mengenai keadaan yang terjadi sampai akhirnya mereka sadar bahwa ruang kelas mereka sudah kosong dan hanya menyisakan mereka berdua.

"Yang lain sudah kehalaman Ruki." kata Neo.

"Ya, kita terlalu lama di sini."

"Kalau begitu ayo ke halaman."

Mereka berdua segera keluar kelas dan menuju halaman.

"Bagai mana dengan clubnya Ruki, katanya kamu ada permintaan dari kakekmu." tanya Neo sambil berjalan menuju halaman.

Namun Ruki diam saja dan tak menjawab pertanyaan Neo.

"Ruki, ada apa?" tanya neo lagi.

Namun Tak ada jawaban yang terdengar dari mulut Ruki.

Neo yang penasaran mencoba menengok Ruki yang berjalan di belakangnya.

Namun belum sempat menoleh sepenuhnya.

"Buak!"

"Buak!"

"Buak!"

Tiba-tiba Ruki mendaratkan pukulannya tepat di perut Neo!

Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 8

Bocah Redoks
2017-01-17 07:58:33
sepertinya ruuki sangat tertekan sampai sahabat sendiri d hajar
Ahmadi D Killer
2016-11-09 17:41:58
experimen ya
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-11 10:25:52
benar juga, biasanya masuk pertama cuma perkenalan bukannya melaksanakan pembelajaran
Dalreba
2016-10-01 19:44:13
Kasihan Neo jadi bahan percobaan
Kei Takashima
2016-09-18 11:43:08
Nxt
Mysterious
2016-08-18 20:53:30
Yeah trus ruki pukulin sampe bonyok
ThE LaSt EnD
2016-08-09 14:12:27
zow, eksperimen ruki..bukk,. sialan Kau! Kau memaksaku meneruskan membaca ceritamu disela kesibukankaku. dr awal chptr cuma smpai dsini yg kubaca, dn akn ku truskn.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-07 17:43:26
ruki berperilaku aneh
Fujioka nagisa
2016-07-08 16:57:15
Akh... Kasian amat nasib si Neo
Al Onepc
2016-07-07 13:22:54
Sbar ya neo...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook