VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Sekolah/Neraka Chapter 5

2015-09-19 - Whiti Intheforest > Sekolah/Neraka
478 views | 25 komentar | nilai: 8.57 (7 user)

Guru itu kemudian pergi berlalu meninggalkan anak anak itu dengan wajah datar tanpa rasa bersalah.

"Bagai mana ini?" tanya anak yang baru saja bertanya pada sang guru.

"Aku ti-tidak tahu, ba-bagai mana kalau guru-guru di sini be-benar-benar menutup mata soal poin poin dan peraturan gila ini." jawab anak lainnya panik.

"Pokoknya yang lebih penting kita tolong dulu dia yang terkapar."

"Be-benar juga kita tidak bisa membiarkannya."

Sementara itu Ruki masih diam tak bergerak dan hanya melihat kejadian di depannya berlalu begitu saja.


Sekolah/Neraka Chapter 5 - Wali Kelas 1-B, Furukawa Emi
Penulis : Whiti Intheforest

"Ru-ruki apa kamu baik-baik saja." tanya Neo yang mencoba menyadarkan Ruki.

Namun tampaknya Ruki terlalu Shock melihat kejadian di depannya.

"Ru-ruki." kata Neo lagi sambil menggenggam pundak Ruki.

"Ga-gawat." kata Ruki pelan yang masih tampak panik.

"Hei Ruki kamu baik-baik saja." Neo terlihat cemas sambil.

mengoyang goyangkan tubuh Ruki yang diam mematung.

"Ma-afkan aku Neo, aku terlalu terkejut." ujar Ruki pelan.

"Iya, tapi kamu tidak apa kan?"

"Yahh, maaf kan aku Neo, aku yang seharusnya melindungimu malah jadi shock seperti ini."

"Tak apa Ruki, kita hadapi ini bersama, sesuai katamu."

"Yahh, aku tahu, tadinya aku punya beberapa rencana terhadap poin ini dengan bekerjasama dengan para guru, namun melihat peristiwa ini tadi, guru guru di sini mungkin mencoba menutup mata akan peraturan gila yang ada di SMA Hoshi. Melihat rencanaku sedikit melenceng membuatku benar-benar shock... Ma-maafkan aku Neo, harusnya aku bisa bertindak lebih tegar." kata Ruki menghela napas mencoba menenangkan dirinya.

"Ya, aku tidak percaya situasinya semakin memburuk sekarang. Jika guru juga tidak ada di pihak kita, maka jika ada kekerasan atau penyiksaan terjadi maka tidak akan ada tempat untuk minta tolong." kata Neo panik.

"Kamu benar Neo, karena itu aku sedikit panik, tapi baiklah... Kita tidak bisa seperti ini terus, pokoknya ayo kita ke kelas dulu.".

"Baiklah, tapi kamu tak apa kan, aku jadi sedikit cemas melihatmu diam mematung.

"Ya, aku tak apa, lalu bagai mana dengan anak yang dipukuli tadi." tanya Ruki sadar saat situasi di sekelilingnya sudah sepi.

"Mereka sudah membawa anak itu."

"Ohh, syukurlah... Sebaiknya kita segera ke kelas sekarang, tinggal 3 menit lagi sebelum jam 9."

Mereka berdua segera menyelusuri jalan di lantai 2 itu dan segera mencari kelas mereka, kelas 1-B.

"Itu kelasnya Ruki." tunjuk Neo.

Mereka berdua membuka pintu dan segera masuk ke dalam kelas.

"Huft." dengus Ruki pelan.

Mereka melihat keadaan kelas yang tenang. Tampak teman-teman sekelas Ruki dan Neo yang sudah di kelas, duduk dengan wajah ketakutan. Tampak raut kecemasan yang mereka pancarkan. Semuanya jelas khawatir ketika akhirnya mereka berada di kelas terbaik yang ternyata tak sesuai harapan.

"Ada kursi yang masih kosong di dekat jendela." tunjuk Ruki.

"Baiklah, kita duduk di sana saja." jawab Neo.

Mereka berdua lalu duduk di pinggir kelas dekat dengan jendela.

Belum sempat mengamati kondisi kelas secara keseluruhan, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar memecah keheningan kelas.

"Tok."

"Tok."

Seorang wanita masuk ke dalam kelas itu dan langsung menuju ke depan kelas.

Namun badannya yang tak terlalu tinggi dan wajahnya yang tampak muda seolah menipu bahwa dirinya adalah Wali kelas, kelas 1-B. Ditambah dengan rambut twin tail serta kaca mata bulat yang dipakainya yang menyebabkan dia terlihat seperti murid lainnya, sampai semua orang menyadari dirinya yang sebenarnya.

"Hmmm, kelas ini lebih sunyi dari yang aku bayangkan."

"Perkenalkan, Nama ibu adalah Furukawa Emi, dan mulai hari ini ibu adalah wali kelas kalian di kelas 1B" kata seorang wanita yang ternyata guru mereka.

Seisi kelas hanya diam saja melihat guru mereka.

"Wah, wah kenapa dengan kalian, masuk sekolah unggulan di hari pertama kok sudah murung. Kalian pasti sudah berjuang maksimal dengan ujian kalian sehingga bisa masuk sekolah terbaik. Oleh karena itu berbahagialah, berbanggalah dan yang penting semangatlah, ini hari pertama kalian." ucap bu Furukawa ceria memberikan semangat.

"Ekh." salah seorang murid mengerang.

Murid-murid merasa kesal mengetahui guru mereka seolah buta tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini.

"Apa bu Furukawa benar-beanar tidak tahu menahu mengenai peraturan poin ini." pikir salah seorang murid.

"Jadi benar desas desus bahwa guru di sini seolah tidak peduli mengenai peraturan poin ini."

"Sebenarnya guru di sini tahu tidak sih."

"Kalau mereka tidak peduli dengan kekejaman yang ada lalu harus kemana lagi kita meminta tolong." pikir murid murid lainnya.

Namun di balik heningnya suasana kelas dan pikiran para murid yang sedang berkecamuk, tiba-tiba salah seorang murid membanting buku ke mejanya.

"Buakk." buku merah itu yang ternyata di bantingnya.

"Heiii, apa yang kamu lakuakan." kata bu Furukawa marah.

"Apa ibu tahu mengenai buku ini." kata anak itu tajam.

"Buku apa ini."

"Ini buku peraturan gila yang sedang berlaku di sekolah ini. Gara gara aturan ini, semua teman teman di sini jadi kehilanagan semangat. Mereka merasa terancam dan tersiksa. Apa ibu benar-benar tidak tahu menahu tentang semua ini. Coba bacalah bu."

Bu Furukawa melirik Anak itu. Pikirannya terlihat mencoba menyembunyikan sesuatu. Namun sikap datar dan tenang yang di tampakkannya.

"Baiklah, akan kulihat buku ini." ia membaca buku itu sekilas.

Dari gaya baca Bu Furukawa, Ruki melihat bahwa bu guru itu hanya pura-pura membaca seolah sudah paham benar isi buku itu.

"Yaa, buku yang menarik." katanya ringan sambil menaruh kembali buku itu di atas meja.

"Apa hanya begitu saja!" teriak anak itu.

"Hmmm, sifatmu kurang ajar sekali di hari pertama."

"Itu karena ibu tidak mengangap serius buku ini, dan mencoba lari dari kenyataan akan peraturan mengerikan yang ada di sekolah ini bu, ibu sudah membaca buku itukan, lalu apa pembelaan ibu." kata anak itu tajam.

Bu Furukawa kemudian menuju ke depan kelas dan mengambil sesuatu di tasnya.

"Ini adalah surat Skorsmu, kamu di skors 3 hari karena saya anggap melawan guru, segera tulis namamu di situ dan segera pergi dari kelas."

Semua murid yang ada di situ terkejut melihat hal itu, termasuk Neo dan Ruki.

"Apa?!" teriak anak itu lagi.

"Seharusnya kamu baca buku peraturan yang sudah diberi bahkan sebelum masuk sekolah ini. Perbuatanmu saya anggap tindakan melawan guru. Sedih sekali hari pertama sekolahmu malah harus di skors." kata Bu Furukawa.

"Baiklah anak anak ayo kita mulai pelajaran pertama." lanjut Bu Furukawa lagi tanpa memperdulikan anak itu.

"Apa apaan ini aku tidak terima." kata anak itu sambil hendak menyobek surat skors itu.

"Tu-tungu." anak di sebelah mencegahnya.

Beberapa anak mencoba mencegah tindakannya. Mereka tak ingin ada percekcokan yang lebih besar dikelas itu. Apalagi ini baru hari pertma mereka.

"Cih." katanya menyerah sambil keluar ruangan.

"Hmm, tunggu dulu, siapa namamu, sepertinya kita akan semakin akrab ke depannya." tanya bu Furukawa sambil tersenyum.

"Hiroshi Tada, itu namaku, ingatlah baik-baik, jangan berharap ini adalah yang terakhir dariku." katanya sambil pergi berlalu.

Para murid jadi merasa makin takut sekarang. Melihat kejadian barusan, sudah tidak ada yang membela mereka lagi. Poin akan benar-benar diterapkan. Guru sudah tidak peduli dan menutup mata akan kejadian ini di SMA Hoshi. Mau tak mau mereka harus bertahan di sekolah ini selama 3 tahun. Mereka juga sudah tidak bisa keluar. Tidak ada alat komunikasi yang ada. Keluarga pun tidak akan menghubungi mereka karena dalam peraturan sudah di tuliskan. Semua keluarga juga pasti mengira selama tiga tahun anaknya akan sekolah di sekolah terbaik. Belajar dengan sungguh sunguh dan bersaing dengan teman teman pintar di seluruh negeri, sehingga tak ada alasan keluarga untuk menghubungi mereka. Namun keyataan yang terjadi, murid murid SMA hoshi sudah merasa seperti berada di kandang singa.

Sementara itu Neo sedang mencermati satu hal.

"Hmm, jadi sepertinya begini, sekolah ini terikat atas 2 peraturan. Buku peraturan hitam yang diberikan sebelum masuk sekolah dan buku merah yang berisi aturan poin dan semua kegilannya."

"Baik buku hitam dan merah keduanya harus ditaati oleh murid SMA Hoshi, namun untuk guru, sepertinya mereka hanya menganngap aturan resmi hanyalah buku hitam dan mencoba menutup mata akan adanya aturan di buku merah."

Neo hendak mengutarakan pemikirannya pada Ruki, namun ia melihat Ruki sedang diam dan seolah berpiir serius.

"Apa mungkin dia masih, berpikir soal Hiroshi ya." pikir Neo sambil melihat Ruki yang ada di belakangnya.

Saat itu Ruki sedang diam termenung dan memikirkan sesuatu. Ia tidak memikirkan Hiroshi atau bahkan buku peraturan. Ruki sedang berpikir dan tertarik akan adanya 4 kamera CCTV yang berada di pojok-pojok atap ruang kelas itu.


Bersambung ke Sekolah/Neraka Chapter 6

Ahmadi D Death
2016-11-09 17:38:33
lanjut..
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-11 10:22:17
sekolah penuh dengan penindasan
Kei Takashima
2016-09-18 11:31:48
Next
Mysterious
2016-08-18 17:56:03
Load chapter 6
Zunuya Rajaf
2016-08-10 01:20:29
anak yg pemberani.. guru itu jelas menyembunyikn sesuatu.
Aerilyn Shilaexs
2016-08-07 17:23:29
guru-guru yang menyebalkan
Islamiah Tri Adinda
2016-07-08 16:31:03
Ide authornya keren banget!!! >w<
Akane Hagiwara
2016-06-23 14:13:55
penuh teka-teki xD ku mau next...
GO KILL
2016-06-17 06:45:55
ngeng~ *pingu
Young G Raigha
2016-06-02 11:08:17
Sekolah itu di jaga ketat, ada 4 cctv di kelas,sangat di jaga ketat. aku berpikir pasti ada orang yang sengaja menjalankan peraturan temtang skor di sekolah itu.yang menjadi pertanyaan siapa orang itu
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook